HT Milwan Ingatkan Pelajar Pangkatan: Sekali Terjerumus, Cita-Cita Bisa Pupus
Bersuarakyat.Online LABUHANBATU — Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HT Milwan, meminta pelajar SMK Negeri 1 Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, tidak memberi ruang bagi narkotika dalam kehidupan mereka. Ia mengingatkan, masa depan pelajar dapat rusak ketika pendidikan dikalahkan oleh pergaulan yang salah. Pesan itu disampaikan HT Milwan saat menggelar sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di SMK Negeri 1 Pangkatan, Kamis (8/8). Dalam kegiatan tersebut, HT Milwan menghadirkan Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si., untuk memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus membuka wawasan siswa mengenai pendidikan dan peluang melanjutkan studi. HT Milwan menempatkan pelajar sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Ia meminta siswa memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mengejar prestasi. “Teruslah giat belajar dengan sungguh-sungguh agar apa yang kalian cita-citakan dapat tercapai. Hormati orang tua, bapak dan ibu guru, serta orang yang lebih tua,” kata HT Milwan. Ia juga mengingatkan siswa agar tidak mengabaikan peran keluarga. Menurut dia, dukungan dan doa orang tua merupakan bagian penting dalam perjalanan pendidikan seorang anak. Kepala Sekolah: Jangan Coba-coba Kepala SMK Negeri 1 Pangkatan, Asmida Wati, M.Pd., mengapresiasi sosialisasi tersebut. Ia menilai edukasi mengenai narkoba penting diberikan kepada siswa sebagai langkah pencegahan. Asmida meminta anak didiknya tidak mencoba narkoba, termasuk karena rasa ingin tahu atau ajakan teman. “Jangan pernah mendekati narkoba dan jangan mencari tahu tentang narkoba. Sekali mencoba bisa menjadi kebiasaan,” ujar Asmida. Ia mengingatkan penyalahgunaan narkoba memiliki konsekuensi luas. Selain risiko terhadap kesehatan, persoalan tersebut dapat berujung pada masalah hukum dan mengganggu masa depan pendidikan siswa. Asmida kemudian meminta peserta mengikuti materi dengan serius dan mengambil pengetahuan yang dapat digunakan untuk melindungi diri. Pendidikan Bukan Hanya Jalan ke Dunia Kerja Dr. Faisal Andri Mahrawa dalam pemaparannya mengingatkan siswa SMK tidak boleh membatasi cita-cita hanya pada dunia kerja. Ia menyebut lima siswa SMK Negeri 1 Pangkatan telah diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi. Capaian tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa lulusan SMK juga memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Fungsional SMK memang dipersiapkan untuk bekerja. Tetapi bukan berarti lulusan SMK tidak memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Faisal. Ia meminta siswa mengenali minat dan bakat sebelum menentukan jurusan maupun perguruan tinggi. Kesalahan memilih bidang pendidikan, menurut dia, dapat membuat potensi siswa tidak berkembang secara maksimal. Faisal juga mendorong siswa memanfaatkan telepon seluler untuk hal produktif. Informasi mengenai perguruan tinggi, beasiswa, pelatihan, dan peluang pengembangan diri dapat diakses melalui teknologi. Ia membagikan pengalamannya memperoleh tiga beasiswa selama menempuh pendidikan. “Berbagai program beasiswa bisa kalian dapatkan. Saya waktu kuliah mendapat tiga beasiswa. Kalian juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama jika mempersiapkan diri,” ujarnya. Pergaulan Menjadi Titik Rawan Faisal menilai lingkungan pergaulan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan pelajar. Karena itu, ia meminta siswa selektif memilih teman. “Carilah teman yang saling memotivasi untuk meraih prestasi. Kalau ada teman mengajak menggunakan narkoba, harus tegas mengatakan tidak,” kata Faisal. Ia juga meminta siswa tidak bersikap pasif ketika mengetahui temannya mulai terpengaruh narkoba. Persoalan tersebut dapat disampaikan kepada orang tua atau guru bimbingan konseling agar mendapatkan penanganan yang tepat. Menurut Faisal, pencegahan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Keluarga dan sekolah memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mampu melindungi pelajar dari penyalahgunaan narkotika. Ia menggambarkan dampak sosial narkoba dengan perumpamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. “Dulu yang hilang ember buruk, sekarang ember bagus pun hilang. Dulu kunci pagar yang hilang, sekarang pagarnya pun ikut hilang,” ujarnya. Faisal kemudian menegaskan bahwa narkoba dapat menjadi ancaman serius terhadap cita-cita pelajar. “Jangan dekati narkoba. Tidak ada artinya cita-cita setinggi langit kalau kita memakai narkoba. Harapan itu bisa pupus,” katanya. Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif antara Faisal dan para siswa. Pertanyaan yang muncul antara lain mengenai cara menghadapi pengaruh lingkungan, bahaya narkoba, peluang memperoleh beasiswa, serta strategi mempertahankan semangat belajar. Sosialisasi tersebut tidak hanya menekankan aspek pencegahan narkoba, tetapi juga mendorong siswa membangun masa depan melalui pendidikan, prestasi, dan lingkungan pergaulan yang sehat.(Red)