Muchlis SE

Warga Dusun Mandalasena Resah, Dugaan Transaksi Sabu Disebut Terjadi Hampir Setiap Malam

Bersuarayat.online LABUHANBATU SELATAN — Warga Dusun Mandalasena, Desa Mandalasena, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), mengaku resah dengan dugaan maraknya peredaran narkotika jenis sabu di lingkungan mereka. Sejumlah warga menyebut aktivitas yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika tersebut berlangsung hampir setiap malam. Warga juga mengaku mendengar adanya dugaan aktivitas seorang kurir yang disebut beroperasi tidak jauh dari lingkungan Sekolah Dasar (SD) di Dusun Mandalasena. Informasi tersebut belum terkonfirmasi secara resmi oleh aparat penegak hukum. Namun, kondisi itu disebut membuat sebagian orang tua khawatir, terutama mereka yang memiliki anak usia remaja. “Kami sebagai orang tua sangat resah. Setiap malam banyak orang keluar masuk yang diduga mencari sabu. Kami takut anak-anak kami yang masih remaja ikut-ikutan dan menjadi korban,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Minggu (21/9/2026). Menurut warga, dugaan aktivitas peredaran narkotika tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Mereka berharap aparat segera melakukan langkah pencegahan dan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. “Kami tidak ingin generasi muda kami menjadi korban. Kalau memang benar ada peredaran sabu, kami berharap segera ditindak sesuai hukum,” kata warga lainnya. Warga meminta Polres Labuhanbatu Selatan dan Polsek Silangkitang meningkatkan patroli serta melakukan penyelidikan di wilayah Dusun Mandalasena. “Kami memohon kepada pihak kepolisian untuk turun tangan dan menyelidiki informasi ini. Tolong selamatkan anak-anak kami,” ujar warga tersebut. Selain penindakan apabila ditemukan pelanggaran hukum, warga berharap upaya pencegahan dan pengawasan di lingkungan permukiman dapat ditingkatkan. Menurut mereka, keberadaan dugaan peredaran narkotika di sekitar lingkungan tempat tinggal dan fasilitas pendidikan dapat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Polres Labuhanbatu Selatan maupun Polsek Silangkitang mengenai informasi dan keresahan yang disampaikan warga tersebut.(*)

Read More

Warga Resah, Polisi Bergerak! Polsek Torgamba Gerebek Lokasi Diduga Transaksi Narkoba di Pangarungan

Bersuararakyat.online LABUHANBATU SELATAN — Menindaklanjuti keresahan dan laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan serta peredaran narkotika, jajaran Polsek Torgamba, Polres Labuhanbatu Selatan (Labusel), bergerak melakukan Operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) di Dusun Pangarungan I, Desa Pangarungan, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Jumat (18/9/2026) sore. Operasi tersebut dipimpin langsung Kapolsek Torgamba AKP S. Gurusinga, S.H., didampingi Kanit Reskrim Iptu Rajo Irawan Hamonangan, S.H., M.H., bersama personel Polsek Torgamba. Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala Dusun Pangarungan I, Baharuddin Alamsyah Hasibuan. Kapolsek Torgamba mengatakan, operasi dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi masyarakat serta pemberitaan media terkait dugaan aktivitas narkotika di wilayah tersebut. Penggerebekan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor Sprin/421/IX/O.P.S.1.3/2026 guna menindaklanjuti keresahan warga Desa Pangarungan terkait dugaan aktivitas transaksi dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” ujar AKP S. Gurusinga usai kegiatan. Dalam operasi tersebut, petugas menyisir areal perkebunan kelapa sawit yang disebut berkaitan dengan keluarga seorang perempuan berinisial SL. Dari lokasi, polisi menemukan sejumlah barang yang dinilai berkaitan dengan dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika. Barang yang ditemukan antara lain delapan bong atau alat hisap dalam kondisi kosong, dua buah mancis, 11 plastik klip kosong, serta sembilan pipet rakitan. Barang-barang tersebut kemudian diamankan petugas untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Tidak hanya melakukan penyisiran, petugas juga membongkar dan memusnahkan sebuah pondok di lokasi tersebut. Menurut keterangan kepolisian, pondok itu diduga kerap digunakan sebagai tempat transaksi maupun penyalahgunaan narkotika. Meski operasi dilakukan berdasarkan informasi masyarakat, polisi tidak menemukan perempuan berinisial SL di lokasi saat penggerebekan berlangsung. Kapolsek Torgamba menegaskan, ketidakhadiran SL di lokasi tidak menghentikan proses penyelidikan. Terduga wanita berinisial SL tidak berada di lokasi saat penggerebekan. Namun, kami akan terus melakukan penyelidikan dan pencarian mendalam terhadap yang bersangkutan,” kata AKP S. Gurusinga. Polsek Torgamba selanjutnya akan mendalami temuan di lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya tindak pidana narkotika serta mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain. Kepolisian juga menyatakan komitmennya untuk terus menindaklanjuti setiap informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polsek Torgamba.(Red)  

Read More

Siswa MAN Labuhanbatu Lolos OMI 2026 Tingkat Provinsi, Targetkan Prestasi Nasional

BersuarakyatOnline. LABUHANBATU — Prestasi akademik kembali ditorehkan siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuhanbatu. Sebanyak 10 siswa berhasil meraih juara dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Labuhanbatu dan berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Sumatera Utara. Capaian tersebut menjadi momentum bagi MAN Labuhanbatu untuk terus berbenah. Tidak hanya mempertahankan prestasi, madrasah tersebut kini mendorong para siswa dan guru pembimbing untuk meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing pada jenjang yang lebih tinggi. Kepala MAN Labuhanbatu, Munir Nasution, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para siswa, guru pembimbing, dan orang tua yang turut memberikan dukungan terhadap proses pengembangan potensi peserta didik. “Alhamdulillah, semangat siswa, guru, dan wali murid dalam mendukung pengembangan siswa sangat baik. Apa yang diraih siswa tidak terlepas dari dukungan semua pihak,” kata Munir saat dikonfirmasi Rabu (16/9 ) Menurutnya, keberhasilan pada OMI tingkat kabupaten merupakan langkah awal untuk membangun motivasi dan budaya berprestasi di lingkungan madrasah. “Prestasi ini menjadi satu langkah yang baik dan diharapkan menjadi contoh bagi anak-anak madrasah untuk terus giat belajar. Prestasi yang diraih ini menjadi tangga menuju tingkat provinsi, dan harapan kita dapat meraih prestasi hingga tingkat nasional,” ujarnya. Munir mengatakan, pihak madrasah akan terus mendorong guru pembimbing untuk menghadirkan pola pembelajaran yang inovatif serta memberikan pendampingan secara optimal kepada siswa. Pengembangan prestasi, lanjutnya, tidak hanya diarahkan pada bidang akademik, tetapi juga olahraga, seni, keagamaan, dakwah, serta penguatan nilai-nilai akhlak dan moral. 10 Siswa MAN Labuhanbatu Melaju ke Tingkat Provinsi Adapun 10 siswa MAN Labuhanbatu yang meraih prestasi dalam OMI 2026 tingkat Kabupaten Labuhanbatu adalah: – Panji Sagara Ritonga, Kelas XII-A — Juara 1 Matematika. – Raza Ferdy Yusuf Siregar, Kelas XII-D — Juara 2 Matematika. – Febri Windayanti, Kelas XI-D — Juara 3 Matematika. – Fakhri Husein Obama Harahap, Kelas XII-B — Juara 1 Biologi. – Andika Rizki Habibi Laowo, Kelas XI-F — Juara 3 Biologi. – Nurul Hinayah Siregar, Kelas XI-E — Juara 1 Fisika. – Raysa Azzahra Sinaga, Kelas XII-B — Juara 2 Fisika. – Nadya Azka, Kelas XII-A — Juara 3 Fisika. – Rizky Harahap, Kelas XII-G — Juara 2 Ekonomi. – Fauhad Afdi, Kelas XI-D — Juara 3 Ekonomi. Ke-10 siswa tersebut selanjutnya akan membawa nama MAN Labuhanbatu dalam kompetisi OMI tingkat Provinsi Sumatera Utara. Bukan Hanya MAN Labuhanbatu Partisipasi dalam OMI 2026 tingkat Provinsi Sumatera Utara juga diikuti sejumlah siswa dari madrasah lainnya di Kabupaten Labuhanbatu. Pada kategori Madrasah Aliyah, siswa yang lolos berasal dari MAN Labuhanbatu sebanyak 10 siswa, MA Nur Ibrahimy Rantauprapat 1 siswa, MA Ibnu Aqil Selat Besar 2 siswa, MAS Ash-Shobriyah 1 siswa, dan MA Imam An-Nawawy 1 siswa. Untuk kategori Madrasah Tsanawiyah, peserta yang lolos berasal dari MAS Ponpes Abu Hurairah Rantauprapat sebanyak 2 siswa, MA Raudhatul Fikri 1 siswa, MTsN 1 Labuhanbatu 4 siswa, MTsS Imam An-Nawawy 3 siswa, MTsS Al Fauzan Labuhanbatu 1 siswa, serta MTsS Raudlatul Ulum Aek Nabara 1 siswa. Sedangkan pada kategori Madrasah Ibtidaiyah, siswa yang lolos berasal dari MIN 3 Labuhanbatu sebanyak 1 siswa, MIN 5 Labuhanbatu 1 siswa, MIS Mambaul Ulum 1 siswa, dan MIS Al-Ikhlas Bandar Gula Utara sebanyak 3 siswa. Capaian tersebut menunjukkan adanya keterlibatan sejumlah madrasah di Labuhanbatu dalam kompetisi akademik OMI 2026 hingga tingkat provinsi. Potensi Siswa Dikembangkan Lewat Ekstrakurikuler Wakil Kepala MAN Labuhanbatu, Tapa Simbolon, S.Ag., mengatakan pihak madrasah berupaya mengembangkan potensi siswa melalui berbagai kegiatan sesuai minat dan bakat mereka. Menurut Tapa, pembinaan siswa tidak hanya dilakukan melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui berbagai ekstrakurikuler. “SOP yang diterapkan di MAN Labuhanbatu mengarahkan agar potensi siswa terus dipantau. Kami menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sesuai keinginan dan bakat siswa,” katanya. Kegiatan tersebut antara lain bidang keagamaan, seperti tahfiz Al-Qur’an dan dakwah, akademik, olahraga, seni dan budaya, drumben, pramuka, serta organisasi siswa melalui OSIM. “Semua ini kami lakukan untuk menumbuhkembangkan bakat siswa sekaligus membentuk manusia yang berkarakter dan berakhlak,” ujar Tapa. Ia menambahkan, sinergi antara madrasah dan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan peserta didik. “Untuk menciptakan apa yang diinginkan MAN Labuhanbatu, kami memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antara guru, siswa, maupun wali murid. Sesuai harapan pimpinan, madrasah kita ini mendunia,” pungkasnya.(Red).

Read More

Bus dari Medan Dicegat di Labuhanbatu, 4 Kg Sabu Diduga dari Malaysia Disita

Bersuarakyat.Online Labuhanbatu — Tim gabungan Unit Intel Kodim 0209/Labuhanbatu dan Satresnarkoba Polres Labuhanbatu menggagalkan dugaan pengiriman narkotika jenis sabu seberat sekitar 4 kilogram di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di depan GOR Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Sabtu (5/9/2026). Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial MR (26), warga Sampang, Madura, Jawa Timur. MR diamankan saat berada di dalam bus penumpang yang melaju dari arah Medan. Penindakan bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan adanya penumpang yang membawa narkotika dalam jumlah besar. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh aparat dengan melakukan pencegatan terhadap bus di lokasi yang telah ditentukan. Saat pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang dilakukan, petugas menemukan sebuah tas punggung berwarna hijau. Di dalam tas tersebut terdapat empat bungkus plastik berukuran besar yang diduga berisi sabu dengan berat keseluruhan sekitar 4 kilogram. Petugas kemudian mengamankan MR beserta barang bukti untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh petugas, MR mengaku membawa paket tersebut dari Malaysia melalui jalur laut untuk selanjutnya dikirim ke wilayah Lampung. Namun, keterangan mengenai asal dan tujuan narkotika tersebut masih merupakan informasi awal dan harus dibuktikan melalui proses penyidikan. Selain narkotika yang diduga sabu, petugas turut mengamankan sejumlah barang lain, di antaranya uang tunai, telepon seluler, dan kartu identitas milik MR. Setelah penindakan, MR beserta seluruh barang bukti diserahkan kepada Satresnarkoba Polres Labuhanbatu untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum. Penyidik juga melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul narkotika serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam pengiriman tersebut. Dandim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P., mengapresiasi kerja sama antara jajaran TNI dan Polri dalam menggagalkan dugaan pengiriman narkotika tersebut. “Kami tentunya beserta Kapolres Labuhanbatu tidak memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkotika di wilayah hukum Kodim 0209/LB. Keberhasilan menggagalkan masuknya 4 kilogram sabu jaringan internasional ini adalah bukti nyata sinergi tanpa batas antara TNI dan Polri demi melindungi masa depan generasi muda dan menjaga kondusivitas masyarakat Labuhanbatu,” kata Hanung.» Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain serta memastikan jaringan distribusi narkotika yang diduga berada di balik pengiriman tersebut.(Red)  

Read More

Gerak Cepat Polsek Bilah Hilir, Pria 31 Tahun Diciduk Bawa Sabu 2,39 Gram

Bersuarakyat.Online Labuhanbatu— Unit Reskrim Polsek Bilah Hilir bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika. Seorang pria berinisial IR alias IP, 31 tahun, diamankan polisi setelah diduga membawa sabu di Lingkungan Titi Panjang Hulu, Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Penangkapan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Polisi menyita dua bungkus plastik klip yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2,39 gram. Kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang diterima personel Unit Reskrim Polsek Bilah Hilir melalui Call Center Polri Presisi pada hari yang sama sekitar pukul 10.00 WIB. Informasi tersebut menyebutkan IR diduga kerap menjual sabu kepada masyarakat di kawasan Titi Panjang Hulu. Kapolsek Bilah Hilir AKP Armen Faisal kemudian memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Mistranius Purba, S.H., bersama personel untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, polisi mengetahui IR berada di sekitar rumahnya. Tim kemudian bergerak melakukan penggerebekan. Saat kedatangan petugas, IR disebut berusaha melarikan diri. Dalam upaya tersebut, ia diduga membuang sebuah bungkusan yang kemudian ditemukan polisi dan diduga berisi sabu. Petugas mengejar hingga berhasil mengamankan IR. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap barang yang dibuang tersebut. Dalam pemeriksaan, IR disebut mengakui bahwa barang yang diduga sabu itu merupakan miliknya. Ia juga mengaku mendapatkan barang tersebut dari seorang pria yang dikenalnya dengan nama ERY, warga Negeri Lama. Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan mencari ERY. Namun, orang yang disebut sebagai pemasok tersebut belum ditemukan. Selain dua bungkus plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 2,39 gram, polisi turut menyita satu bungkus plastik klip besar berisi plastik klip kecil kosong, satu pipet berbentuk sekop, satu dompet kecil, serta satu kotak rokok merek Surya warna cokelat. IR bersama barang bukti selanjutnya dibawa ke Polsek Bilah Hilir untuk menjalani proses hukum. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan terduga pelaku, melengkapi administrasi penyidikan serta mengembangkan perkara untuk mencari ERY. Perkara tersebut selanjutnya akan dilimpahkan kepada Satresnarkoba Polres Labuhanbatu untuk proses hukum lebih lanjut.(Red)  

Read More

HT Milwan Ingatkan Pelajar Pangkatan: Sekali Terjerumus, Cita-Cita Bisa Pupus

Bersuarakyat.Online LABUHANBATU — Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HT Milwan, meminta pelajar SMK Negeri 1 Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, tidak memberi ruang bagi narkotika dalam kehidupan mereka. Ia mengingatkan, masa depan pelajar dapat rusak ketika pendidikan dikalahkan oleh pergaulan yang salah. Pesan itu disampaikan HT Milwan saat menggelar sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di SMK Negeri 1 Pangkatan, Kamis (8/8). Dalam kegiatan tersebut, HT Milwan menghadirkan Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si., untuk memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus membuka wawasan siswa mengenai pendidikan dan peluang melanjutkan studi. HT Milwan menempatkan pelajar sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Ia meminta siswa memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mengejar prestasi. “Teruslah giat belajar dengan sungguh-sungguh agar apa yang kalian cita-citakan dapat tercapai. Hormati orang tua, bapak dan ibu guru, serta orang yang lebih tua,” kata HT Milwan. Ia juga mengingatkan siswa agar tidak mengabaikan peran keluarga. Menurut dia, dukungan dan doa orang tua merupakan bagian penting dalam perjalanan pendidikan seorang anak. Kepala Sekolah: Jangan Coba-coba Kepala SMK Negeri 1 Pangkatan, Asmida Wati, M.Pd., mengapresiasi sosialisasi tersebut. Ia menilai edukasi mengenai narkoba penting diberikan kepada siswa sebagai langkah pencegahan. Asmida meminta anak didiknya tidak mencoba narkoba, termasuk karena rasa ingin tahu atau ajakan teman. “Jangan pernah mendekati narkoba dan jangan mencari tahu tentang narkoba. Sekali mencoba bisa menjadi kebiasaan,” ujar Asmida. Ia mengingatkan penyalahgunaan narkoba memiliki konsekuensi luas. Selain risiko terhadap kesehatan, persoalan tersebut dapat berujung pada masalah hukum dan mengganggu masa depan pendidikan siswa. Asmida kemudian meminta peserta mengikuti materi dengan serius dan mengambil pengetahuan yang dapat digunakan untuk melindungi diri. Pendidikan Bukan Hanya Jalan ke Dunia Kerja Dr. Faisal Andri Mahrawa dalam pemaparannya mengingatkan siswa SMK tidak boleh membatasi cita-cita hanya pada dunia kerja. Ia menyebut lima siswa SMK Negeri 1 Pangkatan telah diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi. Capaian tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa lulusan SMK juga memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Fungsional SMK memang dipersiapkan untuk bekerja. Tetapi bukan berarti lulusan SMK tidak memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Faisal. Ia meminta siswa mengenali minat dan bakat sebelum menentukan jurusan maupun perguruan tinggi. Kesalahan memilih bidang pendidikan, menurut dia, dapat membuat potensi siswa tidak berkembang secara maksimal. Faisal juga mendorong siswa memanfaatkan telepon seluler untuk hal produktif. Informasi mengenai perguruan tinggi, beasiswa, pelatihan, dan peluang pengembangan diri dapat diakses melalui teknologi. Ia membagikan pengalamannya memperoleh tiga beasiswa selama menempuh pendidikan. “Berbagai program beasiswa bisa kalian dapatkan. Saya waktu kuliah mendapat tiga beasiswa. Kalian juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama jika mempersiapkan diri,” ujarnya. Pergaulan Menjadi Titik Rawan Faisal menilai lingkungan pergaulan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan pelajar. Karena itu, ia meminta siswa selektif memilih teman. “Carilah teman yang saling memotivasi untuk meraih prestasi. Kalau ada teman mengajak menggunakan narkoba, harus tegas mengatakan tidak,” kata Faisal. Ia juga meminta siswa tidak bersikap pasif ketika mengetahui temannya mulai terpengaruh narkoba. Persoalan tersebut dapat disampaikan kepada orang tua atau guru bimbingan konseling agar mendapatkan penanganan yang tepat. Menurut Faisal, pencegahan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Keluarga dan sekolah memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mampu melindungi pelajar dari penyalahgunaan narkotika. Ia menggambarkan dampak sosial narkoba dengan perumpamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. “Dulu yang hilang ember buruk, sekarang ember bagus pun hilang. Dulu kunci pagar yang hilang, sekarang pagarnya pun ikut hilang,” ujarnya. Faisal kemudian menegaskan bahwa narkoba dapat menjadi ancaman serius terhadap cita-cita pelajar. “Jangan dekati narkoba. Tidak ada artinya cita-cita setinggi langit kalau kita memakai narkoba. Harapan itu bisa pupus,” katanya. Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif antara Faisal dan para siswa. Pertanyaan yang muncul antara lain mengenai cara menghadapi pengaruh lingkungan, bahaya narkoba, peluang memperoleh beasiswa, serta strategi mempertahankan semangat belajar. Sosialisasi tersebut tidak hanya menekankan aspek pencegahan narkoba, tetapi juga mendorong siswa membangun masa depan melalui pendidikan, prestasi, dan lingkungan pergaulan yang sehat.(Red)

Read More

Munir Nasution Bawa MAN Labuhanbatu Tembus Penghargaan Asia di Malaysia

Bersuarakyat.Online Kuala Lumpur Malaysia — Prestasi MAN Labuhanbatu menembus panggung penghargaan pendidikan di Malaysia. Di bawah kepemimpinan Munir Nasution, S.Ag., M.Pd., madrasah itu menerima Certificate of Recognition dalam ajang Top-In Excellence Islamic Education Exemplary Awards 2026 di Aloft Kuala Lumpur Hotel, Malaysia, Sabtu (8/8). Capaian tersebut menjadi sorotan karena penghargaan diterima di luar negeri dan membawa nama MAN Labuhanbatu ke forum pendidikan regional. Munir hadir langsung menerima penghargaan tersebut. Bagi Munir, penghargaan itu merupakan hasil kerja kolektif. Dia mendedikasikannya kepada guru, tenaga kependidikan, siswa, dan seluruh keluarga besar MAN Labuhanbatu. «“First and foremost, I dedicate this award to the entire MAN Labuhanbatu family, whose dedication, hard work, and commitment have brought this achievement to us today,” kata Munir.» Munir dorong madrasah tak berhenti pada seremoni Munir tidak ingin penghargaan tersebut berhenti sebagai seremoni. Dia menempatkan capaian itu sebagai pemicu untuk memperkuat mutu pendidikan di MAN Labuhanbatu. Menurut dia, madrasah harus mampu berjalan beriringan antara pendidikan agama, pembentukan karakter, penguasaan sains dan teknologi, serta kepedulian terhadap lingkungan. “Penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat inovasi, dan membangun budaya peduli lingkungan,” ujarnya. Arah tersebut sejalan dengan perhatian MAN Labuhanbatu terhadap program ekoteologi Kementerian Agama. Lingkungan sekolah dikembangkan sebagai ruang belajar yang hijau, bersih, dan ramah lingkungan. Komitmen itu sebelumnya diperkuat dengan keberhasilan MAN Labuhanbatu meraih Adiwiyata Mandiri 2025. Capaian tersebut kini ingin dinaikkan satu tingkat. Munir menargetkan MAN Labuhanbatu dapat mengejar ASEAN Adiwiyata Award pada 2027. «“Therefore, with great humility, we ask for the prayers and support of everyone here today, so that MAN Labuhanbatu may be blessed with the opportunity to achieve the ASEAN Adiwiyata Award,” ujarnya.» Target itu menunjukkan bahwa bagi Munir, penghargaan di Kuala Lumpur bukan garis finis. Justru dari capaian tersebut, madrasah dituntut membuktikan konsistensi melalui program dan prestasi yang berkelanjutan. Dukungan lintas lembaga Munir juga menyampaikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang disebut berkontribusi terhadap perkembangan MAN Labuhanbatu, antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu Dr. H. Asbin Pasaribu, M.A., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, serta Bupati Labuhanbatu Dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM. Menurut Munir, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan MAN Labuhanbatu. Penghargaan di Kuala Lumpur sekaligus menjadi ujian berikutnya bagi madrasah. Setelah memperoleh pengakuan tersebut, tantangannya adalah menjaga kualitas, memperkuat inovasi, dan memastikan prestasi tidak berhenti pada satu momentum. Munir didampingi Wakil Kepala Madrasah Tapa Simbolon, S.Ag., Dalilawati, dan Wilda Istiani Nasution saat menerima penghargaan. Tapa mengatakan capaian tersebut menjadi pemacu bagi keluarga besar MAN Labuhanbatu untuk bekerja lebih keras. “Penghargaan ini memacu semangat kita meningkatkan mutu pendidikan di MAN Labuhanbatu. Kami terus belajar dan berinovasi, menumbuhkan semangat kekeluargaan antara guru dan siswa, serta sama-sama berkomitmen untuk kemajuan madrasah,” kata Tapa. Dia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama. “Apapun bisa kita capai jika kita bersama-sama. Selamat buat pimpinan madrasah,” ujar Tapa.(Red)  

Read More

HT Milwan Dorong Pelajar MTsN 3 Pangkatan Memaknai Pancasila

Bersuarakyat.Online Labuhanbatu — Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi NasDem, HT Milwan, mengajak pelajar tidak berhenti memahami Pancasila sebagai hafalan. Ia mendorong nilai-nilai dasar negara itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah derasnya arus informasi digital. Pesan tersebut disampaikan HT Milwan saat menggelar kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan di MTsN 3 Pangkatan, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Selasa, (11/8). Kegiatan itu digelar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurut HT Milwan, pelajar merupakan kelompok penting dalam menjaga keberlanjutan nilai kebangsaan karena mereka akan menentukan arah Indonesia pada masa mendatang. “Pancasila jangan hanya dihafalkan. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilainya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata HT Milwan. Ia menilai perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru bagi pelajar. Informasi yang datang tanpa batas dapat menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga membuka ruang bagi disinformasi, intoleransi, dan paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan. Karena itu, kata dia, penguatan wawasan kebangsaan perlu dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan pelajar. Dalam kegiatan tersebut, HT Milwan menghadirkan Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si., sebagai narasumber. Faisal merupakan dosen tetap FISIP Universitas Sumatera Utara, pendiri Sekolah Kebangsaan, serta pernah menjadi panelis debat calon Gubernur Sumatera Utara. Ia juga aktif dalam dunia jurnalistik dan tercatat sebagai salah satu pengurus DPP Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Faisal mengemas materi Pancasila dan wawasan kebangsaan melalui dialog dengan para siswa. Pembahasan lima sila tidak disampaikan semata sebagai teori, melainkan dikaitkan dengan kehidupan di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Para siswa juga diberi kesempatan bertanya. Sejumlah pertanyaan berkaitan dengan cara membangun motivasi belajar, meraih prestasi, hingga mendapatkan beasiswa. HT Milwan kemudian menekankan pentingnya kesungguhan dalam belajar. Ia mengatakan kondisi ekonomi tidak semestinya menjadi penghalang bagi seorang anak untuk mengejar pendidikan dan masa depan. Ia mencontohkan perjalanan Faisal yang berasal dari keluarga sederhana tetapi mampu menempuh pendidikan hingga meraih gelar doktor dengan dukungan beasiswa dan prestasi. “Belajar dengan sungguh-sungguh. Keterbatasan biaya bukan alasan untuk berhenti meraih prestasi,” ujar HT Milwan. Bagi HT Milwan, pendidikan kebangsaan dan pendidikan akademik harus berjalan beriringan. Pelajar tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga karakter, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan menyaring informasi. Pancasila dari Ruang Kelas Kepala MTsN 3 Pangkatan, Hirwansah, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengatakan kehadiran HT Milwan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh perspektif lain mengenai Pancasila dan wawasan kebangsaan. “Terima kasih kepada Bapak HT Milwan yang telah memilih sekolah kami. Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar,” kata Hirwansah. Ia juga mengapresiasi Faisal yang dinilai mampu membangun komunikasi dengan siswa sehingga materi yang disampaikan tidak terasa sebagai pelajaran satu arah. Menurut Hirwansah, salah satu pesan yang penting bagi siswa adalah menempatkan adab sebelum ilmu. Pendidikan, kata dia, tidak semata-mata mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk sikap dan karakter. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali Pancasila kepada generasi muda melalui pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Bagi HT Milwan, memahami Pancasila berarti menjadikannya pedoman dalam bersikap, bukan sekadar mengingat lima sila untuk kebutuhan ujian.(Red)

Read More

Karikatur Sang Kiper Jadi Hadiah Istimewa untuk Kasat Narkoba di HUT Bhayangkara ke-80

LABUHANBATU – Ada suasana berbeda di peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Satres Narkoba Polres Labuhanbatu. Tim Media Satres Narkoba Polres Labuhanbatu yang dipimpin Rio Tan memberikan kejutan berupa nasi tumpeng dan karikatur eksklusif kepada Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Hardiyanto, S.H., M.H., beserta jajarannya, sebagai bentuk apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Karikatur itu bukan sekadar karya seni. AKP Hardiyanto digambarkan sebagai seorang penjaga gawang (kiper), simbol yang dipilih untuk merepresentasikan peran Satres Narkoba sebagai garda terdepan sekaligus benteng terakhir dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika di Kabupaten Labuhanbatu. Rio Tan mengatakan, filosofi penjaga gawang mencerminkan karakter yang harus dimiliki aparat penegak hukum, yakni berani mengambil keputusan, tetap fokus dalam tekanan, sigap membaca situasi, serta tidak memberi ruang bagi “lawan” untuk mencetak gol. “Kami memilih sosok kiper karena ia adalah benteng terakhir sebuah tim. Filosofi itu kami nilai menggambarkan peran Kasat Narkoba beserta jajarannya yang setiap hari berada di garis depan dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika demi melindungi masyarakat,” ujar Rio, Selasa (1/7/2026). Menurut Rio, pemberian karikatur dan nasi tumpeng bukan sekadar seremoni HUT Bhayangkara, melainkan simbol dukungan moral kepada Satres Narkoba Polres Labuhanbatu yang dinilai konsisten membangun komunikasi terbuka dengan media, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pemberantasan narkotika. Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi untuk Masyarakat”, HUT Bhayangkara ke-80, kata Rio, menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Polri, media, dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga oleh keterlibatan publik melalui edukasi dan penyebaran informasi yang benar. Rio turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Polri, khususnya Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., dan Kasat Narkoba AKP Hardiyanto, S.H., M.H. “Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin profesional, semakin dipercaya masyarakat, serta terus menghadirkan pelayanan yang humanis, berkeadilan, dan berintegritas,” katanya. Rio menilai kepercayaan publik merupakan modal utama institusi kepolisian. Karena itu, keterbukaan informasi dan komunikasi yang sehat dengan media perlu terus dijaga agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menegaskan Tim Media Satres Narkoba Polres Labuhanbatu akan terus mendukung penyebarluasan informasi yang edukatif, khususnya mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, perkembangan penegakan hukum, serta upaya pencegahan yang dilakukan kepolisian. “Di tengah derasnya arus informasi digital, media memiliki tanggung jawab menyampaikan fakta sekaligus menangkal penyebaran hoaks. Sinergi antara media dan Polri menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan narkotika,” ujarnya. Rio berharap semangat HUT Bhayangkara ke-80 menjadi penguat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. “Semoga Polri terus menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, serta semakin dicintai publik dalam setiap pengabdiannya kepada bangsa dan negara,” tutup Rio.(Red)

Read More

Di Tengah Polemik Dugaan Pencurian Lembu, Dandim Pastikan TNI Tidak Terlibat

LABUHANBATU – Komandan Kodim (Dandim) 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P., menegaskan hingga kini belum ditemukan indikasi keterlibatan anggota TNI dalam polemik dugaan pencurian lembu yang terjadi di areal perkebunan Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, pada 25 Juni 2026. Pernyataan itu disampaikan Hanung dalam kegiatan coffee morning bersama wartawan di Makodim 0209/Labuhanbatu, Minggu (28/6). Ia meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak menggiring opini sebelum proses hukum selesai. “Saya berada di posisi netral. Saya tidak berpihak kepada siapa pun, baik kepada saudara J maupun MS. Biarkan persoalan ini diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” kata Hanung. Menurut Hanung, persoalan yang berkembang saat ini pada dasarnya merupakan sengketa antara dua pihak yang berkaitan dengan kepemilikan lembu dan lahan. Karena itu, ia menilai persoalan tersebut tidak semestinya berkembang menjadi isu yang menyeret institusi TNI. “Saya sudah mendengar penjelasan dari kedua belah pihak. Kesimpulan sementara yang saya peroleh, ini adalah konflik antara dua pihak terkait persoalan sapi dan lahan. Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi konflik yang menyeret institusi,” ujarnya. Hanung menegaskan, hasil pemeriksaan internal sementara tidak menemukan keterlibatan personel TNI dalam dugaan pengambilan maupun penggiringan lembu. Menurut dia, kehadiran personel di lokasi saat kejadian semata-mata untuk mengantisipasi potensi benturan antarkelompok masyarakat. “Sampai saat ini tidak ada anggota TNI yang terlibat dalam pengambilan lembu tersebut. Personel yang berada di lokasi bertugas melakukan pengamanan agar tidak terjadi konflik,” katanya. Terkait keberadaan personel di kawasan perkebunan, Hanung membenarkan adanya anggota TNI yang menjalankan tugas pengamanan berdasarkan kerja sama di sektor perkebunan. Namun, pihaknya masih menelusuri dasar penugasan tersebut. “Kami juga sedang mengecek apakah penugasan itu berdasarkan permintaan pihak tertentu dan bagaimana dasar penugasannya,” ujarnya. Hanung juga membantah informasi yang beredar di media sosial yang menyebut sekitar satu kompi atau 120 personel TNI terlibat dalam peristiwa tersebut. “Informasi itu tidak benar. Kami tegaskan kabar tersebut merupakan hoaks,” tegasnya. Ia mengaku menerima banyak pesan melalui aplikasi WhatsApp yang berisi tudingan terhadap institusi TNI. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Sementara itu, Jefrey melalui video klarifikasi yang beredar di media sosial juga membantah tudingan adanya keterlibatan oknum TNI dalam dugaan pencurian lembu. Didampingi kuasa hukumnya, ia mengaku telah melaporkan sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan informasi bohong ke Polda Sumatera Utara. “Saya tegaskan tidak ada oknum TNI yang terlibat sedikit pun dalam pencurian lembu di lahan saya. Jangan merusak citra TNI dengan informasi yang tidak benar,” ujar Jefrey. Ia menjelaskan, lokasi yang terlihat dalam video yang beredar merupakan jalan umum di depan mess kebun, bukan lokasi pengambilan lembu. “Pengambilan lembu dilakukan oleh anggota saya sendiri di dalam lahan kebun, bukan oleh oknum TNI. Saya mengimbau masyarakat tidak menyebarkan berita bohong,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, Hanung juga menyoroti penanganan perkara pembunuhan dan penganiayaan di kawasan PT Agrinas yang dinilainya lebih mendesak untuk diselesaikan. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan manajemen perusahaan agar fokus penanganan diarahkan terlebih dahulu pada penyelesaian perkara tersebut. “Saya sudah menyampaikan kepada Kapolres dan pihak Agrinas agar fokus terlebih dahulu pada penyelesaian kasus pembunuhan dan penganiayaan. Tidak elok jika perhatian kita terpecah pada persoalan lain ketika ada peristiwa yang jauh lebih besar,” ujarnya. Menurut Hanung, pihak perusahaan untuk sementara diminta menunda pelaporan perkara lain agar proses penyidikan terhadap kasus utama dan penanganan korban dapat berjalan lebih optimal. Selain itu, ia mengatakan jajaran Koramil telah diperintahkan membantu masyarakat terdampak, termasuk memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut. “Fokus kami saat ini adalah membantu penyelesaian persoalan utama, mendampingi korban, serta memastikan situasi tetap kondusif. Kami juga terus berkomunikasi dengan keluarga korban terkait perkembangan penanganan perkara dan bantuan yang dapat diberikan,” kata Hanung.(Red)

Read More