Beriman Panjaitan, S.H., M.H. Dampingi Naga Tutur Dalam Agenda Cek TKP penyidik Polres Labuhanbatu

LABUHANBATU – BERSUARAKYAT.ONLINE, Penyidik Polres Labuhanbatu menggelar rekonstruksi dan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) Negeri Lama 1 PT Hari Sawit Jaya (HSJ), Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (29/08/2026). Agenda ini dilaksanakan guna menyelidiki laporan dugaan penganiayaan dengan nomor STTLP/B/902/VI/2026/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 23 Juni 2026. Dalam proses olah TKP tersebut, pihak kepolisian mengundang sebanyak 15 orang yang terdiri dari pihak pelapor, terlapor, serta para saksi untuk mengumpulkan keterangan dan mencari alat bukti secara berimbang di lokasi kejadian.  Kronologi Pemicu Ketegangan di PMKS PT HSJPerkara hukum ini berawal dari insiden yang terjadi di area operasional pabrik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang toke sawit berinisial MS (55) datang ke PMKS PT HSJ untuk menjual Tandan Buah Segar (TBS). Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas pabrik, buah sawit milik MS dinyatakan tidak memenuhi spesifikasi dan standar kualitas (SOP) yang ditetapkan perusahaan sehingga ditolak. Diduga tidak menerima keputusan tersebut, MS yang datang bersama sejumlah orang beratribut organisasi masyarakat (ormas) kemudian melintangkan truknya di jalur antrean kendaraan. Tindakan ini menyebabkan antrean kendaraan mengular panjang dan menghentikan total aktivitas penimbangan serta pembongkaran TBS di pabrik. Melihat situasi yang semakin memanas, tokoh masyarakat setempat, Josman Sinaga, S.E. alias Naga Tutur (NT), datang ke lokasi untuk meredam ketegangan. Setelah terjadi adu argumentasi antara Josman dan MS, situasi akhirnya berhasil dikendalikan dan operasional pabrik kembali berjalan normal. Tuduhan Medsos dan Pembelaan Hukum TerlaporPasca-kejadian, beredar isu liar di media sosial yang menuduh Josman Sinaga melakukan penganiayaan dan membawa senjata tajam. Imbas dari narasi tersebut, MS melayangkan laporan polisi ke Polres Labuhanbatu atas dugaan penganiayaan. Mendampingi kliennya saat cek TKP, Beriman Panjaitan, S.H., M.H., selaku pimpinan Kantor Hukum Beriman Panjaitan dan Rekan sekaligus Direktur LBH IPK Labuhanbatu, membantah keras tuduhan pemukulan tersebut. “Klien kami, Josman Sinaga, dengan tegas membantah telah melakukan pemukulan maupun penganiayaan. Kehadirannya murni untuk menenangkan keadaan karena truk pelapor melintang dan menghambat para sopir lain yang sudah lama mengantre,” ujar Beriman kepada wartawan. Desak Penyidik Periksa Rekaman Video dan Junjung Praduga Tak Bersalah Beriman menegaskan bahwa laporan polisi bukanlah sebuah vonis bersalah. Ia meminta masyarakat untuk menghormati asas praduga tak bersalah dan tidak membangun opini sepihak sebelum seluruh fakta diuji secara hukum. “Setiap kejadian memiliki rangkaian sebab dan akibat. Kita tidak bisa hanya melihat bagian akhir dari suatu peristiwa, melainkan harus melihat pemicu awalnya secara utuh,” tambahnya. Demi transparansi kasus, tim kuasa hukum mendesak penyidik Polres Labuhanbatu untuk memeriksa seluruh alat bukti secara objektif, termasuk rekaman video yang beredar dan saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Pihak kuasa hukum juga menyatakan rasa percaya penuh terhadap profesionalisme penyidik Polres Labuhanbatu dalam menangani perkara ini agar menjadi terang benderang berdasarkan hukum yang berlaku. Hingga berita ini diturunkan, pihak pelapor (MS) belum memberikan keterangan resmi terkait agenda cek TKP maupun pembelaan yang disampaikan oleh pihak terlapor. Josman Sinaga dalam agenda Rekonstruksi cek TKP membantah semua tuduhan Pelapor MS dan MS tidak mampu membuktikan apa yg dituduhkan atau dilaporkan nya. (Red)

Read More

REKONSTRUKSI BONGKAR VERSI LAIN: JS BANTAH ANIAYA MS, DIDUGA KERIBUTAN DIPICU TRUK MELINTANG DAN MASSA

Bersuarakyat.online Labuhanbatu- Rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan MS digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tepatnya di Kantor Manajer PT H, Sabtu (29/8/2026). Dalam rekonstruksi tersebut,JS selaku terlapor membantah keras tuduhan telah melakukan pemukulan maupun penganiayaan terhadap MS. JS justru menunjukkan rangkaian kejadian yang menurut keterangannya menjadi awal mula terjadinya keributan di lokasi.     Versi JS, persoalan diduga bermula ketika MS datang ke lokasi dengan membawa sejumlah massa. MS juga diduga melintangkan truknya sehingga kendaraan lain tidak dapat melintas dan mengakibatkan antrean kendaraan menjadi panjang. Kondisi tersebut kemudian diduga memancing emosi para sopir yang telah lama berada dalam antrean. Para sopir selanjutnya menghubungi JS agar datang ke lokasi karena situasi mulai memanas. JS menegaskan bahwa kedatangannya bukan untuk melakukan kekerasan terhadap MS, melainkan karena mendapat informasi adanya keributan yang terjadi di lokasi.   “Saya datang karena mendapat informasi terjadi keributan. Saya membantah melakukan pemukulan atau penganiayaan terhadap MS. Rekonstruksi ini penting untuk melihat secara jelas bagaimana peristiwa sebenarnya terjadi,” ujar JS. JS MINTA PENYIDIK UJI SELURUH FAKTA ; JS berharap penyidik tidak hanya berpatokan pada laporan pelapor, tetapi menguji seluruh rangkaian peristiwa secara objektif. Menurutnya, keterangan para sopir yang berada di lokasi, saksi-saksi, posisi kendaraan, rekaman CCTV apabila tersedia, serta bukti-bukti lainnya perlu diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui siapa yang terlebih dahulu memicu keributan. Jangan sampai seseorang langsung dianggap bersalah hanya karena adanya laporan. Semua harus diuji berdasarkan fakta dan alat bukti. Saya siap mengikuti proses hukum dan memberikan keterangan yang sebenarnya,” tegas JS. Dari perspektif pembelaan JS, rekontruksi tersebut menjadi kesempatan penting untuk menguji apakah dugaan pemukulan dan penganiayaan sebagaimana dilaporkan MS benar-benar terjadi atau justru terdapat rangkaian peristiwa lain yang mendahuluinya. Adapun dugaan MS membawa massa dan melintangkan truk hingga memicu kemarahan para sopir merupakan keterangan dari pihak JS yang masih harus dibuktikan secara hukum melalui pemeriksaan saksi dan alat bukti. PRADUGA TAK BERSALAH HARUS DIKEDepANKAN ; Pihak JS meminta agar proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, objektif dan berimbang. Sebab, laporan polisi merupakan pintu masuk pemeriksaan, bukan dengan sendirinya membuktikan seseorang bersalah. Rekonstruksi diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai peristiwa di TKP serta membantu penyidik menemukan fakta material yang sebenarnya. JS juga menyatakan siap menghadapi seluruh proses pemeriksaan dan menyerahkan pembuktian kepada penyidik berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Di sisi lain, MS sebagai pelapor tetap memiliki hak untuk menyampaikan keterangan dan bukti versinya. Karena proses hukum masih berjalan, kebenaran akhir mengenai dugaan penganiayaan tersebut sepenuhnya bergantung pada hasil penyidikan dan alat bukti yang sah. Kini publik menunggu: apakah rekontruksi mampu membuka fakta sebenarnya di balik laporan dugaan penganiayaan tersebut, atau justru ditemukan rangkaian kejadian yang berbeda dari apa yang selama ini dilaporkan? #AJN

Read More

REKONSTRUKSI BONGKAR VERSI LAIN: JS BANTAH ANIAYA MS, DIDUGA KERIBUTAN DIPICU TRUK MELINTANG DAN MASSA

  Labuhanbatu – Bersuarakyat.online   — Rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan **MS** digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tepatnya di Kantor Manajer PT HSJ (Sabtu,29/8/2026).   Dalam rekonstruksi tersebut, JS selaku terlapor membantah keras tuduhan telah melakukan pemukulan maupun penganiayaan terhadap MS. JS justru menunjukkan rangkaian kejadian yang menurut keterangannya menjadi awal mula terjadinya keributan di lokasi. Dalam Keterangan Versi JS, persoalan diduga bermula ketika MS datang ke lokasi dengan membawa sejumlah massa. MS juga diduga melintangkan truknya sehingga kendaraan lain tidak dapat melintas dan mengakibatkan antrean kendaraan menjadi panjang.   Kondisi tersebut kemudian diduga memancing emosi para sopir yang telah lama berada dalam antrean. Para sopir selanjutnya menghubungi JS agar datang ke lokasi karena situasi mulai memanas. JS menegaskan bahwa kedatangannya bukan untuk melakukan kekerasan terhadap MS, melainkan karena mendapat informasi adanya keributan yang terjadi di lokasi.   Saya datang karena mendapat informasi terjadi keributan. Saya membantah melakukan pemukulan atau penganiayaan terhadap MS. Rekonstruksi ini penting untuk melihat secara jelas bagaimana peristiwa sebenarnya terjadi,”** ujar JS. JS berharap penyidik tidak hanya berpatokan pada laporan pelapor, tetapi menguji seluruh rangkaian peristiwa secara objektif.   Menurutnya, keterangan para sopir yang berada di lokasi, saksi-saksi, posisi kendaraan, rekaman CCTV apabila tersedia, serta bukti-bukti lainnya perlu diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui siapa yang terlebih dahulu memicu keributan. *Jangan sampai seseorang langsung dianggap bersalah hanya karena adanya laporan. Semua harus diuji berdasarkan fakta dan alat bukti. Saya siap mengikuti proses hukum dan memberikan keterangan yang sebenarnya,”** tegas JS.   Dari perspektif pembelaan JS, rekontruksi tersebut menjadi kesempatan penting untuk menguji apakah dugaan pemukulan dan penganiayaan sebagaimana dilaporkan MS benar-benar terjadi atau justru terdapat rangkaian peristiwa lain yang mendahuluinya.   Adapun dugaan MS membawa massa dan melintangkan truk hingga memicu kemarahan para sopir merupakan **keterangan dari pihak JS yang masih harus dibuktikan secara hukum** melalui pemeriksaan saksi dan alat bukti. JS meminta agar proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, objektif dan berimbang. Sebab, laporan polisi merupakan pintu masuk pemeriksaan, bukan dengan sendirinya membuktikan seseorang bersalah.   Rekonstruksi diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai peristiwa di TKP serta membantu penyidik menemukan fakta material yang sebenarnya.   JS juga menyatakan siap menghadapi seluruh proses pemeriksaan dan menyerahkan pembuktian kepada penyidik berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.   Di sisi lain, **MS sebagai pelapor tetap memiliki hak untuk menyampaikan keterangan dan bukti versinya**. Karena proses hukum masih berjalan, kebenaran akhir mengenai dugaan penganiayaan tersebut sepenuhnya bergantung pada hasil penyidikan dan alat bukti yang sah.   Kini publik menunggu: apakah rekontruksi mampu membuka fakta sebenarnya di balik laporan dugaan penganiayaan tersebut, atau justru ditemukan rangkaian kejadian yang berbeda dari apa yang selama ini dilaporkan.   Red

Read More

Jadwal Petugas Upacara Kelas 8 Senin 31 Agustus 2026, Latihan Dilaksanakan Sabtu Pagi

Bersuarakyat.online JAKARTA- Upacara bendera hari Senin, 31 Agustus 2026 mendatang akan dipimpin oleh siswa-siswi kelas 8. Seluruh petugas yang ditunjuk diwajibkan mengikuti latihan upacara pada hari Sabtu pagi. Berdasarkan pengumuman, latihan upacara akan dilaksanakan pada *Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB* di lingkungan sekolah. Kehadiran seluruh petugas sangat diharapkan demi kelancaran pelaksanaan upacara. Berikut susunan petugas upacara Kelas 8 untuk Senin, 31 Agustus 2026: *SUSUNAN PETUGAS UPACARA* 1. *Pemimpin Upacara* : Diki 2. *Pengibar Bendera* : Avika, Nabila, Diana 3. *Pembaca Pancasila* : Tasya 4. *Pembaca UUD 1945* : Samudra 5. *MC / Protokol* : Anjani 6. *Pembaca Doa* : Wibi 7. *Pemimpin Barisan Kanan* : Hilal 8. *Pembaca Ikrar* : Azka Pihak sekolah mengingatkan agar seluruh petugas mempersiapkan diri dengan baik dan datang lebih awal saat hari pelaksanaan. “Untuk yang bertugas upacara hari Senin tanggal 31 Agustus, besok hari Sabtu datang ke sekolah untuk Latihan Upacara jam 8 pagi,” demikian isi pemberitahuan yang disampaikan. Upacara bendera rutin setiap hari Senin merupakan kegiatan wajib untuk menanamkan nilai nasionalisme dan kedisiplinan kepada peserta didik.   # Penulis: Ilham

Read More

Walimatul Khitan Muhammad Fairus Al Adhimi Berlangsung Khidmat, Puluhan Anak Yatim Dapat Santunan

Bersuarakyat.online ACEH TIMUR — Keluarga besar Mauzir dan Elvi Zahara menggelar acara Walimatul Khitan putra mereka, Muhammad Fairus Al Adhimi, yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Idi Cut, Lorong SMA Darul Aman. Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan nuansa keagamaan. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas terlaksananya khitanan Muhammad Fairus Al Adhimi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat silaturahmi dengan keluarga, masyarakat, dan para tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar Mauzir dan Elvi Zahara juga menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim. Pemberian santunan tersebut menjadi salah satu bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap anak-anak yatim. Kegiatan sosial itu diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi para penerima santunan. Keluarga besar Mauzir dan Elvi Zahara menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga, kerabat, masyarakat serta para tamu undangan yang telah hadir dan memberikan doa restu untuk Muhammad Fairus Al Adhimi. Semoga rangkaian kegiatan Walimatul Khitan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan santunan anak yatim tersebut mendapat keberkahan serta menjadi amal kebaikan bagi keluarga dan seluruh pihak yang terlibat. “Semoga Muhammad Fairus Al Adhimi tumbuh menjadi anak yang sehat, saleh, berbakti kepada kedua orang tua, serta berguna bagi agama, bangsa dan masyarakat. Aamiin.” #Hsb

Read More

Nazwa Raina Bawa Pulang Juara 2 Lomba Mewarnai Spesial Kemerdekaan Happy Land Rantauprapat

  Bersuarakyat.online – Labuhanbatu – Lomba mewarnai dalam rangkaian acara Spesial Kemerdekaan oleh Happy Land Rantauprapat digelar di Suzuya Mall Rantauprapat (Sabtu,29/08/2026)   Lomba ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengasah bakat mereka sejak dini Kompetisi yang diikuti anak anak dengan kategori kelas 2 sampai kelas 4 Sekolah Dasar, dan melalui proses penilaian, panitia menetapkan para pemenang dari masing-masing kategori. Orang tua Nazwa Raina, Royani Rawi menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba mewarnai menjadi sarana yang baik untuk membantu anak mengembangkan bakat dan kreativitas sejak dini. Red

Read More

JUMA’T BERKAH KETUA DPC GRIB LABUHANBATU ADAKAN SANTUNAN SEMBKO TERHADAP PANTI ASUHAN TUNAS HARAPAN

Bersuarakyat.online Labuhanbatu- Anak panti asuhan tunas harapan menerima Santunan Sembako dari Grib Jaya Labuhanbatu yang di laksanakan ketua Grib jaya DPC Labuhanbatu , Ahmad Putra Lubis pada hari Jum’at tanggal 28 Agustus 2026 tepat pukul 13.15wib di ruangan Aula serbaguna Panti asuhan Tunas harapan Lingkungan Ujung Bandar Kelurahan Ujung Bandar Kecamatan Rantau Selatan kabupaten Labuhantu Provinsi Sumatra Utara. Ketika Jurnalis Bersuara Rakyat Online melakukan konfirmasi terhadap Ketua DPC Grib Jaya Labuhanbatu Ahmad Putra Lubis tentang kegiatan Pemberian Santunan dan Jum’at berkah iya mengatankan ,Semua ini adalah Niat hati saya untuk memberi Makan terhadap Anak Panti asuhan Tunas harapan sambil memberikan Santunan Sembako , karena ini adalah amal kebaikan saya untuk dunia akhirat , oleh karena itu ,Setiap kita mempunyai Rezki itu adalah milik mereka sekian persen yang kita miliki. Ungkapnya. Di tempat yang sama Jurnalis Bersuara Rakyat Online juga melakukan konfirmasi terhadap salah satu anak panti asuhan tunas harapan yang tidak mau di publikasikan Namanya dengan mengatankan saya mewakili teman-teman panti asuhan tunas harapan Labuhanbatu , mengucap trimakasih kepada Ketua Grib Jaya Labuhanbatu Ahmad Putra Lubis ,semoga atas pemberian Santunan Sembako dan Jum’at berkah ini ,membuat amal kebaikan Dunia akhirat dan di berikan Rezki yang berlipat ganda juga Semua keluarga Selalu Sehat di jahui dari Segala malapetaka Amin. Di tambahkan nya lagi Saya dan teman-teman Panti asuhan ini mendoakan DPC Grib Jaya Labuhanbatu yang Bapak pimpin Semangkin Sukses dan selalu di Gemari Masyarakat Labuhanbatu Pungkasnya.   Penulis : *** DR.Rangkuti / Sukiman ***

Read More