Nyakli Maop melihat ada yang tidak beres dengan anggaran pemerintah di Aceh Timur 

Bersuarakyat.online –  Aceh Timur   Razali alias nyakli maop aktivis hak manusia dan tim investigasi badan advokasi Indonesia untuk Aceh melihat Aceh Timur tidak dalam kondisi yang baik baik saja   Banyaknya angaran dana desa dan bantuan pemerintah mati tanggal hingga tak bisa dicairkan lagi, BLT kesra tak bisa ditarik begitu juga dengan BLT DD  baru 6 bln yang bisa tersalurkan, begitu juga halnya dengan gaji para perangkat dan honor TPG gampang di kecamatan darul aman hingga kini tak tersalurkan walaupun  sudah memasuki tahun 2026. aneh tapi nyata dana desa terkesan sangat susah di cairkan begitu juga hal nya untuk ketahanan pangan di beberapa desa dalam kecamatan darul aman justru tak dapat di gunakan seperti harapan masyarakat desa walaupun dalam musyawarah desa  telah di sepakati karena itu prioritas utama dalam penganggaran dalam musyawarah desa. “Begitu juga hal nya gaji ketua pemuda, kader hingga memasuki tahun 2026 hanya tinggal secuil harapan yang di duga tak bakal lagi cair , setelah di tahun 2024 gaji prangkat desa dan kader lain nya hanya beberapa bulan di bayarkan di tahun 2025 Hanya di bayarkan 4 bulan yang seharusnya di tahun 2025 prangkat desa di beberapa desa bisa mengambil gaji yang telah di transfer ke rekening desa tak bisa di cairkan di karena uang masuk pada tanggal 31 -12-2025 di karenakan uang Sudah masuk RPD yang di wajibkan di tandan tangan oleh camat, beserta kades dan bendahara Gampong di karenakan waktu yang sangat singkat. “Setelah kades mengecek ke Bank Aceh selama 3 hari berturut turut tepat nya pada tanggal 31 /12/26 pada Pukul 2 siang uang yang di anggarkan untuk gaji prangkat desa tak bisa di cairkan di Karena kan tak terkejar waktu yang tersisa hingga uang tersebut tidak bisa di cairkan kasus seperti ini juga di alami oleh masyarakat miskin penerima BLT kesra juga tidak bisa di ambil di karenakan waktu yang terlalu singkat hingga uang BLT kesra di kembalikan ke pemerintah pusat dari keterangan petugas kantor pos di darul aman  ratusan masyarakat penerima BLT kesra tak bisa mengambil uang ” Dana desa yang cepat di cairkan di antara nya untuk bimtek, ke Lombok bimtek di hotel royal bimtek kader, juga untuk kegiatan hari kemerdekaan dan hiburan rakyat juga pengadaan buku pedoman pertanian nyakli menegaskan jika begini cara nya rakyat semakin marah dan tidak percaya lagi sama pemerintah. Hsb

Read More

Dugaan Pungli dan Gaji Macet: Kasi Pemberdayaan Bagok Panah Sa Mundur Massal dari Jabatan

    ACEH TIMUR – bersuarakyat.online 6 Februari 2026   Krisis tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Aceh Timur kembali memanas. Razali, Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan dan Pelayanan Masyarakat Gampong Bagok Panah Sa, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya. sebagai protes keras terhadap sistem keuangan desa yang dianggap bobrok serta adanya dugaan intervensi “setoran” kepada oknum pejabat. Kepada awak media, Razali membeberkan lima poin utama yang mendasari keputusannya meletakkan jabatan: Gaji Perangkat Desa yang Terkatung-katung Razali mengungkapkan bahwa Penghasilan Tetap (Siltap) perangkat desa selalu menjadi persoalan klasik yang tak kunjung usai. Hingga memasuki awal tahun 2026, hak-hak perangkat desa untuk tahun 2024 belum sepenuhnya terbayar, sementara operasional pelayanan masyarakat tetap berjalan 24 jam. “Tanggung jawab kami besar, setiap hari melayani warga, namun kesejahteraan kami diabaikan. Ini bukan sekadar telat, tapi sudah tidak jelas arahnya,” tegas Razali. Penyaluran Bansos dan BLT yang “Misterius”hingga mati tangal Kekecewaan Razali memuncak saat melihat hak warga miskin dipermainkan.waulupun telah Kita laporkan kepada pihak kecamatan dan dinas terkait namun macam di sepelekan Ia menemukan pola janggal dalam penyaluran BLT Kesra dan bantuan PKH,juga bansos lain nya hingga penerima Warga luar pulau Sumatra namun photo KK dan alamat sama cuma beda 3 angka di Nmr Nip hingga di nyatakan salah satu masyarakat kami bukan lagi penerima walupun di tahun sebelum warga kami penerima bansos   Undangan Kedaluwarsa: Warga menerima undangan pencairan H-1 sebelum tenggat, namun di hari kedua, pihak Kantor Pos menyatakan bantuan sudah non-aktif. Permainan Administrasi: Adanya selisih waktu yang mencurigakan dalam rekening koran bank yang menyulitkan proses administrasi desa. Intervensi Hasil Musdes oleh “Atasan”kecamatan/kabupaten Prinsip demokrasi desa dinilai telah mati. Razali menyayangkan sikap pihak Kecamatan dan Kabupaten (DPMG) yang secara sepihak mengubah poin-poin prioritas hasil Musyawarah Desa (Musdes). hingga kami menjadi bumerang di dalam masyarakat “Apa gunanya mufakat di Meunasah jika akhirnya item pembangunan diubah sepihak oleh oknum kabupaten dan kecamatan tanpa koordinasi dengan perangkat desa dan Tuha 4?” ujarnya. Razali alias nyakli juga menyoroti buruknya komunikasi publik pejabat Aceh Timur. Ia mengaku aspirasi perangkat desa terkait pencairan gaji satu bulan di akhir tahun 2023 apalagi kondisi Aceh saat ini dalam musibah  ekonomi sulit warga masih mengungsi akibat banjir sama sekali tidak digubris oleh Camat, DPMG, hingga Asisten 1 Bupati Aceh Timur. “Pesan WhatsApp hanya dibaca, telepon tidak diangkat. Kami seperti tidak dihargai oleh petinggi di kabupaten ini,” tambahnya dengan nada kecewa. Dugaan Setoran ke Oknum dan Obsesi Bimtek dan pengadaan buku baca untuk prangkat Poin paling mengejutkan yang diungkapkan Razali adalah adanya dugaan “upeti” atau setoran wajib kepada oknum tertentu di tingkat kecamatan yang harus dikeluarkan setiap tahunnya, padahal tidak pernah ada dalam RPJMG. “Saya sangat kesal. Dana desa justru mulus digunakan untuk kepentingan oknum, mulai dari Bimtek ke Lombok hingga menginap di hotel mewah. Sementara untuk gaji kami dan perut masyarakat, mereka banyak alasan. Pengelolaan dana desa di Aceh Timur sedang tidak baik-baik saja,” pungkasnya. Hingga berita ini diturunkan, pengunduran diri Razali diharapkan menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk segera melakukan evaluasi total terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik di tingkat gampong. Hsb

Read More

Nyonya Kahiyang Ayu Bobby Dan Nyonya Refina Reski Basyah Menyambangi Paviliun Pameran Dekranasda

Bersuarakyat.online Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara, Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution dan Nyonya Refina Refina Reski Basyah Harahap menyambangi paviliun pameran Dekranasda Kabupaten Padang Lawas Utara dalam ajang bergengsi The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Pada Rabu : 04/02/2026). ​Kedatangan Istri Gubernur Sumatera Utara ini disambut langsung dengan penuh kehangatan oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Lawas Utara, Ny. Refina Reski Basyah Harahap. ​Dalam kunjungan tersebut, Nyonya Kahiyang Ayu Bobby Nasution mendukung pengembangan produk lokal dengan berkunjung langsung dan membeli berbagai produk kerajinan unggulan dari “Bumi Balakka, Ny.Kahiyang Ayu Bobby Nasution membeli produk unggulan Kabupaten Padang Lawas Utara berupa kain Batik Sekarnajogi, sebuah wastra khas yang diproduksi oleh masyarakat Desa Batang Pane I, Kecamatan Halongonan Timur. ​Selama kunjungan, Ny. Refina Reski Basyah Harahap setia mendampingi Kahiyang berkeliling stand sembari menjelaskan filosofi, proses pembuatan, hingga kualitas produk lokal Paluta yang tampil kompetitif di pameran kerajinan terbesar se-Asia Tenggara tersebut. ​Kehadiran Ibu Kahiyang di stand kami merupakan kebanggaan sekaligus motivasi besar. Apalagi beliau turut mengapresiasi produk kami dengan membeli Batik Sekarnajogi. Ini membuktikan perhatian serius dari Provinsi untuk mendorong produk lokal Paluta agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional, ujar Ny. Refina. ​Momen INACRAFT 2026 ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi kebangkitan UMKM di Sumatera Utara, khususnya Padang Lawas Utara, untuk terus berinovasi menampilkan kearifan lokal yang berkualitas global.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau The 26th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC)

Bersuarakyat.online Jakarta, Rabu (04/02/2026). Peninjauan ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam mendorong perajin usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas serta mampu menembus pasar global melalui penguatan kualitas dan inovasi produk kriya nasional. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional, pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem industri kreatif agar mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, serta memperbesar kontribusi produk lokal di pasar internasional. INACRAFT dinilai menjadi salah satu instrumen strategis untuk mempertemukan perajin dengan jejaring pasar, pembiayaan, dan promosi global. Dalam peninjauan tersebut, Wapres mengunjungi sejumlah stan pameran yang menampilkan beragam produk kerajinan tangan, mulai dari batik, fesyen, aksesori, hiasan, hingga peralatan rumah tangga. Ia juga tampak tertarik dan membeli lukisan kaligrafi hasil karya perajin lokal sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan kualitas produk kriya dalam negeri. Wapres pun berpesan agar para perajin terus meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun internasional melalui peningkatan mutu, inovasi, serta diversifikasi produk. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga identitas dan nilai tradisi yang telah mengakar kuat sebagai kekuatan utama kriya Indonesia di mata dunia. Saat menyusuri area pameran, Wapres juga menyempatkan diri menyapa para pengunjung. Sapaan hangat dan senyum yang ditunjukkan mendapat sambutan antusias masyarakat yang berinteraksi langsung, mulai dari bersalaman hingga berfoto bersama. Dalam kunjungan tersebut, Wapres turut disambut desainer kenamaan Anne Avantie di stan miliknya. Anne memperkenalkan berbagai produk inovatif yang tidak hanya mencakup fesyen, tetapi juga pengembangan produk makanan dan minuman sebagai bagian dari perluasan ekosistem usaha kreatif. INACRAFT selama ini berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pengembangan kriya Indonesia yang berdaya saing, berkarakter, serta berorientasi pasar global. Pameran ini sekaligus menjadi wadah promosi, jejaring, dan kolaborasi bagi pelaku UMKM dari berbagai daerah untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai tambah produk. Dalam peninjauan tersebut, Wapres Gibran didampingi oleh Ibu Selvi Gibran Rakabuming serta Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar.INACRAFT 2026 resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, didampingi oleh Istri Wakil Presiden sekaligus Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming Raka.Turut hadir pada acara tersebut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono, Ketua Umum Seruni Kabinet Merah Putih Tri Tito Karnavian, Pendiri dan Badan Kehormatan ASEPHI Abdul Latief, serta Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Asosiasi Exportir dan Produsen Handicraft Indonesia (BPP ASEPHI) Muchsin Ridjan. Prosesi dilakukan dengan cara menumbuk lesung secara bersamaan pada saat acara opening ceremony, Rabu, 4 Februari 2026, pukul 10.00 WIB di Plenary Hall, JICC, Jakarta. Pada penyelenggaraan yang ke-26, INACRAFT mengusung konsep “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft” untuk merayakan kreativitas perempuan Indonesia yang memiliki peran signifikan sebagai kontributor utama di balik karya kerajinan nusantara. ASEPHI melakukan kurasi peserta pameran INACRAFT 2026 melalui pembagian zona berdasarkan jenis produk (zoning product), yaitu household & housewares, gift & decorative items, footwears, bags, travel goods, toys & games, batik, tenun, songket, jewelry & aksesoris, leather, fashion, muslim fashion, serta multi products dari Kementerian, BUMN, dan Dinas. Tak ketinggalan, terdapat area kuliner nusantara yaitu Talam INACRAFT berlokasi di area Mezzanine dan Hall B yang menyuguhkan beragam aneka makanan dan minuman cita rasa khas nusantara yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Selain produk-produk menarik dan berkualitas, INACRAFT menyediakan berbagai program pendukung (insight program) berlokasi di Plenary Hall. Pada hari pertama, terdapat acara Art Performance persembahan Badan Penghubung Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Craft Workshop mengenai 3D Flower Brooch, dan Craft Talks bersama Anne Avantie & KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) mengenai Ulos Berdaya dan Berkarya Pasca Bencana. Pada penyelenggaraan hari kedua, 5 Februari 2025, INACRAFT menyelenggarakan Workshop Go Green bertema Mystical Indigo “Birukan Karyamu” bersama salah satu perajin yang sudah pernah beberapa kali berpameran di INACRAFT sebelumnya, Shibiru. Selain itu ada Craft Talks bersama SheTrades dengan tema “Where Culture Meets Commerce: Woman Leaders Shaping The Future of Craft SMEs into Global Opportunity.” Juga terdapat Fashion Craft Show Collaboration dan Craft Talks bersama Rumah Sakit Abdi Waluyo. Pada 6 Februari 2026, terdapat Craft Workshop bersama Yayasan Dharma Bhakti Astra, Craft Talks bersama Bank Mandiri, serta INACRAFT Appreciation Night yang merupakan bentuk apresiasi kepada para perajin dan pengusaha Indonesia yang telah menunjukkan keunggulan dan inovasi melalui karya mereka. Penghargaan ini diberikan kepada produk-produk terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat oleh juri profesional sesuai dengan standar World Craft Council. Spesial tahun ini, terdapat dua penghargaan baru, yaitu INACRAFT Womenpreneurs Award yang dikhususkan bagi peserta INACRAFT untuk mengapresiasi perajin perempuan, dan INACRAFT Digital Excellence Award bagi peserta INACRAFT yang memanfaatkan teknologi digital secara inovatif dan berdampak pada bisnis mereka. Dilanjutkan hari keempat, pengunjung bisa mendapat insight baru dari Craft Talks Sharing Session bersama pemenang INACRAFT Award, INACRAFT Womenpreneurs Award, dan INACRAFT Digital Excellence Award. Terdapat pula Fashion Craft Show INACRAFT Outfit of The Day, Workshop Content Creation dan Persona Branding oleh Tokopedia & TikTok Shop, ditutup dengan penampilan musik dari Blue Music Entertainment. Pada hari terakhir, 8 Februari 2026, keseruan masih berlanjut dengan Craft Workshop mengenai “Bloom From Waste” Handmade Tulipe Bag Charm oleh Allana Indonesia. Wardah juga turut mengisi acara dengan melakukan talkshow dan demo terkait “Personal Color Analysis”. Menjelang akhir penyelenggaraan, acara akan semakin meriah dengan penampilan Art Perfomance dari Rumah Sahabat Inklusi, Music Performance dari Blue Music Entertainment, dan diakhiri dengan pengundian doorprize, seperti Vespa dan Iphone 17. Tahun ini INACRAFT diikuti oleh total peserta keseluruhan 1.013 stand. Peserta Individu sebanyak 788 peserta, untuk total peserta Kementerian, BUMN, dan Dinas sebanyak 208 stand, sementara itu peserta dari Luar Negeri sebanyak 10 stand. Terdapat juga 21 island yang diisi oleh beberapa Kementerian, BUMN, Dinas, dan Mitra INACRAFT. Selain itu, terdapat peserta Talam (Kuliner Nusantara) sebanyak 56 peserta. INACRAFT menetapkan target transaksi retail sebesar Rp102,5 miliar dengan kontrak dagang diharapkan mencapai USD1,5 juta. Tahun ini, INACRAFT menargetkan 100 ribu pengunjung dan buyers dari luar negeri sebanyak 1.000 visitors yang berasal dari Jepang, Singapura, Malaysia, Timor Leste, USA, India, Australia, Perancis, Uzbekistan, Filipina, Brunei Darussalam, dan Maroko. INACRAFT 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak seperti, Pertamina, Tokopedia & Tiktok Shop sebagai sponsor. Pada tahun ini INACRAFT kembali menjalin kerja sama dengan Bank Mandiri…

Read More

Diduga Kerahkan Karyawan Perkebunan dan Bayar Preman dari Luar, Manajemen PT BSP Teror Masyarakat Pejuang Tanah Leluhur di Asahan

Bersuarakyat.online (Asahan)  Manajemen PT BSP diduga kuat secara terstruktur mengerahkan massa karyawan perkebunan, serta membayar puluhan orang yang diduga preman dari luar, untuk menghadapi dan mengintimidasi masyarakat pejuang tanah leluhur di Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Kamis, 5 Februari 2026. Dari ratusan orang yang datang ke lokasi eks HGU PT BSP di Desa Padang Sari, massa tersebut diduga terdiri dari karyawan perkebunan PT BSP yang dikerahkan langsung oleh manajemen, ditambah puluhan orang luar yang diduga preman bayaran, guna menambah kekuatan dan tekanan terhadap masyarakat pejuang ahli waris Oppung Barita Raja Manurung. Rombongan datang secara masif dengan mengenakan masker hitam dan topi untuk menutupi identitas. Aksi pengerahan massa tersebut disebut-sebut berada di bawah komando Legal PT BSP, Wahyudi serta melibatkan seorang Danton bernama Erwin bersama beberapa asisten lainnya. Melihat pergerakan massa PT BSP dari kejauhan dengan jumlah besar dan berpotensi memicu bentrokan terbuka, Akhmad Saipul Sirait, SH, segera menghubungi call center Kepolisian 110 dan meminta Polres Asahan turun ke lokasi guna melakukan pengamanan kamtibmas serta menjaga kondusivitas di tengah masyarakat. Meski upaya pencegahan telah dilakukan, bentrokan sempat terjadi antara rombongan PT BSP dengan masyarakat pejuang ahli waris. Kehadiran cepat aparat Polres Asahan menjadi faktor krusial dalam meredam eskalasi konflik dan mencegah jatuhnya korban. Berdasarkan keterangan warga, pengerahan karyawan perkebunan dan dugaan penyewaan preman ini bukan peristiwa spontan, melainkan aksi intimidasi yang terencana dan sistematis, yang bertujuan menekan, menakut-nakuti, serta mematahkan perjuangan masyarakat atas tanah leluhur mereka. Salah satu warga menyampaikan dengan tegas: “Mereka bukan hanya karyawan kebun, tapi juga ada orang luar yang kami duga preman bayaran. Jumlahnya puluhan. Ini bukan kerja kebun, ini intimidasi,” ujarnya. Saat dikonfirmasi langsung di lokasi eks HGU PT BSP, Legal PT BSP Wahyu memilih bungkam dan hanya menyatakan, “Saya gunakan hak tidak menjawab.” Sikap diam tersebut dinilai publik semakin menguatkan dugaan bahwa pengerahan massa karyawan dan dugaan premanisme dilakukan secara sadar, terorganisir, dan atas perintah manajemen PT BSP. Masyarakat pejuang tanah leluhur mendesak Polres Asahan, Polda Sumatera Utara, hingga Mabes Polri untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan karyawan, pengerahan massa, serta praktik premanisme korporasi, yang berpotensi melanggar hukum pidana dan mengancam keamanan masyarakat sipil. Selain itu, masyarakat meminta pemerintah daerah, Kementerian ATR/BPN, dan instansi terkait untuk segera turun tangan, menghentikan konflik agraria yang disertai kekerasan, serta memberikan perlindungan hukum penuh kepada masyarakat adat dan ahli waris tanah leluhur.   (Tim/Red)

Read More

Musrenbang Sungai Kanan, Bupati Fery Sahputra: Perencanaan Pembangunan Harus Berangkat dari Suara Desa

Bersuarakyat.online Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sungai Kanan yang digelar di Aula Kantor Camat Sungai Kanan, Rabu (4/2/2026). Musrenbang ini menjadi ruang musyawarah bersama untuk menyatukan gagasan, harapan, dan kebutuhan masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan, sekaligus merumuskan prioritas pembangunan kecamatan sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Labuhanbatu Selatan Tahun 2027. Dalam sambutannya, Bupati Fery Sahputra menegaskan bahwa pembangunan yang baik harus dimulai dari mendengar dan memahami suara masyarakat. “Perencanaan pembangunan tidak boleh lahir dari meja rapat semata. Ia harus berangkat dari desa, dari kebutuhan nyata masyarakat, dari apa yang benar-benar dirasakan di lapangan,” ujar Bupati. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam forum Musrenbang, mulai dari perwakilan kelompok masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga para aparatur desa dan kelurahan. Menurut Bupati, partisipasi masyarakat bukan sekadar pelengkap prosedur, melainkan fondasi utama dalam membangun daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan. “Musrenbang adalah wujud komitmen kita bersama. Di sinilah kepedulian itu diuji, apakah kita sungguh-sungguh ingin membangun daerah ini dengan hati dan tanggung jawab,” katanya. Lebih lanjut, Bupati Fery Sahputra mengingatkan bahwa arah pembangunan daerah harus sejalan dengan kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045. Namun demikian, ia menekankan bahwa keselarasan dengan kebijakan nasional tidak boleh menghilangkan jati diri dan kebutuhan lokal. “Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa desa yang kuat. Karena itu, setiap usulan yang kita susun hari ini harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat di daerah,” tegasnya. Bupati juga menekankan pentingnya Musrenbang sebagai forum resmi yang partisipatif, transparan, dan akuntabel sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017. Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak menjadikan Musrenbang sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebagai momentum menentukan arah masa depan daerah. Selain itu, Bupati mengingatkan bahwa perencanaan pembangunan Tahun 2027 telah berbasis Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI), sehingga proses perencanaan harus dibangun dari bawah ke atas (bottom-up planning). “Keputusan yang baik lahir dari proses yang melibatkan banyak pihak sejak awal. Dengan begitu, pembangunan yang kita rancang akan lebih adil, akomodatif, dan berkelanjutan,” ujarnya. Usai membuka Musrenbang secara resmi, Bupati Fery Sahputra mendengarkan langsung paparan usulan prioritas pembangunan dari Delapan desa dan satu kelurahan di Kecamatan Sungai Kanan. Seluruh usulan tersebut dicatat secara langsung oleh Bupati untuk menjadi bahan pembahasan lanjutan pada Musrenbang Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan M. Reza Pahlevi Nasution, Anggota DPRD Labusel Edy Parapat dan Anggi, Asisten Perekonomian Ralikul Rahman, para pimpinan OPD, para Penjabat Kepala Desa beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya.

Read More

Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu di Bilah Barat

Bersuarakyat.online –  Labuhanbatu – Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Labuhanbatu. (05/02/2026).   Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang laki-laki berinisial MT (42) di sebuah pondok yang berada di perkebunan sawit milik masyarakat di Jalan KH. Adam Malik Bay Pass, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu.   Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Hardianto, S.H., M.H. menjelaskan bahwa penangkapan tersebut berawal pada Rabu, 04 Februari 2026 sekira pukul 13.30 WIB, saat Team I Unit I Satres Narkoba Polres Labuhanbatu yang dipimpin oleh Kanit I Satres Narkoba menerima informasi dari masyarakat terkait adanya seorang laki-laki yang diduga menyimpan, memiliki, dan menguasai narkotika jenis sabu di lokasi tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Sekira pukul 14.12 WIB, petugas melihat seorang laki-laki dengan gerak-gerik mencurigakan sedang duduk di dalam sebuah pondok di area perkebunan sawit. Petugas langsung melakukan penindakan dan berhasil mengamankan laki-laki yang diketahui berinisial MT (42). Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan satu bungkus plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 1,72 gram yang berada di lantai tepat di bawah kaki tersangka.     Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si. melalui Plt. Kasi Humas, IPTU Arwin, S.H., menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Labuhanbatu dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Labuhanbatu. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian demi menciptakan lingkungan yang bersih dan aman dari penyalahgunaan narkoba.   (Humas / Red

Read More

Kuasa Hukum Tergugat Beriman Panjaitan Duplik agenda Sidang Gugatan Di Pengadilan Negeri Tanjung Balai

Bersuarakyat.online – Tanjung balai   Duplik atas Gugatan Perbuatan Melawan Hukum perkara Nomor: 58/PDT.G/2025/PN Tjb yang terdaftar pada tanggal 13 Oktober 2025. Bahwa Tergugat I adalah istri Alm. Pandapotan Hutabarat (Salah Satu Ahli Waris Alm Nasip Hutabarat) secara tegas membantah dan menolak seluruh pernyataan, dalil-dalil, maupun petitum yang disampaikan dalam Gugatan Penggugat, kecuali terhadap hal-hal yang diakui secara tegas kebenarannya di dalam eksepsi saat agenda sidang melalui ecort. Beriman Panjaitan saat dihubungi awak media mengatakan jawaban pada persidangan ini dengan sebagai berikut :Dalam Eksepsi1. EKSEPSI KOMPETENSI ABSOLUTBahwa TERBUKTI gugatan Penggugat dalam perkara a quo mengandung unsur sengketa Tata Usaha Negara, yakni :1) Berdasarkan surat gugatan Penggugat tertanggal 13 Oktober 2025, yang gugatannya terdaftar di Pengadilan Negeri Rantauprapat dalam Perkara Nomor: 58/PDT.G/2025/PN Tjb. Tanggal 13 Juli2025 pada halaman 2 s/d 7 poin 1 s/d 32 Posita Penggugat dan Petitum Penggugat pada halaman 7 s/d 9 poin 1 s/d 15 yang dimohonkan Penggugat yang menyebutkan :Pada Point 1 s/d 3 Penggugat menyatakan dalam Gugatan nya yakni : “Menyatakan Bahwa Para Penggugat adalah selaku ahliwaris dari Alm. Nasib Hutabarat, bahwa Alm. Nasib Hutabarat abangkami tidak memiliki istri dan anak yakni merupakan berstatus Lajang atau belum menikah, bahwa atas dasar tersebutlah kami para ahliwaris dari abang kami yakni : 1. Alm. Angkus Hutabarat, Bahasi Hutabarat, Jeinta Ulina Hutabarat, Alm. Pandapotan Hutabarat, Dorianna Hutabarat, Pukka Paruntungan Hutabarat, Riana Hutabarat dan Humot Hutabarat adalah para ahliwaris Alm. Nasib Hutabarat.” Tidak benar, Faktanya adalah Bahwa Tergugat I tidak ada hubungan nya dengan perkara ini, karena Tergugat I tidak mengetahui dan tidak pernah dilibatkan dalam pengurusan tanah Alm. Nasib Hutabarat.   Tetapi, Suami Tergugat I atas nama Alm. Pandapotan Hutabarat yang merupakan salah satu ahliwaris seperti yang terdapat pada poin 3 no. 4 pada masa hidupnya dalam Posita Penggugat Pada Point 4 s/d 5 Penggugat menyatakan dalam gugatan nya Yakni: “Bahwa Almarhum Nasip Hutabarat memiliki 2 bidang tanah bersebelahan di Jl. Ir. Sutami Kel. Pahang Kec. Datuk Bandar Kota Tanjung Balai yakni: Seluas 1.590 m² No. SHM 2327 NIB:02.08.05.52.015111. di tanda tangani Kepala Kantor BPN Kota Tanjung Balai An. Nur Khadijah Lubis, S.H. MH. NIP. 19650712 198603 2 002 pada tanggal 24 Desember 2013;  Seluas 2,008 m³ No, SHM 2469 NIB:02,08.05.52,015111. di tanda tangani Kepala Kantor BPN Kota Tanjung Balai An. Nur Khadijah Lubis, S.H. MH. Np. 19650712 198603 2 02 tanggal 05 Desember 2014,   Bahwa Pada tanggal 01 Agustus 2018 para ahli waris pernah membuat Surat Kuasa terhadap Almarhum Pandapotan Hutabarat guna mengurus administrasi pengambilan sejumlah uang di Bank BRI milik almarhum Nasip Hutabarat, Bahwa Setelah meninggal Nasip Hutabarat, Almarhum, Tergugat I pernah mengatakan kepada para Ahli Waris yang lainnya agar tanah seluas 1590 m² kita jual Bersama maka para ahli waris setuju untuk menjualnya namun tidak pernah membuat surat kuasa Kepada Tergugat I dan bukan menjual tanah seluas 2008 m² kepada Tergugat III” Tidak benar, yang faktanya diketahui oleh Tergugat I dari Alm. Suami Tergugat I bahwa Seiring berjalan waktu seluruh ahli waris sepakat untuk menjual harta peninggalan almarhum Nasib Hutabarat untuk dibagi kepada seluruh ahli waris dengan membuat surat kuasa Ahliwaris kepada Alm. Pandapotan Hutabarat Pada tanggal 1 Agustus 2018 yang diketahui oleh Lurah Pahang dan Berselang waktu semua ahli waris sepakat untuk menjual harta almarhum Nasib Hutabarat berupa satu unit rumah kepada saudara Andi (cina) dengan harga Rp. 270.000.000 dan sudah panjar sebesar Rp. 100.000.000., yang diterima oleh br. Purba famili dari Pengggat tetapi surat yang diserahkan adalah surat pertapakan yang ukurannya 1590 m2, yang seharusnya surat itu diserahkan kepada Tergugat III Aulia Siregar ( dokter), akibat salah kasih surat kepada pembeli yang pertama dan pembeli yang ke dua maka tertunda untuk balik nama di Notaris.   Bahwa Penggugat dalam mengajukan gugatan untuk kepentingan penegakan hukum sesuai dengan Gugatan Perbuatan Melawan hukum; 2. Bahwa pada poin 6 s/d 8 Penggugat menyatakan “Selanjutnya Setelah meninggal Nasib Hutabarat pada tanggal 21 Juni 2018 para ahli waris membuat papan reklame “RUMAH INI DIJUAL” dan menempati rumah tersebut adalah kakak kandung Nasitb Hutabarat atas nama Riana Hutabarat yaitu selama satu tahun, kemudian Tergugat I menyuruh adiknya atas nama Riana Hutabarat menyuruh keluar dari rumah karena mau disewakan, selanjutnya Tergugat I menyewakan kepada orang lain namu uang sewa rumah tidak pernah di bagikan kepada Ahli waris lain dan diketahui dimarup oleh Tergugat I;Adalah Tidak Benar, bahwa faktanya Penggugat pernah menyewa rumah Alm. Nasib Hutabarat selama satu tahun dengan sebesar Rp. 3.000.000 (Tiga Juta Rupiah) setiap tahun dan hasil sewa dikirim kepada orang tua seluruh ahliwaris dikampung. Dan Penggugat meninggalkan rumah tersebut karena seluruh ahliwaris sepakat untuk menjual rumah dan tanah seluas 2.008 m2. 3) Bahwa pada poin 9 Penggugat Menyatakan;” Bahwa Karena ahli waris setuju menjual tanah seluas 1.590 m2. Namun Tergugat I menjual tanah seluas 2.008 m² yang berisi bangunan rumah beserta Satu Bangunan Rumah terhadap Tergugat III tanpa sepengetahuan para ahli waris yang lainnya, Selanjutnya Tergugat I pernah menunjukan kepada ahli waris bahwa tanah seluas 1590 m² ada pembeli dengan harga sebesar Rp 300.000.000,- terhadap Tergugat III selaku pembeli, lalu Tergugat I Bersama Tergugat III mengurus surat menyurat di Notaris Dewi Kurnla Ningsih, S.H Ic Tergugat II yang beralamat di J. Asahan No. 98 Tanjung Balai tanpa sepengetahuan ahli waris lainnya.     Selanjutnya Tergugat I menghubungl ahli waris lainnya untuk mengambil pencairan uang sebesar Rp.300.000.000. juta (Tiga Ratus Juta Rupiah), Setalah diberitahu Tergugat I mengambil pencairan uang di notaris Dewi K urnia Ningsih SH ic Tergugat II, maka ahli waris yang hadir antara lain: Almarhum Angkus Hutabarat (Orang tua para ahli waris) Pukka Paruntungan Hutabarat , Humot Hutabarat. Ketika para ahli waris tiba di Kantor Tergugat II selanjutnya Tergugat III menyerahkan uang kepada Tergugat I sebesar Rp, 300.000.000 ( tiga ratus juta rupiah ) tanpa di hadapan Tergugat II melaikan staf Tergugat II. Bahwa uang tersebut tanpa dihitung terlebih dahulu dan Tergugat II tidak membacakan isi Akte jual Beli yang akan di jual tersebut, dimana Tergugat II tidak Menjelaskan dan menerangkat bahwa objek di jual tersebut iyalah lahan 2008M2. Bahwa di ketahui para ahli waris tidak pernah mendatangani Akte Jual Beli tersebut di…

Read More

PN Rantauprapat Gelar Sidang Gugatan Yayasan Pesantren Darus Sholihin Tidak Hadir

  Bersuarakyat.online – Labuhanbatu Kamis, 5 Februari 2026 | 11:00 WIB Pengadilan negeri Rantauprapat mengelar sidang pertama Gugatan kepada Yayasan Pesantren Darus Sholihin Aek Paing, Kecamatan Rantau Utara digugat ke Pengadilan Negeri Rantauprapat dengan Perkara nomor 11/Pdt.G/2026/PN.Rap di ruang sidang Cakra, Kamis,5 Februari 2026.   Gugatan di lakukan ES Terkait lahan seluas 2 Hektar di Aek Paing Atas, Kecamatan Rantau Utara, Lokasi ini diduga diserobot lantaran digunakan untuk pembangunan Pesantren berupa Septic Tank, 2 Bangunan Rumah, Dapur dan Lahan Parkir.     Didampingi kuasa hukumnya Beriman Panjaitan SH, MH mewakili pemilik tanah Kasian mengatakan bahwa sebelumnya ia sudah mengingatkan Yayasan Pesantren Darus Sholihin untuk tidak melakukan pembangunan namun peringatan ini tidak dihiraukan.   Lanjutnya, gugatan dilakukan karena kami sudah beberapa kali menegur namun tidak dihiraukan, justru melanjutkan pembangunan bangunan berupa Septic Tank, beberapa bangunan rumah, dapur dan Lahan parkir. Dan saat dilakukan mediasi oleh Pemerintah Desa dan Tokoh Masyarakat sekitar tetapi Pihak yayasan tidak menghadiri dan tetap menguasai dan melanjutkan pembangunan yang masuk dalam tanah kami.   Lalu saya mendapat kuasa dari ES pemilik tanah Untuk membuat laporan polisi Resort untuk melaporkan Pengurus Yayasan Pesantren Darus Sholihin dengan Nomor : LP/B/713/VI/2025/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA, yang hingga kini masih diproses, beber kasian (Senin,21/01/2026)di Ruang Tunggu Pengadilan. Sementara Kuasa Hukum, Beriman Panjaitan SH menegaskan jika dari pembangunan yang tanpa koordinasi ini membuat kliennya dirugikan. “Kami sudah memberikan somasi pertama dan somasi kedua Namun tidak ada jawaban untuk memberikan solusi atas persoalan ini.   karena jawaban mereka tidak memuaskan dan 3 minggu tidak ada kabar, maka kami langsung Menyiapkan Surat Gugatan,” dan kami telah mendaftarkan gugatan atas kasus penyerobotan tanah ke Pengadilan Rantauprapat” imbuhnya.     Kami menilai pihak yayasan pesantren Darus Sholihin Tidak punya itikad baik Terkait Dugaan Penyerobotan Tanah Milik ES Yang dibeli seluas ±2 Ha dengan surat alas hak dengan surat Ganti Rugi dengan ukuran serta batas-batas tanahnya, yang surat ganti rugi tertanggal 12 November 2015 di tandatangani lurah Aek Paing Atas Hamdy Erzona Siregar, ST serta saksi dan juga Kepala Lingkungan Irpan Efendi.   Lalu dikelola dan dikuasai dengan menanam tanaman palawija, tanaman kelapa sawit serta kolam ikan hingga Yayasan Pesantren Darus Sholihin Melakukan Penyerobotan, dengan Menguasai dan membangun bangunan berupa Septic Tank, beberapa bangunan rumah, dapur dan Lahan parkir diatas tanah milik ES.   Redaksi

Read More

Awali 2026, Kantor Pertanahan Labuhanbatu Fokuskan Evaluasi dan Penguatan Kinerja

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Mengawali tahun kerja 2026, Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu menggelar Rapat Awal Tahun yang dilaksanakan di Aula Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu, Khalid Afdillah Handoyo, S.H., serta diikuti oleh seluruh Pejabat Pengawas. Dalam rilis resmi yang diterima media pada Rabu (4/2/2026), disebutkan bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi kinerja tahun sebelumnya sekaligus menyusun strategi dan arah kebijakan organisasi di tahun 2026. Rapat membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya evaluasi pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), pemaparan target kinerja yang akan dicapai sepanjang tahun 2026, serta penguatan koordinasi dan sinergi antar pejabat di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu, Khalid Afdillah Handoyo, S.H., menekankan pentingnya kesamaan visi dan komitmen seluruh jajaran dalam mewujudkan kinerja organisasi yang lebih baik. “Rapat awal tahun ini menjadi sarana untuk menyatukan langkah dan persepsi seluruh jajaran, sehingga setiap program dan target yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan secara optimal,” ungkapnya. Ia menambahkan, melalui rapat tersebut seluruh peserta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan yang berorientasi pada profesionalisme, transparansi, dan integritas demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Read More