Turun Langsung Ke Lumpur! Bersama 5 Anggota DPRD Paluta Gotong Royong Perbaiki Jalan Poros Simpang Bragas – Simangambat Yang Lumpuh – Di Inisiasi Habibi P Harahap DPRD Dapil 2 Bersama 4 Anggota Dapil 3

Bersuarakyat.online PALUTA- Di saat rakyat mengeluh jalan rusak dan Pemda beralasan minim anggaran, lima anggota DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) memilih turun langsung ke lumpur, Pada Minggu 25/10/2026. Pemandangan tak biasa terlihat di jalan poros Simpang Bragas menuju Simangambat, Lima wakil rakyat bersama perwakilan perusahaan swasta dan tokoh masyarakat menggelar aksi gotong royong untuk memperbaiki jalan yang sudah berbulan-bulan lumpuh total. Anggota DPRD Paluta Habibi P. Harahap memakai kaos biru, celana hitam, sandal jepit, berdiri di tengah jalan becek berlumpur, di belakangnya alat berat Excavator Komatsu kuning, sedang bekerja meratakan jalan. Jalan terlihat hancur, berlubang, penuh genangan air coklat. Langkah tanggap darurat ini diambil guna mengatasi kemacetan panjang dan lumpuhnya aktivitas ekonomi warga akibat kerusakan jalan yang memburuk selama musim penghujan. Truk sawit tidak bisa lewat, harga sawit petani anjlok, anak sekolah terlambat. Aksi ini diinisiasi oleh Habibi P. Harahap (Anggota DPRD Paluta Dapil 2) bersama empat legislator dari Dapil 3, yaitu: 1. Hafrino Naga Sakti Harahap. 2. Akhiruddin Ritonga. 3. Asrial Perdana Hasibuan. 4. Panggana Siregar. Kelima wakil rakyat tersebut memfasilitasi musyawarah secara langsung di pangkal kemacetan, tepatnya di area portal Simpang Bragas, bukan di gedung ber-AC. Anggota DPRD Paluta, Akhiruddin Ritonga, menegaskan bahwa perbaikan akses vital ini harus segera dieksekusi mengandalkan kesadaran bersama, tanpa harus tertunda oleh proses administrasi birokrasi. Selama ini kan kita bahas Pemda yang kadang minim (anggaran). Ini kan masyarakat langsung. Saya harap ini jangan cuma ngomong-ngomong aja kita. Harus kita nyatakan. Jangan tunggu-tunggu surat (resmi) lagi,” tegas Akhiruddin di lokasi musyawarah di tengah lumpur. Hal senada disampaikan oleh Hafrino Naga Sakti Harahap’ yang menekankan pentingnya kelancaran urat nadi perekonomian daerah. Kita ada lima orang di sini yang ingin bagaimana caranya jalan ini untuk kemajuan ekonomi kita di Kabupaten Padang Lawas Utara ini, terkhusus daerah Bragas sampai ke dalam Halongonan, Simangambat. Ini harus selesai, minggu ini harus selesai,” serunya di hadapan perwakilan perusahaan. Habibi P. Harahap, sebagai inisiator aksi menjelaskan, aksi ini murni panggilan hati. Perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah tersebut juga ikut menurunkan alat berat. Tokoh masyarakat dan pemuda ikut menyumbang tenaga. Ini bukan proyek APBD, ini aksi kemanusiaan. Jalan ini adalah urat nadi ekonomi masyarakat Halongonan Timur dan Simangambat. Kalau jalan lumpuh, ekonomi rakyat lumpuh. Kami 5 anggota DPRD sepakat tidak perlu saling lempar tanggung jawab. Kita eksekusi hari ini,” ujar Habibi P. Harahap. Warga setempat mengapresiasi tinggi langkah 5 anggota DPRD Paluta tersebut. Selama ini mereka sudah bosan mendengar janji perbaikan, tapi baru kali ini wakil rakyatnya mau turun langsung becek-becekan di lumpur. Masyarakat berharap Pemda Paluta malu dan segera menganggarkan perbaikan permanen jalan poros Simpang Bragas – Simangambat di APBD 2027.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Terkait Banjir Gerai KKMP Bakaranbatu di Labuhanbatu, Ketua FKP-KDKMP Angkat Bicara

Bersuarakyat.online LABUHANBATU – Banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, pada Minggu (25/10/2026), turut merendam gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Bakaranbatu yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bakaranbatu, Kecamatan Rantau Selatan. Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat dan memunculkan berbagai tanggapan, terutama terkait kelayakan lokasi pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Forum Komunikasi Pengurus KDKMP (FKP-KDKMP) Labuhanbatu, Teguh Agustino Kurniawan, S.H., mengimbau masyarakat agar menyikapi peristiwa banjir secara objektif dan tidak terburu-buru menyimpulkan atau menyalahkan pihak tertentu. “Sepengetahuan saya, penentuan lokasi pembangunan gerai KDKMP merupakan bagian dari kewenangan pemerintah daerah. Hal ini perlu dilihat berdasarkan ketentuan yang berlaku, termasuk Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026,” ujarnya. Ia menjelaskan, dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026, khususnya Pasal 21 ayat (7) huruf c sebagaimana dirujuknya, terdapat ketentuan mengenai kriteria lokasi lahan, yakni tidak berada di kawasan rawan bencana atau memiliki tingkat risiko yang dapat diminimalkan. Menurut Teguh, ketentuan tersebut perlu menjadi perhatian dalam proses verifikasi dan validasi (verval) lokasi pembangunan gerai KDKMP. Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memperoleh informasi yang cukup untuk memastikan apakah kajian verifikasi dan validasi lokasi gerai KKMP Bakaranbatu telah dilaksanakan sesuai ketentuan tersebut. “Ketika fenomena ini menjadi perhatian publik, saya mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Kita perlu melihat persoalan ini secara utuh, berdasarkan fakta dan hasil evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa selain aspek pemilihan lokasi dan mitigasi risiko bencana, kondisi cuaca ekstrem perlu diperhitungkan dalam menganalisis penyebab banjir. Oleh karena itu, diperlukan kajian menyeluruh untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peristiwa tersebut. Teguh menilai, masyarakat juga perlu membedakan antara persoalan teknis di lapangan dan tujuan besar program KDKMP sebagai bagian dari program strategis nasional (PSN). Menurutnya, peristiwa banjir pada satu gerai tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk menyalahkan pemerintah pusat sebagai penggagas program maupun TNI yang mendapat tugas dalam pelaksanaan pembangunan gerai. “Program KDKMP memiliki tujuan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, jika ditemukan persoalan dalam pelaksanaannya, yang perlu kita dorong adalah evaluasi dan perbaikan, bukan sekadar menyalahkan pihak tertentu tanpa didukung data dan fakta,” ungkapnya. Mendorong Evaluasi Menyeluruh Lebih lanjut, Teguh berharap peristiwa banjir di gerai KKMP Bakaranbatu menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, khususnya tim verifikasi dan validasi di tingkat kabupaten. Evaluasi tersebut, menurutnya, penting untuk memastikan bahwa aspek kelayakan lahan, risiko bencana, sistem drainase, serta kesiapan infrastruktur pendukung benar-benar diperhatikan sebelum gerai dioperasikan. Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang disampaikannya, terdapat 74 gerai KDKMP di Labuhanbatu yang sudah siap 100 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 gerai dilaporkan telah selesai verifikasi validasi. Dengan kondisi tersebut, ia menegaskan bahwa fenomena banjir yang terjadi di gerai KKMP Bakaranbatu tidak dapat secara otomatis dianggap mewakili kondisi seluruh gerai KDKMP di Kabupaten Labuhanbatu. “Perlu kita tegaskan bahwa banjir di satu gerai bukan merupakan representasi keseluruhan gerai KDKMP di Labuhanbatu. Setiap lokasi memiliki karakteristik dan kondisi lingkungan yang berbeda sehingga perlu dinilai berdasarkan fakta di lapangan,” jelasnya. Pelaksanaan PSN Harus Sesuai Ketentuan Di akhir pernyataannya, Teguh berharap seluruh pemangku kepentingan yang mendapat mandat dari Presiden Prabowo Subianto dalam pelaksanaan program strategis nasional KDKMP dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara profesional, bertanggung jawab, serta sesuai dengan petunjuk teknis dan ketentuan yang berlaku. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari kecepatan pembangunan fisik, tetapi juga dari ketepatan pemilihan lokasi, kualitas bangunan, mitigasi risiko bencana, dan kesiapan operasional agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. “Harapan kita, kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pengawasan, dan memastikan setiap tahapan pelaksanaan KDKMP berjalan sesuai ketentuan. Dengan demikian, tujuan program untuk mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal,” tutup Teguh. #Red

Read More

Mengabdi Lebih dari 15 Tahun, Dua Sintua HKBP Lobusona Rantauprapat Memasuki Masa Pensiun

LABUHANBATU, Bersuarakyat.online – Suasana penuh haru dan kekeluargaan mewarnai acara Paborhaton Sintua Na Pensiun atau pelepasan penatua gereja yang memasuki masa pensiun di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Lobusona, Resort Nauli Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Minggu (25/10/2026). Dua pelayan gereja yang memasuki masa pensiun tersebut adalah Amang Sintua E. Simorangkir dan Inang Sintua A. br. Manurung. Keduanya telah mengabdikan diri dalam pelayanan gerejawi selama lebih dari 15 tahun di HKBP Lobusona. Acara pelepasan dilaksanakan seusai ibadah Minggu dan turut dihadiri Pendeta D. H. Simangunsong, M.Th., dan Biv N. br Sinaga, bersama para sintua, pengurus punguan (perkumpulan), serta jemaat HKBP Lobusona yang mengikuti ibadah. Momentum tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih jemaat atas dedikasi, pengabdian, dan kesetiaan kedua sintua dalam menjalankan tugas pelayanan selama bertahun-tahun. Dalam rangkaian acara, sejumlah perwakilan punguan yang ada di HKBP Lobusona diberikan kesempatan menyampaikan pesan dan kesan kepada kedua sintua yang memasuki masa pensiun. Berbagai ungkapan terima kasih, penghargaan, dan kenangan selama menjalani kebersamaan dalam pelayanan gereja menjadi bagian yang mewarnai kegiatan tersebut. Pengabdian selama lebih dari 15 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam kurun waktu tersebut, Amang Sintua E. Simorangkir dan Inang Sintua A. br. Manurung telah menjadi bagian dari perjalanan pelayanan dan kehidupan persekutuan jemaat HKBP Lobusona. Sebagai sintua atau penatua gereja, keduanya memiliki peran dalam mendampingi pelayanan jemaat, mendukung kegiatan kerohanian, serta membantu membangun kebersamaan dan persekutuan di lingkungan gereja. Acara Paborhaton Sintua Na Pensiun bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga menjadi momentum bagi seluruh jemaat untuk mengenang perjalanan panjang pelayanan kedua sintua. Melalui pesan dan kesan yang disampaikan perwakilan masing-masing punguan, terlihat bahwa pelayanan gereja tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas, tetapi juga menyangkut ketulusan, kesabaran, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam kehidupan berjemaat. Kehadiran Pendeta D. H. Simangunsong, M.Th., inang Biv. N br Sinaga bersama seluruh jemaat turut menambah makna acara pelepasan tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap para pelayan gereja yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Masa pensiun menjadi penanda berakhirnya tanggung jawab pelayanan secara struktural sebagai sintua aktif. Namun, nilai-nilai pengabdian, keteladanan, serta semangat melayani yang telah ditunjukkan selama bertahun-tahun diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus pelayanan di HKBP Lobusona. Perjalanan pelayanan Amang Sintua E. Simorangkir dan Inang Sintua A. br. Manurung selama lebih dari 15 tahun menjadi bagian penting dari sejarah kebersamaan jemaat HKBP Lobusona Resort Nauli Rantauprapat. Melalui acara pelepasan ini, jemaat menyampaikan penghormatan atas waktu, tenaga, dan perhatian yang telah diberikan keduanya untuk mendukung kehidupan bergereja. Semangat pelayanan yang telah ditanamkan diharapkan terus hidup dan menjadi teladan bagi para sintua yang masih aktif maupun generasi muda gereja. Acara yang berlangsung seusai ibadah Minggu tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian dalam pelayanan gereja memiliki nilai yang tidak semata-mata diukur dari lamanya masa tugas, tetapi juga dari ketulusan dan kesetiaan dalam melayani Tuhan serta sesama. Pelepasan kedua sintua ini menjadi momen penuh makna bagi keluarga besar HKBP Lobusona Resort Nauli Rantauprapat, sekaligus menandai babak baru perjalanan kehidupan Amang Sintua E. Simorangkir dan Inang Sintua A. br. Manurung setelah menyelesaikan masa pelayanan aktif mereka. (Red/SLH)

Read More

Dekatkan Polri dengan Masyarakat, Enam Personel Polres Labuhanbatu Ikuti Ibadah Minggu Kasih di HKI Rantauprapat

RANTAU PRAPAT – BERSUARAKYAT.ONLINE,Sebanyak enam personel Polres Labuhanbatu mewakili institusinya mengikuti ibadah Minggu Berbahasa Batak Toba di Huria Kristen Indonesia (HKI) Jemaat Rantauprapat, Resort Khusus Rantauprapat, Daerah XIV Sumatera Timur III, Minggu (25/10/2026). Kehadiran personel kepolisian tersebut merupakan bagian dari kegiatan Minggu Kasih, yang bertujuan mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui pendekatan humanis, dialog, serta kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus membangun komunikasi dan mempererat hubungan antara kepolisian dengan jemaat gereja. Minggu Kasih, Wujud Kedekatan Polri dengan Masyarakat Melalui program Minggu Kasih, Polres Labuhanbatu melaksanakan pendekatan kepada masyarakat dengan mengikuti kegiatan keagamaan di gereja-gereja yang berada di wilayah Kabupaten Labuhanbatu. Program tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta membangun kepercayaan dan kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kehadiran enam personel Polres Labuhanbatu dalam ibadah di HKI Rantauprapat menunjukkan keterlibatan aparat kepolisian dalam kehidupan sosial masyarakat. Melalui komunikasi yang baik dan pendekatan yang humanis, hubungan antara Polri dan masyarakat diharapkan semakin dekat. Selain menjaga keamanan, Polri juga memiliki peran dalam membangun suasana yang kondusif, menghormati kehidupan beragama, serta mendorong terciptanya kerukunan di tengah masyarakat yang beragam. Ibadah Minggu Berbahasa Batak Toba Berlangsung Khidmat, Ibadah yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan diikuti jemaat HKI Rantauprapat. Ibadah mengangkat tema “Mangalului Pangondianan di Goar ni Jahowa”, yang mengandung pesan tentang mencari perlindungan dalam nama Tuhan. Berdasarkan jadwal ibadah, khotbah disampaikan oleh Pdt. W. Hasugian, S.Th., dengan pembacaan firman Tuhan dari Sepania 3:9–15. Rangkaian ibadah turut diisi dengan pujian, doa syafaat, pelayanan koor, pengakuan dosa, dan doa penutup. Penggunaan bahasa Batak Toba dalam ibadah juga menjadi bagian dari upaya melestarikan bahasa dan budaya lokal sekaligus memperkuat persekutuan jemaat. Perkuat Kerukunan dan Keamanan Lingkungan, Kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan keagamaan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri, gereja, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta keamanan lingkungan. Melalui kegiatan Minggu Kasih, komunikasi antara aparat dan masyarakat diharapkan semakin terbuka sehingga berbagai persoalan sosial maupun persoalan kamtibmas dapat disampaikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama. Kebersamaan tersebut menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan Kabupaten Labuhanbatu tetap menjadi wilayah yang aman, damai, serta menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan antarumat beragama. (Red)

Read More