Aceh Timur,bersuarakyat.online
selasa april 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menekan angka stunting serta kematian ibu hamil, UPTD Puskesmas Darul Aman menggelar kegiatan lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Puskesmas Darul Aman dan dihadiri oleh unsur Muspika, kepala desa, serta perwakilan dinas terkait.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Darul Aman, Bapak Iskandarsyah, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat. Ia menyoroti kasus kematian ibu hamil dan bayi baru lahir yang terjadi di wilayah DMA Pulo Sa, seraya mengingatkan para kepala desa untuk tanggap terhadap laporan dan keluhan masyarakat, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak.
“Kita tidak ingin kejadian serupa terulang kembali. Setiap kepala desa harus sigap dan proaktif menyampaikan informasi dari lapangan, termasuk isu-isu stunting yang masih menjadi tantangan besar bagi kita semua,” tegas Iskandarsyah.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kapolsek yang diwakili Abdul Azis, Danramil Kapten Inf. M. Yusuf, Kapus Darul Aman Mama’en, serta 25 Gecik (kepala desa) dari seluruh wilayah Kecamatan Darul Aman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan lintas sektor yang bertujuan untuk:
Meningkatkan koordinasi dan kerja sama antar instansi,
Menyusun langkah bersama dalam menekan angka stunting,
Mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan,
Serta menciptakan solusi komprehensif terhadap persoalan kesehatan di tingkat lokal.
Dalam sesi pemaparan, Ibu Eka, selaku narasumber dari Puskesmas Darul Aman, menyampaikan capaian membanggakan puskesmas tersebut yang telah meraih akreditasi A dan menjadi salah satu unit layanan publik terbaik versi Ombudsman Republik Indonesia di Kabupaten Aceh Timur. Ia juga menjelaskan bahwa fokus pelayanan tahun ini adalah percepatan penanganan stunting.
“Stunting merupakan ancaman serius bagi generasi masa depan. Ini bukan sekadar persoalan tinggi badan, tetapi menyangkut kualitas tumbuh kembang anak yang berdampak jangka panjang,” ujar Ibu Eka.
Kegiatan lintas sektor seperti ini diharapkan menjadi forum sinergi antar instansi dalam memantau, mengevaluasi, dan memperkuat pelayanan kesehatan dasar secara menyeluruh, demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.