“Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Sekolah: Milwan–Faisal Kobarkan Semangat Prestasi Generasi Muda Labusel”
Bersuarakyat.id, Labuhanbatu Selatan — Perang terhadap penyalahgunaan narkotika tidak bisa ditunda. Di tengah ancaman yang kian menyasar pelajar, langkah konkret dilakukan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HT Milwan, melalui sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) tentang pencegahan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah dan SMP Negeri 2 Kota Pinang, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Bersama akademisi Faisal Andi Mahrawa, pesan yang dibawa tegas: generasi muda harus menjadi benteng utama melawan narkoba. Faisal mengungkapkan fakta keras, peredaran narkotika di Sumatera Utara masih menjadi ancaman serius dan bekerja secara terstruktur, bahkan menyusup ke lingkungan pelajar dengan modus yang kian canggih, termasuk pemberian gratis untuk menjerat korban. “Ini darurat. Narkoba tidak memilih korban. Siapa pun bisa terjerat. Karena itu, pelajar harus punya keberanian untuk berkata tidak, mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat,” tegasnya. Namun, perlawanan tidak cukup dengan penolakan. Faisal menekankan pentingnya membangun mental berprestasi (need for achievement). Menurutnya, pelajar harus memiliki tujuan hidup yang jelas, disiplin, dan haus ilmu sebagai benteng utama menghadapi pengaruh negatif. Ia mengilustrasikan dengan filosofi “botol kosong” bahwa setiap anak adalah wadah yang menentukan nilainya sendiri. “Isi dengan ilmu, maka kalian akan bernilai. Isi dengan hal negatif, maka masa depan kalian yang hancur,” ujarnya lugas. Pesan serupa ditegaskan HT Milwan. Dengan pengalaman hidupnya, ia membuktikan bahwa kesuksesan bukan milik segelintir orang. “Saya bukan dari keluarga hebat. Tapi dengan disiplin dan pendidikan, saya bisa menjadi perwira TNI, Bupati dua periode, hingga anggota DPRD Provinsi. Artinya, kalian semua punya peluang yang sama, asal mau berjuang,” tegasnya. Ia menekankan satu arah yang jelas: fokus pada pendidikan dan jauhi narkoba tanpa kompromi. Antusiasme peserta terlihat nyata. Santri dan siswa aktif bertanya, menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang tegas sekaligus motivatif mampu menyentuh kesadaran mereka. Pihak sekolah dan pesantren berharap kegiatan serupa terus berlanjut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan membentengi generasi muda. Sosialisasi ini mengirim pesan kuat: melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Dan dari ruang kelas hingga pesantren, perang itu harus dimulai, dengan ilmu, karakter, dan tekad untuk berprestasi.(Red)