Labuhanbatu-Bersuarakyat.online
Acara tour perpisahan murid Sekolah Menengah Pertama SMP Islam Ja’far Muslim yang terletak di dusun Lingga tiga 1 Kelurahan lingga tiga Kecamatan Bilah hulu,Kabupaten Labuhan batu rupanya membuat sejumlah orang tua murid yang ekonominya kurang mampu menjadi megap-megap. Pasalnya pihak sekolah meminta uang perpisahan sebesar Rp 350.00 ribu per murid.
Hal ini menyusul rencana acara perpisahan melakukan tour ke tempat rekreasi ke toba direncanakan pada Kamis 14/May/2026 mendatang.
Informasi dari orang tua murid yang tak ingin namanya disebutkan, Rabu 28/April/2026 mengatakan, bahwa kutipan uang dari tabungan per siswa sebesar Rp 300.000, tambah Rp 350.000 dan Kutipan Rp 15.000 ribu dari siswa adek kelas 7 dan 8 ikut juga di gunakan , terasa memberatkan. Karena ekonomi keluarganya tergolong kurang mampu, suaminya hanya pekerja serabutan. Tapi ia terpaksa mengusahakannya takut kalau tak dibayar takut akan ada hal-hal yang memberatkan anaknya di sekolah nanti.Paparnya
Di tambahkan nya lagi
“Kami takut juga pak kalau tak mengupayakan membayar uang perpisahan itu, meski mencari uangnya megap-megap, takut juga anak kami bermasalah dengan pihak sekolah, soalnya belum tamat, kalau sudah tamat elos situ,” ucap Nara sumber
Sumber juga menyebutkan memang kesepakatan pelaksanaan tour perpisahan sekolah ini dibahas oleh Komite Sekolah dan siswa juga sebelumnya sudah dianjurkan untuk menabung disekolah, dikutip setiap hari.ekonomi orang tua tidak sama pak,” Ujarnya
Sementara itu kepala sekolah (kepsek) SMP Islam Ja’far Muslim Sukadi saat di kunjungi awak media di ruangannya terkait kutipan uang perpisahan yang disebutkan tidak membantah.
Tambahnya, yang berangkat 62 orang ditambah guru 10 orang ,dan itu semua biaya makan 6 kali dan sewa mobil Hiace,” katanya
Selanjutnya awak media menghubungi ketua komite sekolah Zafar Sukanto melalui sambungan telepon WhatsApp, iya membenarkan bahwa semua pengutipan biaya perpisahan dan biaya tour keluar daerah sudah disepakati orang tua murid dan orang tua murid tidak ada yang keberatan,” tegasnya
Di tempat terpisahkan Jurnalis melakukan konfirmasi terhadapmu Bapak Drs Iskandar selaku Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu pada pukul 16.30 wib di salah satu Warkop yang terkenal di LABUHANBATU saat dimintai tanggapan menyesalkan kalau ada unsur pemaksaan pihak sekolah dalam kegiatan ini.
“Namun apabila memang ada kesepakatan bersama antara orang tua murid boleh saja dilakukan tapi jangan memberatkan orang tua murid, tapi Kami Dewan pendidikan tentunya hanya bisa mendorong pihak sekolah untuk menyelesaikan hal ini agar tidak ada terjadi salah paham antara sekolah dengan orang tua murid.
” Mari kita ciptakan suasana sekolah yang kondusif. Ini kondisi ekonomi masyarakat memang merosot buatlah kegiatan yang tidak menimbulkan kesalahpahaman, banyak juga sekolah yang melakukan acara perpisahan di sekolah meriah,” sebut Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu.
Penulis :
*** Team/ Jurnalis ***