Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, membenarkan jika dirinya telah memukul Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, Makan Bergizi Gratis (SPPG-MBG). 

Bersuarakyat.online Pidie Jaya Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Muhammad Reza. Aksi brutal itu dilakukan Hasan Basri saat meninjau dapur SPPG-MBG tersebut, Kamis (30/10) pagi di kutib dri.sumber dari nasaja berita. “Betul, betul, betul,” kata Hasan Basri saat dikonfirmasi wartawan apakah dirinya memukul Muhammad Reza. “Saya tidak teringat berapa kali, kalau tidak salah empat kali saya pukul, tapi tidak kenak lah, hanya kena sedikit saja,” kata Hasan. Hasan Basri menjelaskan, tindakannya itu terjadi spontan saat dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur MBG dan menemukan kondisi makanan yang dinilai tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak sekolah. Ia menyebutkan, dari hasil sidak tersebut ditemukan nasi dalam kondisi dingin dan keras. Menurutnya, makanan yang disiapkan seharusnya dijaga kebersihan dan disajikan dalam kondisi layak konsumsi. “Tadi kita sidak dan ditemukan makan keras, dingin. Seharusnya nasi saat sudah masak ditempatkan pada kuali besar atau tempat yang bersih, biar nasi tidak keras saat sampai kepada anak-anak,” katanya. Hasan Basri juga mengungkapkan, saat dirinya tiba di lokasi dapur MBG, kepala dapur tidak berada di tempat. Beberapa saat kemudian, kepala dapur datang dan sempat terjadi ketegangan. “Saat itu kepala dapur MBG tidak ada di tempat. Beberapa saat kemudian kepala MBG sampai, makanya saya hantam. Sekitar empat kali kalau tidak salah. Tidak kena semua, mungkin hanya sedikit yang kena,” jelasnya. Hasan menegaskan, tindakannya itu dilatar belakangi rasa tanggung jawab terhadap kualitas program MBG yang diperuntukkan bagi anak-anak sekolah di Pidie Jaya. “Dia tidak bertanggung jawab di tempat dapur tersebut. Sebagai kepala dapur wajib standby di lokasi. Beda dengan dapur MBG di Gampong Mesjid Trienggadeng, di sana bersih dan rapi. Kalau di Sagoe, seperti dapur pura-pura begitu, tidak standar kalau kita lihat,” pungkasnya. #Hsb

Read More

Petani Aceh Timur Menjerit: Harga Padi Rp 6.050, di Bawah HPP, Pemerintah dan Aparat Dinilai Tutup Mata. 

Bersuarakyat.online Aceh Timur – Petani di Desa Paya Ueno, Kecamatan Rantau Perlak, mengeluhkan harga gabah (padi) yang sangat rendah saat panen. Junaidi, salah satu petani lokal, mengungkapkan bahwa agen pembeli di wilayahnya menetapkan harga hanya Rp 6050per kilogram, di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang sudah resmi ditetapkan Presiden sebesar Rp 6.500/kg. Bahkan ketika panen menggunakan mesin pemotong padi atau secara manual, harga tetap sama dan tidak memberikan keuntungan berarti bagi petani. “Kami sudah panen, tapi harga yang kami terima cuma Rp 6050, bahkan kadang lebih rendah. Ini tidak adil dan membuat petani terus menderita. Anehnya, pemerintah dan aparat penegak hukum justru bungkam,” keluh Junaidi kepada media, Kamis (30/10/2025). Fenomena harga di bawah HPP ini tidak hanya terjadi di Aceh Timur. Sementara beberapa daerah seperti Aceh Besar dan Aceh Barat Daya mencatat harga gabah hingga Rp 8.200–Rp 9.000 per kilogram pada Juli 2025, Aceh Timur justru mengalami penurunan drastis hingga Rp 6050/kg pada September 2025. Data terkini menunjukkan bahwa harga rata-rata nasional gabah kering panen (GKP) pada Oktober 2025 mencapai Rp 6.700 per kilogram. Namun harga pasar gabah padi di tingkat nasional justru jauh lebih tinggi, yaitu sekitar Rp 27.708/kg. Sementara itu, harga petani terbaru yang dicatat mencapai Rp 6.760/kg. Seorang pembeli yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa harga gabah bervariasi berdasarkan kualitas, lokasi, dan waktu panen. Namun fakta di lapangan menunjukkan adanya indikasi agen pembeli menetapkan harga secara tidak transparan dan merugikan petani. “Jika pemerintah benar-benar ingin mensejahterakan petani, seharusnya aparat turun langsung ke lapangan untuk mengawasi pelaksanaan Harga Pembelian Pemerintah, bukan hanya membuat regulasi di atas kertas,” tegas Junaidi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons tegas dari pihak pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum terkait dugaan praktik agen pembeli yang menetapkan harga jauh di bawah HPP. Situasi ini menimbulkan keraguan atas komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan petani di Aceh Timur. #Hsb

Read More

Ketua APPI Aceh Timur Kecewa Tak Diikutsertakan dalam Edukasi Media PT Medco E&P Malaka. 

Bersuarakyat.online Aceh Timur – Ketua Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Kabupaten Aceh Timur, Hasbi, menyampaikan kekecewaannya terhadap pelaksanaan kegiatan edukasi media yang digelar oleh PT Medco E&P Malaka pada akhir Oktober 2025. Sekilas Tentang PT Medco E&P Malaka PT Medco E&P Malaka merupakan anak perusahaan dari Medco Energi yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi. Perusahaan ini mengelola Blok A di Kabupaten Aceh Timur, yang menjadi blok gas pertama di Aceh pascaperdamaian. Beberapa lapangan gas yang dikelola antara lain Alur Siwah, Alur Rambong, dan Julu Rayeu di Kecamatan Indra Makmur. Menurut Hasbi, kegiatan rutin tahunan tersebut seharusnya menjadi ajang mempererat kemitraan antara perusahaan dan seluruh insan pers di Aceh Timur. Namun, ia merasa kecewa lantaran organisasi APPI yang dipimpinnya tidak diikutsertakan dalam kegiatan tersebut. “Saya heran, kenapa hanya sebagian organisasi media yang diberangkatkan. Padahal kami juga bagian dari rekan-rekan pers di Aceh Timur. Kalau mau bermitra, mari bermitra dengan baik, jangan pilih kasih,” ujar Hasbi dengan nada kecewa, Kamis (30/10/2025). Hasbi juga menyesalkan sikap pihak humas PT Medco yang dinilai tidak memberikan penjelasan ketika dikonfirmasi terkait ketidakhadiran APPI dalam agenda tersebut. “Saya sudah menelpon Pak Rahmat dari Humas Medco, tapi tidak diangkat dan tidak ada balasan pesan sampai sekarang. Padahal saya hanya ingin tahu alasan kenapa APPI tidak diikutsertakan,” tambahnya. Sejumlah wartawan di Aceh Timur pun turut mempertanyakan alasan di balik tidak diundangnya APPI. Beberapa di antaranya menduga keputusan tersebut berkaitan dengan pemberitaan-pemberitaan kritis yang pernah ditulis oleh Hasbi terkait kegiatan perusahaan migas tersebut. “Ada yang bilang karena dulu Hasbi sempat menulis berita-berita tajam tentang Medco, makanya sekarang tidak diikutsertakan lagi,” ujar salah satu wartawan berinisial A. Menanggapi hal itu, Hasbi menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat buruk terhadap pihak perusahaan dan hanya menjalankan tugas jurnalistik sebagaimana mestinya. Ia berharap ke depan PT Medco dapat lebih terbuka dan profesional dalam membangun hubungan dengan seluruh media di Aceh Timur. “Tahun lalu saya memang sempat pulang lebih awal dari acara karena sakit, tapi itu bukan alasan untuk menghapus saya dari daftar peserta. Saya minta keadilan dan keterbukaan,” tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak Humas PT Medco E&P Malaka, baik Pak Rahmat maupun Pak Has, belum memberikan tanggapan resmi terkait persoalan tersebut.

Read More

Akhmad Saipul Sirait Tegaskan Komitmen Hukum Usai Sumpah Advokat Di Pengadilan Tinggi Medan. 

Medan-Bersuarakyat.online, 30 Oktober 2025 — Pengadilan Tinggi Medan hari ini menggelar Sidang Luar Biasa Pengambilan Sumpah Advokat bagi sejumlah calon advokat dari berbagai organisasi profesi hukum di Indonesia. Sidang berlangsung di ruang utama Pengadilan Tinggi Medan, Jalan Ngumban Surbakti No. 38 A, Medan, dan dipimpin langsung oleh Krosbin Lumban Gaol, S.H., M.H., selaku Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan. Turut hadir dua hakim tinggi, yakni Gerchat Pasaribu, S.H., M.H. dan Serliwaty, S.H., M.H., yang bertindak sebagai saksi dalam prosesi pengambilan sumpah. Pengambilan sumpah ini dilakukan berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sumpah Advokat, serta Surat Ketua Mahkamah Agung Nomor 73/KMA/HK.01/IX/2015 tanggal 25 September 2015 tentang Penyeragaman Penyumpahan Advokat. Dalam kesempatan tersebut, para advokat yang disumpah berasal dari lima organisasi advokat, yaitu: Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) PERADI Suara Advokat Indonesia Medan–Sumut PERADI Perjuangan Perkumpulan Advokat dan Pengacara Nusantara (PERADAN) Perkumpulan Pengacara Pengawal Demokrasi Indonesia (PERWADI) Salah satu advokat yang disumpah, Akhmat Saipul Sirait, S.H., menyampaikan rasa syukur dan tekadnya untuk mengabdikan profesi advokat demi tegaknya hukum dan keadilan di Indonesia. “Sumpah ini bukan hanya seremonial, tetapi merupakan janji moral dan profesional. Kami siap menegakkan hukum dengan integritas, kejujuran, dan keberanian membela kebenaran,” ujar Akhmat Saipul Sirait, S.H., usai prosesi pengambilan sumpah di Pengadilan Tinggi Medan. Ia menambahkan bahwa profesi advokat merupakan bagian dari penegak hukum yang harus berdiri sejajar dengan aparat penegak hukum lainnya, dengan komitmen untuk memberikan pelayanan hukum yang adil kepada masyarakat. “Kami berharap para advokat baru mampu menjaga nama baik profesi, bekerja dengan menjunjung tinggi etika, serta aktif membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum,” tambahnya. Sidang luar biasa tersebut dibuka dan ditutup secara resmi pada hari yang sama, Kamis, 30 Oktober 2025, dengan suasana khidmat dan penuh rasa haru. Prosesi tersebut menandai lahirnya para advokat baru yang siap mengemban tanggung jawab sebagai penegak hukum yang profesional dan berintegritas. Dengan pengambilan sumpah ini, para advokat resmi memperoleh legitimasi untuk menjalankan profesinya di seluruh wilayah hukum Republik Indonesia, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Laporan: Ramses Sihombing

Read More

Kapolres Aceh Timur Hadiri Pelepasan dan Pemberangkatan Kafilah MTQ XXXVII. 

Bersuarakyat.online Kapolres Aceh Timur, Polda Aceh, AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. meghadiri pelepasan dan keberangkatan Kafilah Aceh Timur untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXXVII tingkat Provinsi Aceh di Kabupaten Pidie Jaya yang berlangsung di Pendopo Idi, Kamis, (30/10/2025) sore. Pelepasan Kafilah MTQ oleh Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,M.Si ini juga dihadiri unsur Forkopimda, para Asisten Setdakab, para Kepala OPD dan Camat dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur serta para peserta juga Pelatih MTQ Kabuapten Aceh Timur. AKBP Irwan Kurniadi secara terpisah memberikan dukungan agar kafilah Kabupaten Aceh Timur dapat memberikan penampilan terbaik dalam perlombaan MTQ ke XXVII Tahun 2025 di Kabupaten Pidie Jaya. “Dalam kesempatan ini, perlu diapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh seluruh pihak terkait, termasuk pelatih kafilah Kabupaten Aceh Timur. Mereka telah bekerja keras untuk mempersiapkan kontingen sehingga siap menghadapi persaingan yang ketat dalam MTQ ke XXXVII Tingkat Provinsi Aceh yang di laksanakan di Kabupaten Aceh Pidie Jaya ini,” ujar Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. Sebelumnya Bupati Aceh Timur dalam sambutannya menyebutkan, keberhasilan kafilah Aceh Timur sekaligus tuan rumah MTQ Aceh ke-XXXIII berhasil meraih Juara Umum dan pada ajang MTQ Aceh XXXIV di Kabuapten Pidie, kafilah Aceh Timur menduduki urutan kedua. Oleh karena itu dengan torehan keberhasilan yang pernah diraih hendaknya dapat dijadikan motivasi dan semangat untuk meraih kembali juara umum pada MTQ ke-XXXVII Aceh tahun 2025 di Kabupaten Pidie Jaya. “Untuk itu diharapkan kepada para kafilah senantiasa terus menerus meningkatkan kemampuan yang dimiliki dan terus mempersiapkan diri dalam menghadapi MTQ ini, demi mengharumkan nama Kabupaten Aceh Timur pada even MTQ Aceh ke XXXVII tersebut.” Ungkap Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,M.Si. #Hsb

Read More

Bupati Al-Farlaky Minta Kafilah MTQ ke-37 Harumkan Nama Bumi Nurul Akla. 

Bersuarakyat.online Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.Si, melepas keberangkatan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Aceh Timur menuju MTQ ke-37 tingkat Provinsi Aceh yang digelar di Kabupaten Pidie Jaya. Acara pelepasan yang dirangkai dengan peusijuk berlangsung khidmat di Aula Serbaguna Idi, Kamis, 30 Oktober 2025. Dalam sambutannya, Bupati Al-Farlaky menegaskan bahwa para peserta yang berangkat ke MTQ provinsi merupakan putra-putri terbaik Aceh Timur untuk dapat membawa harum nama bumi Nurul Akla di Pidie Jaya pada even MTQ tahun ini. “Adik-adik yang hadir di sini adalah orang-orang pilihan. Kalian telah melalui proses seleksi yang ketat, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan ada di antara kalian yang pernah menjuarai MTQ di tingkat provinsi,” kata Bupati. Bupati mengingatkan agar seluruh peserta menjaga semangat, disiplin, dan kerja keras selama mengikuti perlombaan di Pidie Jaya. “Juara tidak akan datang dengan sendirinya. Harus dibarengi latihan, talenta yang baik, dan kedisiplinan. Apa yang sudah digariskan oleh pelatih, pendamping, dan official agar ditaati. Mulai dari jam istirahat, waktu latihan, hingga persiapan hafalan atau surah yang akan dibacakan di hadapan dewan juri,” ujarnya. Bupati juga menyinggung capaian Aceh Timur pada ajang MTQ sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa pada MTQ ke-33 saat menjadi tuan rumah, Aceh Timur berhasil meraih juara umum. Sementara pada MTQ ke-34 yang digelar di Kabupaten Pidie, Aceh Timur meraih juara kedua. “Itu prestasi yang patut kita syukuri dan jadikan motivasi. Semoga tahun ini kita bisa mengulang sejarah menjadi juara umum pada MTQ ke-37 di Pidie Jaya,” harapnya. Bupati Al -Farlaky turut mengingatkan agar para peserta tidak meremehkan kabupaten lain yang menjadi pesaing. “Jangan anggap sepele lawan, termasuk kabupaten yang sebelumnya belum pernah juara. Bisa saja mereka tampil mengejutkan karena sama-sama bertekad menjadi juara. Kita harus tetap fokus dan berusaha maksimal,” pesan Bupati. Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga etika dan kearifan lokal selama berada di daerah lain. “Saat tiba di Pidie Jaya nanti, junjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. Jangan bersikap sombong terhadap masyarakat setempat. Bangun hubungan baik dengan peserta dari kabupaten lain. Kita semua satu rumpun, sama-sama orang Aceh,” ucapnya. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menaruh harapan besar kepada LPTQ Aceh Timur untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan. “Kita berharap muncul generasi baru Aceh Timur yang tidak hanya tampil di tingkat provinsi, tapi juga mampu menembus ajang nasional bahkan internasional. Pembinaan harus difokuskan, baik di bidang tilawah, kaligrafi, maupun tafsir Al-Qur’an,” ungkapnya. Bupati menutup sambutannya dengan doa agar seluruh kafilah Aceh Timur diberikan kekuatan dan keberhasilan. “Semoga Allah memberikan kemudahan, kesehatan, dan hasil terbaik bagi kafilah Aceh Timur. Mudah-mudahan kita bisa membawa pulang prestasi dan mengharumkan nama daerah,” tutupnya. Sementara itu, Ketua Panitia MTQ Aceh Timur, Syawaludin, S.H, M.H, dalam laporannya menyebutkan bahwa jumlah kafilah Aceh Timur yang diberangkatkan ke MTQ ke-37 sebanyak 123 orang. Mereka akan mengikuti berbagai cabang perlombaan yang meliputi, Tartil Quran Putra – Putri, Tilawah Anak anak Putra Putri, Tilawah Remaja Putra Putri, Tilawah Dewasa Putra – Putri, Cacat Netra Putra/Putri. Qiraat Sab’ah Murattal Remaja Putra/Putri, Qiraat Sab’ah, Mujawwad Remaja Putra/Putri, Qiraat Sab’ah Murattal Dewasa Putra/Putri. Tahfidz 1 Juz dan Tilawah Putra/Putri, Tahfidz 5 juz Dan Tilawah Putra/ Putri Tahfidz 10 juz putra/Putri ,Tahfidz 20 juz putra / Putri ,Tahfidz 30 Juz putra / putri Tafsir Bahasa Inggris Putra / Putri Tafsir Bahasa Indonesia Putra / Putri Sementara cabang Kaligrafi terdiri dari, Naskah Putra Putri Dekorasi Putra / Putri Mushaf Putra /Putri kontemporer Putra/Putri Syawaludin menjelaskan, perlombaan akan berlangsung di beberapa titik di Kabupaten Pidie Jaya. “Arena utama berada di depan Kantor Bupati Pidie Jaya, sementara cabang perlombaan lainnya digelar di lokasi yang tidak jauh dari area pemondokan kafilah,” terangnya. Selain mengikuti lomba, Aceh Timur juga turut berpartisipasi dalam kegiatan bazar dan pameran MTQ. “Kita juga membuka stand pameran melalui Dekranasda Aceh Timur yang akan menampilkan produk kerajinan dan khas daerah,” tutup Syawaludin. #Hsb

Read More

Diduga Pilih pilih kasih humas medco malaka terkaet edukasi media. 

Bersuarakyat.online Aceh Timur akhir tahun selalu ada di buat kegiatan edukasi media dari PT medco malaka yg ada di kecamatan indra makmur ber ulang hasbi menelpon humas pak rahmat kenapa organisasi APPI asosiasi pewarta pesr Indonesia gak di ikut serta kan dalam eduksi media ujar hasbi kamis 30 Oktober 2025 Lanjut hasbi aneh juga ada juga organisasi baru tapi bisa di agenda kan berangkat tapi waktu di telpon pak hamid mengatakan tolong hubungi rahmat aja saat di hubungi Tapi waktu di hubungi humas meko pak rahmat gak ada jawabannya dan saat di hubungi humas hasbalah yang akrab has tak juga di angkat dan di balas chat nya sampai saat ini Lanjut asbi ,meminta humas meko jangan pilih pilih kasih dalam edukasi medco saya tak tau entah apa alasannya ujarnya pada kawan kawan media yang bertanya tayan pada nya dan banyak kawan media bertanya tanya kok bisa gak di ikut sertakan Ada juga beragam pendapat karena waktu acara medko tahun lalau asbi pulang maka di coret dari dahtar media medo ujar salah satu awak media ber inisial a lanjut asbi waktu asbi pulang karena saket waktu itu tapi itu bukan jadi alasan ujar asbi ada juga asbi banyak nulis tajam tajam kali berita nya maka gak ada lag edukasi dari medco ujar wartawan lain. Saat di konfirmasi humas meko pak has dan pak rahmat pada saat sebelum pemberngkatan dan sampai saat ini belum ada jawaban nya kata asbi sampai berita ini sampai keredaksi

Read More