Mewaspadai Kenaikan Harga Pangan (Inflasi) menjelang Ramadhan sampai dengan Idul Fitri 2025 di Kabupaten Labuhanbatu

Mewaspadai Kenaikan Harga Pangan (Inflasi) menjelang Ramadhan sampai dengan Idul Fitri 2025 di Kabupaten Labuhanbatu

 

Oleh : Ade Suryani SE, MSi (Dosen Fakultas Ekonomi Unisla)

 

Pada umumnya kenaikan harga (inflasi) menjelang Ramadhan dan Idul Fitri itu lumrah terjadi. Inflasi menurut ahli ekonomi Sadono Sukirno adalah kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan terjadi secara terus menerus. Menurut Bank Indonesia (BI), Inflasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor yaitu peningkatan konsumsi masyarakat, berlebihnya likuiditas di Pasar, ketidaklancaran distribusi barang, tidak sinkronnya antara pengadaan komoditi dengan tingkat pendapatan masyarakat, tekanan dari sisi permintaan seperti meningkatnya permintaan barang dan jasa.

 

Inflasi dapat diukur juga dengan menggunakan Indeks Harga Konsumen(IHK). IHK menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Inflasi yang rendah dan stabil dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sebaliknya Inflasi yang tinggi dan tidak stabil dapat berdampak negatif pada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

 

Menurut pengamatan yang saya lakukan,menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2025 ini, harga bahan pangan seperti beras, minyak goreng dan gula pasir di Pasar Tradisional Gelugur Rantauprapat mengalami kenaikan yang signifikan. Kenaikan ini dikeluhkan oleh pedagang maupun pembeli karena berdampak pada daya beli masyarakat. Berdasarkan pantauan di Pasar Gelugur Rantauprapat, harga beras yang paling murah sebelumnya berkisar Rp 15.000/Kg, kini naik menjadi Rp 16.000 dan ini tergantung kualitas beras yang dijual. Untuk minyak goreng kemasan yang paling murah dijual seharga Rp16.000 menjadi Rp17000, Sementara gula pasir naik dari harga Rp 18.000/Kg menjadi Rp 19.000/Kg.

 

Salah satu pedagang Sembako di Pasar Gelugur Rantauprapat, Ahmad menuturkan bahwa kenaikan harga ini terjadi akibat meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan setiap tahun memang harga naik.Namun menjelang Puasa atau Ramadhan tahun ini lebih tinggi dari biasanya. Pembeli juga banyak mengeluh dan mengurangi belanjanya,sungguh ini fenomena yang selalu terjadi dari tahun ke tahun ke tahun. Semoga Ramadhan tahun ini kenaikan harga bisa kembali stabil, sehingga bisa menjalani ibadah puasa dengan tenag dan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *