Polres Tapsel Amankan Satu Unit Mobil L300 Sebagai Pengangkut BBM Bersubsidi 

Bersuarakyat.online Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di Kabupaten Padang Lawas Utara, Tim Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Tapsel yang dipimpin Ipda Ansor Harahap mengamankan satu unit mobil Mitsubishi L300 yang diduga mengangkut bahan bakar minyak subsidi jenis solar secara tidak sesuai ketentuan. Kasatreskrim Polres Tapanuli Selatan, IPTU Bontor Desmonth Sitorus, S.H., M.H., menjelaskan, pengamanan itu dilakukan pada Kamis, : 14/05/2026), malam, di Jalan Lintas Langgapayung-Gunung Tua, tepatnya di Desa Sihopuk Baru, Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara. Dalam penindakan tersebut, petugas menemukan seorang pria berinisal JH (53) warga Kecamatan Portiba, Padang Lawas Utara yang diduga sedang mengangkut BBM subsidi jenis solar menggunakan mobil L300 tersebut. “Setelah dilakukan pengecekan, Personel kita menemukan sekitar 900 liter solar subsidi yang berada di dalam baby tank di atas bak mobil,” jelas IPTU B.D. Sitorus. Usai pemeriksaan di lokasi, petugas membawa pengemudi, kendaraan, serta barang bukti BBM subsidi tersebut ke Mako Polres Tapanuli Selatan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut. IPTU B.D. Sitorus mengatakan, penanganan perkara ini tidak hanya berhenti pada temuan di lapangan. Penyidik akan mendalami asal-usul BBM, tujuan distribusi, serta kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan kegiatan tersebut. “Semua akan didalami berdasarkan fakta penyidikan dan alat bukti. Penyidik akan memeriksa pengemudi, pihak SPBU terkait, serta berkoordinasi dengan instansi berwenang,” terangnya. Menurut Kasatreskrim, penyidik juga akan berkoordinasi dengan Dinas Metrologi Kabupaten Tapanuli Selatan untuk memastikan volume BBM jenis solar yang diamankan. Selain itu, pemeriksaan terhadap ahli dari BPH Migas juga akan dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara.   Harahap Kuro-Kuro.

Read More

Kunjungan Nyonya Luluk Williams di Kebun Aek Pamienke Penuh Edukasi dan Kepedulian Sosial

Bersuarakyat.online Labura – Kunjungan Nyonya Principal Director PT Socfindo, Luluk Williams, di PT Socfindo Kebun Aek Pamienke diwarnai berbagai kegiatan sosial, edukasi, dan bantuan bagi masyarakat serta dunia pendidikan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sejak Rabu hingga Jumat (13-15/5/2026). Agenda diawali dengan pelatihan pembuatan tempe untuk ibu-ibu PKK Desa Kampung Yaman dan Desa Bangun Rejo. Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai proses produksi tempe hingga peluang pengembangan usaha rumahan yang dapat menambah penghasilan keluarga. Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Labuhanbatu Utara Samsul Tanjung, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Rojali, Camat Aek Natas dan Na IX-X, serta sejumlah kepala desa. Wakil Bupati Labura Samsul Tanjung mengapresiasi kegiatan yang dinilai mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya kaum ibu. “Pelatihan ini sangat baik karena dapat membuka peluang usaha bagi ibu-ibu PKK. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Selain pelatihan, kegiatan juga dirangkai dengan lomba kreasi makanan berbahan dasar tempe yang mendapat sambutan antusias dari peserta. Nyonya Luluk Williams mengaku bangga melihat semangat masyarakat selama kunjungannya ke sejumlah kebun Socfindo. “Saya merasa senang melihat antusiasme masyarakat, terutama ibu-ibu yang begitu semangat mengikuti pelatihan dan lomba olahan tempe,” katanya. Di bidang pendidikan, PT Socfindo turut menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada SD Negeri 112322 Padang Nabidang berupa renovasi bangunan sekolah serta bantuan fasilitas pendukung seperti kipas angin, tangki air, dan toa. Kepala sekolah Nuraini Situmorang menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan perusahaan kepada sekolahnya. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Semoga Socfindo terus berkembang dan selalu peduli terhadap pendidikan,” ucapnya. Sementara itu, Group Manager III H. Irwan Saban mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan. “Bantuan ini merupakan wujud kepedulian Socfindo terhadap pendidikan dan hubungan baik dengan masyarakat,” ujarnya. Selain itu, nyonya Luluk dan rombongan juga melakukan pemeriksaan rumah staf dan karyawan. Rangkaian kunjungan kemudian ditutup pada Jumat (15/5/2026) dengan kegiatan pelepasan burung merpati di lapangan tenis PT Socfindo Kebun Aek Pamienke. Acara tersebut dihadiri pengurus Kumpulan Istri Staf Socfindo (KISS), jajaran manajemen perusahaan, staf, dan karyawan. Selain seremoni pelepasan burung, kegiatan penutupan juga diisi dengan sosialisasi sikat gigi dan cuci tangan pakai sabun kepada anak-anak taman kanak-kanak, edukasi makanan 3S, serta penyerahan hadiah rumah sehat bagi staf dan karyawan perusahaan.

Read More

Peduli Masyarakat dan Pendidikan, PT Socfin Indonesia Gelar Pelatihan Tempe di Negeri Lama

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – PT Socfin Indonesia kebun Negeri Lama mengadakan pelatihan pembuatan tempe bagi ibu-ibu PKK dari Desa Negeri Lama Seberang dan Desa Perkebunan Negeri Lama, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di aula lapangan tenis perusahaan dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Pelatihan dipimpin langsung oleh Nyonya Principal Director PT Socfin Indonesia, Luluk Williams didampingi Ny. Hartaty Tarigan selaku Ny. General Manager, Teresa Enthoven selaku Nyonya Adviser Estate, Ny. Indun Mindiarna selaku Ny. Kabag Umum, dr. Michael Tamalate selaku dokter perusahaan, Ny. Indah Setyowati selaku Ny. Group Manager III, Group Manager III H. Irwan Saban, pengurus Negeri Lama Bobby Hercules, Askep, serta jajaran karyawan perusahaan. Dalam kesempatan itu, Luluk Williams menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosial perusahaan yang tidak hanya fokus pada lingkungan kerja, tetapi juga masyarakat sekitar. “Kegiatan hari ini diawali dengan kunjungan ke sekolah dasar untuk menyerahkan bantuan CSR berupa pembangunan ruang guru. Setelah itu kami juga mengunjungi PAUD dan tempat penitipan anak, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan tempe untuk masyarakat,” ujarnya. Ia menjelaskan, Socfindo saat ini memiliki 36 PAUD yang tersebar di 11 kebun dengan jumlah 956 murid dan 85 guru. Selain itu, perusahaan juga menyediakan fasilitas tempat penitipan anak (TPA) yang menampung sekitar 105 anak. Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi karyawan perusahaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar. “Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa Socfindo juga memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan pengembangan masyarakat,” katanya. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Polsek dan Koramil setempat, kepala desa, serta tokoh masyarakat. Sementara itu, Group Manager III, Irwan Saban mengatakan pelatihan pembuatan tempe diharapkan mampu menambah wawasan dan keterampilan ibu-ibu PKK sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga maupun peluang usaha. Ketua PKK Negeri Lama Seberang, Rinawati Nasution mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. “Kami merasa kegiatan ini sangat berguna dan mudah dipahami. Semoga tahun depan ada kegiatan yang lebih kreatif lagi. Terima kasih kepada Ibu Luluk dan seluruh staf yang telah berbagi ilmu kepada kami,” ujarnya. Hal serupa juga disampaikan Ketua PKK Perkebunan Negeri Lama, Sri Erlinda. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru bagi para peserta. “Kami jadi mengetahui cara membuat tempe dan pengolahannya menjadi berbagai makanan. Pelatihannya menyenangkan dan mudah dipraktikkan. Terima kasih kepada Ibu Luluk dan PT Socfindo Indonesia atas kegiatan ini,” katanya.

Read More

Sertipikat Tanah Ulayat Jadi Benteng Nagari dalam Menjaga Kepemilikan Adat

Bersuarakyat.online Medan – Sertipikat tanah ulayat menjadi pegangan penting bagi masyarakat adat di Sumatera Barat dalam menjaga aset nagari agar tetap terlindungi dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Bagi masyarakat Nagari Sitapa di Kabupaten Lima Puluh Kota, kepastian hukum atas tanah ulayat sangatlah memperkuat posisi ninik mamak dalam melindungi tanah adat dari berbagai potensi permasalahan, Kamis (14/5/2026). Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sitapa, Kabupaten Lima Puluh Kota, Datuk Paduko Mogek Yosef Purnama menceritakan pengalaman yang menjadi pelajaran besar bagi masyarakat adat tentang pentingnya perlindungan hukum atas tanah ulayat. Pada masa pandemi Covid-19, hutan di wilayah nagarinya banyak ditebangi kaumnya. Kondisi ekonomi yang sulit kala itu membuat masyarakat memanfaatkan hutan pinus secara tak terkendali. Situasi tersebut menjadi pukulan berat bagi masyarakat adat yang selama ini menjaga tanah ulayat sebagai warisan bersama nagari. “Kami sudah mencoba berbagai cara, mulai dari sosialisasi, pendekatan secara adat, sampai membujuk anak kemenakan supaya tidak memanfaatkan aset nagari secara berlebihan. Tapi, waktu itu situasinya memang sulit karena banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan penghasilan,” ujar Yosef Purnama. Di balik posisinya sebagai pemimpin adat, Yosef Purnama mengaku keputusan yang diambil saat itu bukan perkara mudah. Para ninik mamak bahkan harus menempuh langkah hukum demi melindungi tanah ulayat mereka sendiri. “Kami menangis semua. Sebagai anak nagari tentu rasanya ini kerugian besar bagi kami. Tetapi tanah ulayat harus tetap dijaga karena itu milik bersama anak kemenakan, bukan untuk habis hari ini saja,” tuturnya. Pengalaman tersebut menjadi titik balik bagi masyarakat adat Nagari Sitapa untuk memperkuat perlindungan tanah ulayat melalui kepastian hukum. Yosef Purnama menuturkan, saat proses penanganan berlangsung, masyarakat adat sempat menghadapi kendala karena belum kuatnya pembuktian subjek hak atas tanah ulayat yang mereka kelola secara turun-temurun. Kini, sertipikat tanah ulayat menjadi pegangan baru bagi masyarakat adat Nagari Sitapa dalam menjaga aset nagari. “Dengan adanya sertipikat tanah ulayat ini, sekarang niniak mamak bisa melindungi tanah ulayat karena telah memiliki kepastian hukum bahwa tanah ini memang tanah ulayat kami,” kata Yosef Putnama. Bagi masyarakat Nagari Sitapa, sertipikat tanah ulayat bukan sekadar dokumen administrasi pertanahan. Lebih dari itu, sertipikat menjadi simbol pengakuan negara terhadap keberadaan masyarakat adat sekaligus benteng bagi nagari untuk menjaga warisan leluhur agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya. #Red

Read More