Forum Diskusi Kecamatan Idi Rayeuk: Sinergi Pers dan Kepala Desa untuk Kemajuan dan Transparansi

 

 

Aceh Timur, bersuarakyat.online

21 Maret 2025 – Dalam upaya memperkuat pembangunan desa yang lebih maju, transparan, dan berdaya saing, DPK APDESI Kecamatan Idi Rayeuk menggelar Forum Diskusi yang mempertemukan berbagai elemen penting, mulai dari aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, hingga insan pers.

 

Bertempat di salah satu kafe dan resto di Kecamatan Idi Rayeuk, acara ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga wujud kepedulian sosial melalui santunan kepada anak yatim serta buka puasa bersama.

 

Kolaborasi untuk Desa yang Lebih Baik

 

Dengan mengusung tema “Pers Aceh Timur Bersama Kepala Desa Membangun Desa Transparan untuk Kemajuan Desa,” forum ini bertujuan untuk:

✔️ Mendorong keterbukaan informasi dalam pengelolaan desa

✔️ Meningkatkan sinergi antara pemerintah desa dan media untuk memastikan transparansi

✔️ Mengawasi program pembangunan desa agar berjalan sesuai aturan

 

Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting, antara lain:

✅ Kapolres Aceh Timur, AKBP Nova Suryandaru, S.I.K. (diwakili oleh Kasat Reskrim Iptu Adi Wahyu Nurhidayat)

✅ Kapolsek Idi Rayeuk, AKP Teuku Syahril, S.E.

✅ Camat Idi Rayeuk, Hasby, S.E., M.M.

✅ Danramil 05/Idi Rayeuk, Kapten Arh Nana Sutiana

✅ Ketua APDESI Kabupaten Aceh Timur, Syamsuar, S.E.

✅ Ketua APDESI Kecamatan Idi Rayeuk, Muhammad Adam, S.H.

✅ Sekcam Idi Rayeuk, A. Yudi, S.H.

✅ Ketua AWAI, Dedi Saputra, S.H.

✅ 35 Kepala Desa dari seluruh Kecamatan Idi Rayeuk

✅ Rekan-rekan jurnalis dari berbagai media

✅ 10 anak yatim penerima santunan

 

Peran Pers dalam Transparansi Desa

 

Acara dimulai pukul 17.00 WIB, dipandu oleh MC Heny Permata Sari, Sekretaris DPK APDESI Idi Rayeuk, dan dimoderatori oleh Ketua JWI Aceh Timur, Hendrika Saputra.

 

Sebagai narasumber utama, Kasmidi Panjaitan, S.IP., menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas desa. Dengan informasi yang objektif dan edukatif, masyarakat bisa turut mengawasi pembangunan di wilayahnya.

 

Senada dengan itu, Kasat Reskrim Iptu Adi Wahyu Nurhidayat menekankan bahwa pengawasan terhadap pengelolaan dana desa harus diperketat agar tidak ada penyalahgunaan.

 

Ketua DPK APDESI Idi Rayeuk, Muhammad Adam, S.H., juga menegaskan bahwa desa adalah ujung tombak pembangunan nasional. Oleh karena itu, keterbukaan informasi sangat diperlukan agar desa bisa semakin maju dan mandiri.

 

Ketua APDESI Kabupaten Aceh Timur, Syamsuar, S.E., menambahkan bahwa dari 513 desa di Aceh Timur, 35 di antaranya berada di Kecamatan Idi Rayeuk. Dengan jumlah yang cukup besar, peran media sangat dibutuhkan agar seluruh informasi pembangunan desa tersampaikan dengan baik.

 

Santunan Anak Yatim dan Kebersamaan dalam Buka Puasa

 

Sebagai wujud kepedulian sosial, sepuluh anak yatim menerima santunan dalam acara ini. Momen ini menjadi pengingat bahwa transparansi dan pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga kesejahteraan sosial.

 

Acara ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama, mempererat hubungan antara kepala desa, aparat keamanan, dan insan pers yang selama ini berperan dalam mengawal pembangunan desa.

 

Membangun Aceh Timur dari Desa

 

Forum ini diharapkan menjadi awal dari komitmen berkelanjutan untuk menciptakan desa-desa yang lebih transparan, akuntabel, dan maju. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah desa dan media, Aceh Timur dapat berkembang menjadi daerah yang lebih adil dan sejahtera.

 

“Mari bangun Indonesia melalui desa.” – Muhammad Adam, S.H., Ketua DPK APDESI Idi Rayeuk.

hsb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *