Dugaan Prostitusi Terselubung di Kafe Karaoke Paluta, Warga Desak Aparat Bertindak

Bersuarakyat.id, Padang Lawas Utara — Sejumlah kafe karaoke di Padang Lawas Utara (Paluta) menjadi sorotan tajam masyarakat. Warga menilai, tempat hiburan tersebut diduga kuat tidak hanya menyediakan jasa karaoke, tetapi juga mengarah pada praktik prostitusi terselubung, Jumat (24/4/2026). Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelanggan tertentu diduga dapat memperoleh layanan perempuan melalui perantara yang dikenal dengan sebutan “mami”. Mekanisme ini disebut-sebut berlangsung tertutup, namun cukup dikenal di kalangan tertentu. Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi tersebut. “Ini bukan lagi sekadar hiburan malam. Sudah mengarah ke praktik yang merusak moral. Kalau dibiarkan, dampaknya besar untuk generasi muda,” ujarnya. Kafe-kafe tersebut bahkan disebut berada di lokasi strategis, termasuk di sekitar kawasan perkantoran pemerintahan. Hal ini dinilai memperparah citra daerah yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai religius dan sosial. Kelompok masyarakat, termasuk perwiritan, mendesak aparat penegak hukum (APH) seperti kepolisian dan Satpol PP untuk segera turun tangan melakukan penindakan. Mereka menilai, jika dugaan ini benar dan terus dibiarkan, bukan hanya norma sosial yang tergerus, tetapi juga berpotensi melanggar hukum pidana. Dugaan Pelanggaran Hukum Sejumlah regulasi dinilai dapat menjerat pihak-pihak yang terbukti terlibat, di antaranya: . KUHP Pasal 296: tentang pihak yang memudahkan atau menghubungkan perbuatan cabul sebagai mata pencaharian. . KUHP Pasal 506: mengenai pihak yang mengambil keuntungan dari praktik prostitusi. . UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi: terkait larangan eksploitasi seksual. Selain itu, dugaan pelanggaran juga bisa berkaitan dengan perizinan usaha dan ketertiban umum sesuai peraturan daerah. Desakan Tindakan Tegas . Masyarakat mengajukan sejumlah tuntutan konkret kepada aparat: . Penutupan tempat hiburan yang diduga melanggar hukum, . Audit dan pemeriksaan izin usaha seluruh kafe karaoke, Penindakan terhadap pihak yang diduga terlibat, termasuk kemungkinan adanya oknum yang membekingi. “Paluta bukan tempat praktik seperti ini. Kami ingin daerah ini tetap bermartabat dan aman bagi anak-anak kami,” ujar warga lainnya. Menunggu Klarifikasi Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola kafe yang disebut-sebut dalam laporan warga belum memberikan keterangan resmi. Aparat penegak hukum juga belum menyampaikan pernyataan terkait langkah yang akan diambil.(Red)

Read More

Dugaan “Main Mata” di Balik Pencurian Sawit: Nama Kades Sungai Apung Muncul dalam Rantai Distribusi

LABUHANBATU UTARA – Bersuarakyat.online Kasus dugaan pencurian kelapa sawit di Desa Sungai Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, kian mengarah pada pola yang lebih kompleks. Tidak hanya soal kehilangan hasil kebun, tetapi juga indikasi adanya rantai distribusi yang terstruktur dan di dalamnya, Kepala Desa Sungai Apung Berinisial ST , mulai disorot. Penelusuran di lapangan menemukan bahwa aktivitas di areal perkebunan milik Drs. Robert Aritonang dkk. diduga berlangsung berulang dengan pola serupa: buah sawit diambil, pekerja diintimidasi, lalu hasilnya mengalir ke pihak tertentu. Dalam konteks inilah, ST diduga berada pada posisi kunci sebagai pihak yang menerima atau membeli hasil yang patut diduga berasal dari praktik ilegal. Indikasi tersebut tidak berdiri sendiri. Rekaman visual yang beredar memperlihatkan keberadaan ST di lokasi kebun bersama T alias Hercules yang memiliki rekam jejak perkara pengancaman serta seorang aparat dusun. Pertemuan di titik yang sama memunculkan pertanyaan serius: apakah ini sekadar kebetulan, atau bagian dari pola yang lebih besar? Pelapor, Drs. Robert Aritonang, menilai situasi yang terjadi sudah melampaui konflik biasa. “Ini bukan lagi sekadar pencurian. Ada tekanan yang sistematis. Setiap kali kami menurunkan pekerja, selalu muncul intimidasi. Tujuannya jelas: membuat kami mundur dari lahan,” ujarnya. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa sejumlah individu yang disebut dalam kasus ini bukan nama baru. Beberapa di antaranya pernah terseret perkara hukum, mulai dari pengancaman hingga kekerasan, dan telah menjalani hukuman pidana. Namun, dugaan aktivitas serupa disebut masih terus berulang. Lebih jauh, pelapor mengaku telah melaporkan berbagai kejadian ke Polres Labuhanbatu, termasuk dugaan pencurian, pencurian dengan kekerasan, serta pengancaman. Bahkan, laporan terkait dugaan penguasaan lahan tanpa izin juga telah diajukan. Jika seluruh rangkaian ini ditarik sebagai satu garis, maka muncul gambaran adanya dugaan praktik berulang yang berpotensi melibatkan lebih dari sekadar pelaku lapangan. Pola ini membuka kemungkinan adanya jaringan yang bekerja dari hulu ke hilir mulai dari pengambilan hingga distribusi hasil. Sorotan publik kini mengarah pada peran aparat desa. Sebagai pejabat publik, posisi Kepala Desa semestinya menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan melindungi hak masyarakat. Dugaan keterlibatan justru menimbulkan pertanyaan serius soal integritas dan pengawasan di tingkat lokal. Hingga berita ini diturunkan, ST belum memberikan keterangan resmi meskipun telah diupayakan konfirmasi. Ketiadaan klarifikasi tersebut semakin memperbesar ruang spekulasi di tengah masyarakat. Kasus ini kini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum untuk menelusuri dugaan secara menyeluruh dan transparan. Publik menanti, apakah penanganan perkara ini akan berhenti pada pelaku lapangan atau berlanjut hingga mengungkap pihak-pihak yang diduga berada di balik rantai distribusi. PENULIS: Redaksi

Read More

Wabup Syahdian Purba Launching Desa Cantik di Teluk Panji IV, Dorong Desa Berbasis Data dan Modern

Bersuarakyat.online Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Syahdian Purba Siboro, resmi meluncurkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Desa Teluk Panji IV, Kecamatan Kampung Rakyat, Kamis (23/4/2026). Program ini menjadi tonggak penting dalam mendorong desa sebagai pusat pengelolaan data yang mandiri dan berkualitas. Dalam sambutannya, Wabup Syahdian menegaskan bahwa Desa Cantik merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas desa, khususnya dalam mengelola dan memanfaatkan data sebagai dasar pembangunan. “Di era pembangunan saat ini, data adalah fondasi utama dalam pengambilan kebijakan yang tepat, akurat, dan berkelanjutan,” tegasnya. Melalui program ini, desa tidak lagi diposisikan sekadar sebagai objek pembangunan, melainkan bertransformasi menjadi subjek yang aktif. Desa didorong untuk mampu menghasilkan data berkualitas, mengelola data secara mandiri, serta memanfaatkannya untuk menyusun perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Menurutnya, kehadiran Desa Cantik menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang modern, transparan, dan berbasis bukti (evidence-based policy). Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, lanjut Wabup, memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program tersebut. Ia berharap desa yang terpilih dapat menjadi contoh sekaligus role model bagi desa lainnya dalam pengelolaan data statistik. “Dengan data yang akurat, kita dapat mengidentifikasi potensi desa, menentukan prioritas pembangunan, mengurangi kesalahan dalam pengambilan keputusan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Wabup Syahdian juga mengajak seluruh perangkat desa untuk memanfaatkan program ini secara maksimal, dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat koordinasi, serta membangun komitmen bersama dalam mewujudkan desa yang maju dan berbasis data. Pada kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik atas pendampingan dan dukungan dalam pelaksanaan program Desa Cantik. “Semoga sinergi ini terus terjalin dengan baik demi kemajuan daerah kita,” pungkasnya. Peluncuran Desa Cantik di Teluk Panji IV diharapkan menjadi awal dari transformasi desa-desa di Labuhanbatu Selatan menuju pembangunan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Read More

Dorong Pendidikan Berkualitas, Pokja Bunda PAUD Aceh Timur Siap Sukseskan Program Wajib Belajar 13 Tahun

Bersuarakyat.online BANDA ACEH – Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Aceh Timur mengikuti kegiatan advokasi kepada pemerintah daerah dalam rangka pemberian dukungan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 April 2026, bertempat di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Peserta yang hadir antara lain Ketua Pokja Bunda PAUD, Kabid PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF), Kabid Pendidikan Dasar, serta perwakilan dari Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Kementerian Agama. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala BPMP Provinsi Aceh, Dr. Khairullah, S.Pd., M.Pd., yang diwakili oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafis Mukhsin, M.Si. Dalam sambutannya, Hafis Mukhsin menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab besar sebagai abdi negara untuk memastikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. “Hal ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai prioritas utama, khususnya bagi masyarakat Aceh,” Ujarnya. Ia juga menambahkan, kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan bermutu, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor secara sistematis dan terintegrasi dalam implementasinya. Sementara itu, Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh Timur, Ny. Bd. Erni Handayani T. Zainal, S.Keb., mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan advokasi ini menjadi dasar penting untuk mengoptimalkan sosialisasi program Wajib Belajar 13 Tahun di Kabupaten Aceh Timur. “Kami bersama seluruh jajaran pengurus Pokja Bunda PAUD dan dengan dukungan penuh Bunda PAUD Kabupaten Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag., siap mendorong implementasi program ini agar lebih maksimal,” ungkapnya. Ia berharap melalui kegiatan ini dapat terbangun kesamaan persepsi serta langkah strategis antar pemangku kepentingan dalam mendukung suksesnya program Wajib Belajar 13 Tahun, khususnya di Aceh Timur. “Dengan sinergi yang kuat, kita optimis dapat mewujudkan generasi Aceh yang cerdas, unggul, dan sejahtera,” Tutupnya. #Hsb

Read More

BRI Rantauprapat Gelar Simulasi Penanggulangan Kebakaran, Tingkatkan Kesiapsiagaan Pegawai

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Rantauprapat menggelar simulasi penanggulangan bencana kebakaran sebagai bagian dari kegiatan Culture Action Kit (CAK), guna meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat para pekerja terhadap situasi darurat. Kegiatan ini merupakan implementasi budaya kerja perusahaan yang menekankan nilai tanggap, sigap, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Melalui program CAK, BRI berupaya memperkuat pemahaman serta keterampilan karyawan dalam menghadapi potensi bencana secara efektif dan terkoordinasi. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan sosialisasi terkait prosedur penanganan kebakaran, dilanjutkan dengan simulasi evakuasi dan pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR). Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para pegawai. Simulasi ini dipandu oleh tim internal bersama pihak terkait yang memiliki kompetensi di bidang keselamatan kerja, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan secara langsung oleh peserta. Selain sebagai upaya meningkatkan keselamatan kerja, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BRI dalam membangun budaya kerja berkelanjutan yang berorientasi pada keamanan atau *safety culture*. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh pekerja BRI BO Rantauprapat semakin siap, waspada, dan mampu bertindak cepat dalam menghadapi potensi kebakaran, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif.

Read More

Semangat Kartini Hidup di BRI Rantauprapat, Pegawai Rayakan dengan Nuansa Budaya

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Semangat emansipasi perempuan terasa kental di lingkungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Rantauprapat saat seluruh pegawai memperingati Hari Kartini dengan beragam kegiatan penuh makna, Rabu (22/4). Perayaan berlangsung meriah dengan partisipasi karyawan dan karyawati yang mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Nuansa budaya yang kuat tidak hanya memperindah suasana, tetapi juga menjadi simbol keberagaman dan persatuan di lingkungan kerja. Berbagai kegiatan turut memeriahkan peringatan tersebut, mulai dari lomba busana terbaik hingga pidato bertema emansipasi perempuan. Selain itu, kegiatan sosial juga digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Pimpinan BRI BO Rantauprapat, Rian Darmawan, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di dunia kerja. Menurutnya, nilai-nilai keberanian, kemandirian, dan kesetaraan yang diperjuangkan Kartini harus terus diimplementasikan, termasuk dalam memberikan ruang yang sama bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi. “Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan. Di BRI, kami berkomitmen untuk terus mendorong kesetaraan dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh pegawai,” ujarnya. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. Momen ini menjadi penegas bahwa peringatan Hari Kartini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi inspirasi untuk terus berkarya dan berinovasi.

Read More

BRI Rantauprapat Gandeng Yayasan Binaan Kanker Nusantara Sosialisasikan Kesehatan

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, khususnya terkait pencegahan dan penanganan penyakit kanker, Yayasan Bina Kanker Nusantara mengadakan kegiatan sosialisasi kepada seluruh pekerja BRI BO Rantau Prapat. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan diikuti oleh seluruh karyawan dari berbagai unit kerja. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai deteksi dini kanker, pola hidup sehat, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemaparannya, tim dari Yayasan Bina Kanker Nusantara menjelaskan berbagai jenis kanker yang umum terjadi, faktor risiko, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pimpinan BRI BO Rantau Prapat Rian Darmawan, Kamis (23/4/2026) menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan karyawan. Menurutnya, kesehatan merupakan aset penting dalam mendukung kinerja dan produktivitas kerja. Oleh karena itu, edukasi seperti ini dinilai sangat relevan dan bermanfaat bagi seluruh pekerja. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung terkait kesehatan mereka. Hal ini semakin menambah nilai positif dari kegiatan sosialisasi tersebut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh pekerja BRI BO Rantau Prapat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan serta menerapkan gaya hidup sehat, sehingga mampu mencegah risiko penyakit kanker sejak dini. Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia perbankan dan lembaga sosial dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan peduli terhadap kesejahteraan bersama.

Read More

BRI Rantauprapat dan Kejari Labuhanbatu Perkuat Sinergi Lewat Makan Bersama

Bersuarakyat.online Labuhanbatu — Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Rantauprapat menggelar kegiatan makan bersama dengan Kejaksaan Negeri Labuhanbatu sebagai upaya mempererat hubungan kelembagaan, Kamis (23/4/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf dari kedua instansi. Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi yang selama ini telah terjalin. Pimpinan BRI BO Rantauprapat, Rian Darmawan, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan institusi penegak hukum memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasional dan pelayanan kepada masyarakat. “Hubungan yang harmonis dan komunikasi yang baik menjadi fondasi utama dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya. Pihak Kejari Labuhanbatu turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Mereka menilai kegiatan informal seperti ini efektif dalam mempererat hubungan sekaligus membuka ruang diskusi yang lebih terbuka. Selain makan bersama, kegiatan juga diisi dengan perbincangan ringan terkait penguatan sinergi ke depan. Diharapkan, hubungan baik antara BRI Rantauprapat dan Kejari Labuhanbatu dapat terus terjaga dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Read More