Bersuarakyat.online
Aceh Timur – Petani di Desa Paya Ueno, Kecamatan Rantau Perlak, mengeluhkan harga gabah (padi) yang sangat rendah saat panen. Junaidi, salah satu petani lokal, mengungkapkan bahwa agen pembeli di wilayahnya menetapkan harga hanya Rp 6050per kilogram, di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang sudah resmi ditetapkan Presiden sebesar Rp 6.500/kg. Bahkan ketika panen menggunakan mesin pemotong padi atau secara manual, harga tetap sama dan tidak memberikan keuntungan berarti bagi petani.
“Kami sudah panen, tapi harga yang kami terima cuma Rp 6050, bahkan kadang lebih rendah. Ini tidak adil dan membuat petani terus menderita. Anehnya, pemerintah dan aparat penegak hukum justru bungkam,” keluh Junaidi kepada media, Kamis (30/10/2025).
Fenomena harga di bawah HPP ini tidak hanya terjadi di Aceh Timur. Sementara beberapa daerah seperti Aceh Besar dan Aceh Barat Daya mencatat harga gabah hingga Rp 8.200–Rp 9.000 per kilogram pada Juli 2025, Aceh Timur justru mengalami penurunan drastis hingga Rp 6050/kg pada September 2025.
Data terkini menunjukkan bahwa harga rata-rata nasional gabah kering panen (GKP) pada Oktober 2025 mencapai Rp 6.700 per kilogram. Namun harga pasar gabah padi di tingkat nasional justru jauh lebih tinggi, yaitu sekitar Rp 27.708/kg. Sementara itu, harga petani terbaru yang dicatat mencapai Rp 6.760/kg.
Seorang pembeli yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa harga gabah bervariasi berdasarkan kualitas, lokasi, dan waktu panen. Namun fakta di lapangan menunjukkan adanya indikasi agen pembeli menetapkan harga secara tidak transparan dan merugikan petani.
“Jika pemerintah benar-benar ingin mensejahterakan petani, seharusnya aparat turun langsung ke lapangan untuk mengawasi pelaksanaan Harga Pembelian Pemerintah, bukan hanya membuat regulasi di atas kertas,” tegas Junaidi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons tegas dari pihak pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum terkait dugaan praktik agen pembeli yang menetapkan harga jauh di bawah HPP. Situasi ini menimbulkan keraguan atas komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan petani di Aceh Timur.
#Hsb