Sudah Ada Visum dan Saksi, Pelaku Belum Ditahan: Publik Pertanyakan Kinerja Polres Asahan

Bersuarakyat.online Kasus penganiayaan bersama di lahan eks HGU PT BSP Desa Padang Sari dinilai telah memenuhi unsur penahanan. Meski sudah dilaporkan secara resmi dan berjalan hampir satu bulan, Kepolisian Resor Asahan belum mengambil langkah tegas, memicu kritik luas dari kuasa hukum, korban, dan elemen masyarakat. Padang Sari, Asahan — Penanganan kasus penganiayaan yang terjadi di areal eks HGU PT BSP seluas ±366 hektare di Desa Padang Sari, Kecamatan Tinggi Raja, menuai sorotan tajam. Meski visum korban telah dilakukan dan saksi-saksi telah diperiksa, hingga kini belum ada langkah penahanan terhadap para terduga pelaku oleh Kepolisian Resor Asahan. Ironisnya, peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi melalui Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) di Kepolisian Resor Asahan dengan nomor: STTLP/B/211/III/2026/SPKT/Polres Asahan/Polda Sumatera Utara, tertanggal 04 Maret 2026. Artinya, perkara ini telah berjalan hampir satu bulan, namun belum juga menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk penetapan tersangka maupun penahanan. Kondisi ini memicu pertanyaan publik serta kritik keras dari berbagai pihak yang menilai proses hukum berjalan lamban dan tidak transparan. Mengacu pada ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, penahanan dapat dilakukan apabila terpenuhi unsur minimal dua alat bukti, ancaman pidana di atas lima tahun, serta adanya kekhawatiran tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya. Dalam perkara ini, unsur-unsur tersebut dinilai telah terpenuhi. Apalagi, tindak penganiayaan dilakukan secara bersama-sama yang tergolong sebagai tindak pidana berat. Situasi konflik lahan yang masih berlangsung juga memperkuat urgensi penahanan guna mencegah eskalasi konflik di tengah masyarakat. Namun demikian, hingga saat ini belum terlihat langkah tegas dari Kepolisian Resor Asahan untuk menahan para terduga pelaku, meski waktu penanganan perkara telah berjalan cukup lama. Saat dikonfirmasi, salah satu korban, Ali Murdani Manurung, mengaku hingga kini belum pernah dihubungi oleh pihak Kepolisian Resor Asahan terkait perkembangan kasus yang dilaporkannya. “Sampai hari ini saya tidak pernah dihubungi oleh pihak Polres Asahan. Sejauh mana perkembangan perkara ini saya juga tidak tahu. Saya hanya berharap ada keadilan untuk saya sebagai korban,” ujarnya. Ia mengungkapkan bahwa akibat kejadian tersebut, dirinya mengalami dampak serius secara fisik dan ekonomi. “Sejak kejadian itu saya sudah tidak bisa bekerja. Bahkan sampai hari ini, saat berjalan saya masih sering merasa mual dan nyeri di bagian kepala,” ungkapnya. Tidak hanya dirinya, adiknya, Muhammad Ramadhan, juga mengalami luka berat dan belum pulih hingga saat ini. “Adik saya tangannya masih patah dan belum bisa beraktivitas. Kondisi ini sangat memukul kami,” tambahnya. Kuasa hukum korban, Akhmat Saipul Sirait SH juga menyampaikan bahwa pihaknya terakhir kali mendapat informasi bahwa keterlambatan penanganan disebabkan oleh pengamanan Hari Raya Idul Fitri. “Namun sampai hari ini, sudah hampir satu bulan berjalan, tidak ada lagi kabar lanjutan. Bahkan komunikasi melalui WhatsApp pun belum mendapat respons,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa alasan tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran untuk menunda proses hukum. “Penanganan perkara pidana tidak boleh berhenti tanpa kepastian. Ini menyangkut rasa keadilan dan potensi konflik lanjutan,” tegasnya. Kritik keras juga disampaikan oleh Ketua Umum LSM Sentral Elemen Pejuang Rakyat, Ramses Marulitua Sihombing, SH. “Visum sudah ada, saksi sudah diperiksa. Artinya perkara ini sudah memiliki dasar hukum yang cukup. Tapi sampai sekarang, sudah hampir satu bulan, belum ada tindak lanjut yang jelas. Lalu kenapa belum ada penahanan?” tegasnya. Ia juga mempertanyakan transparansi penanganan kasus tersebut. “Ada apa dengan Polres Asahan? Kenapa terkesan lamban dan tidak transparan? Jangan sampai hukum tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas,” ujarnya. Lebih lanjut, ia mendesak agar aparat segera bertindak tegas. “Jika unsur pidana sudah terpenuhi, tidak ada alasan untuk menunda. Segera tetapkan tersangka dan lakukan penahanan,” tambahnya. Ia juga meminta perhatian pimpinan kepolisian, baik Kapolres Asahan maupun Kapolda Sumatera Utara, agar mengawasi kinerja jajaran di wilayah hukum Kepolisian Resor Asahan. “Kami minta pimpinan memperhatikan anggotanya. Jangan sampai ada kesan pembiaran dalam perkara ini,” tegasnya. Masyarakat berharap Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Kepolisian Resor Asahan, segera mengambil langkah tegas, transparan, dan berkeadilan. Keadilan yang ditunda adalah ketidakadilan. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan kekerasan yang terjadi secara terang-terangan.   Tim/Red

Read More

Ranting IPK Sigambal Bersama Kepling Pekan 2 Gelar Aksi Bersih Parit, Siap Jadikan Agenda Mingguan

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, Ranting Ikatan Pemuda Karya (IPK) Sigambal bersama Kepala Lingkungan (Kepling) Pekan 2 Sigambal, Anto Rambe, melalui PAC IPK Rantau Selatan melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan parit di Kelurahan Sigambal, tepatnya di wilayah Pekan 2 Sigambal, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta untuk mencegah terjadinya genangan air dan banjir akibat saluran parit yang tersumbat sampah maupun lumpur. Melalui semangat kebersamaan, para kader IPK bersama masyarakat setempat turun langsung membersihkan saluran drainase agar aliran air kembali lancar dan lingkungan menjadi lebih nyaman. Kepling Pekan 2 Sigambal, Anto Rambe, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara masyarakat dan organisasi kepemudaan dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kegiatan seperti ini sangat positif dan bermanfaat. Kami berharap semangat gotong royong terus terjaga demi kenyamanan warga di lingkungan Pekan 2 Sigambal,” ujarnya. Sementara itu, Ketua PAC IPK Rantau Selatan, Bung Ali Sadikin Nababan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada Ranting IPK Sigambal yang aktif hadir membantu masyarakat melalui kegiatan nyata di tengah lingkungan. “Saya bangga melihat Ranting IPK Sigambal yang terus aktif bergerak membantu masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa kader IPK hadir bukan hanya membawa nama organisasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada warga. Semoga semangat seperti ini menjadi contoh bagi ranting lainnya,” tegasnya. Ketua Ranting IPK Sigambal, M. Ray Sahri Rambe juga menyampaikan bahwa kegiatan bersih parit ini tidak hanya dilakukan sekali, namun direncanakan menjadi agenda rutin setiap minggu di lingkungan Kelurahan Sigambal. “Kami ingin kegiatan sosial seperti ini terus berjalan. InsyaAllah ke depan akan kami jadikan kegiatan mingguan agar lingkungan Kelurahan Sigambal tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat,” ungkap ketua Ranting IPK Sigambal. Warga sekitar menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap program gotong royong rutin ini dapat terus terlaksana sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan.

Read More

Aksi Nyata PAC IPK Rantau Selatan Bersama SAPMA IPK, Gotong Royong Perbaiki Jalan Berlubang

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan pengguna jalan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Rantau Selatan bersama Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) IPK melaksanakan kegiatan gotong royong menutup jalan berlubang di Jl. Sibuaya, Kelurahan Sioldengan, Labuhanbatu, pada sore hari mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai respon atas keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak dan berlubang, yang dinilai membahayakan pengendara serta berpotensi menimbulkan kecelakaan. Bendahara PAC IPK Rantau Selatan, Sanggam Turnip menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat. Menurutnya, organisasi kepemudaan harus mampu hadir memberikan manfaat langsung bagi warga. “Kami hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi juga bagian dari masyarakat. Saat melihat kondisi jalan yang membahayakan, kami merasa terpanggil untuk turun langsung melakukan perbaikan sementara melalui gotong royong ini,” ujar Sanggam Turnip. Sementara itu, Ketua SAPMA IPK Labuhanbatu, Bung Ahmadi Ritonga, S.IP menyampaikan bahwa generasi muda harus menjadi pelopor dalam kegiatan sosial dan pembangunan di tengah masyarakat. “Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Kami harus turun langsung, berbuat nyata, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Gotong royong ini menjadi bukti bahwa pemuda siap hadir untuk masyarakat,” ungkap Ahmadi Ritonga. Dalam kegiatan tersebut, kader PAC IPK Rantau Selatan dan SAPMA IPK Labuhanbatu bahu-membahu membawa material seperti batu, pasir, dan alat-alat yang diperlukan untuk menutup lubang-lubang di badan jalan agar lebih aman dilalui masyarakat. Warga sekitar menyambut baik aksi sosial tersebut dan memberikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan PAC IPK Rantau Selatan bersama SAPMA IPK Labuhanbatu. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat demi kemajuan daerah.

Read More

Jelajah Desa Jild IV, Bupati Fery Sahputra Simatupang Pastikan Jalan Dusun Bangun Sentosa Dibangun Tahun Ini

Bersuarakyat.online Hari libur tak menjadi alasan bagi Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, untuk berhenti menyerap aspirasi masyarakat. Sabtu (11/4/2026), Bupati Fery Sahputra kembali turun langsung ke pelosok desa melalui agenda Jelajah Desa, memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan warga di lapangan. Didampingi Sekretaris Daerah M. Reza Pahlevi Nasution, jajaran pimpinan OPD, para camat, serta komunitas pecinta trabas, Bupati Fery memulai perjalanan dari rumah dinas di Desa Hadundung menuju Dusun Bangun Sentosa, Desa Teluk Rampah, Kecamatan Torgamba. Kedatangan rombongan disambut antusias warga yang telah lama menantikan perhatian terhadap akses jalan di wilayah mereka. Di tengah dialog hangat bersama masyarakat, Bupati Fery menegaskan bahwa pembangunan jalan Dusun Bangun Sentosa akan direalisasikan pada tahun anggaran 2026. Menurutnya, pembangunan jalan tersebut menjadi prioritas karena memiliki nilai strategis dalam menunjang mobilitas warga sekaligus memperkuat akses ekonomi masyarakat desa. “Jalan ini menyangkut aktivitas dan kehidupan masyarakat. Karena itu kita pastikan dibangun tahun ini,” tegas Fery. Suasana penuh keakraban semakin terasa ketika sekelompok ibu-ibu menyampaikan aspirasi bantuan alat nasyid bagi kelompok mereka. Tanpa menunda, Bupati Fery langsung menginstruksikan ajudannya untuk segera merealisasikan permintaan tersebut. Dari Bangun Sentosa, rombongan bergerak menuju Kantor Desa Rasau. Di lokasi ini, Bupati menyerahkan bantuan paket sembako kepada Lansia sebagai wujud kepedulian sosial pemerintah daerah. Fery menegaskan, dirinya bersama Wakil Bupati Syahdian Purba berkomitmen memastikan pembangunan di Labuhanbatu Selatan berjalan merata hingga ke desa-desa terpencil. “Tidak ada kata libur untuk mendengar rakyat. Justru saat seperti ini kami manfaatkan turun langsung agar bisa melihat kondisi riil masyarakat,” ujarnya. Perjalanan berlanjut ke mess perkebunan AEP, tempat rombongan disambut hangat oleh pihak perusahaan sebelum makan siang bersama dalam suasana kekeluargaan. Usai dari lokasi tersebut, Bupati dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Dusun Aek Torop, Desa Asam Jawa, sebelum akhirnya kembali ke rumah dinas. Program Jelajah Desa yang terus digencarkan Pemkab Labusel ini menjadi simbol pendekatan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat bahwa pembangunan bukan hanya dirancang dari kantor pemerintahan, tetapi dimulai dengan mendengar dan melihat kebutuhan warga secara nyata.

Read More