Marak Penawaran KUR di Media Sosial, BRI BO Rantauprapat Tegaskan Pengajuan Hanya Lewat Kanal Resmi
Bersuarakyat.online Labuhanbatu – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office (BO) Rantauprapat mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya penawaran KUR melalui media sosial, pesan WhatsApp, hingga tautan digital yang tidak berasal dari kanal resmi BRI. Branch Manager BRI BO Rantauprapat, Rian Dermawan, menegaskan bahwa BRI tidak pernah menawarkan maupun memproses pengajuan KUR melalui link tertentu, akun media sosial pribadi, ataupun pihak yang tidak memiliki hubungan resmi dengan perusahaan. “Seluruh proses pengajuan KUR BRI dilakukan melalui unit kerja resmi BRI dan ditangani langsung oleh petugas yang berwenang. Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati terhadap berbagai penawaran yang mengatasnamakan BRI di ruang digital,” kata Rian, Sabtu (30/5/2026). Ia menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan layanan KUR dapat mengaksesnya melalui kantor BRI terdekat, baik di tingkat Branch Office, Sub Branch Office, BRI Unit, Teras BRI, AgenBRILink, maupun melalui tenaga pemasar resmi BRI. Menurutnya, salah satu ciri penipuan yang kerap ditemukan adalah adanya janji pencairan pinjaman dalam waktu singkat disertai permintaan sejumlah uang atau data pribadi sebagai syarat proses pengajuan. Padahal, BRI menegaskan bahwa pengajuan KUR tidak dipungut biaya di awal proses. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan transfer dana kepada pihak mana pun yang menjanjikan kemudahan pencairan kredit. Selain itu, nasabah juga diingatkan untuk menjaga kerahasiaan data perbankan seperti PIN, password, kode OTP, nomor rekening, maupun informasi pribadi lainnya. Data tersebut tidak pernah diminta oleh petugas BRI melalui telepon, pesan singkat, ataupun media sosial. “Apabila ada pihak yang meminta data rahasia perbankan, masyarakat patut curiga karena hal tersebut merupakan salah satu indikasi tindak penipuan. Segera lakukan konfirmasi melalui layanan resmi BRI,” ujarnya. Sebagai bentuk perlindungan kepada nasabah, BRI terus mengedukasi masyarakat mengenai keamanan transaksi digital dan pentingnya literasi keuangan. Informasi resmi mengenai produk dan layanan BRI dapat diperoleh melalui website resmi BRI, akun media sosial resmi BRI, maupun Contact BRI 1500017. Rian menambahkan, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah kejahatan perbankan yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi digital. “Kami mengajak masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai informasi yang mengatasnamakan BRI. Dengan kewaspadaan bersama, berbagai modus penipuan dapat dicegah sehingga masyarakat terhindar dari kerugian,” pungkasnya. #Red