Bersuarakyat.Online
Labuhanbatu — Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi NasDem, HT Milwan, mengajak pelajar tidak berhenti memahami Pancasila sebagai hafalan. Ia mendorong nilai-nilai dasar negara itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.
Pesan tersebut disampaikan HT Milwan saat menggelar kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan di MTsN 3 Pangkatan, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Selasa, (11/8).
Kegiatan itu digelar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurut HT Milwan, pelajar merupakan kelompok penting dalam menjaga keberlanjutan nilai kebangsaan karena mereka akan menentukan arah Indonesia pada masa mendatang.
“Pancasila jangan hanya dihafalkan. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilainya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata HT Milwan.
Ia menilai perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru bagi pelajar. Informasi yang datang tanpa batas dapat menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga membuka ruang bagi disinformasi, intoleransi, dan paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Karena itu, kata dia, penguatan wawasan kebangsaan perlu dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan pelajar.
Dalam kegiatan tersebut, HT Milwan menghadirkan Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si., sebagai narasumber. Faisal merupakan dosen tetap FISIP Universitas Sumatera Utara, pendiri Sekolah Kebangsaan, serta pernah menjadi panelis debat calon Gubernur Sumatera Utara. Ia juga aktif dalam dunia jurnalistik dan tercatat sebagai salah satu pengurus DPP Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).
Faisal mengemas materi Pancasila dan wawasan kebangsaan melalui dialog dengan para siswa. Pembahasan lima sila tidak disampaikan semata sebagai teori, melainkan dikaitkan dengan kehidupan di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Para siswa juga diberi kesempatan bertanya. Sejumlah pertanyaan berkaitan dengan cara membangun motivasi belajar, meraih prestasi, hingga mendapatkan beasiswa.
HT Milwan kemudian menekankan pentingnya kesungguhan dalam belajar. Ia mengatakan kondisi ekonomi tidak semestinya menjadi penghalang bagi seorang anak untuk mengejar pendidikan dan masa depan.
Ia mencontohkan perjalanan Faisal yang berasal dari keluarga sederhana tetapi mampu menempuh pendidikan hingga meraih gelar doktor dengan dukungan beasiswa dan prestasi.
“Belajar dengan sungguh-sungguh. Keterbatasan biaya bukan alasan untuk berhenti meraih prestasi,” ujar HT Milwan.
Bagi HT Milwan, pendidikan kebangsaan dan pendidikan akademik harus berjalan beriringan. Pelajar tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga karakter, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan menyaring informasi.
Pancasila dari Ruang Kelas
Kepala MTsN 3 Pangkatan, Hirwansah, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengatakan kehadiran HT Milwan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh perspektif lain mengenai Pancasila dan wawasan kebangsaan.
“Terima kasih kepada Bapak HT Milwan yang telah memilih sekolah kami. Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar,” kata Hirwansah.
Ia juga mengapresiasi Faisal yang dinilai mampu membangun komunikasi dengan siswa sehingga materi yang disampaikan tidak terasa sebagai pelajaran satu arah.
Menurut Hirwansah, salah satu pesan yang penting bagi siswa adalah menempatkan adab sebelum ilmu. Pendidikan, kata dia, tidak semata-mata mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk sikap dan karakter.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali Pancasila kepada generasi muda melalui pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Bagi HT Milwan, memahami Pancasila berarti menjadikannya pedoman dalam bersikap, bukan sekadar mengingat lima sila untuk kebutuhan ujian.(Red)