Isu Sampah dan Promosi Wisata Diangkat dalam Halal Bi Halal Keluarga Besar Kecamatan Nurul Salam, Aceh Timur

Bersuarakyat.online –  Aceh Timur

 

Keluarga besar Kecamatan Nurul Salam, bersama Forum Geuchik Kecamatan Nurul Salam, Aceh Timur, baru-baru ini menggelar acara Halal Bi Halal yang berlangsung di Café Sultan, Jalan Medan, Banda Aceh. Acara ini turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dari 31 desa di kecamatan tersebut, termasuk Ketua PWI, Kapolsek, Camat Nurul Salam, dan sejumlah tokoh masyarakat.

 

 

Dalam momen silaturahmi ini, berbagai isu strategis dibahas, di antaranya masalah penanganan sampah dan pembangunan infrastruktur desa. Isu ini dianggap penting karena berdampak langsung pada kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Para tokoh juga menyoroti pentingnya promosi wisata, khususnya potensi keindahan pantai di wilayah Nurul Salam yang dinilai memiliki daya tarik besar jika dikelola dengan baik.

 

Ketua PWI, Bapak Ilyas, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar acara ini menjadi momentum mempererat hubungan sosial serta menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap anak-anak yatim dan masyarakat kurang mampu. Menurutnya, dengan adanya empat anggota dewan terpilih dari wilayah ini, besar harapan masyarakat untuk kemajuan desa-desa seperti Bagok Nurul Salam.

 

Camat Nurul Salam, Bapak Marzuki, juga memberikan sambutan yang penuh semangat. Ia berharap kegiatan Halal Bi Halal ini dapat menjadi wadah untuk saling memotivasi dan memperkuat kerja sama dalam membangun kecamatan ke arah yang lebih baik.

 

Menambahkan penutup acara, Kepala Desa Matang Nehen, Sayet Hasan, menyampaikan harapannya agar promosi wisata tidak hanya menjadi tugas satu pihak saja, melainkan dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat. “Jangan saya sendiri dalam mempromosikan wisata pantai kita. Ini tugas kita bersama, termasuk dalam membangun kesadaran berwisata dan menjaga lingkungan. Tolong jangan buang sampah ke sungai,” cetusnya.

 

Acara berlangsung dengan hangat, diisi dengan kegiatan salam-salaman dan ceramah singkat yang mengangkat nilai-nilai toleransi, saling memaafkan, dan kebersamaan. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dalam mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kesadaran sosial dan lingkungan.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *