MASYARAKAT MINTA BUPATI PALUTA TUTUP THM CALIBER & LOKALISASI PAKTER AB – A: “BUKTI JIHAD MELAWAN MAKSIAT DAN NARKOBA DI TENGAH PEMUKIMAN WARGA

 

 

Bersuarakyat.online – Paluta, Sumut

 

Gelombang penolakan warga terhadap tempat hiburan malam dan lokalisasi hiburan malam tempat remang-remang yang diduga praktek prostitusi di Kelurahan Pasar Gunung Tua, LK I Partimbakoan Kecamatan Padang Bolak Kab Paluta semakin menguat.

 

Warga mendesak Bupati Padang Lawas Utara, *H. Reski Basyah Harahap*, untuk segera menutup THM Karaoke *Caliber* dan lokalisasi tempat remang-remang berinisial *Pakter Tuak Lopo AB dan A* di lingkungan 1 partimbakoan yang berada ditengah pemukiman warga.

 

Tuntutan ini merupakan lanjutan dari pernyataan sikap warga LK I Pasar Gunung Tua yang sebelumnya telah disampaikan kepada Bupati Paluta melalui media bersuarakyat.online

Warga menilai, keberadaan THM Caliber dan lokalisasi Pakter AB – A sudah meresahkan dan menjadi sumber berbagai permasalahan sosial. Beberapa kali lokasi tersebut sudah dirazia aparat

anggota AB yang di tangkap diduga positif narkoba masih tetap bekerja di tempat itu bahkan tempat hihuran malam terdebut di sampaikan warga transaksi narkoba jenis sabu pada saat di komfirmadi yang enggan di sebut namanya inisial S dan T di salah warung, Pada Minggu : 27/09/2026.

Ini sudah sangat meresahkan. Karaoke Caliber dan lokalisasi Pakter AB-A itu dekat sekali dengan pemukiman warga. Sudah sering dirazia, bahkan ada yang kena narkoba. Kami mohon Bapak Bupati menutupnya,” ujar salah seorang tokoh masyarakat LK I Partimbakoan.

 

Warga LK I Partimbakoan mengaku yakin dan percaya dengan kepemimpinan Bupati Reski Basyah Harahap. Alasannya, Bupati telah mendeklarasikan *“Jihad Melawan Maksiat dan Narkoba”* pada peringatan HUT RI ke-81 beberapa waktu lalu.

 

Kami percaya Bapak Bupati serius. Beliau sudah deklarasi Jihad Melawan Maksiat. Ini saatnya dibuktikan dengan menutup tempat-tempat yang menjadi sarang maksiat dan narkoba di Paluta,” tegas warga.

 

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Paluta dan Aparat Penegak Hukum untuk menindaklanjuti desakan penutupan tersebut demi menjaga ketertiban dan moral generasi muda.

Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi tambahan  pihak lain yang disebut dalam materi tersebut ingin memberikan penjelasan, dokumen, ataupun bukti pendukung guna melengkapi pemberitaan.

Harahap Kuro-Kuro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *