RANTAU PRAPAT – BERSUARAKYAT.ONLINE,Sebanyak enam personel Polres Labuhanbatu mewakili institusinya mengikuti ibadah Minggu Berbahasa Batak Toba di Huria Kristen Indonesia (HKI) Jemaat Rantauprapat, Resort Khusus Rantauprapat, Daerah XIV Sumatera Timur III, Minggu (25/10/2026).
Kehadiran personel kepolisian tersebut merupakan bagian dari kegiatan Minggu Kasih, yang bertujuan mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui pendekatan humanis, dialog, serta kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.
![]()
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus membangun komunikasi dan mempererat hubungan antara kepolisian dengan jemaat gereja.
Minggu Kasih, Wujud Kedekatan Polri dengan Masyarakat Melalui program Minggu Kasih, Polres Labuhanbatu melaksanakan pendekatan kepada masyarakat dengan mengikuti kegiatan keagamaan di gereja-gereja yang berada di wilayah Kabupaten Labuhanbatu.
![]()
Program tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta membangun kepercayaan dan kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kehadiran enam personel Polres Labuhanbatu dalam ibadah di HKI Rantauprapat menunjukkan keterlibatan aparat kepolisian dalam kehidupan sosial masyarakat. Melalui komunikasi yang baik dan pendekatan yang humanis, hubungan antara Polri dan masyarakat diharapkan semakin dekat.
![]()
Selain menjaga keamanan, Polri juga memiliki peran dalam membangun suasana yang kondusif, menghormati kehidupan beragama, serta mendorong terciptanya kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.
Ibadah Minggu Berbahasa Batak Toba Berlangsung Khidmat, Ibadah yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan diikuti jemaat HKI Rantauprapat.
Ibadah mengangkat tema “Mangalului Pangondianan di Goar ni Jahowa”, yang mengandung pesan tentang mencari perlindungan dalam nama Tuhan.
Berdasarkan jadwal ibadah, khotbah disampaikan oleh Pdt. W. Hasugian, S.Th., dengan pembacaan firman Tuhan dari Sepania 3:9–15. Rangkaian ibadah turut diisi dengan pujian, doa syafaat, pelayanan koor, pengakuan dosa, dan doa penutup.
Penggunaan bahasa Batak Toba dalam ibadah juga menjadi bagian dari upaya melestarikan bahasa dan budaya lokal sekaligus memperkuat persekutuan jemaat.
Perkuat Kerukunan dan Keamanan Lingkungan, Kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan keagamaan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri, gereja, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta keamanan lingkungan.
Melalui kegiatan Minggu Kasih, komunikasi antara aparat dan masyarakat diharapkan semakin terbuka sehingga berbagai persoalan sosial maupun persoalan kamtibmas dapat disampaikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Kebersamaan tersebut menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan Kabupaten Labuhanbatu tetap menjadi wilayah yang aman, damai, serta menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan antarumat beragama.
(Red)