Karang Taruna Aceh Timur: Pernyataan Walikota Langsa Tak Beretika, Sebut Bupati Aceh Timur Seperti “Depkolektor” Adalah Penghinaan!
Aceh Timur-Bersuarakyat.online Jajaran Pengurus Karang Taruna Kabupaten Aceh Timur bereaksi keras atas pernyataan Walikota Langsa, Jefri Santana, yang menyamakan Bupati Aceh Timur dengan “Depkolektor” dalam polemik aset daerah. Mereka menilai ucapan itu sangat tidak beretika, merendahkan martabat seorang kepala daerah, dan bernuansa provokatif. Ketua Bidang SDM Karang Taruna Aceh Timur, Ery Elpenarn, menyatakan bahwa persoalan aset bukanlah hal sepele. Aceh Timur memiliki hak penuh atas aset yang kini digunakan oleh Kota Langsa sejak ditinggalkan lebih dari 10 tahun lalu. “Wajar Bupati Aceh Timur mempertegas sikap: kalau kompensasi tidak dibayar, aset ditarik. Justru itu bahasa halus. Coba kalau beliau bilang bayar sewa pemakaian aset selama 10 tahun, pasti lebih keras. Walikota Langsa seharusnya sadar diri dan tahu aset itu milik siapa. Jangan asal bunyi, apalagi menghina kepala daerah dengan sebutan murahan!” tegas Ery dengan nada berang. Karang Taruna Aceh Timur bersama pengurus di 24 kecamatan dan 513 desa menuntut Walikota Langsa meminta maaf secara terbuka. “Kami beri waktu 3 x 24 jam. Jefri harus minta maaf dan sowan ke Pendopo Aceh Timur. Jangan lari dari tanggung jawab! Duduk dengan kepala dingin, diskusi dengan akal sehat, bukan dengan ucapan provokatif. Jangan memancing keretakan antara Aceh Timur dan Langsa yang sebenarnya masih saudara,” lanjut Ery, yang juga Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Aceh Timur. Sementara itu, Ketua Karang Taruna Aceh Timur Ridwan Hasan menegaskan bahwa ucapan Jefri berpotensi memantik konflik horizontal dan merusak hubungan baik antar daerah. “Kami ingatkan Walikota Langsa, jangan memantik konfrontasi! Jangan biarkan rakyat Aceh Timur dan Langsa bersitegang hanya karena ucapan sembrono. Kalau masalah ini tidak diselesaikan dengan bijak, dimediasi secara terhormat oleh provinsi, maka Karang Taruna Aceh Timur bersama pemuda siap bangkit mempertahankan marwah dan aset daerah kami,” ujarnya lantang. Karang Taruna Aceh Timur menegaskan sikap: aset daerah bukan untuk dipermainkan, apalagi dilecehkan dengan retorika yang merendahkan. Hasbi pewarta.