Pemotor Tewas Tertabrak KA di Perlintasan Tanpa Palang di Medan Helvetia

Bersuarakyat.online Medan – Seorang pengendara sepeda motor, Fahmi Tarigan, 40 tahun, tewas setelah tertabrak Kereta Api Sri Lelawangsa di perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Pantai Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Senin 11 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Widodo mengatakan, kecelakaan terjadi antara KA Sri Lelawangsa yang melaju dari Medan menuju Binjai dengan Honda Supra X yang dikendarai korban. “Sepeda motor dalam kondisi rusak berat,” kata Widodo. Kronologinya, korban melaju seorang diri dari arah Jalan Gaperta menuju Jalan Gatot Subroto. Saat melintas di perlintasan tanpa palang tersebut, KA Sri Lelawangsa melaju dari arah Medan. Tabrakan pun tak terhindarkan. Korban terpental dan terseret sejauh 30 meter. Warga langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. “Korban tertabrak serta terseret sejauh 30 meter,” ujar AKBP Widodo. Polisi telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. (Slh)

Read More

Warga Aek Siranda lakukan pemanggilan Petugas PLN dalam pemasangan lampu Jalan Aek Siranda agar terlihat terang dan indah

Bersuarakyat.online Warga Lingkungan Aek Siranda Kelurahan Siringo – ringo melakukan pemanggilan Petugas PLN dalam pemasangan Lampu jalan yang selama ini mati agar hidup kembali di jalan lingkungan Aek Siranda nampak terang dan indah jikala malam hari. Ketika awak medi Bersuara Rakyat Onlaein melintas di jalan Lingkunhan Aek Siranda pada hari minggu tanggal 10.May 2026 pukul 19.00wib jalan lingkungan aek siranda terlihat terang benderang begitu juga warga yang melintas terhindarkan dari kejahatan (Begal). Media Bersuara Rakyat Onlaein melakukan konfirmasi terhadap salah satu warga aek Siranda yang tidak mau Namanya di sebutkan ke permukaan media mengatakan , bahwa kami warga lingkungan aek siranda Kelurahan Siringo – Ringo Kecamatan Rantau Utara kabupaten Labuhantu Provinsi Sumatra Utara melakukan patung – patungan untuk membeli Bola lampu jalan yang pada putus semua. Setelah kami membeli Bola lampu ,kami memanggil Petugas PLN Rantau prapat agar Melakukan penggantikan Bola lampu yang putus Ungkapnya terhadap wartawan. Begitu juga Jurnalis Melakukan Konfirmasi terhadapmu Kepala Lingkungan Aek Siranda Sukirman dalam penggantian bola lampu yang di lakukan petugas PLN , angkat bicara kami di lingkungan aek Siranda ini bekerjasama (Gorong royong) untuk menganti bola lampu jalan yang putus dengan cara patung – patungan, karena selama ini Bola lampu sepanjang jalan Aek Siranda pada putus semuanya Pungkasnya . Di tambahkannya lagi warga Aek Siranda mengucapkan berterima kasih terhadap petugas PLN yang telah melakukan pemasangan bola lapu jalan yang pada putus semua. Semogaa di dalam pemasangan bola lampu jalan kami ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang melintas di jalan aek siranda.mengakhiri perkataan nya terhadap Awak media Bersuara Rakyat Onlaein.   Penulis : ***Sukirman /DR.Rangkuti) ***

Read More

ATR/BPN Dorong Transformasi Arsip Elektronik demi Kepastian Hukum

Bersuarakyat.online Medan – Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, menegaskan bahwa peralihan arsip pertanahan ke bentuk elektronik merupakan sebuah keniscayaan. Dalam Webinar Kearsipan ATR/BPN Tahun 2026 bertema “Mewujudkan Kepastian Hukum Melalui Arsip Elektronik yang Akuntabel”, Sekjen ATR/BPN mengatakan hal tersebut menjadi krusial di tengah tuntutan transformasi digital. “Keterbatasan ruang penyimpanan arsip fisik, risiko kerusakan, serta kebutuhan akses yang cepat dan efisien menjadikan peralihan menuju arsip elektronik sebagai sebuah keniscayaan yang memang harus kita kelola dengan baik,” ujar Dalu Agung Darmawan pada kegiatan yang berlangsung secara daring dan luring di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Rabu, (06/05). Dalam rilis yang diterima pada Minggu (10/5/2026), ia menjelaskan bahwa arsip memiliki peran yang penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. “Karena arsip ini bukan sekadar dokumen lama, tetapi di negara ini arsip akan menjadi alat bukti untuk mengambil keputusan untuk penyelesaian masalah dan termasuk juga untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan,” jelasnya. Menurutnya, dalam praktik tata kelola pemerintahan, arsip kerap menjadi rujukan utama dalam penyusunan kebijakan. “Jadi kalau kita lihat, saat ini baik dalam pengambilan keputusan, pengambilan pembuatan kebijakan pasti melihat arsip-arsip yang lama seperti apa, peraturan-peraturan yang lama seperti apa,” ungkapnya. Lebih lanjut, Dalu Agung Darmawan menekankan bahwa transformasi digital di bidang kearsipan juga menghadirkan tantangan, khususnya terkait keabsahan dan kekuatan pembuktian arsip elektronik dalam proses hukum. “Oleh karena itu, pengelolaan arsip elektronik harus dilakukan secara cermat, memenuhi prinsip autentik, utuh, terpercaya dan dapat digunakan sebagai alat pembuktian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito, yang hadir sebagai narasumber menegaskan pentingnya penguatan kompetensi dalam pengelolaan arsip digital. “Kalau kita betul-betul mengelola arsip dengan baik, maka akan ada kepastian hukum yang jelas sebagai bukti, ada transparasi, dan bukti kita sudah melaksanakan tugas-tugas itu dengan baik,” ujarnya. Dalam kesempatan ini, Kementerian ATR/BPN memberikan penghargaan kepada satuan kerja terbaik, baik dari pusat maupun daerah, sebagai bagian dari penguatan reformasi birokrasi. Selain itu, diserahkan pula arsip statis kepada ANRI sebagai bagian dari upaya pelestarian memori kolektif bangsa. Arsip tersebut dinilai memiliki nilai guna tinggi sebagai referensi sejarah dan penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data. “Ini menjadi bukti komitmen kementerian dalam menjaga warisan informasi bangsa. ANRI akan terus melestarikan dan menyimpan arsip tersebut sebagai memori kolektif,” kata Mego Pinandito. Kegiatan webinar ini dihadiri oleh para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN dan ANRI, para Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi, serta diikuti seluruh jajaran pengelola kearsipan di seluruh Indonesia, baik di Kantor Wilayah maupun Kantor Pertanahan, secara luring dan daring

Read More

Bicara Soal Amanah Pimpinan dalam Pengajian di Pandeglang, Menteri Nusron: Permudah Rakyat

Bersuarakyat.online Medan – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri acara Pengajian Umum Yayasan Anwarul Hidayah di Pandeglang, Banten pada Sabtu (09/05/2026). Dalam pidatonya, Menteri Nusron mengingatkan bahwa titel seorang pemimpin adalah amanah yang harus dijalankan dengan baik. “Kalau ada pemimpin yang sedang memimpin dan ketika memimpin itu mengangkat harkat dan martabat rakyatnya, mempermudah rakyatnya, maka doa Rasulullah, angkatlah derajatnya orang tersebut, permudahlah hidupnya,” ujar Menteri Nusron. Menteri Nusron menjelaskan, Rasulullah SAW berdoa agar pemimpin yang menyulitkan urusan masyarakat juga dipersulit hidupnya oleh Allah SWT. Sebaliknya, Rasulullah SAW juga mendoakan pemimpin yang mempermudah urusan rakyat dan mengangkat harkat masyarakat agar dimudahkan hidupnya serta ditinggikan derajatnya. “Bentuk mempersulit itu antara lain memperlambat pelayanan administrasi, mempersulit pengurusan surat, sertipikat, maupun bantuan kepada masyarakat,” tutur Menteri Nusron. Di hadapan seluruh peserta pengajian, Menteri Nusron meminta dukungan doa agar dirinya bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai Menteri ATR/Kepala BPN. “Saya mohon doa moga-moga saya sebagai (alumni) santri ketika memimpin ini betul-betul bisa mempermudah dan mengangkat rakyatnya sehingga Allah mempermudah hidup kita,” ungkapnya. Selain pengajian, dalam acara ini juga berlangsung penyerahan sejumlah sertipikat tanah wakaf, di antaranya untuk Masjid Al-Ittihad dan Musala Anwarul Hidayah di Pandeglang, Banten. Sertipikat diserahkan langsung oleh Menteri Nusron dengan didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang, Fahmi. Dalam kegiatan ini, turut hadir Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said; serta Ketua Umum Yayasan Anwarul Hidayah Nahdlatul Ulama, Endin AJ. Soefihara.

Read More

Nyonya Luluk Williams Berikan Pelatihan Pembuatan Tempe kepada Ibu PKK di Asahan

Bersuarakyat.online Asahan – Nyonya Principal Director PT Socfin Indonesia (Socfindo), Luluk Williams, memberikan pelatihan pembuatan tempe kepada ibu-ibu PKK dari Desa Ledong Timur dan Desa Aek Korsik, Kabupaten Asahan, Jumat (9/5/2026). Kegiatan berlangsung di Hall Lapangan Tenis Aek Loba dan diikuti antusias oleh peserta. Pelatihan tersebut diawali dengan pemaparan mengenai cara pembuatan tempe yang higienis dan berkualitas, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung bersama peserta. Dalam kegiatan itu, Luluk Williams didampingi Ny. Hartaty Tarigan selaku Ny. General Manager, Ny. Indun Mindiarna sebagai Ny. Kabag Umum, dr. Michael Tamalate selaku dokter perusahaan, Ny. Indah Setyowati sebagai Ny. Group Manager III, Group Manager III H. Irwan Saban, Pengurus Aek Loba Fakhry Zein, para asisten kepala (Askep), serta jajaran karyawan perusahaan. Hadir pula Wakil Bupati Asahan Rianto, Camat Aek Kuasan Saiful Anwar, Camat Aek Ledong Ade Helmi, Kepala Desa Ledong Timur, Kepala Desa Aek Korsik, serta masyarakat setempat. Wakil Bupati Asahan Rianto mengaku mengapresiasi langkah PT Socfindo yang terus memberikan perhatian kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan ekonomi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Socfindo yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pelatihan pembuatan tempe higienis. Ini kegiatan positif yang sangat bermanfaat,” ujarnya. Menurut Rianto, pelatihan tersebut dapat meningkatkan kualitas pengolahan makanan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu PKK di desa. Ia berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Asahan dapat mengikuti langkah Socfindo dalam membangun kemitraan dengan masyarakat sekitar. “Keberadaan perusahaan harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, baik melalui kegiatan sosial maupun pemberdayaan ekonomi,” katanya. Rianto juga menilai PT Socfindo selama ini dikenal aktif membantu masyarakat, termasuk dalam bidang sosial dan pembangunan infrastruktur. Sementara itu, Luluk Williams mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memberikan keterampilan kepada masyarakat desa agar mampu memanfaatkan peluang usaha dari produksi tempe. Menurutnya, kebutuhan tempe dan tahu cukup tinggi karena menjadi salah satu menu harian masyarakat, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Kami ingin masyarakat desa memiliki keterampilan membuat tempe sehingga bisa menjadi peluang usaha dan menambah penghasilan keluarga,” ujarnya. Ia menjelaskan, produksi tempe di desa juga dapat membantu menekan biaya distribusi karena masyarakat tidak perlu lagi membeli dari daerah lain. Luluk turut mengapresiasi kreativitas masyarakat di sekitar kebun Socfindo yang dinilai mampu mengembangkan berbagai produk olahan bergizi, termasuk tempe dan kelor. “Tempe dan kelor memiliki kandungan protein yang baik, harganya terjangkau, dan rasanya juga enak. Ini potensi yang sangat bagus untuk dikembangkan,” katanya. Ia berharap ilmu yang diberikan dalam pelatihan tersebut dapat diterapkan oleh masyarakat di desa masing-masing dan berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Read More