Suka Duka Jurnalis Aceh Timur di Perayaan HUT RI ke-80, Bupati Iskandar Dinilai “Kacang Lupa Kulit”

Aceh Timur-Bersuarakyat.online

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di komplek pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Senin (17/8/2025), meninggalkan cerita pahit bagi para jurnalis.

Minimnya biaya liputan membuat kalangan wartawan kecewa berat terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur. Padahal, momentum 17 Agustus adalah momen sakral yang selalu mereka suarakan lewat pemberitaan demi membangkitkan semangat nasionalisme.

Ironisnya, kekecewaan kian memuncak karena Aceh Timur kini dipimpin oleh seorang mantan wartawan, yakni Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky. Namun, justru di bawah kepemimpinannya, wartawan seakan tidak mendapat perhatian yang layak.

“Bupati Iskandar ibarat kacang lupa kulit. Dulu ia pernah merasakan suka duka sebagai jurnalis. Pernah hidup dalam keterbatasan, berjuang menulis berita demi sesuap nasi. Tapi setelah jadi DPR, lalu kini bupati, ia seolah lupa siapa dirinya dulu,” ujar salah seorang wartawan senior dengan nada getir.

Wartawan menilai, minimnya bea liputan adalah bentuk nyata ketidakpedulian pemerintah terhadap profesi jurnalis. Bahkan, sebagian menganggap ini sebagai bentuk pelecehan profesi wartawan yang selama ini menjadi mitra dalam menyuarakan pembangunan daerah.

“Rekan-rekan media ini dulu juga yang ikut membesarkan namanya. Tapi sekarang, setelah hidup dalam kemewahan sebagai bupati, dia seperti menutup mata. Kami hanya dihargai dengan amplop recehan,” keluh wartawan lainnya.

Perayaan 17 Agustus tahun ini yang seharusnya menjadi ajang menguatkan rasa persatuan, justru meninggalkan luka di kalangan pers Aceh Timur. Para jurnalis berharap ke depan Pemkab lebih peka dan tidak mengulang kembali perlakuan yang mereka anggap mencederai profesi wartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *