Bersuarakyat.online – Labuhanbatu
Rantauprapat, Bencana longsor dan banjir bandang yang melanda di beberapa kabupaten dan kota di Sumatra Utara memperlihatkan pemandangan memilukan.
Salah satu yang menjadi banyak soroton masyarakat Sumatera Utara adalah tumpukan kayu berukuran besar yang banyak menghantam rumah pemukiman warga.
Ketua Satuan Pelajar Dan Mahasiswa Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya ( SAPMA DPD IPK ) Kabupaten Labuhanbatu, Ahmadi Ritonga, S.IP meminta kepada pihak penegak hukum seperti Kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( DLHK ) untuk bertindak tegas terhadap pelaku-pelaku pemalakan liar.
“Pelaku pembalakan liar harus segara di tindak, jangan semua daerah harus merasakan bencana akibat ulah mafia kayu, kejadian bencana saat ini yang ada di Sumut menjadi peringatan penting bagi penegak hukum” ucap Ahmadi Ritonga.
Dalam sejumlah video yang tersebar di media sosial, banjir bandang membawa muatan gelondongan kayu di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga. Netizen menduga itu merupakan praktek ilegal logging yang ikut memperparah banjir dan longsor.
Pemandangan ini menuai banyak kritikan dari kalangan aktivis dan penggiat media sosial, Ahmadi Ritonga juga mengungkapkan ini bukti pembiaran yang dilakukan dari pihak pemerintah dan penegak hukum.
“Lemahnya penindakan dan pengawasan dari pemerintah serta aparat penegak hukum di Sumut menjadi membuka ruang bagi praktik ilegal penebangan pohon hingga bermuara pada bencana yang hari ini kita saksikan, Pemerintah harus bertanggung jawab jangan hanya membentuk Satgas PKH yang menyatakan kebun masyarakat berupa kebun sawit menjadi Kawasan Hutan dimana-mana. Sementara itu, pengawasan hutan sangat lemah sehingga menimbulkan bencana yg terjadi saat ini ” tutup Ahmadi Ritonga.