Menjadi Soal Mobil Tangki CPO Milik Asian Agri Tabrak PERDA Nomor 7 Tahun 2024.

LabuhanBatu,BersuaRakyat.online Aliansi Masyarakat dan mahasiswa meminta Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu. Karena PERDA nomor 7 tahun 2024 jadi soal di tengah – tengah elemen masyarakat. Apalagi disebabkan truk – truk yang melintas membawa beban oper tonase di jalan kabupaten labuhanbatu. Maka masyarakat meminta dilakukan RDP dengan DPRD dan pengusaha yang terlibat hal tersebut. Bukan itu saja, pada waktu RDP, dari beberapa elemen telah hadir seperti perwakilan masyarakat HSJ, kepala desa sei tampang Asmui, mahasiswa yang mengatas namakan Jaringan Aktivis Mahasiswa (JAM), kepala dinas perhubungan Kabupaten Labuhanbatu dan humas dari perkebunan Group Asian Agri. Di ruangan kantor DPRD kabupaten labuhanbatu, RDP dipimpin oleh ketua komisi lV Parulian Manik, didampingi oleh dianggota Eko Ardiansyah Hasibuan, Ikbal Pakpahan, Sudin Setya Harahap, pada hari Jum’at 9 Mei 2025. Pasalnya diketahui PERDA nomor 7 tahun 2024 tentang pembatasan kendaraan angkutan barang masuk dan melintasi jalan. Perda tersebut memperbolehkan truk pengangkut barang sesuai dengan kelas jalan dan melarang oper tonase. Rapat dengar pendapat berjalan alot, karena manager perusahaan perkebunan Group Asian Agri PT. HSJ (Hari Sawit Jaya), juga PT. ISJ (Indo Sepadan Jaya) tidak hadir, tetapi diwakilkan dengan humas. Pada waktu dengar pendapat aliansi mahasiswa Amos Sihombing “Murka” ia merobek kertas yang berisikan PERDA Kabupaten Labuhanbatu Nomor 7 Tahun 2024. Karena merasa kecewa lantaran manager perusahaan tidak hadir hanya diwakilkan humas. Bukan itu saja, ia juga kecewa atas tidak adanya ketegasan dari pihak pemerintah, maupun DPRD kabupaten labuhanbatu dalam menegakkan perda. Anggota DPRD Komisi IV dari Fraksi Golkar, Eko Ardiansyah Hasibuan, mengatakan pembahasan Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang pembatasan kendaraan barang masuk dan melintas jalan kabupaten labuhanbatu sebelumnya sudah melalui semua tahapan hingga jelas kedudukannya sebagai sebuah peraturan. Sebelum dan setelah disahkan, lanjut Eko, perda juga telah disosialisasikan termasuk kepada perusahaan – perusahaan yang beroperasi di kabupaten Labuhanbatu. “Pra dan pasca disahkan sudah disosialisasikan. Jadi apa alasan dari perusahaan untuk tidak mentaati (perda-red) ini. Kalau memang perusahaan PT HSJ tidak mau mentaati perda ini silahkan angkat kaki dari kabupaten Labuhanbatu ini,” tegas eko. Hal ini diungkapkan anggota DPRD yang sudah dua kali menjabat anggota legislatif ini sebagai tanggapan atas sikap manajemen PT HSJ, yang dinilai tidak mau tahu dengan adanya aturan tentang pembatasan tonase angkutan yang melintasi jalan kabupaten. Eko juga mempersilahkan kepada pihak yang tidak berkenan dengan lahirnya Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pembatasan Kendaraan Barang Masuk dan Melintas Jalan Kabupaten ini silahkan melakukan gugatan. “Kalau ada perusahaan yang keberatan dengan perda ini silahkan gugat. Jadi jangan tabrak – tabrak saja, seperti kasus yang sekarang terjadi di simpang PT HSJ. Sementara itu, perwakilan masyarakat tetap meminta agar aturan di dalam Perda Nomor 7 Tahun 2024 segera diterapkan di simpang HSJ, Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. “Kami minta segera dipasang portal. Dishub juga kami minta menugaskan personilnya di simpang HSJ agar kendaraan perusahaan yang melebihi delapan ton tidak melintas lagi,” kata Rimba Sianturi. Sebelumnya, dalam mediasi yang difasilitasi Kepala Desa Sei Tampang antara warga Simpang HSJ dengan pihak perusahaan, Rabu, 8 Mei 2025, pihak perusahaan melalui Manager Humas PT HSJ, A Taufiq, menegaskan pihaknya tidak ingin membahas persoalan perda dan lebih kepada kondisi jalan yang saat ini mengalami kerusakan berat. “Kita akan melakukan perbaikan kualitas jalan dulu. Kemudian kedepannya kita dalam proses untuk membuat kondisi jalan sesuai dengan kapasitas angkutan kita,” katanya. Seperti diberitakan, warga Simpang HSJ Desa Sei Tampang melakukan penghadangan terhadap truk-truk tangki pengangkut CPO milik PT Hari Sawit Jaya. Penghadangan ini dilakukan warga karena tonase kendaraan dinilai tidak sesuai dengan yang ditentukan dalam peraturan daerah. Selain itu, angkutan-angkutan CPO milik perusahaan Asian Agri Group juga dituding sebagai penyebab hancurnya jalan kabupaten, termasuk penyebab rusaknya belasan bangunan rumah warga dan banyaknya warga yang terkena gangguan pernafasan akibat debu. (RS)

Read More

Bawaslu Kabupaten Karo diterima oleh Bupati Karo Serahkan laporan akhir pengawasan Pilkada 2024.

Karo,BersuaRakyat.Online Bawaslu Kabupaten Karo menyerahkan laporan pertanggungjawaban dana hibah dan laporan akhir pengawasan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024 untuk wilayah kabupaten Karo kepada Bupati Karo, Jumat (09/05/2025). Gemar Tarigan (Ketua) didampingi Sudiman (Anggota) diterima dengan langsung oleh Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Eddi Surianta Surbakti, dan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Karo Tetap Ginting yang bertempat di ruang rapat Bupati Karo Kabanjahe. Bawaslu Karo menyerahkan Laporan Akhir Pengawasan dan pertanggungjawaban Dana Hibah Pilkada Serentak Tahun 2024 sebagai bukti serta keterbukaan Informasi publik terhadap Forkopimda di Kabupaten Karo. Dalam kesempatan tersebut Bawaslu Karo juga menyerahkan Piagam Penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Karo. Apresiasi diberikan dalam hal kerjasama yang baik antara Pemerintah Kabupaten Karo memberikan dukungan dan memfasilitasi Bawaslu Karo untuk melaksanakan tugas mengawasi pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024 khususnya diwilayah kabupaten Karo yang berlangsung dengan aman, damai dan kondusif.

Read More

Kabupaten Karo Bersiap Jadi Pelopor Program Pengembangan Numerasi Nasional

Karo,BersuaRakyat.Online Tanoto Foundation bersama Pemerintah Kabupaten Karo menggelar Workshop Persiapan Implementasi Program Pengembangan Numerasi, sebuah langkah awal kolaboratif untuk meningkatkan kualitas pendidikan numerasi dasar di Kabupaten Karo. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Bupati Karo dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk dinas pendidikan, kepala sekolah, pengawas, dan tokoh masyarakat di Kabupaten Karo, Jumat (09/05/2025). Dalam sambutannya, Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes sebelum menyampaikan sambutannya, Bupati Karo sempat bercerita tentang kegiatan gotong-royong kebersihan di objek wisata Gundaling bersama dengan para ASN Pemkab Karo dan mengingatkan pentingnya memberi contoh dalam memimpin. Dan berharap agar program pengembangan numerasi ini dapat menjadi bagian dari transformasi nyata di sektor pendidikan Kabupaten Karo. “Harapan kami sangat tinggi, bahkan melebihi harapan-harapan biasa. Kami sudah memulai beberapa langkah konkret, meski belum 100 hari menjabat,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa intervensi pendidikan seperti ini benar-benar menjangkau masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah tertinggal seperti Kecamatan Kutabuluh, Kecamatan Juhar, dan Kecamatan Mardinding. Program pengembangan numerasi ini dirancang berdasarkan tantangan yang dihadapi Kabupaten Karo, di mana skor numerasi masih berada di angka 52,22% – jauh di bawah target nasional sebesar 70,75% pada 2029. Melalui strategi kolaboratif dan pendekatan berbasis bukti, Tanoto Foundation mengintervensi langsung guru dan orang tua, dengan pelatihan, pendampingan, serta aktivitas numerasi terstruktur baik di sekolah maupun di rumah. Direktur Program Implementation Lead Tanoto Foundation, Merryen Silalahi menyampaikan bahwa program ini telah menunjukkan dampak signifikan di wilayah lain, dengan peningkatan hasil belajar siswa hingga 38,8% dan peningkatan kinerja guru sebesar 27,2%. “Di Karo, kami ingin melangkah lebih jauh dengan membangun kepemilikan lokal sejak awal, sehingga implementasinya bisa berkelanjutan bahkan setelah program ini selesai,” katanya. Workshop ini juga menekankan pentingnya membentuk tim teknis untuk mendukung pelaksanaan dan monitoring evaluasi berkala. Dengan pendekatan menyeluruh, Kabupaten Karo diharapkan dapat menjadi model nasional dalam pengembangan numerasi, tanpa membebani APBD karena seluruh pendanaan ditanggung oleh Tanoto Foundation. Program ini bukan hanya soal angka, melainkan membangun ekosistem pendidikan yang holistik dengan melibatkan semua pihak, baik dari pemerintah, guru, orang tua, hingga masyarakat luas. Turut hadir dalam kegiatan ini Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Dr. Drs. Edi Surianta, M. Pd, Kadis Pendidikan Karo Anderiasta Tarigan, M.Si, Kadis Komunikasi dan Informatika Karo, Frans Leonardo Surbakti, S.STP, Para Kabid Dinas Pendidikan serta guru yang diundang sedangkan dari Tanoto Foundation turut hadir Merryen Silalahi ( Direktur Program Implementation Lead ) , Rosmina Salim ( Regional Lead Tanoto Foundation Sumut) , Jepri Sipayung ( Field Technical Specialist Coordinator), Laeli Nurajijah ( Staf Field Technical Specialist) , Bobby Widanto Soegiono( Education System Assistance Coordinator), Muliana Sitorus ( Staf Education System Assistance ) Felly Ardan ( Project Management Unit Coordinator) , Mesri Gultom ( Staf Project Management Unit), Mutazar (Media & Communication), Gracelynn Lovena Tanoto ( Operation Support ).

Read More

Komnas HAM Kunjungi Kecamatan Linge, Warga Desak PT THL Kembalikan Lahan HGU Jadi Wilayah Adat.

Aceh Tengah,BersuaRakyat.Online 6 Mei 2025 — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) wilayah Provinsi Aceh melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, pada Selasa, 6 Mei 2025. Kunjungan ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat setempat yang menuntut agar sebagian lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Tusam Hutani Lestari (THL) dikembalikan menjadi lahan adat. Sebagian besar HGU PT THL diketahui berada dalam wilayah administratif Kecamatan Linge. Masyarakat menilai, keberadaan perusahaan tersebut telah mengurangi ruang hidup dan akses ekonomi masyarakat yang sejak lama menggantungkan hidup dari hasil bumi dan hutan adat. Reje Linge zainudin, ia menyampaikan ke kemenkumham agar “tanah yg sudah di kelola atau di jadikan kebun dan lahan perternakan agar di kembalikan jadi milik masyarakat yg masuk ke PT TUSAM LESTARI”, ujar reje linge Zainudin Beberapa tokoh masyarakat linge lain nya ikut angkat bicara di dalam pertemuan tersebut, “Kami tidak sedang meminta sesuatu yang bukan milik kami. Tanah ini sejak dahulu adalah bagian dari wilayah adat Linge. Kami hanya ingin kembali mengelola tanah nenek moyang kami, agar anak cucu kami bisa hidup layak dan tidak terus bergantung pada pihak luar,” ungkap Adong Linge, tokoh masyarakat setempat. Menurut Adong, masyarakat Linge telah mulai menggarap kembali sebagian lahan yang berada di wilayah adat tersebut, bukan hanya demi kebutuhan ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional ketahanan pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. “Ini bukan sekadar soal tanah, tapi soal masa depan bangsa. Kami ingin berkontribusi nyata dalam program ketahanan pangan nasional. Kalau negara serius dengan ketahanan pangan, maka biarkan rakyat punya akses langsung ke lahan. Kami siap bekerja dan menanam, asal tanah adat ini dikembalikan,” tegas Adong. Komnas HAM Provinsi Aceh yang hadir dalam pertemuan tersebut mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi warga. Mereka menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti persoalan ini secara menyeluruh dengan pendekatan kemanusiaan dan partisipatif, termasuk kemungkinan dialog lebih lanjut dengan PT THL. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan terkait desakan warga Linge tersebut.

Read More

Bupati Rohil Peduli Pendidikan, Dari Sekolah Terpencil Hingga Beasiswa untuk Anak Negeri.

Rokan Hilir,BersuaRakyat.Online Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) menunjukkan komitmen dalam memajukan dunia pendidikan di wilayahnya. Bupati H Bistamam menegaskan fokus utama pemerintahannya adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan serta pembenahan Sarana dan Prasarana (Sapras) di berbagai jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Pembangunan infrastruktur sekolah harus berjalan seiring dengan kesiapan tenaga pendidik. Dengan SDM yang berkualitas, sekolah yang dibangun akan mampu memberikan pelayanan pembelajaran maksimal kepada siswa-siswi,” ujar Bupati H Bistamam, Kamis (08/05/2025). Bupati Bistamam secara khusus menyoroti upaya pembenahan pendidikan di wilayah 3T. Program yang digagasnya tidak hanya fokus pada pembangunan fisik sekolah, namun juga peningkatan kualitas guru dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan daerah. Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan rencana revitalisasi sejumlah sekolah SD dan SMP di Rohil pada tahun ini, termasuk sekolah yang dikategorikan sebagai “sekolah laskar pelangi” yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas. “Kita telah mengajukan usulan pembangunan untuk SD Negeri 014 Pasir Limau Kapas kepada Komisi X DPR RI, dan alhamdulillah telah diterima. Insya Allah, ini akan menjadi langkah awal pembangunan yang lebih luas bagi dunia pendidikan di Rokan Hilir,” kata Bupati. Bahwa hampir seluruh siswa di Rohil, terutama di wilayah Sinaboi, Bangko, Palika, dan Air Hitam (Pujud), akan mendapatkan program Beasiswa PIP (Program Indonesia Pintar), tambahnya. Selain pembangunan fisik dan beasiswa, Pemkab Rohil melalui Dinas Pendidikan juga intens melakukan pemantauan dan inventarisasi sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan sarana dan prasarana. Bupati memastikan bahwa penentuan prioritas bantuan akan didasarkan pada data yang akurat dan pertimbangan rasional. “Saya memastikan semuanya dimulai dengan data. Mana yang menjadi prioritas, itu yang akan didahulukan secara rasional. Saya berharap dukungan dari DPRD untuk menyempurnakan program ini agar sinergis dengan data dan skala prioritas,” tegas Bupati. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan kepala sekolah yang telah berjuang dengan segala keterbatasan.   ( Panca Sitepu).

Read More

Langkah Nyata Mewujudkan Karo Berbudaya, Pemkab Karo Dukung Simposium Sejarah Bertema “Hubungan Kerajaan Aru dan Peradaban Karo.

Karo,BersuaRakyat.Online Pemerintah Kabupaten Karo menegaskan komitmennya dalam pembangunan berbasis budaya melalui kehadiran langsung Bupati Karo, Brigjen. Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., dalam Simposium Sejarah bertema “Hubungan Kerajaan Aru dan Peradaban Karo” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) di Medan. Kegiatan yang berlangsung di Gedung T. Amin Ridwan, FIB USU, ini dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Rektor III USU, Ketua Umum Karo Foundation Mayjen TNI (Purn.) Musa Bangun, Ketua Dewan Pembina Karo Foundation Batara Brahmana, serta Dekan FIB USU Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A. Dalam sambutannya, Bupati Karo menyampaikan bahwa penggalian nilai-nilai sejarah dari Kerajaan Aru atau Haru menjadi bagian penting dari strategi Pemkab Karo dalam membangun identitas kultural yang kokoh dan inklusif di tengah perkembangan zaman. Pemerintah Kabupaten Karo, lanjutnya, saat ini tengah fokus mewujudkan visi *_“The Paradise of Karo Highland”_* dengan menjadikan budaya sebagai salah satu fondasi utama. “Simposium ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Karo yang mengedepankan budaya sebagai fondasi utama. Kami tengah mengusung visi The Paradise of Karo Highland, dan budaya adalah napas dari kepariwisataan serta daya saing daerah kita,” ujar Bupati Karo. Pemerintah Kabupaten Karo memandang penting kerja sama lintas sektor dalam pelestarian sejarah dan budaya, termasuk kemitraan strategis antara akademisi, tokoh masyarakat, dan pemerintah. Simposium ini menjadi momentum memperkuat sinergi tersebut demi pelestarian dan pengembangan peradaban Karo yang berakar kuat pada sejarah. Ketua Umum Karo Foundation, Mayjen TNI (Purn.) Musa Bangun, turut menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari kontribusi masyarakat adat Karo dalam pembangunan daerah, khususnya dalam bidang budaya dan pendidikan. “Karo Foundation hadir sebagai kekuatan sosial masyarakat Karo. Program ini kami gagas bersama akademisi USU, dan kami ingin ke depan ada kerja sama konkret, termasuk dalam pengembangan talenta budaya, sejarah, dan seni tradisional,” kata Musa Bangun. Ia juga membuka peluang adanya kerja sama kelembagaan antara Karo Foundation dan FIB USU melalui nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan riset dan pelatihan berbasis budaya lokal. Dengan pendekatan kolaboratif antara Pemkab Karo, dunia akademik, dan masyarakat adat, simposium ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan dan mampu memperkuat posisi Kabupaten Karo sebagai salah satu pusat peradaban budaya di Sumatera Utara.

Read More

PEMERINTAH KABUPATEN KARO LEPAS 24 JAMAAH CALON HAJI MENUJU TANAH SUCI

Karo,BersuaRakyat.Online Sebanyak 24 jamaah calon haji asal Kabupaten Karo secara resmi dilepas keberangkatannya menuju Asrama Haji Medan pada Kamis (8/5/2025) sekitar pukul 06.00 WIB dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Masjid Agung Kabupaten Karo. Para jamaah ini akan bergabung dalam kloter 8 bersama jamaah dari Simalungun, Pematang Siantar, dan Medan, dan dijadwalkan bertolak ke Madinah pada Jumat (9/5/2025). Tahun ini, sebanyak 24 orang jamaah calon haji dari Kabupaten Karo akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 14 di antaranya adalah perempuan dan 10 laki-laki. Jamaah tertua tercatat atas nama Kunci Sembiring berusia 76 tahun, sementara jamaah termuda bernama Ade Anisyah berusia 31 tahun. Para jamaah akan bergabung dalam kloter 8 bersama jamaah dari Kabupaten Simalungun, Kota Pematang Siantar, dan Kota Medan, dan dijadwalkan bertolak ke Madinah pada Jumat (9/5/2025). Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Caprilus Barus, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jamaah. Ia berharap ibadah ini dapat dilaksanakan dengan khusyuk dan menjadi keberkahan bagi diri sendiri dan Kabupaten Karo. “Kepergian Bapak dan Ibu sekalian bukan hanya untuk memperdalam iman, tapi juga membawa nama baik Kabupaten Karo serta tanah air tercinta. Saya berharap seluruh jamaah mematuhi peraturan, tertib, dan khidmat dalam menjalankan rangkaian ibadah,” kata Bupati Karo. Ia menambahkan, keberangkatan ini merupakan momen yang membawa kebanggaan dan tanggung jawab. Bupati pun mengajak seluruh jamaah agar dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekembalinya dari Tanah Suci. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karo, Drs. H. Saparudin, MA, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Pemerintah Daerah dan seluruh pihak yang telah membantu proses persiapan hingga pelepasan jamaah. Ia berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik dan kembali dalam keadaan sehat. Pemerintah Kabupaten Karo dan masyarakat luas turut mendoakan agar seluruh jamaah meraih predikat haji yang mabrur dan membawa semangat ibadah dalam kehidupan sehari-hari, demi mewujudkan Karo yang Beriman dan Sejahtera.

Read More

Cegah Aksi Premanisme, Satgas Anti Premanisme Polres Aceh Timur Gelar Patroli. 

Aceh timur,BersuaRakyat.Online Personel yang tergabung dalam Satgas Anti Premanisme Polres Aceh Timur menggelar patroli ke sejumlah lokasi yang rawan terjadinya aksi premanisme atau gangguan kamtibmas lainnya, seperti; pasar, terminal, pertokoan ataupun obyek vital lainnya. Jum’at, (09/05/2025). Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. melalui Kabagops Kompol Surya Purba, S.H.,M.H. mengatakan, patroli ini sebagai tindak lanjut dari intruksi Kapolri untuk menciptakan wilayah yang aman dari segala bentuk aksi premanisme. “Tujuan utama dari patroli ini adalah untuk memberikan rasa aman, perlindungan, dan pengayoman bagi warga dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) guna mencegah terjadinya aksi premanisme maupun tindak kriminalitas lainnya, serta memberikan rasa aman, perlindungan, dan pengayoman bagi warga,” ujar Kabagops. Menurutnya, melalui pendekatan dialogis, Satgas Anti Premanisme Polres Aceh Timur menyambangi warga yang sedang beraktivitas dan menyampaikan imbauan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Warga diingatkan untuk selalu waspada terhadap potensi tindak kejahatan seperti pencurian, pencopetan, dan premanisme. Dalam kegiatan patroli tersebut, Satgas Anti Premanisme Polres Aceh Timur juga mengimbau kepada warga untuk tidak boleh takut apabila melihat atau mendengar adanya tindakan yang mengarah kepada premanisme dan warga diminta untuk segera menghubungi polsek terdekat atau menghubungi Layanan Call Center 110 Polres Aceh Timur. “Dukungan dan kerjasama dari warga sangat diharapkan untuk menciptakan wilayah hukum Polres Aceh Timur bebas dari aksi premanisme.” Tegas Kabagops Polres Aceh Timur, Kompol Surya Purba, S.H.,M.H. Kehadiran Satgas Anti Premanisme Polres Aceh Timur melalui patroli dialogis ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan komunikasi antara warga dan aparat keamanan demi mewujudkan wilayah yang aman, nyaman, damai dan tertib.

Read More

Ini jawaban kadis dinas pendidikan ,Bustami ,Itu orang bupati tuk apa kamu naikan berita.

Aceh Timur,BersuaRakyat.Online Saat awak media temui kadis pendidikan aceh timur Bustami di ruangan nya dan mengatakan itu ASN yang bapak kasi tau di poto hp itu udah masuk kerja pun dan ngapain kamu naik naik kan berita dan dia itu orang nya alfalaki dan anggota bupati kata kadis saat di temui di ruang nya dengan awak media  8 Mei 2025. — Seorang ASN Dinas Pendidikan Aceh Timur bernama Maulizar alias Dore, yang diketahui tidak masuk kerja selama dua tahun, menjadi sorotan publik. Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pelanggaran ini seharusnya berujung pada pemecatan. Namun hingga kini, Maulizar masih tercatat sebagai ASN aktif. Seorang ASN yang enggan disebutkan namanya secara lengkap, Musawer, mengungkapkan bahwa selama ini Maulizar diduga “dipelihara” oleh oknum pejabat, yakni Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur. “Selama ini dia dilindungi oleh oknum Plt Kepala Dinas, sehingga tidak ada tindakan tegas meskipun sudah dua tahun tidak aktif,” ujarnya. Aturan jelas ASN yang tidak masuk kerja selama dua tahun (2 tahun) tanpa alasan yang sah dapat dipecat dengan hormat tidak atas permintaan sendiri. Pemberhentian ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Selain itu, ada sanksi lain yang lebih ringan, seperti pemotongan tunjangan kinerja, atau penurunan jabatan. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 mengatur sanksi disiplin bagi ASN, termasuk sanksi terkait absensi. Salah satu sanksi terberat adalah pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri, yang dapat dijatuhkan kepada ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara terus-menerus selama 10 hari kerja atau secara kumulatif selama 28 hari kerja dalam satu tahun. Musawer juga menyampaikan bahwa ketidakhadiran Maulizar telah tercatat secara resmi dalam temuan BPK, namun belum ada sanksi sebagaimana mestinya. “Itu seharusnya sudah sangsi pecat. Tapi malah dibiarkan,” tegasnya. Maulizar, yang terlihat terakhir kali mengenakan baju merah dalam dokumentasi internal ASN, kini menjadi simbol lemahnya penegakan disiplin di lingkungan pemerintahan daerah. Hingga berita ini diterbitkan, pihak bupati aceh timur saat di temui di ruangannya pak bupati aceh timur, gak ada bng bupati lagi di jakarta kata ajudan jaga Tim redaksi masih berupaya menghubungi pejabat bupati aceh timur terkait untuk mendapatkan penjelasan. Kadis Bksdsm Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Timur, Teuku Didi Farisha saat di minta tanggapan konfirmasi malalui pesan rilisnya ,hanya menjawab Bos….. musawer nya so dengan bahasa aceh hahahahahah dengan singkat. *hsb

Read More

Diduga Dana Ganti Rugi Tanah Garap Kampung Simpur Jadi Bancakan Mafia.

BersuaRakyat.Online masyarakat penggarap kampung Simpur kecamatan mesidah kabupaten bener meriah, aceh, kembali pertanyakan tanah garap miliknya yang terkena dampak pembangunan waduk Krueng keureuto di kampung simpur, mesidah yang sampai saat belum mendapat ganti rugi kepada warga petani garap oleh pemerintah, ujar samsul kepala dusun Linge antara. “Kami sebagai petani penggarap merasa seperti masa penjajahan dulu, adapun kami meminta ganti wajar saja karena kami memiliki sporadik atas tanah garap dan telah membayar pajak tanah setiap tahunnya” Terang samsul “Selain itu dokumen sporadik atas tanah yang kamu garap itu berikut bukti pembayaran pajaknya telah di Terima oleh pihak BWS dan sudah melakukan uji publik tahun 2019 tapi anehnya yang mendapat ganti rugi tentang tanah garap itu warga blang Pante dengan sporadik yang di rekayasa oleh reje kampung rusip dan sedangkan lahan tanah garap yang akan di bangun waduk wilayah kampung simpur” Tandas samsul “Kami warga petani garap memang ditindas karena lahan pertanian kami hancurkan pihak PT Putra Ogami jaya beberapa tahun lalu bekerja sama dengan pihak PT berantas Abipraya yang mengambil material batu puluh ribu ton dari tanah garapan kami” Lanjutnya “Dengan mengatasnamakan proyek strategis nasional ( PSN) membongkar harapan kami dengan serampangan dan tidak mempunyai izin tambang dan bahkan lebih mirisnya pemerintah bener meriah pada saat haili yoga diduga melakukan pembiaran walaupun kami sudah melaporkan secara lisan bahkan lewat media seakan mereka bekerja diwilayah kampung Simpur merasa kebal hukum tetapi semua pihak bungkam dan tutup mata” “Dan yang jelas dengan adanya pembangunan waduk di kampung simpur kami selalu penggarap telah dirugikan dan yang di untungkan hanya para mafia tanah” “Kami berharap kepada pemerintah yang baru ini Bupati bener meriah agar memberi solusi yang baik untuk kami sebagai warga pen garap di kampus yang selama ini taat membayar pajak dan semua ini kami hanya korban dari para mafia tanah yang telah menggurita di kampung simpur” Tutupnya   Wan maneh

Read More