Bupati Paluta H.Reski Basyah Harahap, Melayat Kerumah Duka Almarhum Ketua FKUB H.Awaluddin Harahap

Bersuarakyat.online Bupati Kabupaten Padang Lawas Utara, H.Reski Basyah Harahap, S.STP., MSi (H.Obon) melayat kerumah duka H. Awaluddin Harahap, Ketua FKUB Paluta) yang cukup di kenal sebagai Jurkamnas pasangan Horas di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara dan juga dikenal sebagai tokoh panutan di wilayah Tabagsel, meninggal dunia, Pada Senin : 04/05/2026. Almarhum yang akrab disapa Ayah dan oppung dikalangan masyarakat dan kepolisian baik di pemerintahan telah meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Ia meninggal dunia di RSUD Gunung Tua, Di Desa Aek Haruaya, Kecanatan Portibi Sekitar kurang lebih 07″15 wib yang di sampaikan oleh anak kandungnya Bikrul Munawar Harahap, selaku Camat Dolok. Kepergian tokoh masyarakat yang dikenal luas oleh berbagai kalangan ini pun meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara yang juga sebagai Staf Ahli Bupati Paluta H.Obon. Uwak Awaluddin Harahap dikenal sebagai sosok yang bijaksana serta sering menjadi tempat meminta nasihat dalam berbagai persoalan. Biro Media Bersuarakyat Paluta Harahap Kuro-Kuro mendengar kabar ini langsung melayat ke Desa Purba Sinomba Kec P.Bolak dan turut berduka cita yang sedalam dalam nya atas wafatnya, Ketua FKUB Paluta yang juga staf Ahli di lingkungan pemerintah kabupaten Padang Lawas Utara. Semoga almarhum diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Sebelum dimakamkan di Rumah Duka dilaksanakan upacara pemberangkatan jenazah dan dilepas oleh Bupati Paluta H Reski Basyah Harahap, S.STP.,MSi dan juga dihadiri anggota DPR RI Andar Amin Harahap, S.STP.,MSi untuk dibawa ke tempat pemakaman di TPU Desa Purbasinomba. Seluruh keluarga, kerabat, serta para tokoh masyarakat, adat, MUI, turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Peringatan Hari Kartini di Kementerian ATR/BPN

Bersuarakyat.online Medan – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyelenggarakan acara Peringatan Hari Kartini, di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (30/04). Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menyebut peran perempuan dalam sektor pertanahan dan tata ruang terus menunjukkan kontribusi yang signifikan. “Perempuan di Kementerian ATR/BPN bukan sekadar partisipan atau pegawai biasa, melainkan memiliki peran strategis sebagai penggerak pertanahan dan tata ruang,” ujar Sekjen ATR/BPN. Peran ini mencerminkan kontribusi vital perempuan dalam pelayanan publik serta pengelolaan pertanahan yang inklusif. Di saat yang sama, perempuan juga berperan sebagai pemersatu keberagaman yang dapat memperkuat persatuan dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang adil dan berkelanjutan. Saat ini, representasi perempuan di ATR/BPN mencapai 45% atau sebanyak 15.084 dari total 33.751 pegawai. Dari jumlah tersebut, 28% perempuan menduduki jabatan struktural (3.918 pegawai), sedangkan 47% lainnya berada pada jabatan pelaksana (sekitar 29.833 pegawai). “Fondasi perempuan kita sangat kuat, yakni 47%. Namun, ruang untuk bertumbuh ke posisi kepemimpinan yang saat ini berada di angka 28% menjadi tantangan sekaligus peluang dalam perjuangan emansipasi ke depan,” tutur Dalu Agung Darmawan. Dalam acara Peringatan Hari Kartini tahun 2026 yang diinisiasi oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kementerian ATR/BPN ini, Dalu Agung Darmawan mengingatkan agar seluruh jajaran, termasuk jajaran perempuan senantiasa menjaga kesehatan jasmani dan rohani. “Untuk menjadi penggerak pertanahan dan tata ruang, perempuan harus menjaga kesehatan sebagai fondasi utama,” pungkasnya. Untuk mendukung terwujudnya kesehatan jajaran, Sekretaris Dewan KORPRI Kementerian ATR/BPN, Hari Susiyanto melaporkan bahwa dalam kesempatan ini diadakan sosialisasi penyakit menular serta kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Di samping itu, tersedia juga layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan vaksinasi bagi peserta acara yang sudah mendaftar. Acara yang mengangkat tema “Perempuan sebagai Entitas Penjaga Peradaban dan Pemersatu Bangsa” ini ikuti oleh 107 jajaran perempuan Kementerian ATR/BPN. Sejalan dengan tema tersebut, Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Hariyadi Wibowo mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi para perempuan yang punya peran penting dalam keberlangsungan generasi penerus. “Perempuan tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental agar dapat dikatakan sehat secara utuh,” pungkasnya. Peserta yang hadir dalam Peringatan Hari Kartini ini merupakan gabungan jajaran di lingkungan Kementerian ATR/BPN, serta sejumlah pegawai dari Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta. Turut hadir, Inspektur Jenderal (Irjen) ATR/BPN, Pudji Prasetijanto Hadi; Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi, Deni Santo; serta Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, PPAT, dan Mitra Kerja, Ana Anida. #Red

Read More

POLRES LABUHANBATU TAK BERNYALI UNTUK MELAKUKAN PENANGKAPAN TERHADAP NEDI GEMBONG NARKOBOY

Bersuarakyat.online Nama Ned alias Nedi (42Thn), warga Desa Gunung Selamat, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu,disebut sebut warga gembong Narkoba (Sabu) kini menjadi sorotan tajam bagi warga dan publik di tengah masyarakat . Ia terkait dengan maraknya peredaran Narkotika jenis sabu di wilayah tersebut , Polres Labuhanbatu tak bernyali di dalam melakukan penangkapan terhadap Nedi ( 42Thn) sebuah persoalan yang disebut warga kian menggerus ketenangan masyarakat desa dan mengancam masa depan generasi muda.(Anak bangsa) Sejumlah warga yang ditemui Jurnalis pada hari Minggu 3 May 2025 pukul 15.00wib untuk melakukan konfirmasi tentang Nedi Gembongan Sabu di desa Gunung selamat iya mengungkapkan keresahan yang semakin sulit dibendung. Mereka menilai aktivitas yang diduga berkaitan dengan Nedi bukanlah hal baru, melainkan telah berlangsung cukup lama. Yang paling mencolok, menurut mereka , adalah kesan bahwa pergerakan sosok tersebut seolah bebas tanpa hambatan . “berarti ,Mau dibilang apa lagi bang, seperti kebal hukum. Kami ini masyarakat kecil cuma bisa lihat dan khawatir. Takut juga bicara terlalu banyak,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (03/May/2026). Pernyataan serupa datang dari warga lainnya yang menggambarkan perubahan suasana desa dalam beberapa waktu terakhir. Desa Gunung Selamat yang sebelumnya dikenal relatif aman dan tenang, kini disebut mulai dibayangi oleh aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran Narkoboy. Orang tua di desa tersebut mengaku semakin cemas terhadap pergaulan anak-anak mereka. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan peredaran Narkotika, khususnya sabu, dinilai memiliki dampak destruktif yang cepat dan luas. “Kami takut anak-anak kami ikut terjerumus. Sekarang ini pergaulan sudah susah dikontrol. Kalau memang benar ada peredaran seperti itu, harus segera dihentikan,” ungkap seorang ibu rumah tangga dengan nada gelisah , Keresahan ini tidak hanya bergema di kalangan masyarakat umum. Suara kritis juga datang dari kalangan pemuda dan mahasiswa. Idris Siregar, seorang mahasiswa yang mengaku aktif mengamati persoalan sosial di daerahnya, menegaskan pentingnya respons cepat dari aparat penegak hukum Jangan tak bernyali dalam melakukan penangkapan terhadap Nedi . Menurutnya, jika dugaan yang beredar di tengah masyarakat memiliki dasar, maka tidak ada alasan bagi aparat untuk menunda tindakan. “Kalau ini benar, maka ini bukan lagi masalah kecil. Ini soal masa depan generasi muda. Kami minta aparat penegak hukum, khususnya di wilayah Bilah Hulu, segera bertindak tegas. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan,” Akhirnya melakukannya Pembakaran (Anarkis)terhadap pengedar Sabu yang ada di desa kami ini tegas Idris. Ia juga menambahkan bahwa pembiaran terhadap dugaan aktivitas ilegal seperti ini berpotensi memperburuk situasi sosial, sekaligus menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi penegak hukum. Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait dugaan yang menyeret nama Nedi. Belum ada konfirmasi, klarifikasi, maupun bantahan dari pihak yang bersangkutan. Oleh karena itu, seluruh informasi yang berkembang masih berada pada ranah dugaan dan keterangan warga. Meski demikian, tekanan publik terus menguat. Warga berharap aparat segera melakukan penyelidikan yang transparan dan profesional untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Lebih jauh, masyarakat menaruh harapan besar agar penegakan hukum dapat berjalan adil dan tidak tebang pilih. “Kami hanya ingin hukum benar-benar ditegakkan. Jangan sampai tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” kata seorang tokoh masyarakat setempat. Situasi ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum di wilayah Labuhanbatu. Di satu sisi, ada tuntutan masyarakat yang mendesak kejelasan dan tindakan nyata. Di sisi lain, diperlukan kehati-hatian agar proses hukum berjalan berdasarkan bukti yang kuat, bukan sekadar opini publik. Apakah dugaan “kebal hukum” yang dilekatkan oleh warga akan terbukti, atau justru terpatahkan oleh proses hukum yang transparan dan akuntabel—semuanya kini bergantung pada langkah aparat ke depan.   Penulis : *** DR.Rangkuti ***

Read More