Kantor Pertanahan Labuhanbatu Tetap Buka Layanan Terbatas Saat Mudik Lebaran

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meskipun berada di tengah periode libur. Pada 23 Maret 2026, Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu melaksanakan kegiatan Pelayanan Pertanahan Terbatas dalam rangka Pelayanan Mudik. Program ini menjadi wujud kehadiran negara untuk memastikan kebutuhan masyarakat di bidang pertanahan tetap terpenuhi, khususnya bagi warga yang pulang ke kampung halaman. Melalui layanan tersebut, masyarakat tetap dapat mengakses berbagai keperluan pertanahan, mulai dari memperoleh informasi, melakukan pengajuan berkas, hingga mengambil produk layanan yang telah selesai diproses. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan publik tetap berjalan secara adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini dengan sebaik-baiknya, terutama selama momen mudik. Warga diharapkan telah mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan agar proses pelayanan dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Ke depan, Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel, guna memberikan kepastian hukum atas tanah bagi seluruh masyarakat.

Read More

Jaga Patok Tanah, Kunci Lindungi Hak Milik dan Cegah Konflik Tetangga

Bersuarakyat.online Medan – Menjaga batas tanah menjadi langkah penting untuk melindungi hak kepemilikan sekaligus mencegah potensi konflik antartetangga. Masyarakat, khususnya yang sedang mudik untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman, diimbau untuk memastikan batas tanahnya terlihat jelas dan terpasang kokoh agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun sosial di kemudian hari. Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Shamy Ardian, mengatakan bahwa batas tanah atau yang sering disebut patok ini mempunyai banyak manfaat. Manfaat itu bukan hanya bisa menjaga keamanan tanah, namun juga mempermudah saat akan melakukan transaksi pertanahan. “Kenapa batas tanah harus dijaga, kita perlu menjaga batas tanah untuk mencegah konflik dengan tetangga, melindungi hak kepemilikan, mempermudah jual beli dan warisan, hingga menghindari masalah hukum,” ujar Shamy Ardian dalam keterangannya, Jumat (20/03/2026). Shamy Ardian menjelaskan, penetapan letak dan batas tanah menjadi syarat penting dalam proses pengukuran bidang tanah untuk keperluan pendaftaran tanah. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, yang menyebutkan bahwa untuk memperoleh data fisik pendaftaran tanah, bidang tanah yang akan dipetakan harus diukur setelah ditetapkan letak dan batasnya serta dipasang tanda batas di setiap sudut bidang tanah. Menurutnya, mengabaikan batas tanah berpotensi memicu sengketa yang tidak hanya menimbulkan proses hukum panjang, tetapi juga kerugian finansial dan sosial. “Jaga batas tanah ini jangan diabaikan karena akan berdampak pada sengketa lahan yang akan mengakibatkan proses hukum yang panjang bahkan kerugian finansial. Dan yang paling tidak diinginkan adalah hubungan sosial dengan tetangga menjadi rusak,” jelas Shamy Ardian. Untuk itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN, mengimbau masyarakat untuk mulai memastikan batas tanahnya dengan beberapa langkah sederhana. Salah satunya adalah memasang patok batas yang permanen. Dalam proses ini perlu melibatkan pemilik tanah yang berbatasan saat proses pengukuran. Langkah berikutnya yang paling penting adalah, segera mengurus sertipikat tanah sebagai bukti kepemilikan yang sah jika tanah yang ditempati saat ini belum bersertipikat. Shamy Ardian menegaskan, keberadaan sertipikat tanah sangat penting karena memuat informasi resmi mengenai lokasi, luas, serta batas bidang tanah yang diakui oleh negara. “Harapannya masyarakat mulai mengecek batas tanahnya untuk melindungi aset dan menghindari masalah di masa depan,” pungkasnya

Read More

Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H menerima bantuan kasur lipat dan karpet dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat

  Aceh Timur – bersuarakyat.online   (huntara). Kamis, 26 Maret 2026.   Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H menerima bantuan kasur lipat dan karpet dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat untuk disalurkan kepada korban bencana hidrometeorologi yang kini masih menetap di hunian sementara   Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Dewan Pengarah BNPB, Dr. Drs. Isroil Samihardjo, M.Def.Stud kepada Wakil Bupati Aceh Timur. Penyerahan turut didampingi unsur Muspika Peureulak, Camat Sungai Raya, serta tokoh masyarakat setempat. Selanjutnya, bantuan itu akan didistribusikan kepada warga terdampak yang masih bertahan di sejumlah lokasi huntara di Aceh Timur.   Dalam kesempatan tersebut, T. Zainal Abidin menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto melalui BNPB atas perhatian dan dukungan terhadap penanganan bencana di daerah itu.   “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden melalui BNPB yang telah fokus membantu penanggulangan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Timur,” Ungkapnya.   Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala BNPB beserta jajaran Satuan Tugas rehabilitasi dan rekonstruksi yang dinilai aktif turun langsung ke lapangan.   “Kita melihat sendiri, Kepala BNPB dan Kasatgas sudah berulang kali datang ke Aceh Timur untuk memastikan dan komitmen dalam penanganan bencana berjalan tepat sasaran, akurat, dan cepat,” Tambahnya.   Sementara itu, salah seorang warga huntara, Amiruddin, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Ia menyebutkan bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan dasar para pengungsi.   “Atas nama penghuni huntara, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, BNPB, Kasatgas dan seluruh pihak yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” Ujarnya.   Adapun total bantuan yang disalurkan mencapai 1.000 kasur lipat dan ratusan karpet. Bantuan tersebut didistribusikan ke sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Peureulak sebanyak 596 kasur lipat, Sungai Raya 26 kasur lipat, Serbajadi 316 kasur lipat dan 316 karpet, Peunaron 62 kasur lipat dan 73 karpet, serta Pante Bidari sebanyak 550 karpet.   Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana yang masih tinggal di hunian sementara, sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di Aceh Timur. Hsb

Read More

Spesialis Pencuri Meteran Air Diamankan Polsek Peureulak

Aceh Timur – bersuarakyat.online Kepolisian Sektor (Polsek) Peureulak, Polres Aceh Timur, Polda Aceh mengamankan dua pria yang diduga sebagai spesialis pencurian meteran air berbahan tembaga di wilayah Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Pengungkapan ini menyusul serangkaian aksi pencurian yang meresahkan warga. Kapolsek Peureulak AKP Syamsul Bahri, S.H. mengatakan, peristiwa pencurian terjadi pada Minggu (22/03/2026) pagi dinihari di tiga lokasi berbeda di Desa Lhok Dalam, yakni rumah milik Ir. Hasbuh, Samsuar, dan Nildawati. “Pelaku diduga telah melakukan pencurian meteran air di beberapa rumah warga dalam waktu yang hampir bersamaan,” ujar AKP Syamsul Bahri, Rabu, (25/03/2026). Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AFF (25) dan MSA (21), keduanya warga Desa Lhok Dalam, Kecamatan Peureulak. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga unit meteran air yang terbuat dari tembaga. Pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan seorang warga, Faisal Fahmi, yang mendatangi salah satu korban, Nildawati. Saat itu korban mengaku kehilangan meteran air. Faisal kemudian menelusuri keberadaan barang tersebut hingga ke sebuah tempat penampungan barang bekas di Desa Bangka Rimung, Kecamatan Peureulak. Di lokasi tersebut, Faisal menemukan meteran air yang diduga milik korban. Setelah menanyakan asal-usul barang, pemilik usaha hanya mengenali ciri-ciri penjual. Berdasarkan informasi tersebut, Faisal berhasil menemukan pelaku, yang kemudian mengakui perbuatannya, termasuk pencurian di dua rumah lainnya. Warga selanjutnya mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke Polsek Peureulak untuk proses hukum lebih lanjut. Akibat kejadian tersebut, ketiga korban mengalami kerugian sekitar Rp7,5 juta. “Untuk saat ini kedua pelaku kami titipkan di ruang tahanan Polres Aceh Timur dan kasus ini sedang kami tangani lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” sebut Kapolsek Peureulak AKP Syamsul Bahri, S.H. hsb.

Read More