BERSUARAKYAT.ONLINE – Labura Menjelang puncak arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, jajaran Polres Labuhanbatu memperketat pengawasan lalu lintas dengan mengimbau pengemudi kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas untuk tidak beroperasi sementara selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Imbauan tersebut disampaikan personel Pos Pengamanan (Pospam) 2 Aek Kanopan kepada para sopir truk yang melintas di wilayah Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Senin (16/3/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur mudik yang diperkirakan akan dipadati kendaraan masyarakat yang pulang ke kampung halaman.

Dalam kegiatan itu, petugas menghentikan sejumlah kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas untuk memberikan penjelasan terkait kebijakan pembatasan operasional selama masa pengamanan Lebaran.
Para sopir juga diimbau mencari tempat yang aman untuk beristirahat, seperti rumah makan atau lokasi parkir yang memadai, serta menunda sementara aktivitas pengangkutan barang hingga 29 Maret 2026.
Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok dan sembako, yang tetap diperbolehkan beroperasi guna memastikan distribusi logistik masyarakat tetap berjalan.
Petugas di lapangan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis saat memberikan sosialisasi. Para sopir diajak memahami bahwa pembatasan ini bukan sekadar aturan, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk memberi ruang bagi jutaan pemudik yang akan melintas di jalan raya demi bertemu keluarga di kampung halaman.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., melalui Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Labuhanbatu IPTU Arwin, S.H., menegaskan bahwa pembatasan operasional kendaraan angkutan barang tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) serta edaran teknis dari Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan.
“Pembatasan ini dilakukan untuk mengurai potensi kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik. Kami berharap para pengemudi angkutan barang dapat memahami dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan Operasi Ketupat tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan aparat, tetapi juga pada kesadaran seluruh pengguna jalan untuk saling menghargai dan mematuhi aturan.
Di tengah hiruk-pikuk persiapan Lebaran, jalan raya menjadi jalur harapan bagi ribuan pemudik yang ingin pulang dan memeluk keluarga setelah sekian lama merantau.
Karena itu, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diharapkan menjadi bentuk kepedulian bersama agar setiap perjalanan menuju kampung halaman berakhir dengan selamat.
Penulis: Redaksi