Santri Hafiz Quran Diduga Dianiaya Guru Ponpes Darul Falah, Orang Tua: Anak Kami Alami Pendarahan Otak

Labusel-Bersuarakyat.online

Kasus dugaan penganiayaan beberapa hari yang lalu, terhadap seorang santri bernama Rezi di Pondok Pesantren Darul Falah Langga Payung, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, menyita perhatian publik. Rezi, yang dikenal sebagai Hafiz Quran 30 Juz sekaligus siswa berprestasi dalam bidang fisika, diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum guru berinisial A saat jam belajar berlangsung.

Informasi peristiwa bermula ketika Rezi tertidur di kelas akibat kondisi tubuhnya yang demam setelah sehari sebelumnya mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten. Oknum guru yang membangunkan Rezi dengan cara menepukkan kupiah ke tubuhnya menganggap respon kaget sang siswa sebagai bentuk perlawanan. Tak lama kemudian, guru tersebut diduga menendang wajah Rezi hingga terpelanting dan terbentur kursi.

Tak berhenti di situ, Rezi juga disebut mengalami tindak kekerasan lanjutan berupa seretan dan tendangan berulang-ulang. Insiden tersebut disaksikan langsung oleh saudara kembarnya, Reza, yang juga bersekolah di ponpes yang sama.

Pasca kejadian, pihak sekolah membawa Rezi ke klinik, namun tanpa sepengetahuan orang tua. Bahkan saran medis agar dilakukan observasi diabaikan, dan Rezi justru dibawa kembali ke sekolah dalam kondisi masih sakit. Barulah setelah kondisi Rezi semakin memburuk, pihak sekolah menghubungi orang tuanya dan kembali membawa korban ke klinik.

Orang tua korban menyatakan kekecewaannya atas sikap pihak sekolah.

“Anak kami mengalami lebam pada mata kiri, luka di bibir bawah bagian dalam, pendarahan pada selaput otak, gigi depan atas goyang, serta geraham belakang bergeser,” ungkap orang tua Rezi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/9/2025).

Hingga saat ini, biaya perawatan masih ditanggung sepenuhnya oleh keluarga korban. Sementara itu, pihak sekolah disebut sempat mengutus orang untuk menawarkan perdamaian, namun ditolak keluarga karena menganggap peristiwa ini bukan hal sepele.

Keluarga korban menegaskan akan menempuh jalur hukum dan meminta aparat berwenang memproses kasus ini secara serius, sekaligus menuntut tanggung jawab penuh dari pihak ponpes atas perawatan dan pemulihan Rezi.

Sampai berita ini dipublikasikan, pihak Ponpes Darul Falah Langga Payung belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.

 

(Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *