Koperasi Merah Putih Desa Bantayan Timu Pasok Sabun Cuci Piring ke SPPG Darul aman. 

Bersuarakyat.online Aceh Timur – Koperasi Desa Merah Putih Syariah Gampong Bantayan Timu baru-baru ini menorehkan capaian penting dengan berhasil memasok sabun cuci piring produksi anggota koperasi ke dapur SPPG ke kecamatan Darul aman. Langkah ini menjadi bukti nyata kemampuan masyarakat lokal dalam menghasilkan produk berkualitas dan bernilai jual. Ketua Koperasi Merah Putih, T. Muhammad Reza, SE, menyampaikan bahwa produksi sabun cuci piring ini lahir dari kreativitas anggota koperasi yang terus berinovasi untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. “Alhamdulillah, produk sabun cuci piring ini sudah mulai diterima dan digunakan di dapur SPPG kecamatan Darul aman. Desa Seunebok Aceh Semoga ke depan bisa menembus pasar yang lebih luas,” ungkapnya. Produk sabun cuci piring ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan anggota koperasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan produk lokal yang ramah lingkungan. Dengan kualitas yang terjamin dan berbahan dasar ramah lingkungan, sabun tersebut dinilai efektif, aman untuk kesehatan. Kadis Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Aceh Timur, Muslim, S.Pd.I., M.Si., saat dikonfirmasi memberikan apresiasi atas langkah Koperasi Merah Putih. “Kami sangat mendukung upaya koperasi dan UMKM yang telah berjalan baik. Inisiatif seperti ini akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal di Aceh Timur,” ujarnya. Keberhasilan ini sekaligus sejalan dengan program prioritas strategis Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM dan koperasi. Capaian Koperasi Merah Putih Desa Bantayan Timu diharapkan menjadi inspirasi bagi koperasi lain di Aceh Timur untuk terus mengembangkan potensi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperluas pemasaran produk-produk unggulan daerah.

Read More

Muzakarah Ulama se-Aceh ke XIV Digelar di Dayah Bustanul Huda, Julok. 

Bersuarakyat.online Aceh Timur – Dayah Bustanul Huda, Gampong Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muzakarah Ulama se-Aceh ke XIV Tahun 2028. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 21 September 2025 bertepatan dengan 28 Rabiul Awwal 1447 H, dengan menghadirkan ulama-ulama terkemuka Aceh sebagai pemateri. Acara muzakarah digelar dengan tujuan menyamakan persepsi para ulama dalam menjawab persoalan-persoalan aktual yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait pemahaman syariat Islam secara kaffah. Sejumlah persoalan yang dibahas antara lain masalah faraidh (warisan), zakat, hukum keluarga, aqidah, hingga fenomena kontemporer seperti penghasilan dari media sosial dan internet. Beberapa ulama yang hadir sebagai pemateri antara lain: Tgk. H. Muhammad Jafar (Abi Ja’far Lhok Nibong) Tgk. H. Nuruzzahri (Waled Nu) Tgk. H. Muhammad Amin (Ayah Cot Trueng) Tgk. H. Muhammad Daud Hasbi (Abu Daud Hasbi) Tgk. H. Muhammad Syukri Ibrarun (Abi Syukri Paloh Gadeng) Tgk. H. Abu Yazid Al-Yusufi (Abon Abdya) Tgk. H. M. Zainuddin (Abah Sarah Tuba) Diskusi dilakukan dalam bentuk ceramah, tanya jawab, serta panel interaktif. Topik yang mendapat perhatian khusus mencakup: Kedudukan ahlul furudh dan ashabah dalam pembagian warisan. Pertentangan hukum agama dan hukum negara dalam masalah perkawinan dan perceraian. Masalah nafkah dalam rumah tangga modern ketika istri menjadi pencari nafkah utama. Distribusi zakat melalui rekening dan transaksi digital. Pemurnian aqidah serta pemahaman kalimat lā ilāha illā Allāh. Ketua panitia menyampaikan bahwa hasil dari muzakarah ini akan dirumuskan dalam bentuk tausiah/seruan bersama yang ditandatangani oleh para pemateri, sebagai rekomendasi kepada pemerintah dan masyarakat Aceh. “Muzakarah ini menjadi wadah penting untuk memberikan pencerahan, meluruskan pemahaman, serta menguatkan kembali pelaksanaan syariat Islam secara kaffah di Aceh,” ujarnya. Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kegiatan Muzakarah Ulama terus berlanjut setiap tahun, sebagai tradisi ilmiah yang mempererat ukhuwah, menyatukan persepsi ulama, dan memberi manfaat luas bagi umat Islam di Aceh.

Read More

Asal Muasal, Terjadinya Berita Viral Antara Oknum Wartawan dan Collector Di Rantauprapat

LABUHANBATU – Bersuarakyat.online Ramai diperbincangkan terkait keributan antara collector dan oknum wartawan pada 19 September 2025 sekitar pukul 16.30 Wib. Setelah dilakukan penelusuran oleh wartawan Bersuarakyat, keributan bermula di Jl. Sempurna, Kelurahan Bakaran Batu, Kabupaten Labuhanbatu, dimana collector berinisial RR dan FM di hadang dan diteriakin kalimat “Begal-begal” sampai mengundang ramai masyarakat oleh dua oknum wartawan berinisial APJ dan AI. Hal ini diterangkan langsung warga Jl. Sampurna yang berinisial REH atau yang sering disapa Adek. “Benar, saya mendengar ada yang berteriak begal dan uda saya lihat ada keramaian, namun ternyata mobil yang dihadang itu saya kenal” terang RR atau yang sering disapa adek. Lanjutnya, Adek juga menyampaikan kalau saja dirinya tidak ada dilokasi jln Sempurna itu, mungkin saja RR dan FM sudah dihajar massa sebab masyarakat terlihat banyak yang sudah memegang kayu, batu dan benda-benda yang lain untuk menyerang RR dan FM. Setelah Adek membubarkan kerumunan warga yang sempat ramai, RR dan FM serta Dua Oknum Wartawan Tersebut kembali bertemu di Jln Aek Tapa di depan kantor PT. ACC Finance. RR yang diminta keterangan oleh wartawan Bersuarakyat, menjelaskan ternyata dua oknum wartawan tersebut bukan bertujuan untuk menjalankan tugas profesi wartawan namun ingin menjadi penyambung pihak konsumen (Backing), hal ini diketahui RR ketika keributan yang bermula di Jl. Sempurna sebelumnya. “Iya, dia bertanya soal mobil yang ada tunggakan di PT. ACC Finance, mungkin dia mengira mobil yang saya kendarain itu mobil milik orang yang menelpon dia, kerena saya mendengar dia ada ngomong mau membawa mobil kami” ucap RR. RR juga mengaku dirinya di cekik dan  disiku oleh oknum wartawan sehingga mengalami luka di bagian kening, serta RR menyebut bahwa mobil yang dikendarainya mengalami kerusakan. Setelah diketahui sebenarnya bahwa terkait mobil yang ada tunggakan di ACC sudah selesai, sebab pihak pengguna mobil telah menandatangani serah terima kendaraan dan mobil sudah di simpan dalam gudang PT. ACC FINANCE menunggu konsumen atas nama kendaraan hadir untuk menyelesaikan tunggakan, semua terbukti dari foto penandatanganan dan keberadaan mobil ada di gudang PT. ACC Finance. Setelah kejadian tersebut terjadilah lapor- melapor ke pihak kepolisian Labuhanbatu untuk mendapatkan keadilan masing-masing, karena adanya keributan/kericuhan yang terjadi. Banyak dari masyarakat berharap kepolisian Labuhanbatu bisa menindak secara profesional atas kejadian viral ini sebab kedua belah pihak saling melapor. (AR)

Read More

Kepala Desa Cek Embon Serahkan Tapak Rumah untuk Kaum Dhuafa. 

Aceh Timur-Bersuarakyat.online Kepala Desa Cek Embon, secara resmi menyerahkan sebidang tanah beserta surat tapak rumah kepada Sopian, seorang warga kaum dhuafa yang sebelumnya sempat tinggal di tenda darurat selama beberapa bulan. Penyerahan tersebut berlangsung pada Minggu, 21 September 2025, dan disaksikan langsung oleh perangkat desa serta Tuha Peut Gampong. Usai menyerahkan surat tapak rumah, Geuchik Cek Embon juga turun langsung mengukur lokasi tanah yang akan dijadikan tempat tinggal oleh Sopian. “Sejak awal, kami berkomitmen membantu warga yang mengalami kesulitan. Semoga ini bisa bermanfaat, dan ke depan tidak ada lagi warga yang terpaksa tinggal di tenda darurat,” ujarnya penuh harap. Tokoh masyarakat setempat turut mengapresiasi langkah tersebut. Mereka berharap kejadian serupa tidak lagi terulang di Gampong Cek Embon. “Kami sangat tersentuh dan berharap ke depan seluruh warga bisa hidup dengan layak tanpa harus menempati tenda darurat,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat dengan haru.   #Hsb

Read More

DEMA FTIK IAIN Langsa Selesaikan Pengabdian Masyarakat di Desa Rantau Panjang. 

Bersuarakyat.online Aceh Timur, Minggu 21 September 2025 Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (DEMA FTIK) IAIN Langsa resmi menuntaskan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan yang berlangsung lebih dari satu bulan ini berakhir pada 14 September 2025 dengan sukses dan penuh makna. Selama pengabdian, para mahasiswa DEMA FTIK melaksanakan berbagai program yang dirancang untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Program-program tersebut meliputi pendampingan pendidikan, kegiatan keagamaan, sosial, serta peningkatan kapasitas masyarakat. Kehadiran mahasiswa disambut dengan antusias oleh warga, yang turut aktif mendukung jalannya seluruh agenda. Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Tidak hanya dari masyarakat setempat, tetapi juga tercatat di berbagai media lokal serta dipublikasikan melalui website resmi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa. Melalui kegiatan ini, DEMA FTIK IAIN Langsa menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk kepentingan masyarakat. Pengabdian ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memperkuat hubungan antara kampus dengan komunitas lokal, serta menjadi langkah positif untuk membangun sinergi berkelanjutan di masa mendatang.

Read More