Polres Labuhanbatu Serahkan 100 Bibit Pohon Kepada Panitia konser amal HARMONI KELUARGA UNTUK ALAM HKBP LOBUSONA untuk Korban Banjir di Tapanuli Tengah

LABUHANBATU, Bersuarakyat.online – Kepolisian Resort (Polres) Labuhanbatu menyerahkan 100 batang bibit pohon kepada panitia Konser Amal HARMONI KELUARGA UNTUK ALAM – HKBP LOBUSONA sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Tengah. Penyerahan bibit pohon tersebut berlangsung saat audiensi panitia konser yang dipimpin Agus Bukit, serta didampingi Pendeta D. Simangunsong M.Th, di Mako Polres Labuhanbatu, Kamis (22/10/2026). Kedatangan rombongan panitia disambut langsung oleh Wakapolres Labuhanbatu P. Simbolon bersama Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) serta Kepala Unit Intelkam Polres Labuhanbatu. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Unit Intelkam Polres Labuhanbatu. Dalam kesempatan itu, Wakapolres P. Simbolon menyerahkan secara simbolis 100 batang bibit pohon yang selanjutnya direncanakan untuk ditanam di wilayah terdampak banjir di Tapanuli Tengah. Konser bertajuk Harmoni Keluarga untuk Alam merupakan bentuk kepedulian jemaat Gereja HKBP Lobusona Resort Nauli Rantauprapat, terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Tengah. Melalui kegiatan tersebut, panitia berupaya membangun solidaritas dan mengajak berbagai pihak untuk turut berkontribusi dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana. Penyerahan bibit pohon oleh Polres Labuhanbatu menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap gerakan kemanusiaan tersebut. Selain sebagai bantuan untuk kegiatan penanaman kembali, langkah ini juga membawa pesan tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Dukungan Polres Labuhanbatu terhadap kegiatan ini menunjukkan adanya ruang kolaborasi antara Gereja dan kepolisian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat pelayanan Polri yang mengedepankan kedekatan dan kerja sama dengan masyarakat. Melalui konser amal Harmoni Keluarga untuk Alam, jemaat HKBP Lobusona Resort Nauli Rantauprapat berharap kepedulian terhadap korban bencana dapat terus tumbuh, sekaligus mendorong semakin banyak pihak untuk terlibat dalam aksi kemanusiaan dan pelestarian lingkungan. Bantuan 100 bibit pohon itu diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan lingkungan di wilayah terdampak banjir bandang di Tapanuli Tengah serta menjadi simbol solidaritas bagi masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari bencana. (Red/SLH)

Read More

Mukhlis Disyahadatkan Kembali oleh MP Aceh Timur, Baitul Mal Siap Bantu Rehab Rumah

Bersuarakyat.online ACEH TIMUR – Mukhlis (30), warga Gampong Bantayan, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, yang sempat viral di media sosial akibat ucapannya yang menyatakan keluar dari agama Islam, kembali mengucapkan dua kalimat syahadat dengan bimbingan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Timur, Senin (12/10/2026). Prosesi tersebut berlangsung di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah Zubir Mahmud (RSUDZM) Idi, disaksikan langsung oleh Ketua Baitul Mal Aceh Timur, Tgk. Rizalhadi, Camat Nurussalam, unsur Muspika Plus, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat yang datang menjenguk Mukhlis. Kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan dukungan moral dan keagamaan, tetapi juga untuk melihat langsung kondisi Mukhlis yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi dan diduga mengalami gangguan kesehatan mental. MPU dan Muspika Tinjau Kondisi Tempat Tinggal Mukhlis Sebelum menjenguk Mukhlis di RSUDZM Idi, Ketua MPU dan Ketua Baitul Mal Aceh Timur bersama rombongan terlebih dahulu meninjau tempat tinggal Mukhlis di Gampong Bantayan. Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat secara langsung kondisi rumah Mukhlis yang memprihatinkan dan dinilai tidak layak huni. Meski Mukhlis tidak berada di rumah karena sedang menjalani perawatan medis, kunjungan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi kehidupan yang selama ini dijalaninya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Nurussalam, Kapolsek beserta jajaran, termasuk Kanit Intel, anggota Koramil, Ketua dan Sekretaris HUDA Kecamatan Nurussalam, Ketua APDESI Kecamatan Nurussalam, Bendahara APDESI Kabupaten Aceh Timur, Sekretaris MAA, geuchik dan imum Gampong Bantayan, perangkat gampong, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat. Sebelum melakukan peninjauan, rombongan terlebih dahulu mengadakan pertemuan untuk menghimpun informasi mengenai latar belakang kehidupan Mukhlis. Langkah ini dilakukan agar upaya bantuan yang direncanakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sebenarnya. Perjalanan Hidup Mukhlis yang Penuh Keprihatinan Berdasarkan keterangan Imum Gampong Bantayan, Syarif Hidayat, Mukhlis lahir dan dibesarkan di Gampong Bantayan. Kedua orang tuanya bercerai ketika ia masih kecil sehingga pendidikannya hanya sampai kelas II sekolah dasar. Sejak kecil, Mukhlis tinggal bersama neneknya yang hidup dalam kondisi ekonomi sangat terbatas. Setelah nenek dan ayahnya, Zakaria, meninggal dunia, kehidupannya semakin sulit. Ia harus menjalani kehidupan dengan dukungan keluarga yang terbatas, sementara kakaknya, Satri, telah berkeluarga. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah gampong dan para tokoh masyarakat yang berharap Mukhlis mendapatkan pendampingan serta bantuan agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Menurut keterangan Geuchik Gampong Bantayan, ucapan Mukhlis yang dinilai menyimpang pernah terjadi beberapa kali sebelumnya, tetapi baru kali ini menjadi viral di media sosial. Pihak gampong menduga persoalan yang dialami Mukhlis tidak dapat dilihat hanya dari sisi ucapan yang bersangkutan, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis, tekanan hidup, dan kesulitan ekonomi yang dihadapinya. Selain itu, Mukhlis diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes melitus (DM) dengan kadar gula darah yang dilaporkan pernah mencapai angka 400. Kondisi kesehatannya tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan medis yang memadai. Meski demikian, kondisi psikologis Mukhlis perlu dinilai oleh tenaga kesehatan profesional agar ia memperoleh penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya. Baitul Mal Siapkan Bantuan Rehab Rumah dan Modal Usaha Dalam kunjungan tersebut, Ketua Baitul Mal Aceh Timur, Tgk. Rizalhadi, menyatakan perhatian terhadap kondisi kehidupan Mukhlis, khususnya tempat tinggalnya yang tidak layak huni. Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Group PWDPI Aceh, Baitul Mal Aceh Timur berencana membantu upaya rehabilitasi rumah Mukhlis setelah menerima data dan dokumen pendukung yang konkret dari pemerintah gampong dan pihak kecamatan. Selain bantuan perbaikan rumah, Mukhlis juga direncanakan mendapatkan dukungan modal usaha setelah menyelesaikan perawatan kesehatan dan dinilai siap menjalankan usaha secara mandiri. Rencana bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membantu Mukhlis memperbaiki kondisi kehidupannya, mengurangi beban ekonomi, serta membuka peluang untuk menjalani kehidupan yang lebih layak. Dalam kesempatan itu, turut disampaikan rencana kunjungan Ketua Baitul Mal Aceh setelah kembali dari Jakarta guna melihat langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Kepedulian Bersama untuk Membantu Mukhlis Kunjungan Ketua MPU, Ketua Baitul Mal, unsur Muspika Plus Kecamatan Nurussalam, pemerintah gampong, serta para tokoh agama dan masyarakat menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi Mukhlis. Masyarakat berharap perhatian tersebut tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi berlanjut dalam bentuk pendampingan kesehatan, dukungan sosial, perbaikan tempat tinggal, serta pemberdayaan ekonomi. Mukhlis merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama. Dengan penanganan medis yang tepat, pendampingan psikologis, serta bantuan sosial yang sesuai kebutuhan, diharapkan ia dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik dan bermartabat. Media Group PWDPI Aceh akan terus memantau perkembangan kondisi Mukhlis dan realisasi bantuan yang direncanakan oleh pihak terkait. #Hsb

Read More

Dihadiri Bupati Maya Hasmita, PPTSB Labuhanbatu Gelar Rakercab dan Syukuran Periode 2026-2030

RANTAUPRAPAT, Bersuarakyat.online – Parsadaan Pomparan Toga Sinaga (PPTSB) Cabang Labuhanbatu sukses menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) perdana sekaligus syukuran atas terbentuknya kepengurusan periode 2026-2030. Kegiatan yang diikuti oleh 36 sektor ini berlangsung aman, tertib, dan lancar di Hall Hotel Permata Land, Jalan A. Yani Rantauprapat, Jumat (9/10/2026). Acara bernuansa kekeluargaan dan adat ini dihadiri langsung oleh Bupati Labuhanbatu, Hj. Maya Hasmita. Kehadiran orang nomor satu di Labuhanbatu ini didampingi oleh Pj. Sekretaris Daerah (Sekda), Para Asisten, Staf Ahli Bupati, serta jajaran Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Labuhanbatu. Selain jajaran pemerintahan, hadir pula perwakilan DPC GAMKI Labuhanbatu, Kepala BPJS Labuhanbatu, pimpinan Ganesha Operation, serta ratusan warga marga Sinaga dari berbagai sektor se-Kabupaten Labuhanbatu. Dalam pidatonya, Bupati Labuhanbatu Hj. Maya Hasmita memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Rakercab PPTSB ini. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi. “Budaya kita yang sudah kita bangun turun-temurun ini jangan sampai hilang. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi Rakercab ini sebagai upaya nyata agar tetap mempertahankan kebudayaan PPTSB di Labuhanbatu,” ujar Bupati. Lebih lanjut, Bupati Maya Hasmita menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu siap mendukung penuh setiap program kerja positif yang akan dilaksanakan oleh pengurus PPTSB demi kemajuan daerah. Sementara itu, Ketua PPTSB Cabang Labuhanbatu periode 2026-2030, Lain Adi Makmur Sinaga, S.H., dalam pidato penutupannya menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh jajaran pengurus yang baru terbentuk. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab organisasi adalah hal utama yang harus dijunjung tinggi. “Jabatan dalam suatu organisasi bukanlah sekadar kehormatan yang patut dibanggakan, melainkan sebuah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata,” tegas Lain Adi Makmur Sinaga, S.H. Melalui Rakercab ini, PPTSB Cabang Labuhanbatu berkomitmen menyusun program kerja strategis yang bersinergi dengan pemerintah daerah guna memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Labuhanbatu. (Red)

Read More

Jalan Baru Bersih, DPD WIB: Sejarah Baru bagi Labuhanbatu

Bersuarakyat.online – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Jalan Baru Rantauprapat. Lokasi yang sebelumnya kerap dipenuhi tumpukan sampah kini telah dibersihkan dan terlihat lebih tertata. Perubahan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah Waktu Indonesia Bergerak (DPD WIB) Labuhanbatu, Afridal, S.Pd. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi catatan tersendiri dalam upaya penanganan kebersihan di Kabupaten Labuhanbatu. Afridal bahkan menyebut hilangnya tumpukan sampah di kawasan tersebut sebagai sejarah bagi Labuhanbatu. “Dulu sampah banyak di situ, sekarang sudah tidak ada. Menurut saya, ini merupakan sejarah bagi Labuhanbatu,” ujar Afridal kepada media, Selasa (6/10/2026). Ia mengatakan, persoalan sampah di Jalan Baru sebelumnya cukup menjadi perhatian karena tumpukan sampah kerap terlihat di kawasan tersebut. Namun kini, kondisi itu telah berubah. Afridal mengapresiasi perhatian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Labuhanbatu, Syahbela Rusli Siregar, S.T., M.H., yang dinilainya memberikan perhatian terhadap persoalan kebersihan. Sebagai pemuda Labuhanbatu, ia berharap perubahan tersebut menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Ini bukan hanya soal sampah yang sudah dibersihkan. Yang paling penting bagaimana setelah bersih, kita semua bisa mempertahankannya,” katanya. Menurut Afridal, pemerintah daerah memiliki peran dalam melakukan penanganan dan pembersihan, sementara masyarakat juga harus ikut menjaga agar kawasan tersebut tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah. Ia berharap langkah penanganan sampah dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar kawasan lainnya di Kabupaten Labuhanbatu. “Kalau ini bisa dipertahankan dan dilakukan di tempat-tempat lain, tentu akan menjadi perubahan besar untuk Labuhanbatu,” pungkasnya. #Red

Read More

PT Socfin Aek Pamienke Dorong Generasi Berprestasi Lewat Program Beasiswa

Bersuarakyat.online Labura – Kepedulian terhadap dunia pendidikan terus ditunjukkan PT Socfin Indonesia Kebun Aek Pamienke. Perusahaan memberikan beasiswa kepada 400 siswa berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Penyerahan beasiswa digelar di Aula Lapangan Tenis PT Socfin Indonesia Kebun Aek Pamienke, Kamis (1/10/2026). Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian perusahaan terhadap peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memberikan motivasi kepada para pelajar untuk terus berprestasi. Acara penyerahan beasiswa turut dihadiri Camat Aek Natas Hendra Gunawan Pasaribu, para guru SD, SMP dan SMA, Ketua PUK SPSI Aek Pamienke, Ketua Koperasi, Pengurus PT Socfin Indonesia Kebun Aek Pamienke Mukhsin Haji, Askep Dadin serta sejumlah staf perusahaan. Pengurus PT Socfin Indonesia Kebun Aek Pamienke, Mukhsin Haji, saat ditemui Sabtu (3/10/2026), mengatakan pemberian beasiswa tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan kepada anak-anak yang menunjukkan prestasi di bidang pendidikan. Menurut Mukhsin, dukungan terhadap pendidikan penting dilakukan karena para pelajar merupakan generasi yang akan menentukan masa depan. “Ini bentuk kepedulian perusahaan terhadap pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang berprestasi. Kita berharap beasiswa ini bisa menjadi motivasi agar mereka semakin giat belajar dan mempertahankan prestasinya,” kata Mukhsin. Ia menambahkan, para penerima beasiswa berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pendidikan sekaligus memacu siswa untuk terus meningkatkan kemampuan. Sementara itu, Camat Aek Natas Hendra Gunawan Pasaribu mengapresiasi langkah PT Socfin Indonesia Kebun Aek Pamienke yang memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, keterlibatan perusahaan dalam mendukung pendidikan merupakan hal positif yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para pelajar. #Red

Read More

MENYENTUH HATI DAN GEMETAR, TOLONG BAPAK BUPATI – CUMA SATU INI PENINGGALAN SEJARAH DI GUNUNG TUA SEJAK PENJAJAHAN BELANDA, TUGU PERJUANGAN PEJUANG DAN VETERAN DI PUSAT KOTA G.TUA TERBENGKALAI PENUH SAMPAH DI TENGAH PASAR 

Bersuarakyat.online PALUTA- Membuat hati kita menangis Di tengah hiruk-pikuk Pasar Gunung Tua, berdiri sebuah *Tugu Bersejarah 17-8-1945. Satu-satunya peninggalan sejarah di Gunung Tua sejak jaman penjajahan Belanda. Tugu ini adalah “monumen para pejuang dan veteran di G.Tua, Kec. Padang Bolak. Dulu, jauh sebelum Paluta mekar, Tugu ini berdiri gagah di pusat Kota Gunung Tua, tepat di samping “Kantor Camat Padang Bolak yang masih Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)’. Tugu ini saksi bisu darah para pahlawan kita mengusir Belanda. TUGU Sejarah Di Gunung Tua Peninggalan Para Pahlawan Dan Veteran 17-8-45 YANG MEMPRIHATINKAN: 1. Tugu putih bertuliskan 17/08/1945 tapi di sekelilingnya lapak-lapak pasar dengan terpal biru dan orange. Di badannya ada tulisan warga: _”Tolong Tugu ini di jaga dan taman di rawat pak kadis perindag. Cuma satu ini peninggalan sejarah di g.tua Kec p.bolak Kab paluta sejak Penjajahan di jaman belanda.”_ 2. Taman di sekeliling Tugu penuh sampah. Botol plastik aqua, plastik sayur, puntung rokok, daun busuk berserakan di tanah becek. Tidak ada yang membersihkan. Rumput liar tumbuh. 3. Taman bunga yang seharusnya indah, kini ditimpa kayu lapak, terpal pasar, dan bakul-bakul pedagang. Pohon ditabrak kayu. Taman hancur. MEDIA BERSUARAKYAT MEMINTA: PEMKAB PALUTA HARUS PEDULI! Sejak Paluta mekar dari Tapsel pada *tahun 2007*, sudah 19 tahun Paluta berdiri. Tapi satu-satunya Tugu Sejarah perjuangan ini tidak pernah dirawat. Bersuarakyat meminta: Kami yakin dan percaya Kepada Bapak Bupati Paluta H.Reski Basyah Harahap, S.STP., MSi (H.Obon), Agar memanggil Kadis Pariwisata, Kepala Dinas Perindag Paluta dan Kepala Pasar Gunung Tua, tolong peduli!. Ini bukan soal pasar saja, ini soal harga diri kita. Tugu ini adalah momen para pejuang dan veteran di G.Tua. Kakek-kakek kita dulu berjuang melawan Belanda, mereka dirikan tugu ini sebagai pengingat. Kalau tugu ini saja kita biarkan kumuh, penuh sampah, dikelilingi lapak tuak dan terpal, lalu apa kita biarkan saja??? Kita ini durhaka pada sejarah,” ujar Harahap Kuro-Kuro, Pimpinan Biro Bersuarakyat Paluta dengan suara bergetar. SEJARAH YANG HILANG DI PUSAT KOTA: Ini adalah *Jati Diri Gunung Tua.* Dulu, di sinilah upacara 17 Agustus pertama di Padang Bolak dilaksanakan saat masih Tapsel. Dulu, di sinilah para pejuang berkumpul. Sekarang, di bawah Tugu ini malah jadi tempat pembuangan sampah sayur kol dan plastik pasar. Saran untuk Pemkab Paluta ; 1. Bupati Paluta H. Reski Basyah Harahap, S.STP., MSi (H. Obon) turun langsung melihat Tugu di Pasar Gunung Tua. 2. Dinas Perindag dan Kepala Pasar Gunung Tua*l, segera bersihkan sampah di Taman Tugu, larang pedagang menggelar lapak di atas taman tugu. 3. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Paluta, jadikan Tugu ini sebagai *Cagar Budaya dan Situs Sejarah Paluta*, buat pagar pembatas, buat plang sejarah, dan rawat tamannya dengan bunga. 4. Anggarkan perbaikan Tugu, di APBD 2026. Jangan sampai generasi anak cucu kita di Gunung Tua tidak tahu bahwa pernah ada pejuang yang mati untuk tugu ini. Jangan sampai mereka hanya tahu tugu ini adalah tempat sampah pasar. *Lokasi: Tugu Perjuangan 17-8-19, Pusat Pasar Gunung Tua, Kec. Padang Bolak, Kab. Paluta* *Foto: Kiriman Warga, 03/10/2026*   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Nimrot Siahaan, S.H., M.H.: Pancasila harus hidup di tengah masyarakat

Bersuarakyat.online – Labuhanbatu Akademisi Labuhanbatu Raya Nimrot Siahaan, S.H., M.H., menilai sangat Sayangnya pendidikan Pancasila masih terlalu fokus pada teori dan kurang menyentuh pembentukan karakter. Saat ditemui awak media Nimrot Siahaan mengatakan Di saat ini banyak orang memahami bunyi sila-sila Pancasila, tetapi tidak benar-benar menerapkannya dalam keseharian. Pancasila harus hidup dan hadir di tengah tengah masyarakat melalui perbuatan yang konkret saat berada di lingkup keluarga, sekolah hingga lingkungan kerja. Di era yang serba canggih sekarang, Tantangan Zaman semakin menjauh dalam hal Penerapan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial menjadi benteng menghadapi arus globalisasi dan perpecahan. Semangat kebersamaan dan saling membantu antar sesama adalah bentuk paling riil dari pengamalan Pancasila untuk mencapai kemajuan Bersama pengamalan Pancasila dalam tindakan berarti nilai-nilai dasar negara bukan sekadar teori atau hafalan. melainkan, diwujudkan secara nyata melalui perilaku dan kebijakan sehari-hari. Retorika Keagungan Pancasila diukur dari seberapa nyata keadilan dan persatuan dirasakan oleh masyarakat, bukan dari seberapa sering diucapkan, moral Menjadi landasan etika bagi warga negara dan pemerintah dalam mengambil keputusan serta melayani publik. Dalam Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari Kita wajib Menjaga toleransi antarumat beragama dan saling menghormati saat orang lain beribadah, Menunjukkan empati, menolak perundungan (bullying) dan membantu sesama tanpa memandang latar belakang. Mengutamakan kepentingan bersama serta mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks yang memecah belah, Mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan masalah, Mendukung produk lokal seperti UMKM serta bersikap adil dan anti-korupsi Pancasila harus hidup dalam sikap dan tindakan kita sehari-hari (3/10/2026). Ujar nya ketika berbincang dengan awak media di ruang kerjanya jalan SM. Raja Rantauprapat. Di tengah perubahan zaman dan beragam perbedaan, semangat persatuan, kolaborasi, kepedulian dan keadilan tetap menjadi pijakan untuk berjalan bersama, bersama kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai tindakan nyata serta mulai dari hal sederhana, tutupnya. Selamat Hari Kesaktian Pancasila. Red

Read More

Peringati Maulid Nabi, Kapolres Aceh Timur Santuni Anak Yatim, Tekankan Teladan Akhlak Rasulullah

Bersuarakyat.online Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., menyantuni anak yatim pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Babuttaqwa Polres Aceh Timur, Sabtu (26/09/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Melalui Polri Presisi Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Peringatan Maulid menjadi momentum memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian Polri kepada masyarakat. Kapolres Aceh Timur mengatakan, santunan kepada anak yatim merupakan wujud nyata semangat berbagi yang diajarkan Rasulullah SAW sekaligus pengingat bahwa tugas Kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Maulid Nabi mengajarkan kami untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam setiap pengabdian. Polri Presisi harus hadir dengan empati, melayani dengan hati, dan memberi manfaat bagi masyarakat, terutama kepada mereka yang membutuhkan,” ujar AKBP Aris Cai Dwi Susanto. #Hsb

Read More

Infaq Pedagang Pasar Gelugur Kembali Disalurkan, 88 Anak Yatim Terima Santunan

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Tradisi berbagi yang dilakukan para pedagang Pasar Gelugur Rantauprapat kembali berlanjut. Sebanyak 88 anak yatim dan piatu di Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, menerima santunan, Jumat (25/9/2026). Santunan tersebut bersumber dari infaq yang dikumpulkan para pedagang Pasar Gelugur setiap bulannya. Penyaluran kali ini menjadi tahap ke-90 sejak program tersebut dijalankan. Pengurus infaq pedagang Pasar Gelugur, H. Filly Pohan, mengatakan setiap anak menerima santunan sebesar Rp400 ribu. “Sebanyak 88 anak menerima santunan. Masing-masing Rp400 ribu, sehingga total yang disalurkan Rp35,2 juta,” kata Filly. Ia menyebutkan, infaq yang terkumpul dari para pedagang selama Agustus 2026 mencapai Rp24,39 juta. Dana tersebut kemudian disalurkan melalui program santunan yang rutin dilakukan. “Untuk bulan Agustus, infaq yang terkumpul sebesar Rp24.390.000. Ini yang kemudian kita kelola untuk kegiatan sosial dan santunan,” ujarnya. Di hadapan para penerima santunan, Ustaz Solehuddin mengajak anak-anak untuk tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan untuk kehilangan semangat. Ia berpesan agar anak-anak tetap rajin belajar, berusaha dan tidak larut dalam kesedihan meskipun harus tumbuh tanpa salah satu atau kedua orang tua. “Jangan patah semangat meskipun keadaan ekonomi pas-pasan. Jangan merasa sedih, karena Rasulullah SAW juga sejak dalam kandungan sudah menjadi yatim. Tetapi beliau tetap memiliki kehidupan yang mulia,” tutur Ustaz Solehuddin. Lurah Padang Matinggi turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kepedulian para pedagang Pasar Gelugur yang terus menyisihkan infaq menjadi bentuk nyata perhatian terhadap masyarakat, khususnya anak yatim dan piatu. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk saling membantu. #Red

Read More

POLRES PIDIE BERSAMA TNI DAN PEMDA TERTIBKAN PETI DI GEUMPANG, 93 BESI TABUNG GELONDONGAN DAN SEJUMLAH MESIN DIAMANKAN

Bersuarakyat.online Pidie – Kepolisian Resor Pidie bersama Kodim 0102/Pidie, Pemerintah Kabupaten Pidie khususnya DLH Kab. Pidie serta dibantu personel Brimob Polda Aceh melaksanakan kegiatan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah KM 14 dan KM 17 Gampong Pulo Lhoih, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie. Kegiatan penertiban dipimpin oleh Kabagops Polres Pidie Akp Raja Aminuddin Harahap dan dilaksanakan selama dua hari, 17 sampai dengan 18 September 2026, sebagai bagian dari langkah terpadu aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam melakukan penanganan terhadap aktivitas pertambangan yang tidak memiliki perizinan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Sebelum pelaksanaan kegiatan di lapangan, Polres Pidie terlebih dahulu melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Pidie dan instansi terkait. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyamakan langkah, menentukan sasaran kegiatan serta memastikan pelaksanaan penertiban berjalan secara aman, terukur dan sesuai ketentuan. Selanjutnya, sebelum personel bergerak menuju lokasi, Kapolres Pidie memimpin apel kesiapan dan memberikan arahan kepada seluruh personel yang terlibat agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, mengutamakan keselamatan serta tetap menjaga kelestarian lingkungan. Setibanya di lokasi sasaran, petugas mendapati bahwa aktivitas penambangan dan para penambang sudah tidak berada di lokasi. Meskipun demikian, petugas tetap melaksanakan penertiban terhadap sarana dan prasarana yang ditinggalkan di lokasi yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan dan mengamankan sejumlah barang dan peralatan, yaitu: 93 unit besi tabung gelondongan; 3 unit mesin diesel; 28 sak karung material; 1 unit tong pembakaran dan beberapa barang lainnya. Selain itu, terhadap camp hunian yang terbuat dari kayu dan material terpal, dilakukan pembongkaran dan pemusnahan di lokasi untuk mencegah tempat tersebut kembali digunakan sebagai sarana pendukung aktivitas pertambangan ilegal. Kapolres Pidie menjelaskan bahwa kegiatan penertiban tersebut merupakan bagian dari rangkaian upaya yang telah dilakukan Polres Pidie secara bertahap, mulai dari langkah preemtif dan preventif, termasuk pemberian imbauan, edukasi, koordinasi serta pemantauan terhadap aktivitas pertambangan yang berpotensi melanggar ketentuan hukum. “Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari berbagai upaya yang telah kita lakukan sebelumnya, baik melalui langkah preemtif maupun preventif. Ketika masih ditemukan aktivitas pertambangan yang tidak memiliki izin, maka dilakukan langkah penertiban secara terpadu bersama TNI dan pemerintah daerah,” ujar Kapolres Pidie. Kapolres menegaskan bahwa penanganan PETI tidak hanya berkaitan dengan aspek penegakan hukum, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan dan tata kelola sumber daya alam. Pemerintah sendiri telah mengatur perizinan, pengawasan serta aspek lingkungan dalam kegiatan usaha pertambangan melalui ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang mineral dan batubara. “Polres Pidie bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten Pidie akan terus membangun sinergitas dalam melakukan pengawasan dan penanganan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan pertambangan tanpa perizinan dan tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merusak lingkungan maupun berpotensi menimbulkan persoalan hukum,” lanjutnya. Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polres Pidie, Kodim 0102/Pidie, Pemerintah Kabupaten Pidie dan Brimob Polda Aceh yang telah bersama-sama melaksanakan kegiatan penertiban tersebut. “Penanganan PETI membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Kami berharap sinergitas ini terus dipertahankan sehingga upaya menjaga keamanan, ketertiban, keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Pidie dapat berjalan secara berkelanjutan,” pungkas Kapolres Pidie. Kegiatan penertiban berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan kondusif. #Hsb

Read More