Bersuarakyat.online
Labura – PT Socfin Indonesia (Socfindo) Kebun Aek Pamienke terus mendorong peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani mitra dalam mengelola perkebunan kelapa sawit. Salah satunya melalui kegiatan Best Management Practice (BMP) berupa kunjungan lapang Kelompok Tani Mandiri III Sei Tualang ke Kebun Aek Loba.
Kegiatan yang diikuti 17 anggota kelompok tani tersebut menjadi kesempatan bagi para petani untuk melihat secara langsung penerapan teknik budidaya kelapa sawit yang baik dan benar, mulai dari pemeliharaan tanaman hingga proses panen.
Dalam kunjungan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan sekaligus praktik lapangan terkait berbagai aspek kultur teknis perkebunan kelapa sawit.
Materi yang diberikan di antaranya pengenalan kumbang penyerbuk dan penerapannya di lapangan, tunas perdana pokok N3, serta aplikasi janjang kosong (jangkos) secara manual maupun mekanis.
Tidak hanya itu, para petani juga mempelajari proses replanting dan perawatan tanaman kacangan, aplikasi pengendalian hama kumbang Oryctes, hingga teknik penyemprotan anak kayu menggunakan alat semprot knapsack.
Peserta juga berkesempatan menyaksikan langsung kegiatan panen perdana tanaman N3 menggunakan dodos sebagai bagian dari pembelajaran teknis pemanenan kelapa sawit.
Kegiatan ini turut dihadiri Askep Aek Pamienke Dadin dan Benny Sihotang, Askep Aek Loba Jefri I. Saragih dan Nicolaus Marpaung, serta para asisten Divisi 4, Divisi 3, dan Divisi 1 Kebun Aek Loba.
Pengurus PT Socfindo Kebun Aek Pamienke, Mukhsin Haji, saat dikonfirmasi Sabtu (31/10/2026), menyampaikan bahwa kegiatan BMP tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kapasitas petani mitra melalui pembelajaran dan praktik langsung di lapangan.
Menurutnya, kunjungan lapang menjadi sarana bagi petani untuk menambah wawasan, bertukar pengalaman, serta mengenal penerapan teknik budidaya yang dapat mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara lebih baik.
“Melalui kegiatan ini, PT Socfindo Kebun Aek Pamienke berharap pengetahuan yang diperoleh para peserta dapat diterapkan di kebun masing-masing, sehingga mampu mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas pengelolaan perkebunan kelapa sawit,” pungkasnya.
#Red