SPBU di Jalan Urif Sidumaharjo Rantau prapat akan mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga

Labuhan batu – Bersuarakyat.online

Masyarakat menolak pembangunan SPBU di Jalan Urif Sidumaharjo, Kecamatan Rantau utara karena beberapa alasan, lokasi yang dekat dengan permukiman dan rumah Ibadah yang hanya berbatas tembok , sehingga Masyarakat khawatir bahwa pembangunan SPBU akan mengganggu kenyamanan dan keselamatan mereka ,

Demikian terungkap diacara mediasi pengusaha dengan masyarakat yang kedua kali di Kantor kelurahan Binaraga Kecamatan Rantau utara, Kabupaten Labuhan batu, Sumatra utara Sabtu 15/2/2025, Masyarakat khawatir bahwa pembangunan SPBU akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan pencemaran udara dan rawan kebakaran

Mediasi itu di Jembatani oleh Lurah Binaraga Amir Rahman, Babinkantibmas Aipda Muhammad Arifin Siagian, dan babinsa Sertu Irpan Hasibuan serta Kepala Lingkungan Kelurahan Binaraga, Kecamatan Rantau utara, Kabupaten Labuhan batu

Disebutkan Lokasi SPBU tersebut rawan terjadi macet , hal yang wajar masyarakat khawatir bahwa pembangunan SPBU akan memperburuk kondisi arus lalu lintas di daerah tersebut.

Mediasi terlihat cukup alot, Andi alias Muntek Pengusaha tersebut menawarkan beberapa tawaran kepada masyarakat sekitar yang berkediaman di Lingkungan SPBU yang akan berdiri

Membuatkan tanki air, Membuatkan tembok tinggi pembatas 3 meter dan ketebalan 30 cm, Pembagian Bantuan tahunan kepada masyarakat, Menerima lowongan kerja minimal 50 persen dari jumlah karyawan Beras 5 kg sebanyak 50 sak.

Masyarakat tetap menolak dari perwakilan masyarakat menjelaskan sikap mereka terhadap akan berdirinya SPBU, demikian pantauan Eka Sihombing

Irwansyah Ritonga masyarakat yang menolak SPBU tersebut menyebutkan, “bahwa rapat mediasi itu hanya omon-omon dan mereka tetap tidak akan menerima kehadiran SPBU tersebut, karena dampaknya mereka yang akan merasakan, sebagai Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia kami tidak akan kalah dan mengalah hanya untuk kepentingan dan keuntungan pengusaha, ” Ungkap Irwansyah Ritonga

Jhoni Warga setempat meminta kepada Pemerintah untuk berpihak kepada masyarakat yang lemah, dan mengajak bersama berjuang untuk keselamatan warga, anak cucu kami kedepan harinya.

Dan Haji Syaiful menjelaskan, ” bahwa hari ini dilaksanakan mediasi, dan mediasi itu bukanlah sebuah keputusan, kita terus berjuang, namun dalam perjuangan itu belum tau siapa pemenangnya, kalau pengusaha tetap bersikukuh dan pemerintah mengijinkan yang ingin kita tau apa yang menjadi pertanggung jawaban pengusaha itu buat masyarakat, dan kita terus berjuang sebutnya.’, Sebut Haji Syaiful

Konfirmasi reporter palapa tv Sekaligus Wartawan media Bersuarakyat.online kepada Andi alias Muntek Pengusaha yang akan mendirikan SPBU di Jalan Urif Sidumaharjo Rantau prapat menyampaikan, masyarakatnya pro kontra, mungkin kita terus jalan membangun SPBU tersebut, ucapnya sambil meninggalkan kantor kelurahan Binaraga

Lurah Binaraga menyampaikan bila tidak ditemukan kesepakatan akan kita tindak lanjuti nantinya mediasi kekantor Kecamatan Rantau utara.

Dari warga didapatkan Informasi bahwa Mereka bersama PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Rantau utara dan DPP LSM TAWON telah mengirimkan surat kepada DPRD Kabupaten Labuhan batu untuk dapat dilakukan Rapat Dengar Pendapat tentang Penolakan berdirinya SPBU di Jalan Sidumaharjo Rantau prapat, dan saat ini kita menunggu jadwal RDP tersebut, sebut warga

( Eka hombing / Tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *