Poktan Desa Sipupus Pernah Tidak Terima Pupuk Subsidi Dari Kios UD Rimnitahi Tahun 2025

Bersuarakyat.online Puluhan petani yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Sipupus, Kec Pabojul, Kab Padang Lawas Utara terancam gagal tanam tepat waktu. Mereka mengaku belum menerima pupuk bersubsidi yang dialokasikan melalui UD Rimnitahi meski nama kelompoknya sudah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani [RDKK] 2025 dan berita ini saya lihat di google, Pada Rabu : 2026 dan saya muat kembali menaikkan karena ada laporan Poktan Desa Sipupus. Ketidakpastian distribusi ini memunculkan pertanyaan soal titik sumbat penyaluran pupuk subsidi di tingkat lapangan. RDKK Ada, Pupuk Tak Kunjung Turun. Ketua Poktan Maju Bersama Desa Sipupus, Ahmad Siregar, mengatakan kelompoknya sudah mengajukan pengambilan pupuk Urea dan NPK sejak awal September 2025. “Kami sudah terdaftar di RDKK untuk 15 hektar sawah. Di aplikasi e-Alokasi juga muncul jatahnya. Tapi pas ke UD Rimnitahi, dibilang pupuknya belum bisa diambil. Alasannya nggak jelas, cuma disuruh tunggu,” ujar Ahmad saat ditemui di lahan sawahnya, Senin [6/10/2025]. Menurutnya, akibat keterlambatan ini sebagian anggota poktan memilih membeli pupuk non-subsidi dengan harga Rp350.000 per sak. Padahal harga eceran tertinggi [HET] pupuk Urea subsidi hanya Rp112.500 per sak. “Kasihan anggota yang modalnya pas-pasan. Kalau nggak dipupuk, hasil panen bisa turun 30-40%,” katanya. Sistem 7 Tepat Jebol di Lapangan. Kasus di Sipupus menunjukkan prinsip 7 Tepat, dalam penyaluran pupuk subsidi belum berjalan maksimal. Pemerintah lewat Perpres No. 6 Tahun 2025 menargetkan pupuk subsidi tepat waktu, jumlah, tempat, harga, jenis, mutu, dan penerima. Namun di lapangan, indikator waktu dan penerima yang bermasalah. Padahal Permentan No. 15 Tahun 2025 sudah mempertegas bahwa penyaluran hanya boleh ke petani yang terdaftar di RDKK dan melalui penyalur resmi. Direktur Pupuk Ditjen PSP Kementan Jekvy Hendra sebelumnya menyebut pemerintah membuka opsi Gapoktan sebagai titik serah untuk mempercepat distribusi. Namun di Kec Pabojul, mekanisme ini belum berjalan. Penyaluran masih bertumpu pada kios UD Rimnitahi. “Tidak semua daerah diwajibkan membentuk Gapoktan sebagai titik serah. Kesiapan SDM, modal, dan sarana jadi pertimbangan,” kata Jekvy dalam sosialisasi Juli lalu. UD Rimnitahi Belum Beri Penjelasan Rinci. Hingga berita ini diturunkan, pihak UD Rimnitahi belum memberikan penjelasan rinci soal keterlambatan penyaluran. Petugas kios hanya menyebut sedang menunggu distribusi dari distributor wilayah. Sementara itu, Dinas Pertanian Paluta melalui penyuluh lapangan menyatakan sudah menerima laporan dari Poktan Sipupus. “Kami akan cek dulu data e-Alokasi dan konfirmasi ke penyalur. Kalau terbukti ada penahanan, ada sanksi sesuai Permentan 15/2025,” ujar seorang penyuluh yang enggan disebut namanya. Petani Minta Kepastian. Para petani berharap ada kepastian sebelum masa tanam lewat. Jika pupuk tak kunjung turun, mereka khawatir produktivitas padi dan jagung di Sipupus anjlok tahun ini. Kami nggak minta lebih. Cuma minta jatah yang sudah ditetapkan di RDKK bisa kami terima tepat waktu. Itu saja,” kata Sariani, anggota poktan lainnya. Kasus Sipupus menjadi ujian awal implementasi kebijakan pupuk subsidi 7 Tepat di Paluta. Tanpa perbaikan di tingkat penyalur dan pengawasan, target peningkatan produksi pangan nasional berpotensi terganggu di daerah. Data yang Perlu Dicek Lanjutan. 1. Jumlah alokasi vs realisasi penyaluran UD Rimnitahi bulan September-Oktober 2025 2. Status RDKK Poktan Sipupus di aplikasi e-Alokasi 3. Ada atau tidaknya pengaduan serupa dari poktan lain di Kec Pabojul Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Pelepasan TK Paud dan MTS serta MA Santri / Santri wati Yayasan Islam Nur Ibrahimi Rantauprapat Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Bersuarakyat.online Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Wisuda Santri RA/PAUD ,dan Pelepasan Santri /Santriwati MTs/MA serta Khatam Al-Qur’an Yayasan Islam Nur Ibrahimi Rantauprapat yang digelar di gedung sekolah Yayasan Nur Ibrahimy, kelurahan Bakaran batu Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatra Utara , Selasa (12/May/2026) Jurnalis Bersuara Rakyat Onlaein melakukan kunjungan kerja ke sekolah Nur Ibrahimi pada hari Selasa tanggal 12 May 2026 pukul 9.00wib terlihat para orang tua Santri dan santriwati terlihat berbondong bondong memenuhi undangan dalam rangka Pelepasan Santri dan santriwati Tk paud dan Kelas 9 serta kelas 12 . Awak media Bersuara Rakyat Onlaein melakukan konfirmasi terhadap Kepala yayasan Nur Ibrahimi Buya Drs H.Hamid Zaid mengatakan “Kami satukan kalian, kami asuh, kami didik, kami bina dan kami bimbing, dan sekarang kalian kami lepas untuk mencapai cita-cita.Ungkapnya Acara tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri para orang tua siswa, dewan guru, tokoh masyarakat serta para tamu undangan lainnya ,di dalam acara ini menjadi momentum berharga bagi para Santri/Santriwati yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di tingkat RA/PAUD, MTs dan MA, sekaligus sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan para santri. Dalam sambutannya, Pendiri Yayasan Islam Nur Ibrahimy Rantauprapat, Drs. H. Hamid Zaid menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh orang tua murid yang selama ini telah mempercayakan terhadapmu pendidikan Santri/Santriwati nya kepada Yayasan Nur Ibrahimi. Beliau juga memberikan pesan penuh motivasi kepada para Santri /santriwati yang lulus agar terus melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita setinggi mungkin dengan tetap menjunjung akhlak serta nilai-nilai agama Islam. “Terima kasih atas kehadiran dan dukungan seluruh orang tua murid. Santri/Santriwati kami hari ini kami lepas untuk melanjutkan perjalanan meraih masa depan yang lebih baik,” Pungkasnya beliau. Dalam kesempatan tersebut, Buya , Drs H. Hamid Zaid juga menyampaikan apresiasi besar kepada para santri penghafal Al-Qur’an. Beliau menegaskan bahwa apabila ada siswa yang mampu menghafal Al-Qur’an 30 juz, maka dirinya akan memberangkatkan siswa tersebut untuk melaksanakan ibadah umroh ke Tanah Suci Mekkah. Pernyataan itu disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin dan menjadi motivasi besar bagi para santri /Santriwati untuk semakin bergiat belajar dalam mencintai dan mendalami Al-Qur’an. Prosesi wisuda dan pelepasan berlangsung khidmat dengan berbagai penampilan islami, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama serta penyerahan penghargaan kepada Santri/ Santriwati berprestasi. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi para lulusan Yayasan Islam Nur Ibrahimy Rantauprapat untuk terus melangkah menuju masa depan yang gemilang, berilmu, beriman dan berakhlakul karimah.   *** (DR.Rangkuti) ***.

Read More

P.A.I Kecamatan Bilah Barat memberikan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) 

Labuhanbatu-Bersuarakyat.online Penyuluhan Agama Islam Kecamatan Bilah barat Kabupaten Labuhanbatu melakukan Bimbingan Remaja Usia Sekolah di pondok pesantren Nurul Iman Sukarame Desa Tebing Linggahara Baru kecamatan Bilah barat Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatra Utara pada senin, 11 Mey 2026 Pukul. 09.00 wib di ruangan serbaguna pesantren Nurul iman Sukarame Yang di hadiri oleh beberapa Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Bilah Barat diantaranya Mahmud Siregar, S.IQ,S.Th.I, Hj. Mardiyah Purba, S.Ag, M.Si, Rini Wulan, S.Ag, Isman Siregar, dan Ridho Hanafiah Dalimunthe,S.Sos Ketika Jurnalis Bersuara Rakyat Onlaein melakukan kunjungan kerja terlihat Dalam kedatangan P.A.I disambut hangat oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Iman Buya Drs. H. Riduwan Ritonga, M.Pd dan seluruh Ustadz dan Ustadzah. Dalam kesempatan tersebut Buya Dra. H Ridwan Ritonga,M.Pd menyampaikan ucapan ribuan terimakasih atas kunjungan penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Bilah Barat Acara tersebut Hj. Mardiyah Purba, S.Ag,M.Si Menyampaikan agar seluruh santri/santriwati lebih semangat dalam menuntut ilmu dan menjaga adab kepada siapa pun terkhusus kepada guru-gurunya dan dilanjutkan oleh Mahmud Siregar,S.IQ, S. Th.I menekankan agar santri/santriwati menjaga dan menahan diri agar tidak mudah terpengaruh dengan pergaulan dunia luar sperti Narkoba dan pergaulan bebas dan di akhir acara di tutup dengan doa oleh ridho hanafiah, S.Sos Ini lah bang garis besarnya bang, tambahi abang lah isi beritanya tentang Narkoba dan kenakalan remaja .   Penulis: (DR.Rangkuti)

Read More

Kabid SD Bersama Kabid SMP Pendidikan Labuhanbatu Lakukan Sosialisasi Program BPK Bidang Pembinaan Ketenagaan Thn Anggara 2026

Bersuarakyat.online Bapak kabid SD Labuhanbatu Irwan Rifai SE.M.A.P bersama Kabiid SMP Serta Korwil Billah barat mewakili bapak kepala dinas pendidikan Labuhanbatu melakukan sosialisasi Program Bidang Pembinaan Ketenagaan Anggaran tahun 2026 di Wilayah Kecamatan Bilah barat Kabupaten Labuhanbatu pada hari Jumad tanggal 8 may 2026 pukul 9.00wib di SDN 12 Bilah bara Ketika awak media ini melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Dasar Negri 12 Bilah barat terlihat Seluruh kepala Sekolah yang di dampingi 1Guru dari sekolah masing – masing SD dan SMP , sedang mengikuti Rapat sosialisasi program BPK yang di pimpin dari Dinas pendidikan Labuhanbatu Adapun awak wartawan Bersuara Rakyat Onlaein melakukan konfirmasi terhadap kepala Sekolah Dasar Negri 12 Bilah barat Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatra Utara Suprianto S.Pd tentang adanya rapat Sosialisasi Program Anggaran 2026 ia mengatakan saya yang mewakili dari Seluruh Kepala sekolah Bilah barat mengatakan banyak berterima kasih terhadap Kepala dinas pendidikan yang telah memberikan bimbingan dan masukan terhadap kami kepsek dan guru dalam menjalankan Program Bidang Ketenagaan Lalu agar kami selalu memberikan contoh yang terbaik di dalam memberikan Pengarahan dan bimbingan terhadap Anak – anak didik agar menjadi generasi bangsa yang maju dan berkembang”, ujarnya Begitu juga di dalam menjalankan tugas harus sesuai dengan peraturan yang telah di tetapkan dari Dinas pendidikan   Penulis : (DR.Rangjuti )

Read More

MAN Labuhanbatu Butuh Perhatian Serius, Ribuan Pendaftar Berebut Masuk Namun Ruang Kelas Terbatas

Bersuarakyat.id, LABUHANBATU – Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuhanbatu menjadi bukti kuat besarnya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan madrasah tersebut. Namun di balik capaian prestasi yang terus meningkat, MAN Labuhanbatu kini menghadapi persoalan mendasar berupa keterbatasan ruang kelas yang menyebabkan ratusan calon siswa setiap tahun gagal diterima. Berdasarkan data pihak sekolah, jumlah pendaftar MAN Labuhanbatu setiap tahun mencapai sekitar 1.000 calon siswa. Sementara daya tampung yang tersedia hanya sekitar 280 siswa baru. Kondisi itu membuat sekitar 500 hingga 700 calon peserta didik terpaksa mencari sekolah lain karena keterbatasan fasilitas belajar. Situasi tersebut memunculkan harapan besar dari masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan perhatian serius terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut. “Sangat disayangkan banyak anak-anak Labuhanbatu tidak bisa masuk ke MAN bukan karena mereka tidak mampu bersaing, tetapi karena kapasitas sekolah yang terbatas,” ujar seorang warga Labuhanbatu, Kasiro, Rabu (7/5/2026). Ia berharap pemerintah dapat membantu pengadaan lahan tambahan untuk mendukung pembangunan ruang belajar baru. “Kalau ada aset tanah pemerintah di sekitar sekolah yang belum dimanfaatkan, sebaiknya dapat dihibahkan satu hektar guna pembangunan ruang kelas baru agar dapat menampung lebih banyak siswa. Ini demi masa depan generasi muda Labuhanbatu,” katanya. Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN Labuhanbatu, Tapa Simbolon, S.Ag., membenarkan tingginya jumlah pendaftar setiap tahun. Menurutnya, pihak sekolah terpaksa melakukan seleksi ketat akibat keterbatasan sarana pendidikan. “Daya tampung kami hanya sekitar 280 siswa, sekitar 500 hingga 700 calon siswa terpaksa mencari sekolah lain karena keterbatasan kuota, Guna mendukung pembangunan ruang kelas baru, pihak sekolah telah mengajukan proposal permohonan hibah lahan kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, jelas Tapa. Sementara itu, Kepala MAN Labuhanbatu, Munir Nasution, S.Ag., M.Pd., mengatakan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan penambahan fasilitas sekolah telah disampaikan kepada Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu maupun Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara. “Alhamdulillah, hasil komunikasi yang dilakukan mendapat respons positif. Kementerian Agama menyampaikan akan berupaya membantu pembangunan apabila lahan tersedia. Semoga harapan masyarakat Labuhanbatu ini dapat terwujud,” ujar Munir saat ditemui di ruang kerjanya. Dati berita yang dihimpun MAN Labuhanbatu selama ini dikenal sebagai salah satu madrasah berprestasi di Sumatera Utara. Selain menanamkan nilai keimanan dan pembinaan karakter, sekolah tersebut juga konsisten melahirkan lulusan berprestasi yang diterima di berbagai perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi keagamaan negeri ternama di Indonesia. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 98 siswa MAN Labuhanbatu berhasil lulus ke berbagai perguruan tinggi negeri. Sebelumnya, pada 2022, sebanyak 143 siswa juga diterima di PTN dan PTKIN melalui berbagai jalur seleksi nasional. Tak hanya unggul di bidang akademik, MAN Labuhanbatu juga pernah meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, predikat tertinggi sekolah berbudaya lingkungan tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Saat ini sekolah tersebut juga terus berupaya menuju penghargaan Adiwiyata tingkat ASEAN. Capaian tersebut memperkuat posisi MAN Labuhanbatu sebagai salah satu madrasah unggulan yang dinilai memiliki daya saing tinggi, baik dari sisi prestasi akademik, pembinaan karakter, maupun budaya lingkungan sekolah. Besarnya animo masyarakat menjadi sinyal bahwa kebutuhan penambahan fasilitas pendidikan di MAN Labuhanbatu bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan nyata yang mendesak. Masyarakat berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada apresiasi prestasi, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret berupa penambahan lahan dan pembangunan ruang kelas baru agar lebih banyak putra-putri Labuhanbatu dapat memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.(Red).

Read More

Kadisdik Mangkir dalam panggilan Ketua DPRD Labuhanbatu dalam skandal Pungli Uang Perpisahan Guru

Bersuarakyat.Online Aroma busuk tercium dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan pendidikan Labuhanbatu akhirnya terbongkar telak. Di hadapan otoritas tertinggi parlemen daerah, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negri 05 Rantau Utara, Sumarni, S.Pd, secara mengejutkan mengakui adanya pengutipan uang terhadap siswa dengan dalih biaya perpisahan guru, Selasa (5/May/2026).Ketua DPRD Labuhanbatu Provinsi Sumatra Utara Arjan Priadi Ritonga, SKM, atau yang akrab disapa dengan Ogol, bergerak cepat (Gercep ) merespons jeritan wali murid. Dalam pemanggilan darurat tersebut, Ketua DPRD Labuhanbatu saat di lakukan Konfirmasi tetang adanya Pungli di SD Negri 05 Rantau Utara pada hari Selasa tanggal 5 May 2026 pukul 15.00wib di Ruangan nya ia mengatakan telah memanggil pihak sekolah yang terkait pungutan di sekolah dalam membebani orang tua siswa tengah himpitan ekonomi. “Saya tanya kepala sekolahnya, dijawab memang ada melakukan pengutipan. Alasannya untuk perpisahan guru yang pindah tugas. ,” Paparnya . Arjan dengan nada geram, usai pertemuan yang dihadiri Kabid SD, Khairil tersebut.Meski pihak sekolah berdalih kutipan tersebut bersifat sukarela dan tidak dipaksakan, politisi kawakan Partai NasDem ini langsung menepis mentah-mentah alasan tersebut. Menurutsaya , segala bentuk pungutan tanpa payung hukum yang jelas adalah bentuk pelanggaran berat . “Ya enggak boleh. Itu jelas melanggar aturan. Tidak ada pembenaran untuk hal seperti itu,”Ungkap Ogol.Skandal ini semakin memanas karena Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, mangkir saat dalam pemanggilan pertama dengan alasan dinas ke Jakarta. Cetusnya. Di tambahkan nya lagi ketidakhadiran ini pun memicu reaksi keras dari Ketua Dewan yang telah menjabat selama dua periode Di Kabupaten Labuhanbatu. Ogol memastikan bahwa drama pungli ini tidak akan berhenti pada pengakuan semata. Ia berjanji akan melakukan pemanggilan ulang terhadap kepala dinas pendidikan Labuhanbatu secara paksa untuk dimintai pertanggung jawaban total.”Nanti kita panggil lagi kepala dinasnya. Kita minta pertanggung jawaban mereka” cetusnya tanpa kompromi. Sebelumnya, sejumlah wali murid SD N 05 Rantau Utara membeberkan fakta memilukan. Mereka mengaku diminta iuran sebesar sepuluh ribu rupiah per guru yang pindah tugas atau pensiun.   Penulis : *** DR.Rangkuti ***

Read More

Kepsek Supriyanto Spd melakukan tatacara kebersihan terhadap Siswa/i SD Negri 12 kebersihan Halaman dan Sinitasi (MCK)

Bersuarakyat.Online Siswa -siswi Sekolah dasar Negri Bilah barat Kabupaten Labuhanbatu melakukan tatacara melakukan kebersihan di dalam maupun ruangan sekolah pada hari Rabu tanggal 6 May 2025 pukul 11.00wib di halaman Sekolah. Ketika Jurnalis Bersuara Rakyat Onlaein melintas di depan SD N 12 Bilah barat , terlihat seluruh siswa – siswi Sekolah Dasar Negri 12 Bilah barat sedang melakukan kebersihan di Halaman Sekolah Baik luar maupun di dalam ruangan (Menyapu dan membersikan Sinitasi MCK) Jurnalis Bersuara Rakyat Onlaein Melakukan Konfirmasi terhadap Salah satu Siswa kelas 5 yang melakukan kegiatan kebersihan Halaman sekolah ,iya mengatakan saya sangat berterima kasih ke pada Bapak kepala sekolah dan Bapak / ibu guru di SD N 12 Bilah barat Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatra Utara ini ,yang telah membina dan membimbing kami di dalam melakukan kebersihan,karena kebersihan itu adalah sangat bermanfaat bagi kesehatan kami serta keindahan. Semoga bimbingan dan binaan bapak kepala sekolah dan ibu Bapak guru kami di doakan agar di berikan kesehatan serta umur yang panjang. Ungkapnya Di tempat yang sama jurnalis Melakukan Konfirmasi terhadap Bapak kepala sekolah Supryanto Spd tentang kegiatan kebersihan terhadap Siswa siswi , angkat bicara ,saya memberikan ilmu terhadap Siswa – siswi Saya agar dapat di gunakan untuk hari tuanya ,seperti melakukan kebersihan Baik Di luar maupun di dalam Ruangan , Semoga atas binaan saya dan bimbingannya saya dapat berguna bagi mereka kelak di hari tua. Pungkasnya   Penulis : *** DR.Rangkuti ***

Read More

DR.Rangkuti Tegaskan Sekolah Harus Jadi Ruang Ramah Anak, Kasus SDN 21 Ratu Kabupaten Labuhanbatu diminta Diusut Tuntas 

Rantauprapat-Bersuarakyat.online Ketua Dewan Pimpinan Pusat P3HN P.Sipahutar sangat perhatian dalam kepeduli keadilan nasional , angkat bicara terkait polemik dugaan kekerasan terhadap siswa di SDN 21 Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatra Utara yang di lakukan oleh oknum Guru ASN inisial TRD hingga kini terus menjadi perhatian publik. DR.Rangkuti adakah Opung (Opa) dari FA.RGKT kelas V di Sd Negri 21 Rantau Utara untuk menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak boleh mentolerir segala bentuk kekerasan dalam proses pendisiplinan siswa, termasuk tindakan fisik yang kerap dianggap sebagai bentuk “pendidikan halus” oleh sebagian pihak. Menurutnya, pendisiplinan terhadap siswa harus tetap berada dalam koridor pendidikan yang humanis, edukatif, dan menghormati hak-hak anak. “Pendisiplinan siswa tidak boleh dilakukan dengan kontak fisik dalam bentuk apa pun, meskipun dibungkus dengan alasan mendidik atau disebut dilakukan secara halus. Pendidikan itu membentuk karakter, bukan melukai fisik maupun psikis anak,” tegas DR.Rangkuti Kamis (30/April/2026). Ia menilai, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak untuk tumbuh dan belajar, bukan justru menjadi tempat yang menimbulkan rasa takut atau trauma. “Sekolah itu harus menjadi ruang ramah anak. Tempat anak merasa aman, dilindungi, dan dihargai. Kalau ada kekerasan dalam proses belajar, itu jelas bertentangan dengan semangat pendidikan,” ujarnya. DR. RANGKUTI juga meminta Dinas Pendidikan Labuhanbatu untuk tidak menganggap persoalan ini sebagai masalah biasa, melainkan melakukan penelusuran secara menyeluruh dan objektif terhadap semua pihak yang terlibat. Menurutnya, setiap laporan dari wali murid harus ditindaklanjuti secara serius, terlebih jika sudah muncul lebih dari satu pengakuan yang mengarah pada pola tindakan serupa. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak di lingkungan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pihak sekolah, tetapi juga pemerintah daerah melalui fungsi pengawasan dan pembinaan. “Kalau ada dugaan kekerasan, harus dibuka terang. Jangan diselesaikan sebatas internal tanpa kejelasan. Yang utama adalah memastikan hak anak terlindungi dan kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya. P3HN berharap penanganan kasus ini dilakukan secara transparan, profesional, dan berpihak pada prinsip perlindungan anak, agar kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan tetap terjaga. UNGKAP Nya .   Penulis : *** DR.Rangkuti ***

Read More

Ambang Luntur: HT Milwan & Dr. Faisal ‘Turun Gunung’ Selamatkan Generasi Labusel dari Krisis Identitas Bangsa”

Bersuarakyat.id, LABUSEL — Arus digital bergerak lebih cepat dari kemampuan generasi muda menyaringnya. Di balik kemajuan teknologi, ancaman senyap mengintai: lunturnya jati diri bangsa. Nilai-nilai Pancasila kian terdesak oleh banjir informasi tanpa batas, menjadikan generasi muda, Gen Z dan Alpha, rentan kehilangan arah. Ini bukan alarm kosong. Ini realitas. Di tengah situasi genting itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HT Milwan, memilih tidak tinggal diam. Bersama akademisi ilmu politik, Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si., ia turun langsung ke jantung pendidikan, sekolah dan pondok pesantren di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Selama 24 hingga 30 April 2026, keduanya menyusuri Sekolah dan Pesantren, berhadapan langsung dengan pelajar dan santri. Bukan untuk seremoni, melainkan untuk satu misi besar: menyelamatkan fondasi ideologi bangsa. “Teknologi adalah pisau bermata dua. Jika kita lengah, ia akan memotong identitas kita sendiri,” tegas HT Milwan dengan nada keras. Ia menolak keras jika kegiatan ini dianggap rutinitas tanpa makna. Baginya, ini adalah respons terhadap krisis nyata yang sedang berlangsung. “Kita sedang berhadapan dengan generasi yang dibanjiri informasi, tapi miskin filter nilai. Kalau Pancasila tidak ditanamkan secara serius, kita akan kehilangan arah sebagai bangsa,” ujarnya. Langkah Milwan tidak setengah-setengah. Ia menghadirkan Dr. Faisal Andri Mahrawa, dosen FISIP Universitas Sumatera Utara, yang dikenal vokal dalam isu kebangsaan. Dengan latar akademik dari Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, hingga Universitas Padjadjaran, Faisal tidak datang membawa retorika kosong. Di hadapan peserta, ia mengguncang cara berpikir. Pancasila tidak diajarkan sebagai hafalan mati, tetapi diuji dalam realitas hidup sehari-hari. Diskusi dibuka lebar, bahkan pada isu-isu sensitif yang kerap dihindari. “Kalau Pancasila hanya berhenti di teks, maka ia sudah mati. Yang kita butuhkan adalah praktik, keberanian, dan kesadaran,” tegas Faisal. Ia juga mengoyak sekat formalitas dengan kisah hidupnya sendiri, berangkat dari keterbatasan hingga meraih gelar doktor, sebuah pesan keras bahwa karakter dan pendidikan adalah kunci menaklukkan keadaan. Dampaknya terasa nyata. Pelajar dan santri tidak lagi pasif. Mereka bertanya, membantah, dan mengkritisi. Ruang kelas berubah menjadi arena dialektika yang hidup, sesuatu yang jarang terjadi dalam kegiatan seremonial biasa. Para kepala sekolah dan pimpinan pondok pesantren pun angkat suara. Mereka melihat program ini sebagai “intervensi penting” di tengah krisis moral yang kian terasa di lingkungan pendidikan. Apa yang dilakukan di Labusel bukan sekadar program. Ini adalah peringatan keras bahwa penguatan ideologi bangsa tidak bisa lagi ditunda atau dilakukan setengah hati. Jika tidak dimulai sekarang, generasi yang akan datang mungkin tumbuh tanpa pijakan, tanpa arah, tanpa identitas. Di Labusel, upaya itu telah dimulai. Dan pesannya jelas: bangsa ini tidak akan bertahan jika generasinya kehilangan jati diri.(Red).

Read More

PT Socfindo Kebun Tanah Besih Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Warga Lewat Program CSR di Sergai

Bersuarakyat.online Sergai – PT Socfin Indonesia melalui kebun Tanah Besih menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) di Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan ini ditandai dengan peresmian bantuan mobiler berupa meja dan bangku sekolah untuk SD Negeri 107463 Paya Pasir. Peresmian dilakukan langsung oleh Nyonya Principal Director, Luluk Williams, bersama jajaran manajemen perusahaan. Tak hanya memberikan bantuan fasilitas belajar, perusahaan melalui unit Kebun Tanah Besih juga melakukan renovasi ruang kelas, meliputi pemasangan plafon dan pengecatan. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas lingkungan belajar bagi para siswa. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi kesehatan, seperti praktik mencuci tangan serta sosialisasi pola makan 3S (sehat, sedap, sederhana). Kunjungan ke PAUD dan pemeriksaan rumah karyawan turut menjadi bagian dari program, sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan masyarakat sekitar. Kepala sekolah, Agustina, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan. Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu proses belajar mengajar di sekolahnya. “Bantuan ini memberikan dampak besar bagi kenyamanan siswa dalam belajar,” ungkapnya. Pada sesi berikutnya, Socfin juga menggelar pelatihan pembuatan tempe “superfood” yang melibatkan ibu-ibu PKK dari Desa Tanah Besih dan Desa Kuta Pinang. Kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya usaha rumahan berbasis pangan sehat dan higienis. Dalam sambutannya, Luluk Williams menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa, termasuk rencana pengembangan rumah produksi tempe. “Kami ingin masyarakat tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki peluang meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya. Camat Tebing Syahbandar, Edy Syahputra, mengapresiasi langkah konsisten perusahaan dalam mendukung masyarakat. Ia menyebut, kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah akan terus diperkuat, termasuk melalui rencana pelatihan lanjutan di Medan. Peserta terpilih nantinya akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut agar mampu memproduksi tempe secara mandiri, baik untuk pasar lokal maupun mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara itu, Group Manager III Irwan Saban berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar. Apresiasi juga disampaikan Askep Kebun Tanah Besih, Junaidi Permana Putra, atas kehadiran langsung pimpinan perusahaan dalam kegiatan tersebut. Turut hadir dalam kegiatan ini para kepala desa, tokoh masyarakat, serta jajaran manajemen dan karyawan PT Socfin Indonesia Kebun Tanah Besih. #Red

Read More