LABUHANBATU, Bersuarakyat.online – Suasana penuh haru dan kekeluargaan mewarnai acara Paborhaton Sintua Na Pensiun atau pelepasan penatua gereja yang memasuki masa pensiun di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Lobusona, Resort Nauli Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Minggu (25/10/2026).
Dua pelayan gereja yang memasuki masa pensiun tersebut adalah Amang Sintua E. Simorangkir dan Inang Sintua A. br. Manurung. Keduanya telah mengabdikan diri dalam pelayanan gerejawi selama lebih dari 15 tahun di HKBP Lobusona.
Acara pelepasan dilaksanakan seusai ibadah Minggu dan turut dihadiri Pendeta D. H. Simangunsong, M.Th., dan Biv N. br Sinaga, bersama para sintua, pengurus punguan (perkumpulan), serta jemaat HKBP Lobusona yang mengikuti ibadah.
Momentum tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih jemaat atas dedikasi, pengabdian, dan kesetiaan kedua sintua dalam menjalankan tugas pelayanan selama bertahun-tahun.
Dalam rangkaian acara, sejumlah perwakilan punguan yang ada di HKBP Lobusona diberikan kesempatan menyampaikan pesan dan kesan kepada kedua sintua yang memasuki masa pensiun.
Berbagai ungkapan terima kasih, penghargaan, dan kenangan selama menjalani kebersamaan dalam pelayanan gereja menjadi bagian yang mewarnai kegiatan tersebut.
Pengabdian selama lebih dari 15 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam kurun waktu tersebut, Amang Sintua E. Simorangkir dan Inang Sintua A. br. Manurung telah menjadi bagian dari perjalanan pelayanan dan kehidupan persekutuan jemaat HKBP Lobusona.
Sebagai sintua atau penatua gereja, keduanya memiliki peran dalam mendampingi pelayanan jemaat, mendukung kegiatan kerohanian, serta membantu membangun kebersamaan dan persekutuan di lingkungan gereja.
Acara Paborhaton Sintua Na Pensiun bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga menjadi momentum bagi seluruh jemaat untuk mengenang perjalanan panjang pelayanan kedua sintua.
Melalui pesan dan kesan yang disampaikan perwakilan masing-masing punguan, terlihat bahwa pelayanan gereja tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas, tetapi juga menyangkut ketulusan, kesabaran, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam kehidupan berjemaat.
Kehadiran Pendeta D. H. Simangunsong, M.Th., inang Biv. N br Sinaga bersama seluruh jemaat turut menambah makna acara pelepasan tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap para pelayan gereja yang telah menyelesaikan masa tugasnya.
Masa pensiun menjadi penanda berakhirnya tanggung jawab pelayanan secara struktural sebagai sintua aktif. Namun, nilai-nilai pengabdian, keteladanan, serta semangat melayani yang telah ditunjukkan selama bertahun-tahun diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus pelayanan di HKBP Lobusona.
Perjalanan pelayanan Amang Sintua E. Simorangkir dan Inang Sintua A. br. Manurung selama lebih dari 15 tahun menjadi bagian penting dari sejarah kebersamaan jemaat HKBP Lobusona Resort Nauli Rantauprapat.
Melalui acara pelepasan ini, jemaat menyampaikan penghormatan atas waktu, tenaga, dan perhatian yang telah diberikan keduanya untuk mendukung kehidupan bergereja.
Semangat pelayanan yang telah ditanamkan diharapkan terus hidup dan menjadi teladan bagi para sintua yang masih aktif maupun generasi muda gereja.
Acara yang berlangsung seusai ibadah Minggu tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian dalam pelayanan gereja memiliki nilai yang tidak semata-mata diukur dari lamanya masa tugas, tetapi juga dari ketulusan dan kesetiaan dalam melayani Tuhan serta sesama.
Pelepasan kedua sintua ini menjadi momen penuh makna bagi keluarga besar HKBP Lobusona Resort Nauli Rantauprapat, sekaligus menandai babak baru perjalanan kehidupan Amang Sintua E. Simorangkir dan Inang Sintua A. br. Manurung setelah menyelesaikan masa pelayanan aktif mereka.
(Red/SLH)