Bersuarakyat.id, LABUHANBATU – Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuhanbatu menjadi bukti kuat besarnya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan madrasah tersebut. Namun di balik capaian prestasi yang terus meningkat, MAN Labuhanbatu kini menghadapi persoalan mendasar berupa keterbatasan ruang kelas yang menyebabkan ratusan calon siswa setiap tahun gagal diterima. Berdasarkan data pihak sekolah, jumlah pendaftar MAN Labuhanbatu setiap tahun mencapai sekitar 1.000 calon siswa. Sementara daya tampung yang tersedia hanya sekitar 280 siswa baru. Kondisi itu membuat sekitar 500 hingga 700 calon peserta didik terpaksa mencari sekolah lain karena keterbatasan fasilitas belajar. Situasi tersebut memunculkan harapan besar dari masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan perhatian serius terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut. “Sangat disayangkan banyak anak-anak Labuhanbatu tidak bisa masuk ke MAN bukan karena mereka tidak mampu bersaing, tetapi karena kapasitas sekolah yang terbatas,” ujar seorang warga Labuhanbatu, Kasiro, Rabu (7/5/2026). Ia berharap pemerintah dapat membantu pengadaan lahan tambahan untuk mendukung pembangunan ruang belajar baru. “Kalau ada aset tanah pemerintah di sekitar sekolah yang belum dimanfaatkan, sebaiknya dapat dihibahkan satu hektar guna pembangunan ruang kelas baru agar dapat menampung lebih banyak siswa. Ini demi masa depan generasi muda Labuhanbatu,” katanya. Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN Labuhanbatu, Tapa Simbolon, S.Ag., membenarkan tingginya jumlah pendaftar setiap tahun. Menurutnya, pihak sekolah terpaksa melakukan seleksi ketat akibat keterbatasan sarana pendidikan. “Daya tampung kami hanya sekitar 280 siswa, sekitar 500 hingga 700 calon siswa terpaksa mencari sekolah lain karena keterbatasan kuota, Guna mendukung pembangunan ruang kelas baru, pihak sekolah telah mengajukan proposal permohonan hibah lahan kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, jelas Tapa. Sementara itu, Kepala MAN Labuhanbatu, Munir Nasution, S.Ag., M.Pd., mengatakan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan penambahan fasilitas sekolah telah disampaikan kepada Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu maupun Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara. “Alhamdulillah, hasil komunikasi yang dilakukan mendapat respons positif. Kementerian Agama menyampaikan akan berupaya membantu pembangunan apabila lahan tersedia. Semoga harapan masyarakat Labuhanbatu ini dapat terwujud,” ujar Munir saat ditemui di ruang kerjanya. Dati berita yang dihimpun MAN Labuhanbatu selama ini dikenal sebagai salah satu madrasah berprestasi di Sumatera Utara. Selain menanamkan nilai keimanan dan pembinaan karakter, sekolah tersebut juga konsisten melahirkan lulusan berprestasi yang diterima di berbagai perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi keagamaan negeri ternama di Indonesia. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 98 siswa MAN Labuhanbatu berhasil lulus ke berbagai perguruan tinggi negeri. Sebelumnya, pada 2022, sebanyak 143 siswa juga diterima di PTN dan PTKIN melalui berbagai jalur seleksi nasional. Tak hanya unggul di bidang akademik, MAN Labuhanbatu juga pernah meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, predikat tertinggi sekolah berbudaya lingkungan tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Saat ini sekolah tersebut juga terus berupaya menuju penghargaan Adiwiyata tingkat ASEAN. Capaian tersebut memperkuat posisi MAN Labuhanbatu sebagai salah satu madrasah unggulan yang dinilai memiliki daya saing tinggi, baik dari sisi prestasi akademik, pembinaan karakter, maupun budaya lingkungan sekolah. Besarnya animo masyarakat menjadi sinyal bahwa kebutuhan penambahan fasilitas pendidikan di MAN Labuhanbatu bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan nyata yang mendesak. Masyarakat berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada apresiasi prestasi, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret berupa penambahan lahan dan pembangunan ruang kelas baru agar lebih banyak putra-putri Labuhanbatu dapat memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.(Red).