Satgasus BAI dan Media Desak Bupati Aceh Timur Tindak Tegas Camat Darul Falah

ACEH TIMUR – bersuarakyat. online

 

Tim Satgasus Investigasi Badan Advokasi Indonesia (BAI) bersama sejumlah awak media secara resmi meminta Bupati Aceh Timur untuk segera mengevaluasi dan menindak tegas Camat Darul Falah. Desakan ini muncul menyusul temuan dugaan kelalaian administratif di Desa Tunong Paya Krueb serta buruknya pelayanan di kantor kecamatan setempat.

Temuan Investigasi Lapangan

Berdasarkan laporan masyarakat Desa Tunong Paya Krueb pada 2 April 2026, Tim Satgasus BAI melakukan investigasi langsung ke lapangan. Razali, yang akrab disapa Nyakli Maop, mewakili Tim Satgasus BAI, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencoba melakukan koordinasi melalui telepon maupun pesan WhatsApp kepada pihak terkait, namun tidak mendapatkan respons positif.

“Kami turun langsung ke lapangan setelah upaya koordinasi tidak membuahkan hasil. Di sana, kami menerima keluhan warga terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang dinilai tidak tepat sasaran atau tidak diterima oleh warga yang berhak,” ujar Nyakli Maop.

Selain persoalan BLT, investigasi tersebut juga menyoroti beberapa masalah krusial di desa tersebut, antara lain:

Kekosongan Jabatan Imum Gampong: Hal ini berdampak pada terhambatnya kegiatan adat istiadat dan keagamaan masyarakat.

Pemecatan Kader: Adanya pemberhentian kader Posyandu dan kader PKK yang dinilai sepihak.

Peran Sekdes: Warga mempertanyakan fungsi dan transparansi Sekretaris Desa (Sekdes) dalam tata kelola pemerintahan desa.

Kekecewaan Masyarakat terhadap Kades

Beberapa warga masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyatakan kekecewaan mendalam terhadap kinerja Kepala Desa (Kades) Tunong Paya Krueb. Kades diduga lebih mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu di atas kepentingan masyarakat luas.

“Kami merasa terabaikan, terutama dalam urusan administrasi dan kegiatan adat. Kepentingan masyarakat banyak seolah dikesampingkan,” ungkap salah satu warga kepada tim investigasi.

Kantor Camat Bak “Gudang Hantu”

Kekecewaan tim investigasi semakin memuncak saat mendatangi Kantor Camat Darul Falah. Saat kunjungan berlangsung, kantor tersebut ditemukan dalam kondisi sepi tanpa kehadiran pegawai yang bertugas.

“Sangat mengecewakan. Kantor camat yang seharusnya menjadi pusat pelayanan publik justru terlihat seperti gudang hantu. Tidak ada aktivitas pelayanan yang memadai bagi masyarakat,” tegas perwakilan dari awak media yang ikut dalam investigasi tersebut.

Atas dasar temuan ini, Satgasus BAI dan rekan-rekan media meminta Bupati Aceh Timur untuk tidak tutup mata dan segera memanggil Camat Darul Falah guna dimintai

pertanggungjawaban atas dugaan pembiaran masalah di tingkat desa dan buruknya disiplin kerja di tingkat kecamatan.

Hsb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *