Bersuarakyat.online
Aceh Timur – Ketua Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Kabupaten Aceh Timur, Hasbi, menyampaikan kekecewaannya terhadap pelaksanaan kegiatan edukasi media yang digelar oleh PT Medco E&P Malaka pada akhir Oktober 2025.
Sekilas Tentang PT Medco E&P Malaka
PT Medco E&P Malaka merupakan anak perusahaan dari Medco Energi yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi. Perusahaan ini mengelola Blok A di Kabupaten Aceh Timur, yang menjadi blok gas pertama di Aceh pascaperdamaian. Beberapa lapangan gas yang dikelola antara lain Alur Siwah, Alur Rambong, dan Julu Rayeu di Kecamatan Indra Makmur.
Menurut Hasbi, kegiatan rutin tahunan tersebut seharusnya menjadi ajang mempererat kemitraan antara perusahaan dan seluruh insan pers di Aceh Timur. Namun, ia merasa kecewa lantaran organisasi APPI yang dipimpinnya tidak diikutsertakan dalam kegiatan tersebut.
“Saya heran, kenapa hanya sebagian organisasi media yang diberangkatkan. Padahal kami juga bagian dari rekan-rekan pers di Aceh Timur. Kalau mau bermitra, mari bermitra dengan baik, jangan pilih kasih,” ujar Hasbi dengan nada kecewa, Kamis (30/10/2025).
Hasbi juga menyesalkan sikap pihak humas PT Medco yang dinilai tidak memberikan penjelasan ketika dikonfirmasi terkait ketidakhadiran APPI dalam agenda tersebut.
“Saya sudah menelpon Pak Rahmat dari Humas Medco, tapi tidak diangkat dan tidak ada balasan pesan sampai sekarang. Padahal saya hanya ingin tahu alasan kenapa APPI tidak diikutsertakan,” tambahnya.
Sejumlah wartawan di Aceh Timur pun turut mempertanyakan alasan di balik tidak diundangnya APPI. Beberapa di antaranya menduga keputusan tersebut berkaitan dengan pemberitaan-pemberitaan kritis yang pernah ditulis oleh Hasbi terkait kegiatan perusahaan migas tersebut.
“Ada yang bilang karena dulu Hasbi sempat menulis berita-berita tajam tentang Medco, makanya sekarang tidak diikutsertakan lagi,” ujar salah satu wartawan berinisial A.
Menanggapi hal itu, Hasbi menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat buruk terhadap pihak perusahaan dan hanya menjalankan tugas jurnalistik sebagaimana mestinya. Ia berharap ke depan PT Medco dapat lebih terbuka dan profesional dalam membangun hubungan dengan seluruh media di Aceh Timur.
“Tahun lalu saya memang sempat pulang lebih awal dari acara karena sakit, tapi itu bukan alasan untuk menghapus saya dari daftar peserta. Saya minta keadilan dan keterbukaan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Humas PT Medco E&P Malaka, baik Pak Rahmat maupun Pak Has, belum memberikan tanggapan resmi terkait persoalan tersebut.