Ahli Waris Minta Pemerintah Bertindak, Lahan 22 Hektar Diduga Diserobot Oleh Mafia Tanah. 

Rokan Hilir-Bersuarakyat.online 8 Agustus 2025, Dugaan penyerobotan lahan masyarakat kembali mencuat di Riau. Kali ini, tanah perkebunan seluas 22 hektare milik almarhum Nurdin Husni di Desa Kepenghuluan Pasir Limau Kapas, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, diduga dijual secara ilegal kepada pihak lain tanpa sepengetahuan pemilik sah. Ahli waris, Ibu Lily, mengungkapkan bahwa lahan tersebut telah mereka kuasai dan kelola sejak 2011 berdasarkan dokumen resmi, antara lain Surat Pernyataan, Surat Keterangan Penghulu Pasir Limau Kapas, serta Gambar Letak Tanah yang disahkan pada Mei 2011. Namun, belakangan beredar informasi bahwa lahan tersebut dijual oleh seseorang berinisial HR, warga Rantauprapat, kepada pembeli asal Medan. Saat ini, lahan yang disengketakan telah ditanami kelapa sawit dan dikelola oleh pihak yang mengaku sebagai bagian dari perkebunan “Jawaris”. Seorang pria bernama Anto, warga Medan yang mengaku sebagai manajer di perkebunan tersebut, menyebut bahwa pihak yang mengetahui secara rinci persoalan ini adalah Hendro. “Karena hubungan Hendro dan Jawaris dulunya ada kerja sama terkait lahan yang kami kelola,” ujarnya. Penghulu Pasir Limau Kapas pada tahun 2011, Agus Salim, membantah tidak pernah menerbitkan surat tanah untuk Hendro maupun pihak Jawaris. “Saya tidak pernah mengeluarkan surat tanah apapun kepada Hendro maupun Jawaris. Setahu saya, tanah ini adalah milik almarhum Nurdin Husni,” tegasnya saat meninjau lokasi. Ahli waris mendesak pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan lembaga terkait segera turun tangan untuk mengusut tuntas kasus ini. Mereka meminta agar tanah dikembalikan sesuai bentuk dan luas aslinya. “Kalau penyerobotan tanah seperti ini dibiarkan, tidak ada lagi jaminan keamanan bagi hak milik warga. Kami minta negara hadir untuk menegakkan keadilan,” kata Ibu Lily. Kasus ini menjadi ujian bagi pemerintah dan aparat penegak hukum di Riau: apakah hak rakyat kecil akan dibela, atau justru dibiarkan hilang di tengah permainan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepenghuluan Pasir Limau Kapas belum memberikan keterangan resmi terkait status tanah tersebut.(Tim/red)

Read More

PENUTUPAN PENDIDIKAN KADER ULAMA MUDA KABUPATEN ACEH TIMUR TAHUN 2025.

Aceh Timur-Bersuarakyat.online Pendidikan Kader Ulama Muda Kabupaten Aceh Timur Tahun 2025 resmi ditutup pada Jumat (8/8/2025) di Aula Sekretariat MPU Kabupaten Aceh Timur, Kompleks Pusat Pemerintahan Aceh Timur. Kegiatan ini mengusung tema “Wujudkan Ulama yang Handal dalam Menghadapi Perkembangan Zaman”. Acara penutupan diawali dengan pembukaan oleh MC Tgk. Muslina (Kecamatan Madat), dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat badar oleh Tgk. Sulaiman A.A. M.A. (Kecamatan Peureulak). Selanjutnya, Tgk. M. Azizan (Kecamatan Peureulak) menyampaikan kesan dan pesan dari peserta. Ketua MPU Aceh Timur, Tgk. M. Thahir, M.D., L.M.P., dalam sambutannya sekaligus menutup secara resmi kegiatan, berpesan agar para kader ulama muda menjadi pengayom dan penyejuk di tengah masyarakat. “Kader ulama muda harus mampu hadir sebagai solusi dan penuntun umat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujarnya. Pendidikan Kader Ulama Muda Angkatan ke-7 Gelombang I Tahun 2025 ini diikuti oleh 48 peserta, masing-masing dua orang perwakilan dari 24 kecamatan di Aceh Timur. Menurut panitia, Erizal, S.T., kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk melahirkan ulama muda yang berkompeten, visioner, dan siap menghadapi dinamika perkembangan masyarakat. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Tgk. Zul Azhar (Kecamatan Darul Ihsan).

Read More

Gubernur Bobby Nasution dan DPRD Sumut Setujui Ranperda RPJMD 2025-2029.

Medan-Bersuarakyat.online Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menandatangani Keputusan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Hal tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (7/8/2025). Dalam sambutannya, Gubernur Bobby Nasution menyampaikan, bahwa dalam rangka mewujudkan visi Kolaborasi Sumut Berkah menuju Sumatera Utara Unggul, Maju dan Berkelanjutan Pemprov Sumut akan mengimplementasikan 5 misi yang menjadi pilar pembangunan, yakni (1) Peningkatan kualitas sumber daya manusia; (2) Menjaga stabilitas makro ekonomi daerah; (3) Meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan; (4) Mengembangkan dan menata infrastruktur yang berkualitas, estetik dan ramah lingkungan; dan (5) Memperkuat ketahanan sosial dan budaya untuk membangun masyarakat Sumut yang tangguh. Adapun prioritas pembangunan di Sumut, lanjut Bobby Nasution, diarahkan pada 4 fokus yaitu pendidikan, kesehatan, pertanian dan infrastruktur. Ditambah satu intervensi yang meliputi kawasan afirmasi pariwisata, ekonomi dan industri, serta kawasan lain yang menjadi potensi keunggulan daerah. Dengan begitu, dalam mewujudkan lima pilar pembangunan dimaksud, Pemprov Sumut menargetkan 6 pencapaian dalam pembangunan 5 tahun kedepan, yakni program unggulan bersekolah gratis (PUBG) untuk mendorong demokratisasi pendidikan dan memperluas akses inklusif, adil dan merata. Kedua yaitu program berobat gratis yang memberikan pelayanan bagi seluruh warga Sumatera Utara. Ketiga jaminan kestabilan harga komoditi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Keempat, digitalisasi pelayanan publik cepat, responsive, handal dan solutif. Kelima pembangunan infrastruktur terintegrasi dan fokus pada konektivitas jalan, irigasi dalam menguatkan ketahanan pangan. Serta keenam, program perlindungan rakyat melalui layanan Restoratif Justice berupa pendampingan hukum gratis dan pencegahan kriminalitas bagi masyarakat. Dipaparkan, Pemprov Sumut juga telah menetapkan 17 prioritas pembangunan yang menjadi fokus strategi dalam menjalankan peran sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, serta mewujudkan peningkatan pelayanan publik yang lebih dekat, efisien dan sesuai kebutuhan masyarakat. Yaitu melalui program sekolah unggulan berbasis peningkatan skill yang berhubungan dengan kebutuhan industri dan potensi wilayah di tingkat lokal. Kedua, pemberdayaan perempuan, pemuda, penyandang disabilitas dalam berkarya dan berprestasi. Ketiga, kesehatan yang terintegrasi di beberapa titik kawasan sentra layanan kesehatan masyarakat terpadu. Keempat, pemberantasan kemiskinan melalui perlindungan dan pemberdayaan masyarakat rentan secara menyeluruh dan tepat sasaran. Kelima, penguatan stabilitas makro ekonomi dan kesinambungan fiskal daerah. Kenam, pengembangan ekonomi hijau dan biru. Ketujuh, ketahanan pangan melalui penguatan nilai budaya dan kearifan lokal agar diversifikasi hasil pertanian menjadi lebih produktif dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal. Kedelapan, pariwisata yang menggerakkan potensi alam lokal di pedesaan dan perkotaan dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung, komunitas pemerintah daerah tingkat desa/kelurahan dan pengusaha lokal. Kesembilan, ekonomi kreatif dan industri berbasis Teknologi. Kesepuluh, reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Sebelas, transformasi digital dan inovasi teknologi pada pelayanan publik dan perekonomian masyarakat. Duabelas, infrastruktur dengan prioritas jalan jembatan dan irigasi yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Tigabelas, pengembangan sistem logistik dan transportasi yang mendukung pengembangan ekonomi dan daya saing. Empatbelas, pengelolaan lingkungan dengan sumber daya alam secara berkelanjutan dan ketahanan terhadap bencana. Limabelas, melanjutkan pembangunan berbasis desa. Enambelas, peningkatan ketahanan sosial dan budaya yang mendukung suasana yang harmonis toleran dan rukun. Serta tujuhbelas, menciptakan kehidupan yang lebih aman dan tertib. “Semangat kolaboratif yang ingin kita bangun tidak dengan ego sektoral, tetapi dengan energi kolektif. Pembangunan ini dirancang secara kolaboratif, merangkul seluruh pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, tokoh-tokoh agama, tokoh adat, masyarakat sipil hingga generasi muda, dalam satu orkestrasi pembangunan yang terpadu. Keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi atau serapan anggaran, tetapi lebih jauh dari itu, bagaimana rakyat merasakan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Bobby Nasution. Sebelumnya, seluruh fraksi di DPRD Sumut menyampaikan pandangan akhirnya atas Ranperda RPJMD Sumut 2025-2029. Beberapa catatan dewan, mereka berharap Pemprov Sumut memperhatikan fokus pembangunan yang tepat sasaran, indikator yang terukur dan jelas, optimalisasi pengelolaan potensi daerah hingga mengatasi kesenjangan sosial sebagai tantangan pembangunan. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Togap Simangunsong dan seluruh jajaran pimpinan OPD. Serta Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti beserta seluruh Wakil Ketua, para anggota dewan dan perwakilan unsur Forkopimda. Gubernur Sumut Bobby Nasution menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumut dengan agenda Pengambilan Keputusan Bersama antara DPRD Sumut dengan Gubernur Sumut terhadap Ranperda tentang RPJMD Provinsi Sumut Tahun 2025-2029 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (7/8/2025). #Hasanudin/Red.

Read More

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Idi Tunong, Kerugian Capai Rp 100 Juta. 

Aceh Timur-Bersuarakyat.online Sebuah rumah semi permanen milik Mutia (49) di Dusun Keude Rabo, Gampong Buket Teukuh, Kecamatan Idi Tunong, ludes dilalap api pada Rabu malam (6/8/2025) sekitar pukul 21.30 WIB. Kebakaran tersebut menyebabkan seluruh isi rumah, termasuk pakaian, perabotan, kulkas, televisi, dan barang berharga lainnya, ikut terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun keluarga korban yang berjumlah tiga orang harus kehilangan tempat tinggal. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 100 juta. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, meski api diduga berasal dari korsleting listrik. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum bantuan datang, namun kobaran api cepat membesar sehingga rumah tidak dapat diselamatkan.

Read More

Kominfo Labusel Gelar Sosialisasi Internet Sehat untuk Anak Sekolah Dasar di Desa Mampang. 

Labusel-Bersuarakyat.online Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) menggelar kegiatan Sosialisasi Internet Sehat bagi siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 6. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Mampang, Kecamatan Kotapinang, pada Kamis (7/8/2025) ini dihadiri dengan antusias oleh para pelajar dan guru pendamping. Sosialisasi ini menjadi langkah konkret Pemkab Labusel dalam membekali generasi muda agar cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi, khususnya internet. Kegiatan ini juga merupakan bentuk sinergi antara Dinas Kominfo dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Labusel melalui program Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR). Sekretaris Dinas Kominfo Labusel, Andi Juni Endri Nasution, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemanfaatan internet harus diarahkan untuk hal-hal yang positif dan edukatif. “Melalui sosialisasi ini, kita ingin anak-anak memahami bahwa internet bisa menjadi sumber pengetahuan dan jendela dunia, asalkan digunakan dengan bijak. Kami juga menekankan pentingnya menjauhi konten negatif, hoaks, dan dampak buruk dari penggunaan internet tanpa pengawasan,” ujar Andi Juni. Dalam pemaparannya, para siswa dikenalkan pada cara menggunakan internet secara sehat dan aman, seperti menggunakan mesin pencari untuk belajar, menonton video pembelajaran, membaca berita anak, serta memahami etika dalam dunia digital. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai waktu ideal dalam menggunakan gawai agar tetap seimbang antara belajar, bermain, dan bersosialisasi secara langsung. Guru pendamping menyambut positif kegiatan ini dan berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Anak-anak jadi tahu batasan dan manfaat internet, serta lebih sadar akan pentingnya menjaga privasi saat online,” ungkap salah satu guru pendamping. Dengan kegiatan ini, diharapkan anak-anak di Kabupaten Labuhanbatu Selatan tumbuh menjadi generasi digital yang cerdas, kreatif, beretika, dan berwawasan luas. Pemkab Labusel melalui Dinas Kominfo berkomitmen terus mendorong literasi digital sejak dini agar perkembangan teknologi tidak menjadi ancaman, melainkan peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Read More