Pemkab Aceh Timur Siap Gelar MTQ Tingkat Kabupaten ke-39 di Simpang Ulim, Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky Ajak Masyarakat Meramaikan

Bersuarakyat.online IDI RAYEUK, ACEH TIMUR –Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memastikan akan menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten ke-39. Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky melalui Plt. Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Timur, Istarni Usman, pada Selasa (13/10/2026). Menurut Istarni, MTQ ke-39 ini direncanakan akan digelar pada bulan November 2026 mendatang. Untuk jadwal tanggal pasti pelaksanaannya, pihaknya akan melakukan briefing lebih lanjut. “MTQ ini akan digelar pada bulan November dan mengenai jadwal tanggal akan kita briefing,” ujar Istarni kepada media. Istarni juga mengajak dan meminta dukungan seluruh masyarakat Aceh Timur untuk ikut meramaikan dan menyukseskan pelaksanaan MTQ tersebut yang akan dipusatkan di Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur. Pemkab Aceh Timur berharap melalui MTQ ke-39 ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta melahirkan qari dan qariah terbaik yang akan mewakili Aceh Timur ke tingkat provinsi. #Hsb

Read More

Bupati Labusel Buka TMMD ke-130, Fokus Percepat Pembangunan Desa dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Bersuarakyat.online Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu di Lapangan Mutiara, Desa Aek Batu, Cikampak, Kecamatan Torgamba, Selasa (13/10/2026). Program TMMD yang berlangsung selama 30 hari, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026, menjadi salah satu upaya mempercepat pembangunan wilayah perdesaan melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sejumlah sasaran fisik dan nonfisik disiapkan untuk meningkatkan aksesibilitas, memperbaiki kualitas lingkungan, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat. Upacara pembukaan tersebut dihadiri Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Inf. Sandi Kamidianto, S.I.P., M.I.P., beserta rombongan dan para pejabat utama Korem 022/PT, Dandim 0209/LB Letkol Kav. Hanung Kaptiaji beserta jajaran, anggota DPRD Labusel, Sekretaris Daerah M. Reza Pahlevi Nasution, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Labusel Ny. Indah Fery Simatupang, Ketua Persit KCK Ny. Indah Hanung Kaptiaji, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan OPD, serta undangan lainnya. Dalam arahannya, Bupati Fery Sahputra Simatupang menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada TNI, khususnya Kodim 0209/Labuhanbatu, atas komitmen dan pengabdiannya dalam mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program TMMD. Menurutnya, TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong, mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI, khususnya Kodim 0209/LB, atas komitmen dan pengabdiannya dalam membantu percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program TMMD,” ujar Fery. Ia berharap seluruh sasaran TMMD ke-130 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. Bupati juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan, menjaga kebersamaan, dan bergotong royong bersama personel TNI. “Keberhasilan pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan TNI, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita jadikan TMMD ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi, membangun desa, dan mewujudkan Labuhanbatu Selatan yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” katanya. Dalam pelaksanaannya, TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu menetapkan sejumlah sasaran fisik yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pekerjaan fisik tersebut meliputi peningkatan badan jalan sepanjang 1.700 meter dengan lebar lima meter, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan lima unit sumur bor, perbaikan lima unit mandi, cuci, kakus (MCK), serta rehabilitasi dua tempat ibadah. Peningkatan jalan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil produksi masyarakat. Sementara itu, penyediaan sumur bor, perbaikan MCK, serta rehabilitasi rumah dan tempat ibadah diarahkan untuk mendukung kualitas hidup masyarakat di wilayah sasaran. TMMD kali ini juga mencakup program ketahanan pangan melalui penanaman jagung dan semangka pada lahan seluas 1,3 hektare. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan produktif dan memperkuat kemandirian pangan masyarakat. Selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik turut menjadi perhatian melalui penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, bahaya narkoba dan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), hukum, kesehatan, pencegahan stunting, keluarga berencana, pertanian, hingga pemeliharaan lingkungan hidup. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat partisipasi warga dalam menjaga hasil pembangunan secara berkelanjutan. Dukungan TNI terhadap pembangunan infrastruktur di Labusel juga terlihat dari perkembangan pembangunan jembatan yang dikerjakan Kodim 0209/Labuhanbatu. Dari total 26 unit jembatan yang telah dikerjakan di wilayah kerja Kodim 0209/Labuhanbatu, sebanyak 18 unit berada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Pembangunan tersebut mencakup sejumlah jenis jembatan, termasuk jembatan gantung dan jembatan beton. Infrastruktur ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas masyarakat, mempermudah akses antardesa, serta mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi warga. Keberadaan jembatan yang memadai menjadi bagian penting dalam membuka keterisolasian wilayah, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses lebih mudah menuju pusat pelayanan, sekolah, fasilitas kesehatan, maupun kawasan ekonomi. Melalui TMMD ke-130 dan berbagai dukungan pembangunan infrastruktur tersebut, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menjawab kebutuhan pembangunan di wilayah perdesaan. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan berharap seluruh rangkaian kegiatan TMMD berjalan lancar, aman, dan sukses serta menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Lebih dari sekadar pembangunan sarana fisik, TMMD diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mewujudkan Labuhanbatu Selatan yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan. #AJN

Read More

Wamen ATR/BPN Sampaikan Hal Ini Saat Seminar Nasional Pertanahan

Bersuarakyat online Medan – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Pertanahan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) pada Kamis (08/10/2026) secara daring. Di kesempatan ini, ia mengingatkan akan pentingnya integrasi data hak atas tanah, tata ruang, dan nilai tanah untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan tata ruang dan wilayah. “Ketika kita memiliki satu peta tanah, kita mengetahui status haknya, kita mengetahui pemanfaatannya, rencana tata ruangnya, infrastrukturnya, serta informasi mengenai nilai tanahnya secara sama. Inilah yang kita sangat harapkan. Dari One Map menjadi One Parcel, dan kemudian menjadi One Integrated Land Information Ecosystem,” ujar Wamen Ossy dalam seminar bertajuk Peran Penilai dalam Solusi Permasalahan Tata Ruang dan Wilayah, Kesenjangan Data Nilai Tanah, dan Kepentingan One Map Policy melalui rilis yang diterima media pada Senin (12/10/2026). Menurut Wamen Ossy, integrasi tersebut dibutuhkan karena data hak, ruang, dan nilai tanah masih terlalu sering berjalan dalam sistem dan basis data masing-masing. Padahal, ketiganya bertemu pada bidang tanah yang sama. Kondisi tersebut juga perlu diantisipasi karena nilai tanah dapat berubah ketika terjadi perubahan aksesibilitas, pembangunan infrastruktur, aktivitas ekonomi, maupun tata ruang di suatu wilayah. “Tanahnya tidak berpindah. Luasnya juga tidak berubah. Tetapi, nilai ekonominya dapat berubah secara drastis karena nilai tanah bukan sekadar angka rupiah per meter persegi. Nilai tanah merupakan hasil interaksi lokasi, aksesibilitas, infrastruktur, tata ruang, aktivitas ekonomi, kepastian hukum, dan lain-lain,” jelas Wamen ATR/Waka BPN. Dalam kondisi tersebut, Wamen Ossy menilai profesi penilai memiliki peran strategis untuk menjelaskan perubahan nilai tanah sekaligus faktor yang mempengaruhinya. Dengan dukungan data yang terintegrasi, informasi nilai tanah tidak hanya digunakan untuk mengetahui besaran nilai suatu bidang, namun juga untuk membaca perkembangan kawasan, melihat dampak pembangunan infrastruktur, dan memahami konsekuensi ekonomi dari suatu keputusan tata ruang. “Jangan sampai kita memiliki peta hak yang baik, peta tata ruang yang baik, peta nilai tanah yang baik, tapi ketiganya hidup di dunia yang berbeda, terfragmentasi di sana-sini. Ketika ketiganya dapat terhubung, kita tidak hanya akan mengetahui di mana tanah berada, tetapi juga siapa yang memiliki hak, apa yang dapat dilakukan di atasnya, dan bagaimana nilai ekonominya berkembang,” pungkas Wamen Ossy. Dalam seminar yang digelar secara daring ini, turut hadir Direktur Pembinaan dan Pengawasan Profesi Keuangan, Kementerian Keuangan RI, Erawati yang juga menjadi pembuka acara. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari sejumlah kementerian/lembaga, Anggota MAPPI dan perwakilan pemerintah daerah. #Red

Read More

KLARIFIKASI RESMI: RICO SUKMANA DAN KEUCHIK MEUNASAH LEUBOK BANTAH TUDUAN — KERJA SUDAH SESUAI ATURAN DAN SISTEM SISKEDES

Bersuarakyat.online 13 Oktober 2026, Gampong Meunasah Leubok, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur Menyikapi pemberitaan yang beredar di media online beberapa hari terakhir terkait dugaan ketidakberesan pengelolaan keuangan dan data di Gampong Meunasah Leubok, Rico Sukmana selaku Operator SISKEDES Gampong Meunasah Leubok, bersama Keuchik Gampong Meunasah Leubok, menyampaikan bantahan dan klarifikasi resmi: “Apa yang disampaikan oleh oknum masyarakat yang tidak disebutkan namanya tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Selama ini, tugas dan pekerjaan yang saya lakukan selaku Operator SISKEDES Gampong Meunasah Leubok telah berjalan sesuai dengan prosedur, ketentuan yang berlaku, dan sistem yang ditetapkan pemerintah. Semua data dan laporan yang saya susun adalah berdasarkan dokumen dan bukti sah yang ada,” ujar Rico Sukmana. Keuchik Meunasah Leubok juga menegaskan “Pemerintah Gampong Meunasah Leubok menjamin seluruh penyaluran dan pelaporan anggaran telah dilakukan secara tertib dan sesuai aturan. Tuduhan yang disampaikan pihak tertentu yang tidak menyebutkan identitasnya tersebut tidak kami akui dan tidak terbukti kebenarannya.” Terkait dengan informasi mengenai Operator SIKS-NG di Gampong Meunasah Leubok, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, pihak pemerintah gampong juga mengonfirmasi bahwa Nur Hakiki tercatat sebagai operator yang sah dan menjalankan tugasnya sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam pernyataannya, Rico Sukmana menegaskan beberapa hal ; Bekerja sesuai aturan: Seluruh input data, penyusunan laporan, dan penatausahaan keuangan dilakukan berdasarkan pedoman resmi dan sistem SISKEDES yang terintegrasi Berdasarkan dokumen sah: Setiap angka yang tercantum dalam laporan dilampiri dengan bukti-bukti pertanggungjawaban yang lengkap dan dapat diverifikasi Bukan wewenang tunggal: Pengelolaan keuangan gampong dilakukan secara berjenjang dan melibatkan pihak lain, bukan satu orang Siap diverifikasi: Jika ada yang meragukan, dokumen fisik tersedia di Kantor Gampong pada jam kerja untuk diverifikasi oleh pihak yang berwenang Keuchik Meunasah Leubok menyampaikan ; “Kami menghargai keinginan masyarakat untuk mengawasi pembangunan di gampong ini. Namun, informasi yang disampaikan haruslah akurat, bertanggung jawab, dan menyebutkan identitas secara jelas. Jika ada yang ingin menyampaikan keberatan, silakan datang secara resmi ke Kantor Gampong, sampaikan identitas, dan tunjukkan bukti yang dimiliki. Menyebarkan informasi tanpa menyebutkan nama dan tanpa menunjukkan bukti, itu bukan pengawasan — itu bisa merugikan pihak lain.” Rico Sukmana menegaskan tidak menutup diri dari pemeriksaan pihak berwenang ; “Saya tidak takut diperiksa, karena apa yang saya kerjakan sudah saya jalankan sesuai ketentuan. Silakan pihak berwenang datang, silakan periksa dokumennya. Jika ada yang kurang, kita perbaiki bersama. Tapi tolong, jangan menyebarkan informasi yang belum tentu benar di media tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada kami.” Pernyataan di atas adalah klarifikasi resmi dari pihak yang disebut dalam pemberitaan sebelumnya. Media menayangkan pernyataan ini sebagai bagian dari prinsip jurnalistik berimbang — memberikan hak jawab kepada semua pihak yang terlibat. Publikasi tetap diharapkan bijaksana dalam menyikapi berbagai informasi yang berkembang. Prinsip praduga tak bersalah berlaku untuk semua pihak — baik pihak yang menyampaikan keluhan maupun pihak yang membantahnya. Kebenaran akan ditemukan jika semua pihak bersikap terbuka dan menghadirkan bukti secara bersama-sama di hadapan pihak yang berwenang. #Mengawal Kebenaran & Keadilan tem hsb

Read More

Kapolsek Simpang Jernih Pantau Banjir di Pante Kera, 30 KK Masih Mengungsi

Bersuarakyat.online Kapolsek Simpang Jernih, Polres Aceh Timur, Polda Aceh, Ipda Dwi Andika Lubis, S.H., M.H., memantau kondisi wilayah terdampak banjir di Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Senin (12/10/2026) sore. Monitoring tersebut dilakukan Kapolsek Simpang Jernihh bersama Kanit Propam Jernih Aiptu Imanuddin Awal Nirwana, Bhabinkamtibmas Aipda Ibrahim, Kanit Intelkam Aipda Dennis R., serta Geuchik Desa Pante Kera, M. Sabillah. Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan Sungai Simpang Jernih. Berdasarkan hasil pemantauan sekitar pukul 16.00 WIB, genangan air di permukiman warga Dusun Alur Merbo mulai surut dan sebagian rumah telah mengering. Warga terdampak juga mulai membersihkan lumpur yang tersisa di rumah masing-masing. Meski kondisi berangsur membaik, sekitar 30 kepala keluarga (KK) masih mengungsi di rumah kerabat dan gedung sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD). Ipda Dwi Andika, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan debit air sungai sekaligus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. “Surutnya air bukan berarti masyarakat bisa lengah. Kami mengimbau warga untuk tetap siaga, terus memantau kondisi sungai, serta mengamankan barang-barang berharga. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir,” ujar Ipda Dwi Andika. Menurut dia, kewaspadaan dan koordinasi antara kepolisian, perangkat desa, serta masyarakat sangat diperlukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan. Warga juga diharapkan segera mencari tempat yang lebih aman apabila debit air kembali meningkat. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengutamakan keselamatan selama kondisi cuaca serta debit air sungai masih perlu diwaspadai. #Hsb

Read More