Ketua Umum KUPI: Kepengurusan Harus Hadirkan Kontribusi Nyata bagi Pidie dan Aceh

Bersuarakyat.online, PIDIE – Ketua Umum Keluarga Ureung Pidie (KUPI) periode 2026–2030, Dr. H. Asfifuddin, S.H., M.H., menegaskan bahwa amanah kepengurusan organisasi bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab moral untuk memperkuat silaturahmi dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Dr. Asfifuddin dalam rangkaian pelantikan Pengurus KUPI periode 2026–2030. Ia mengajak seluruh pengurus menjadikan KUPI sebagai wadah untuk menyatukan potensi masyarakat Pidie dengan mengedepankan semangat kekeluargaan, gotong royong, dan ukhuwah Islamiyah.

Menurut Asfifuddin, kepercayaan yang diberikan kepada jajaran pengurus harus dijawab melalui kerja nyata, pemikiran konstruktif, serta gagasan strategis yang dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Berikan pemikiran yang terbaik dan konsep strategis, sekaligus mengupayakan solusi terhadap permasalahan di mana saudara tinggal, dan secara umum di Kabupaten Pidie dan Provinsi Aceh,” kata Asfifuddin.

Ia menekankan, KUPI tidak boleh hanya menjadi simbol persatuan masyarakat Pidie. Organisasi tersebut harus mampu menjadi ruang komunikasi, mempertemukan berbagai potensi, serta membangun kolaborasi untuk melahirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Asfifuddin menyebut kekuatan utama KUPI berada pada kebersamaan. Karena itu, seluruh pengurus diminta tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling membantu, menguatkan, dan membuka ruang kerja sama dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.

“Kehadiran saudara-saudara dalam kepengurusan KUPI ini adalah siap bantu-membantu, dalam bingkai ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap jabatan dalam organisasi memiliki konsekuensi moral. Para pengurus harus mampu menjaga amanah, nama baik organisasi, serta mempertanggungjawabkan kepercayaan yang telah diberikan.

Dalam prosesi pelantikan, seluruh pengurus menyatakan kesediaan menjalankan amanah dan mempertanggungjawabkan kepercayaan sebagai Pengurus KUPI periode 2026–2030.

Pelantikan tersebut sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru KUPI di bawah kepemimpinan Dr. H. Asfifuddin. Organisasi masyarakat Pidie itu diharapkan semakin aktif memperkuat peran sosial, membangun jejaring, serta memberikan kontribusi strategis bagi pembangunan daerah.

Ke depan, KUPI memiliki ruang untuk berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan generasi muda, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Asfifuddin menegaskan, menjadi bagian dari KUPI bukan hanya mengenai posisi dalam struktur organisasi. Lebih dari itu, kepengurusan merupakan bentuk kesediaan untuk berpikir, bekerja, membantu, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Dengan semangat tersebut, KUPI periode 2026–2030 diharapkan mampu membuktikan bahwa kekuatan masyarakat Pidie tidak hanya terletak pada besarnya jumlah dan luasnya jejaring, tetapi juga pada kemampuan untuk bersatu, berkolaborasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi Pidie dan Aceh. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *