Kegiatan Car Free Day (CFD) bersama masyarakat yang digagas oleh Perwosi Kabupaten Labuhanbatu kembali digelar di Bundaran Simpang 6 Rantauprapat. Minggu (11/05).

Rantauprapat-BersuaRakyat.Online Kegiatan ini diikuti langsung oleh Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri, ST, Ketua TP. PKK Labuhanbatu Ny. Wanjumasari Dewi Jamri, Asisten III Setdakab Zaid Harahap, Kasat Lantas Polres Labuhanbatu, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Perwosi Sumut Jamilah, yang turut berbaur dan berolahraga bersama warga. Wakil Bupati H. Jamri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk memajukan senam, sehingga ke depannya senam ini semakin diminati oleh masyarakat hingga ke desa-desa yang ada di wilayah Kabupaten Labuhanbatu. “Mari kita sosialisasikan kepada masyarakat, bahwasanya kegiatan CFD ini akan digelar secara rutin setiap minggunya, untuk menjadikan warga Labuhanbatu Sehat dan Bersahabat”, ucapnya. Wakil Bupati H. Jamri juga memberikan apresiasi kepada Perwosi, Iwafi, dan beberapa komunitas senam lainnya yang turut serta memeriahkan CFD ini. Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Labuhanbatu Ny. Wanjumasari Dewi Jamri juga mengajak para pelaku UMKM untuk mengisi dan meramaikan kegiatan CFD ke depannya. Sementara itu Ketua Perwosi Labuhanbatu Zin Neng Beka menyampaikan ucapan terimakasih kepada Wakil Bupati beserta jajarannya yang sudah mendukung dan mensupport dalam kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini nantinya semakin banyak diminati oleh masyarakat Labuhanbatu, khususnya warga sekitar Rantauprapat. Usai mengikuti senam bersama, Wakil Bupati H. Jamri, beserta lainnya turut memberikan doorprize kepada warga yang hadir pada kegiatan tersebut.

Read More

Warga Tanjong Meunje Diduga Ancam Tembak Wartawan, Ketua APPI Minta Polisi Bertindak.

ACEH UTARA –BersuaRakyat.Online Minggu 11 mei 2025 Seorang warga Desa Tanjong Meunje, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, yang dikenal dengan nama Maklia atau akrab disapa Matleh, diduga telah mengancam akan menembak seorang wartawan melalui siaran langsung di media sosial TikTok. Ancaman tersebut ditujukan kepada Muhammad, Ketua Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, yang juga menjabat sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) salah satu media nasional. Dalam video TikTok yang viral tersebut, Matleh bahkan mengancam akan “memisahkan kepala” Muhammad dan menyebut agar jasadnya “dihilangkan”. Video ancaman itu direkam langsung oleh Muhammad karena terjadi secara terbuka dan disaksikan oleh sejumlah orang, termasuk perempuan yang berada dalam siaran langsung tersebut. Muhammad mengaku belum sempat membuat laporan resmi ke Polres Aceh Utara karena saat ini anaknya sedang dalam perawatan di RS Zainoel Abidin Banda Aceh. Namun, ia mendesak Kapolda Aceh dan Kapolres Aceh Utara untuk segera menindak dan menangkap Maklia sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Lebih lanjut, Muhammad mengaku telah mengonfirmasi kepada mantan istri Maklia terkait dugaan kepemilikan senjata api. Mantan istrinya membenarkan bahwa selama mereka masih bersama, Maklia sering menelepon seseorang untuk menawarkan jual beli senjata, meskipun ia sendiri mengaku tidak pernah melihat senjata tersebut secara langsung. Sebagai Ketua APPI dan juga mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muhammad memperingatkan agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas. Ia menyatakan, “Jika kasus ini tidak ditindaklanjuti, jangan salahkan saya jika terjadi sesuatu di luar kendali.”

Read More

Kodim 0207/Simalungun Gempur Peredaran Narkoba, 2,5 Gram Sabu dan Empat Pelaku di Amankan.

Simalungun,BersuaRakyat.Online Aksi cepat dan sigap dilakukan oleh Personel Unit Intel Kodim 0207/Simalungun dalam menggagalkan aktivitas peredaran narkoba di wilayahnya. Pada Sabtu malam (10/5/2025), Unit Intel Kodim 0207/Simalungun berhasil menggerebek sebuah rumah di Jalan Semangka, Nagori 3 Purba Ganda, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun yang diduga kuat menjadi lokasi transaksi narkoba jenis sabu-sabu. Penggerebekan ini bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Setelah laporan diterima sekitar pukul 19.00 WIB, Danunit Intel segera melaporkan informasi kepada Pasintel dan Komandan Kodim 0207/Simalungun, Letkol Inf Slamet Faojan, M.Han, sebelum menggerakkan personel ke lapangan. Sekitar pukul 20.30 WIB, tim gabungan yang dipimpin Danunit Intel bersama empat personel melakukan penggerebekan di lokasi. Empat pria dewasa berhasil diamankan, yaitu Dodi Handoko (40), Arianto (24), Feri Kuncoro (25), dan Faisal Efendi (25). Keempatnya sempat berusaha melarikan diri namun berhasil digagalkan oleh petugas. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 11 bungkus plastik diduga berisi sabu-sabu seberat ±2,51 gram, Yang disimpan dalam sebuah dompet. Selain itu, turut diamankan alat hisap sabu, uang tunai Rp355.000, empat unit handphone, dan satu unit sepeda motor tanpa pelat nomor. Hasil interogasi awal mengungkapkan bahwa Dodi Handoko adalah pengedar yang memperoleh barang haram tersebut dari seorang bandar bernama Yogi, yang berdomisili di Jalan Mangga, Kampung 3, Nagori Purba Ganda. Dodi mengaku menjual sabu sejak tahun 2024 dengan keuntungan Rp10.000 per paket. Sementara tiga pelaku lainnya adalah pengguna aktif yang juga mendapatkan pasokan dari jaringan yang sama. Menariknya, dalam interogasi yang dilakukan, seluruh pelaku secara tegas menyatakan bahwa tidak ada keterlibatan oknum anggota TNI dalam jaringan peredaran narkoba tersebut, menepis isu awal yang sempat mencuat di masyarakat. Sekitar pukul 23.20 WIB, para pelaku beserta barang bukti diserahkan ke Polsek Bangun untuk proses hukum lebih lanjut. Serah terima dilakukan kepada Kanit Reskrim Polsek Bangun, IPDA Leonard Simangunsong pada pukul 00.00 WIB. Komandan Kodim 0207/Simalungun menyampaikan bahwa Kodim akan terus berkomitmen memberantas peredaran narkoba di wilayah teritorialnya dan membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin memberikan informasi demi terciptanya lingkungan yang bersih dari narkoba. Pingkas Pendim0207/SML. (HANS FRIMANTO SIJABAT)

Read More

BREAKING NEWS: Gempa 5,7 SR Guncang Aceh Timur, Warga Panik

BersuaRakyat.Online BREAKING NEWS: Gempa 5,7 SR Guncang Aceh Timur, Warga Panik Aceh Timur – Gempa bumi berkekuatan 5,7 Skala Richter mengguncang wilayah Darul Aman dan sekitarnya pada Minggu (11/5) sekitar pukul 14.00 WIB. Getaran terasa kuat hingga ke pesisir Kuala Idi Cut. Sejumlah warga merasakan guncangan cukup lama. “Air di bak mandi sampai bergoyang hebat,” ujar Ujat Cairaih, warga setempat. Belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa. BMKG masih memantau perkembangan lebih lanjut.

Read More

Musyawarah Daerah Persani di Labuhan Batu , buat periode 2025 – 2029 di duga Ricuh semakin Memanas.

Labuhan Batu – Bersuarakyat.Online Aula HG Coffee di Jalan Padang Bulan, Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Rantau Utara memanas, dan tak terkendali.. Para kader serta anggota DPC Persani Labuhan Batu yang tidak terima dengan akan ditetapkannya secara sepihak yang akan menjadi Ketua Persani Labuhan Batu oleh utusan DPD Persani Sumatra Utara Jamilah sehingga mengakibatkan kericuhan di Musda tersebut Akibat Kericuhan di Musda Persani Labuhan batu DPD Persani Sumatra Utara yaitu Jamilah dan rombongan meninggalkan Musda, sehingga acara tersebut bubar, Demikian disampaikan kepada Awak media Minggu 11/5/2025 di Rantauprapat Pelaksanaan diduga cacat hukum dan melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Jamilah utusan DPD Sumatra Utara mendapat sorotan para kader Persani Labuhan Batu. Terkait kericuhan yang terjadi di ruang Aula HG Coffee Musda Persani Labuhanbatu, saat dikonfirmasi yang disebut-sebut sebagai Ketua Panitia Pelaksana Musda DPC Persani Labuhan Batu Dian menyampaikan, ” Kronologis yang terjadi pada Musyawarah Daerah Persani Labuhan Batu adalah seharusnya ada dua yang menjadi kandidat calon Ketua DPC Persani Labuhan Batu yaitu Veva Agustin dan Fika Amelia Siahaan, dan yang didaftar menjadi peserta Musda ada enam Sanggar senam,” sebut Dian dan mengaku bukan sebagai Ketua Panitia tapi mewakili Lilis Handayani sebagai Ketua DPC Labuhan batu yang sudah demisioner. Fika Amelia Siahaan memberikan komentar, ” 17 Februari 2025 mengambil berkas pendaftaran Calon Ketua kepada SC dan 20 Februari 2025 mengembalikan berkas, seharusnya Musda tersebut pada bulan Februari 2025 dan seharusnya ada 23 Sanggar senam yang sudah di SK kan dan seharusnya menjadi peserta Musda, namun karena ada kendala Musda dibulan februari tersebut batal dilaksanakan, dan mengejutkan saya Musda dilaksanakan hari ini Minggu 11/5/2025 setelah mendapat informasi dari teman-teman dan hanya enam sanggar senam yang menjadi peserta ” Sebut Fika Amelia Siahaan. ” Yang membuat kemarahan para Sanggar senam di Labuhan Batu adalah DPD Persani Sumatra utara langsung ingin menetapkan dan melantik Veva Agustin sebagai Ketua DPC Persani Labuhan Batu di Musda hari ini, dan hanya mengakui enam sanggar senam yang syah menjadi peserta Musda hari ini “, Sebut Bibi boru Hasibuan. Mendengar Kericuhan terjadi di Musda Persani Labuhan Batu KONI Labuhan Batu meluncur kelapangan dan menyaksikan kericuhan tersebut dan memberikan tanggapan, Ade Husaini Ketua harian KONI Labuhan Batu menanggapi, ” Kita hanya memantau bagaimana mereka menyelesaikan persoalan organisasi secara internal, dan mungkin regulasi-regulasi atau Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga mungkin tidak dapat difahami oleh pihak-pihak”, Sebut Ade Husaini (Eka Hombing)

Read More

Gubri Abdul Wahid Tegaskan Atensi Pembangunan Jalan Lintas Sinaboi-Dumai

        BAGANSIAPIAPI, – BERSUARAKYAT.ONLINE Pembangunan ruas jalan yang menghubungkan dua kabupaten/kota di Riau, yakni jalan Sinaboi, Rokan Hilir dengan Sungai Sembilan, Dumai ditargetkan dapat dibangun pada tahun 2026.   Hal itu disampaikan Gubri H Abdul Wahid disela menghadiri peresmian mess Hai Cu King di Kepenghuluan Sungai Bakau, Kecamatan Sinaboi, Rohil, Jumat (9/5/2025).   “Saya pernah janjikan pembangunan akses jalan Sinaboi-Dumai, dan saya tegaskan hal itu sudah ditindaklanjuti. Saya bersama Bupati Rohil H Bistamam sudah menyampaikann ke Menhut agar ada pembebasan untuk lahan yang akan dipergunakan pembangunan akses jalan tersebut,” kata Wahid.   Menurutnya keberadaan akses jalan itu sangat penting untuk menghubungkan antar kedua wilayah kabupaten/kota yang ada, sehingga diyakini akan memacu percepatan pembangunan.   Gubri menegaskan berbagai program pembangunan di Rohil akan terus menjadi perhatian bagi pemerintah propinsi Riau. Hal itu tidak terlepas dari kenyataan bahwa di Rohil terdapat berbagai sumber daya alam yang baik disisi lain pembangunan di daerah pesisir Riau ini memang perlu ditingkatkan.   Gubri menilai seperti akses jalan di lintas Sinaboi yang perlu ditingkatkan. Dimana dirinya melihat langsung sebagian jalan yang ada masih rusak. Dirinya pada saat menempuh perjalanan dari Bagansiapiapi ke Sinaboi sempat berhenti di jalan beberapa kali, melihat kondisi akses jalan lintas di daerah Kecamatan Sinaboi tersebut.   Disamping itu dirinya menyampaikan apresiasi dengan kepedulian dari para tokoh khususnya dalam hal ini tokoh Tionghoa di Sinaboi yang memiliki kepedulian terhadap kondisi di daerah.   Seperti adanya pembangunan jalan di Kepenghuluan Sungai Bakau. “Itu jalannya dibangun oleh masyarakat, tokoh yang ada, kami memberikan apresiasi atas kepedulian yang telah dilakukan,” katanya.   Para tokoh tersebut terangnya, merupakan orang-orang yang telah sukses di perantauan namun tetap peduli dengan kondisi di daerah.   “Saya bangga dengan orang-orang di Sinaboi, maupun Sungai Bakau ini yang jauh-jauh merantau tapi tak lupa kampung halaman. Ingat dengan kampung halaman ini merupakan hal yang baik yang perllu dilestarikan, agar kita terus ingat dimana tanah dilahirkan sehingga dimanapun berada tetap ingat kembali ke pangkal jalan,” katanya.   Pada saat kunjungan ke Sinaboi tersebut, gubri didampingi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, mantan gubri Rusli Zainal, Bupati Rohil H BIstamam, Wabup Jhony Charles, tokoh masyarakat Tionghoa Sugianto, Abyan, Forkopimda Rohil dan sejumlah tokoh. (Panca Sitepu).

Read More

Koordinator Aliansi Masyarakat Gayo (AMG) ungkap dugaan fiktif, manipulasi ganti rugi lahan proyek strategis nasional di perbatasan Aceh Utara–Bener Meriah.

    Bersuarakyat.online – bener meriah Koordinator Aliansi Masyarakat Gayo (AMG) mengungkap dugaan fiktif, manipulasi dalam proses ganti rugi lahan di balik proyek strategis nasional di perbatasan Aceh Utara–Bener Meriah.   Bener Meriah, 11 mei 2025 minggu Aceh — Proyek Waduk Krueng Keureuto yang membentang megah di utara Aceh ternyata menyisakan luka mendalam bagi warga Bener Meriah. Di balik deru alat berat dan aliran anggaran negara, muncul serangkaian kejanggalan yang mengarah pada dugaan pemalsuan, yang di duga menyebabkan hilangnya hak masyarakat, dan adanya dugaan permainan birokrasi.   Gilang Ken Tawar, Koordinator Aliansi Masyarakat Gayo (AMG), menyebut kasus ini bukan sekadar sengketa tanah biasa. “Nama-nama penerima ganti rugi yang tercantum di dokumen negara itu fiktif. Sementara pemilik asli masih hidup dan membayar pajak hingga hari ini,” ujarnya.   Gilang menyoroti peran ketua tim pengadaan tanah dan badan pertanahan Nasional (bpn) saat itu, yang menandatangani dokumen berisi daftar penerima ganti rugi. “Ia menandatangani daftar yang kami duga penuh manipulasi,” pasalnya pemerintahan desa Simpur, sebagian besar dari yang terdapat di peta nominatif tidak di kenali oleh pemerintahan desa tersebut alias otk, Anehnya dalam tidak mempunyai admistrasi yang jelas badan pertanahan Nasional (bpn) bisa menetapkan seseorang dan masuk ke peta nominatif Tampa dasar alas hak yang jelas kata Gilang.   Tak hanya itu. Sebuah surat sporadik atas nama warga Aceh Utara bernama Saifullah muncul dengan klaim lahan 383 ribu meter persegi. Anehnya, surat ini ditandatangani oleh Reje Kampung Rusip—desa yang bahkan bukan bagian dari lokasi tanah tersebut.   Warga penggarap/pemilik asli pernah membawa kasus ini ke Pengadilan Negeri Redelong Bener Meriah. Namun, tiga kali sidang berlangsung Pemda bener meriah dan beberapa pihak tergugat lainya terdapat di peta nominatif yang di buat oleh badan pertanahan Nasional (bpn) tidak hadir. “ janggalnya lagi . Pengadilan malah menyarankan kami pindah ke PTUN, seolah ingin melempar tanggung jawab,” ujar Gilang.   Gilang selaku aktivis sempat juga berbincang/wawancara bersama Warga kemudian mencari peta nominatif sebagai dasar pengadaan lahan. Tapi yang ditemukan hanyalah sepotong spanduk buram sepanjang 20 meter, tak lagi bisa dibaca. Arsip resmi? .   Gilang meyakini, ada skenario besar yang dirancang rapi. “Kalau semua ini terjadi di balik proyek nasional, kita patut curiga. Ada hak masyarakat yang dihapus secara sistematis,” tegasnya.   Aliansi Masyarakat Gayo kini tengah menyiapkan laporan ke komnas ham , Ombudsman, dan lembaga antikorupsi. Mereka mendesak audit menyeluruh terhadap proses pengadaan tanah Waduk Krueng Keureuto yang di duga fiktif. Red

Read More

Miris, PT HSJ Laporkan Warga yang Coba Tegakkan Perda

Bersuarakyat.online –  LABUHANBATU- Anak perusahaan raksasa Asian Agri Grup, PT Hari Sawit Jaya (HSJ) melaporkan warga yang menghadang kendaraan angkutan barang melebihi tonase yang melintasi jalan kabupaten Simpang HSJ, Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, ke Mapolres Labuhanbatu. Padahal, aksi penghadangan yang dilakukan warga setempat guna membantu pemerintah daerah menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pembatasan Kendaraan Barang Masuk dan Melintas Jalan Kabupaten Labuhanbatu. Dalam Surat Tanda Pelaporan Polisi (STPL) bernomor 555/5/2025 yang diterima wartawan, PT HSJ melalui Ray Amantharo Saragih selaku Humas PT HSJ melaporkan warga dengan tuduhan mengganggu fungsi jalan sesuai Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004. Tertera dalam keterangan STPL yang diterima kepolisian tertanggal 9 Mei 2025, PT HSJ melalui pelapor Ray Amantharo Saragih menyebut terlapor Rimba Sianturi dan Kawan-kawan yang tergabung dalam Pemuda Aliansi Simpang HSJ (PAS HSJ) melakukan penyetopan armada angkutan milik PT HSJ yang melebihi tonase. Akibat penyetopan itu, PT HSJ mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 36 juta. Menanggapi adanya pelaporan itu, Rimba Sianturi ketika dihubungi mengaku akan mengikuti proses hukum. Namun, ia bersama warga lainnya juga menegaskan akan terus melakukan penghadangan terhadap angkutan yang melebihi tonase sesuai ketentuan Perda Nomor 7 Tahun 2024 yang melintasi Jalan Simpang HSJ, Desa Sei Tampang “Kami berhak membantu pemerintah dalam menegakkan Perda. Rambu dan himbauan juga sudah dipasang oleh Dishub Labuhanbatu. Tapi perusahaan tak perduli dan tetap menggunakan armada melebihi tonase yang disebutkan dalam Perda,” kata Rimba Sianturi, Sabtu (10/5/2025). Menurut Rimba, intimidasi pihak perusahaan itu sudah mereka prediksi mengingat sebelumnya juga pola-pola intimidasi kerap dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pelanggar aturan di Kabupaten Labuhanbatu terhadap warga yang kritis dan perduli terhadap penegakan peraturan. “Kita sudah tahu hal ini bakal mereka lakukan, tapi kita sudah siap. Alasan kita jelas, hanya membantu Pemerintah dalam mengawasi penegakan aturan,” katanya. Sementara, Humas PT HSJ Ray Amantharo Saragih saat dikonfirmasi terkait laporannya tidak bersedia memberikan tanggapan. (Tim)

Read More