Bupati Paluta, Diwakili Kadispen Rahmad Hidayat Harahap, S.STP., MSi Memimpin Upacara MPLS Di SMP Negeri I P.Bolak

Bersuarakyat.online Bupati Padang Lawas Utara H. Reski Basyah Harahap, S.STP., M.Si. diwakili Kepala Dinas Pendidikan Rahmad Hidayat Harahap, S.STP., M.SP memimpin Upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di halaman SMP Negeri 1 Padang Bolak Gunung Tua, Pada Senin : 13/07/2026. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan menyakini bahwa, setiap siswa yang datang ke sekolah ini dengan membawa mimpi. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, polisi, atlet, pengusaha, programmer, atau profesi lainnya. Mimpi itu sangat berharga, karena mimpi adalah arah yang akan menuntun langkah kalian. namun, beliau mengingatkan bahwa mimpi tidak akan menjadi kenyataan hanya karena kita menginginkannya. Mimpi akan menjadi kenyataan ketika kita mau belajar, bekerja keras, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Prestasi bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Prestasi dibangun dari kebiasaan baik setiap hari, datang tepat waktu, menghormati guru, rajin belajar, jujur saat mengerjakan tugas, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dengan teman. Lebih dari itu, prestasi tidak selalu berupa piala atau nilai yang tinggi. Prestasi juga terlihat ketika kalian berhasil menjadi pribadi yang lebih baik daripada kemarin. Berani meminta maaf ketika salah, berani berkata jujur, peduli kepada teman, dan menjaga nama baik sekolah adalah prestasi yang sama berharganya. Lebih lanjut beliau berpesan, Selama mengikuti MPLS dan belajar di sekolah ini, jangan takut mencoba hal-hal baru, jangan takut bertanya ketika belum memahami pelajaran, dan jangan takut gagal. Kegagalan bukan akhir dari perjalanan, tetapi bagian dari proses menuju keberhasilan. Sekolah ini berkomitmen menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua. Karena itu, mari kita saling menghormati, menjauhi perundungan, serta membangun budaya yang penuh kepedulian dan kebersamaan. Prestasi akan tumbuh lebih baik di lingkungan yang saling mendukung. Datanglah ke sekolah dengan membawa mimpi yang besar, pulanglah setiap hari dengan ilmu yang bertambah, karakter yang semakin baik, dan semangat yang tidak pernah padam. Itulah jalan menuju prestasi yang sesungguhnya” tegas Kepla Dinas. Selamat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, semoga hari ini menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi yang beriman, berkarakter, berprestasi, dan siap memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara” tutup Kepala Dinas. Turut hadir Jajaran Dinas Pendidikan, para guru SMP Negeri 1 Padang Bolak beserta orangtua wali siswa yang mengantarkan anaknya ke sekolah. Upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga serentak dilaksanakan di semua sekolah SPM dan SD se-Kabupaten Padang Lawas Utara.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

SDN 14 Bilbar adakan MPLS terhadap 20 Siswa – siswi Baru untuk Kelas 1 Tahun ajaran 2026

Bersuarakyat.online Labuhanbatu- Hari pertama masuk Sekolah Kepala Sekolah Ripi Salim S.Pd dan Guru -guru mengadakan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terhadap Siswa – siswi kelas Satu Jurnalis Bersuara Rakyat Online melakukan melakukan kunjungan kerja ke sekolah dasar 14 Bilah barat terlihat ibu – ibu orang tua siswa baru sedang menunggu anak-anak nya Pulang dari sekolah begitu juga Kepala sekolah dasar Negri 12 Bilah barat bersama Guru – guru sedang Melakukan MPLS di Lingkungan Sekolah dan dalam ruangan (kelas) tepatnya pada hari Senin tanggal 13 Juli 2026 pukul 7.30wib di Halaman Sekolah. Jurnalis melakukan konfirmasi terhadap Kepala Sekolah Ripi salim S.Pd tentang pelaksanaan MPLS yang di laksakan Pada Hari pertama masuk Sekolah iya mengatankan bahwasa di laksanakan MPLS ini pada hari pertama masuk sekolah disebabkan , biar anak-anak kelas 1 kenal semua kepada Kakak kelasnya mulai dari kelas 2 sampai kelas 6 serta mengenal Wali kelas kelasnya masing – masing mulai dari kelas 1 Sampai kelas 6 Ungkap Ripi Salim S.Pd . Di tempat yang sama jurnalis meminta tanggapan Terhadap Orang tua murid kelas satu yang bernama Wildan , Siti Nurjannah serta ayah wildan Malino dengan Angkat bicara ,saya merasa bangga dan senang terhadap Bapak kepala sekolah dan Guru -guru yang ada di SD Negri 14 Bilah barat Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatra Utara , karena anak saya mendapatkan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah . Oleh sebab itu anak saya bisa menerima Lingkungan Sekolah dan berteman terhadap kawan – kawannya yang ada di Sekolah ini serta kawannya satu kelas Pungkasnya.   Penulis: *** ( DR.Rangkuti) ***

Read More

Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Labuhanbatu Ikuti Jambore Daerah XI Sumatera Utara Tahun 2026

Bersuarakyat.online Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Labuhanbatu mengirimkan 128 peserta untuk mengikuti Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara Tahun 2026 yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, pada 8–12 Juli 2026. Sebanyak 128 peserta yang akan mewakili Kabupaten Labuhanbatu dalam berbagai kegiatan kepramukaan selama pelaksanaan Jambore Daerah. Kegiatan kepramukaan tingkat Provinsi Sumatera Utara tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc., selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara. Jambore Daerah XI diikuti oleh ribuan Pramuka Penggalang dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumatera Utara menegaskan bahwa Jambore merupakan sarana pembentukan karakter generasi muda melalui berbagai aktivitas yang menanamkan nilai kepemimpinan, kedisiplinan, kebersamaan, kreativitas, serta semangat gotong royong. Para peserta juga diharapkan mampu menjadi pribadi yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta siap menghadapi tantangan perkembangan zaman dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Keikutsertaan kontingen Labuhanbatu merupakan bagian dari komitmen Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Labuhanbatu dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan. Selama pelaksanaan Jambore Daerah, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif, menantang, dan inspiratif, seperti pengembangan keterampilan kepramukaan, pendidikan karakter, kegiatan kebangsaan, pelestarian lingkungan, hingga pertunjukan seni dan budaya. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat persaudaraan, memperluas wawasan, serta bertukar pengalaman dengan anggota Pramuka dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui Dinas Pendidikan menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Labuhanbatu atas partisipasinya dalam Jambore Daerah XI Sumatera Utara Tahun 2026. Salam Pramuka! #Red

Read More

Anak Hebat Labuhanbatu! Caroline Nababan, Bocah Kelas 2 SD yang Jadi Aset Bangsa di Kancah Internasional

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putri daerah. Di usianya yang masih sangat belia, Caroline Putri Cicilia Nababan, siswi kelas II SD Negeri 18 Rantau Selatan, dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang Asia International Science Mathematics Competition (ASMC) 2026 yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 11–12 Juli 2026. Caroline merupakan putri dari pasangan Titin Prikson Nababan dan Linsiani br Purba. Keikutsertaannya dalam kompetisi internasional tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, sekolah, serta masyarakat Kabupaten Labuhanbatu. Ajang ASMC merupakan kompetisi sains dan matematika tingkat internasional yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara di Asia untuk menguji kemampuan analisis, logika, dan pemecahan masalah. Berdasarkan informasi penyelenggara, babak internasional ASMC 2026 akan dilaksanakan di Kuala Lumpur pada pertengahan Juli 2026. Tokoh pemuda Labuhanbatu Bung Ali Sadikin Nababan menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian Caroline. Masyarakat berharap pengalaman bertanding di tingkat internasional dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa di Labuhanbatu untuk terus belajar dan berprestasi. “Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Semoga Caroline dapat memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan menjadi inspirasi bagi anak-anak Labuhanbatu lainnya,” ujar Ali Sadikin Nababan. Lanjutnya, Selain membawa nama sekolah, Caroline juga akan membawa nama daerah dan Indonesia di hadapan peserta dari berbagai negara. Dukungan dan doa dari masyarakat diharapkan dapat menambah semangatnya dalam menghadapi kompetisi tersebut. Perhatian dan support dari pemerintah daerah dinilai sangat penting, bukan hanya sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang mengharumkan nama daerah, tetapi juga sebagai stimulus moral bagi Caroline yang akan bertanding membawa nama Indonesia di negeri jiran. “Prestasi yang diraih Caroline menjadi bukti bahwa anak daerah mampu berbicara banyak di panggung dunia jika diberikan ruang dan dukungan yang tepat” ujar kembali Ali Sadikin Nababan Selamat berjuang, Caroline! Seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Labuhanbatu, bangga dan mendoakan yang terbaik untuk kesuksesanmu di ajang ASMC 2026. #AMR

Read More

“Class Meet SMPN 1 Rantau Selatan: Saat Siswa Belajar Memimpin, Berkarya, dan Merawat Kebersamaan”

LABUHANBATU — Sorak sorai siswa menggema di lingkungan SMP Negeri 1 Rantau Selatan, Jumat (20/6). Di tengah suasana usai ujian kenaikan kelas, ratusan pelajar berkumpul mengikuti rangkaian kegiatan Class Meet yang digelar Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Bagi sebagian siswa, kegiatan itu menjadi ajang melepas penat. Namun bagi para pengurus OSIS, momentum tersebut menjadi penutup manis masa pengabdian mereka di sekolah. Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa kelas VII dan VIII itu berlangsung meriah. Berbagai perlombaan digelar bukan sekadar untuk mencari pemenang, melainkan membangun kebersamaan, sportivitas, serta semangat belajar di kalangan pelajar. Ketua OSIS SMP Negeri 1 Rantau Selatan, Shela Namira, mengatakan Class Meet merupakan ruang bagi siswa untuk mempererat persaudaraan setelah menjalani rangkaian ujian yang cukup melelahkan. “Kami ingin menciptakan suasana yang menyenangkan bagi teman-teman setelah ujian. Yang paling penting bukan siapa yang menang, tetapi bagaimana kami bisa semakin kompak dan saling mendukung sebagai keluarga besar SMP Negeri 1 Rantau Selatan,” ujarnya. Bagi Shela dan jajaran pengurus inti OSIS, kegiatan tahun ini memiliki makna emosional tersendiri. Sebab, mereka akan segera mengakhiri masa tugas sebagai pengurus organisasi siswa. Dengan suara yang penuh harapan, Shela menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh siswa, guru, dan pihak sekolah yang telah mendukung berbagai program OSIS selama masa kepengurusan mereka. “Alhamdulillah, seluruh kegiatan yang kami rancang mendapat dukungan dari teman-teman, guru, dan tenaga pendidik. Kami berharap pengurus berikutnya dapat menghadirkan kegiatan yang lebih kreatif dan lebih bermanfaat bagi sekolah,” katanya. Ia juga mengaku banyak belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja sama selama aktif di organisasi sekolah. “Terima kasih kepada Ibu Kepala Sekolah, Bapak Suyono, S.Pd, dan seluruh guru yang tidak pernah lelah membimbing kami. Dari mereka kami belajar berani mengambil keputusan, bekerja sama, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” tutur Shela. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Suyono, S.Pd, menilai keberhasilan pelaksanaan Class Meet menunjukkan kemampuan siswa dalam mengelola kegiatan secara mandiri dan bertanggung jawab. Menurut dia, OSIS bukan hanya wadah organisasi, melainkan tempat siswa belajar menjadi pemimpin sejak dini. “Saya mengapresiasi seluruh pengurus OSIS yang telah bekerja keras dan mampu melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan positif ini. Mereka telah menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kemampuan untuk berinisiatif, berkolaborasi, dan bertanggung jawab,” kata Suyono. Ia berharap pengalaman berorganisasi yang diperoleh para siswa dapat menjadi bekal berharga ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Saya berharap dari OSIS ini lahir generasi yang kelak menjadi pemimpin, pendidik, profesional, dan tokoh yang memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya. Kepala SMP Negeri 1 Rantau Selatan, Rita Hasibuan, S.Pd, mengatakan sekolah berkomitmen memberikan ruang kepada siswa untuk berkembang tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga karakter dan kepemimpinan. “Kami percaya setiap anak memiliki potensi. Tugas sekolah adalah memberikan ruang, membimbing, dan mengarahkan mereka agar potensi itu tumbuh dengan baik,” katanya. Rita menyebut keberhasilan Class Meet menjadi bukti bahwa para siswa mampu menunjukkan kemandirian, kreativitas, dan kekompakan dalam menjalankan sebuah kegiatan. “Melihat mereka bekerja sama, saling mendukung, dan berani tampil memimpin adalah kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai pendidik. Semoga semangat ini terus mereka bawa dalam perjalanan meraih cita-cita,” ujarnya. Usai kegiatan, para siswa kembali ke ruang kelas untuk menerima rapor kenaikan kelas bersama orang tua dan wali. Di tangan mereka tersimpan hasil belajar selama satu tahun. Sementara di hati mereka, tersimpan kenangan tentang kebersamaan, persahabatan, dan pelajaran kepemimpinan yang tidak tercantum dalam nilai rapor. Karena sejatinya, pendidikan bukan hanya tentang angka dan prestasi akademik. Pendidikan juga tentang membentuk karakter, menumbuhkan keberanian, dan mempersiapkan generasi muda untuk melangkah menuju masa depan dengan percaya diri.(Red)

Read More

Belajar Agraria untuk Papua: Kisah Taruna STPN Menyiapkan Masa Depan Daerah

Bersuarakyat.online Medan – Keinginan untuk kembali dan berkontribusi membangun daerah asal menjadi motivasi kuat bagi sejumlah generasi muda Papua dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi. Berangkat dari harapan tersebut, mereka memilih menimba ilmu di Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), guna membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanahan serta tata ruang. Salah satunya Alfando Almendo, Taruna Tingkat II asal Manokwari, Papua Barat. Ia menilai Papua masih membutuhkan banyak sumber daya manusia yang memahami persoalan agraria untuk mendukung pembangunan daerah di masa depan. “Yang saya pikirkan ketika memutuskan berkuliah di Politeknik Agraria STPN sederhana saja, nantinya saya ingin terlibat membangun daerah saya. Papua masih membutuhkan banyak pembangunan dan tentu membutuhkan sumber daya manusia yang memahami bidang pertanahan dan tata ruang,” ujar Alfando Almendo. Menurut Alfando, berbagai persoalan pertanahan yang masih ditemui di Papua menjadi alasan dirinya tertarik mendalami ilmu agraria. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan dapat menjadi bekal untuk berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan tersebut ketika kembali ke daerah asal. Selain bidang keilmuan yang spesifik dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, Alfando juga mengaku mendapatkan banyak pengalaman melalui sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di Politeknik Agraria STPN. Baginya, lingkungan pendidikan tersebut turut membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemampuan kepemimpinan. “Di sini kami tidak hanya belajar akademik, tetapi juga belajar disiplin, kepemimpinan, dan hidup bersama dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Ini menjadi modal penting untuk bisa bersinergi dengan teman-teman dari banyak daerah untuk membangun Papua,” ucapnya. Semangat serupa dimiliki Rafael Korwa, Taruna Tingkat II asal Merauke, Papua Selatan. Ketertarikannya terhadap peta sejak kecil membawanya mengenal dunia survei dan pertanahan. Namun, selama menjalani pendidikan, ia menyadari bahwa bidang tersebut memiliki peran yang jauh lebih luas dalam kehidupan masyarakat. “Dari kecil saya memang suka melihat peta. Setelah mengetahui dan mempelajari bidang pertanahan, saya jadi tahu bahwa ilmu ini sangat penting untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di masyarakat, termasuk masalah sengketa tanah yang sering terjadi di lingkungan saya,” ungkap Rafael Korwa. Menurut Rafael, masih banyak masyarakat yang belum memahami hak atas tanah maupun aspek hukum pertanahan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang agraria menjadi semakin penting, khususnya di wilayah dengan karakteristik pertanahan yang kompleks seperti Papua. “Harapannya setelah lulus nanti saya bisa kembali dan membagikan ilmu yang saya dapatkan kepada masyarakat. Dengan begitu masyarakat bisa lebih memahami hak-haknya dan tidak mudah dirugikan dalam urusan pertanahan,” tuturnya. Bagi Alfando dan Rafael, pendidikan di Politeknik Agraria STPN bukan sekadar sarana untuk meraih gelar, tetapi juga jalan untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari pembangunan daerah asal. Keduanya berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang lebih baik. Kisah mereka menunjukkan bahwa kebutuhan akan sumber daya manusia yang memahami bidang agraria tidak hanya hadir di pusat-pusat pembangunan, tetapi juga di daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan pertanahan dan tata ruang. Karena itu, kesempatan untuk mempelajari bidang ini terbuka bagi generasi muda yang ingin mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui jalur pendidikan. Bagi lulusan SMA/sederajat yang tertarik mendalami bidang pertanahan dan tata ruang, pendaftaran Taruna/Taruni Politeknik Agraria STPN masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Politeknik Agraria STPN. #Red

Read More

Dukung Instruksi Kejagung, HMI Labuhanbatu Raya Dorong Pengawasan Ketat Program Makan Bergizi Gratis

RANTAUPRAPAT – Instruksi Kejaksaan Agung Republik Indonesia kepada seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri untuk menerima serta menindaklanjuti laporan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Dukungan tersebut salah satunya disampaikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Labuhanbatu Raya. Ketua Umum HMI Cabang Labuhanbatu Raya, Baginda Sagala, menilai langkah Kejaksaan Agung merupakan upaya penting untuk memastikan program strategis nasional tersebut berjalan sesuai tujuan dan bebas dari praktik penyimpangan. Menurut dia, pengawasan terhadap pelaksanaan MBG perlu diperkuat hingga tingkat daerah karena berbagai persoalan dalam implementasi program berpotensi muncul di lapangan. “Kami mendukung penuh instruksi Kejaksaan Agung kepada seluruh Kejaksaan di daerah untuk menerima dan menindaklanjuti setiap laporan yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis. Pengawasan yang kuat diperlukan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Baginda, Sabtu. HMI Labuhanbatu Raya juga menyoroti informasi mengenai dugaan praktik jual beli titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belakangan menjadi perhatian publik. Menurut Baginda, apabila dugaan tersebut terbukti, praktik itu berpotensi mengganggu pemerataan layanan dan menghambat distribusi manfaat program kepada penerima yang berhak. “Program ini menyangkut pemenuhan gizi anak-anak sebagai investasi sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan harus ditelusuri secara terbuka dan ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya. Ia menegaskan, proses pengawasan harus dilakukan secara objektif dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah serta didukung data dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. HMI juga mendorong Kejaksaan di daerah membuka akses pengaduan yang mudah dijangkau masyarakat agar setiap informasi terkait dugaan penyimpangan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan transparan. Menurut HMI, pengawasan yang efektif menjadi kunci untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai sasaran pemerintah, yakni meningkatkan kualitas gizi anak serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.(Red)

Read More

Membangun Karakter Bangsa, HT Milwan Sasar Pelajar dan Santri Lewat Edukasi Pancasila

LABUHANBATU – Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HT Milwan, menggelar kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan dengan menyasar pelajar dan santri di Kabupaten Labuhanbatu. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi karakter dan kehidupan berbangsa. Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Juni dan dilanjutkan 19–20 Juni 2026 itu diikuti para pelajar dan santri dari sejumlah pondok pesantren di Labuhanbatu. Menurut Milwan, penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi yang dihadapi generasi muda saat ini. “Nilai-nilai agama dan cinta tanah air harus berjalan beriringan. Kita ingin melahirkan generasi muda yang religius, berkarakter, dan memiliki komitmen kuat terhadap Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Milwan, Sabtu (20/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si., hadir sebagai narasumber. Ia menekankan pentingnya adab dan integritas sebagai dasar dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. “Adab harus didahulukan sebelum ilmu. Ilmu tanpa adab akan kehilangan makna dan manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Faisal. Selain menyampaikan materi tentang Pancasila dan wawasan kebangsaan, Faisal juga berbagi pengalaman perjalanan pendidikannya hingga meraih gelar doktor melalui berbagai program beasiswa. Pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi peserta untuk terus belajar dan berani meraih prestasi. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai tantangan generasi muda, pentingnya pendidikan, serta peluang memperoleh beasiswa. Tokoh Pemuda Labuhanbatu, Tengku Muhammad Arif Akbar, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pendekatan yang digunakan narasumber mampu membuat pelajar lebih mudah memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai teori, tetapi harus diwujudkan dalam sikap toleran, menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” kata Arif. Ia menilai penguatan wawasan kebangsaan sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. (Red)

Read More

Wabup Paluta H.Basri Harahap Didampingi Camat Pateng Hendra Hsb Melaksanakan Tanam Perdana Bawang Merah

Bersuarakyat.online Paluta- Wakil Bupati Padang Lawas Utara H.Basri Harahap didampingi Csmat Padang Bolak Tenggara Hendra Hasibuan, melaksanakan Tanam Perdana Bawang Merah, di Desa Siunggam Jae Kec. Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara, Pada Kamis : 18/06/2026. Wakil Bupati dalam sambutannya menyampaikan, dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal, pemerintah daerah melakukan tanam perdana komoditas bawang merah di kawasan pertanian Desa Siuanggam Jae Kecamatan Padang Bolak Tenggara. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor pertanian modern di wilayah Kabupaten Padang lawas Utara. Wakil Bupati menyatakan bahwa pemilihan bawang merah sebagai komodasi utama didasari oleh nilai ekonomisnya yang tinggi serta potensi pasar yang menjanjikan di wilayah setempat. Kami sangat mengapresiasi sinergi antara pemerintah, akademisi, dan kelompok tani. Penanaman bawang merah ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah nyata untuk menekan laju inflasi dan memastikan ketersediaan pasokan pangan yang stabil bagi masyarakat”. ucap wakil bupati. Dalam proyek budidaya ini, para petani didampingi, untuk menerapkan teknik pertanian yang lebih efisien dan modern, mulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit varietas Bima Brebes hingga pemanfaatan teknologi untuk memantau masa tanam. Lahan seluas 2 hektar ini diproyeksikan akan menghasilkan 10 ton per hektar dan dapat dipanen dalam kurun waktu 60 hari ke depan”. lanjut wakil bupati. Wakil bupati menjelaskan, Selain memberikan keuntungan bagi petani, proyek ini juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar selama proses perawatan hingga panen. Pemerintah daerah berharap program ini dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dan menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, menjadikan pertanian sebagai roda penggerak ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan” tutup wakil bupati. Turut mendampingi wakil bupati, Staf Ahli Bupati, Asisten II, Danramil Padang Bolak, Kadis Pertanian, Kadis Ketahanan Pangan, Kabag Perekonomian Setdakab, Camat Padang Bolak Tenggara, Kepala Desa Siunggam Jae, Kelompok Tani Saba Ipar Nauli dan seluruh masyarakat Siunggam Jae.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Miliki Cita-Cita Membangun Daerah Asal, Putra Papua Pilih Timba Ilmu di Politeknik Agraria STPN

Bersuarakyat.online Medan – Keinginan untuk kembali dan berkontribusi membangun daerah asal menjadi motivasi kuat bagi sejumlah generasi muda Papua dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi. Berangkat dari harapan tersebut, mereka memilih menimba ilmu di Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), guna membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanahan serta tata ruang. Salah satunya Alfando Almendo, Taruna Tingkat II asal Manokwari, Papua Barat. Ia menilai Papua masih membutuhkan banyak sumber daya manusia yang memahami persoalan agraria untuk mendukung pembangunan daerah di masa depan. “Yang saya pikirkan ketika memutuskan berkuliah di Politeknik Agraria STPN sederhana saja, nantinya saya ingin terlibat membangun daerah saya. Papua masih membutuhkan banyak pembangunan dan tentu membutuhkan sumber daya manusia yang memahami bidang pertanahan dan tata ruang,” ujar Alfando Almendo. Menurut Alfando, berbagai persoalan pertanahan yang masih ditemui di Papua menjadi alasan dirinya tertarik mendalami ilmu agraria. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan dapat menjadi bekal untuk berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan tersebut ketika kembali ke daerah asal. Selain bidang keilmuan yang spesifik dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, Alfando juga mengaku mendapatkan banyak pengalaman melalui sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di Politeknik Agraria STPN. Baginya, lingkungan pendidikan tersebut turut membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemampuan kepemimpinan. “Di sini kami tidak hanya belajar akademik, tetapi juga belajar disiplin, kepemimpinan, dan hidup bersama dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Ini menjadi modal penting untuk bisa bersinergi dengan teman-teman dari banyak daerah untuk membangun Papua,” ucapnya. Semangat serupa dimiliki Rafael Korwa, Taruna Tingkat II asal Merauke, Papua Selatan. Ketertarikannya terhadap peta sejak kecil membawanya mengenal dunia survei dan pertanahan. Namun, selama menjalani pendidikan, ia menyadari bahwa bidang tersebut memiliki peran yang jauh lebih luas dalam kehidupan masyarakat. “Dari kecil saya memang suka melihat peta. Setelah mengetahui dan mempelajari bidang pertanahan, saya jadi tahu bahwa ilmu ini sangat penting untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di masyarakat, termasuk masalah sengketa tanah yang sering terjadi di lingkungan saya,” ungkap Rafael Korwa. Menurut Rafael, masih banyak masyarakat yang belum memahami hak atas tanah maupun aspek hukum pertanahan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang agraria menjadi semakin penting, khususnya di wilayah dengan karakteristik pertanahan yang kompleks seperti Papua. “Harapannya setelah lulus nanti saya bisa kembali dan membagikan ilmu yang saya dapatkan kepada masyarakat. Dengan begitu masyarakat bisa lebih memahami hak-haknya dan tidak mudah dirugikan dalam urusan pertanahan,” tuturnya. Bagi Alfando dan Rafael, pendidikan di Politeknik Agraria STPN bukan sekadar sarana untuk meraih gelar, tetapi juga jalan untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari pembangunan daerah asal. Keduanya berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang lebih baik. Kisah mereka menunjukkan bahwa kebutuhan akan sumber daya manusia yang memahami bidang agraria tidak hanya hadir di pusat-pusat pembangunan, tetapi juga di daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan pertanahan dan tata ruang. Karena itu, kesempatan untuk mempelajari bidang ini terbuka bagi generasi muda yang ingin mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui jalur pendidikan. Bagi lulusan SMA/sederajat yang tertarik mendalami bidang pertanahan dan tata ruang, pendaftaran Taruna/Taruni Politeknik Agraria STPN masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Politeknik Agraria STPN. #Red

Read More