Rakyat Indonesia membutuhkan ketahanan pangan dan pendidikan yang bukan hanya teoritis akan tetapi mengutamakan praktek/skill yang melahirkan berbagai ahli
Bersuarakyat.online – Labuhanbatu Kebutuhan akan ketahanan pangan dan pendidikan berbasis keahlian praktis merupakan pilar yang sangat penting untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap) menuju Indonesia Emas. Hal itu disampaikan Tokoh Akademisi Labuhanbatu Raya Nimrot Siahaan,SH. MH di Acara Cofffe Morning Kepada Awak Media ( Sabtu,3/10/2026), Rakyat butuh ketahanan pangan dan pendidikan yang bukan hanya teoritis Tapi mengutamakan praktek/skill yang melahirkan berbagai keahlian di berbagai sektor. Ketika kedua sektor ini harus disinergikan, Indonesia tidak hanya mampu memberi makan rakyatnya secara mandiri, tetapi juga melahirkan generasi ahli yang siap mengeksekusi inovasi di berbagai bidang. Lulusan tidak hanya memegang ijazah, tetapi juga sertifikasi keahlian yang diakui secara nasional Pendidikan yang teoritis sering kali menciptakan pengangguran terdidik karena adanya kesenjangan antara apa yang diajarkan di kelas dengan kebutuhan industri. Merubah pandangan bertani itu miskin dan kotor dengan jalan pendidikan berbasis skill, generasi muda dididik menjadi pengusaha tani yang memanfaatkan drone untuk pemupukan, sensor melihat kelembaban tanah, dan kecerdasan buatan untuk prediksi panen. Salah satu masalah terbesar Indonesia adalah tingginya angka kehilangan hasil pangan akibat penanganan pascapanen yang buruk sehingga butuh ahli di bidang logistik rantai dingin (cold chain Management), pengolahan makanan, dan pengemasan yang maju dan modern serta Membutuhkan ahli bioteknologi dan pemuliaan tanaman yang mampu menciptakan varietas unggul yang tahan terhadap perubahan iklim ekstrem yang ada, tutup Nimrot. Red