LAGI DAN LAGI! KESATUAN AKSI MAHASISWA PEMUDA SUMATERA UTARA AKSI Tuntut  HENTIKAN PERAMBAHAN HUTAN HULU BATANG PANE ATAU PUSAT KOTA GUNUNG TUA DAN KEC. PORTIBI

 

 

Paluta – Bersuarakyat.Online.

 

Amarah itu belum padam. Lagi dan lagi Jika kemarin DPP PETIR PALUTA, hari ini giliran *KESATUAN AKSI MAHASISWA PEMUDA SUMATERA UTARA* yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Paluta.

 

Yang membuat jantung siapa pun yang melihatnya akan bergetar: hutan yang digunduli, tanah merah menganga, dan alat berat ekskavator merah yang sedang mengeruk jantung Hulu Batang Pane pada Rabu : 30/092026.

 

Aksi ini adalah jeritan terakhir warga: Jika Hulu Batang Pane terus dirambah, maka Pusat Kota Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak dan Portibi akan menjadi korban pertama banjir bandang dan longsor.

 

11 TUNTUTAN KERAS YANG TERTULIS DI SPANDUK – INI YANG MEMBUAT MERINDING:

 

Dalam aksi yang dikawal ketat Satpol PP dan Provost itu, mereka membacakan 11 poin pernyataan sikap yang ditujukan langsung kepada Bupati dan Kapolres Paluta:

 

1.Mendesak KAPOLRES PADANG LAWAS UTARA segera menindaklanjuti informasi dan aspirasi masyarakat terkait rencana pembukaan perkebunan kelapa sawit PT First Resources (FR) di Kawasan HULU BATANG PANE, Kecamatan Padang Bolak.

 

2.Meminta BUPATI PADANG LAWAS UTARA melakukan evaluasi dan memastikan seluruh proses perizinan PT FR berjalan sesuai ketentuan hukum dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

 

3.Meminta DPRD KAB. PADANG LAWAS UTARA melakukan fungsi pengawasan dan membuat kajian terhadap rencana pembukaan perkebunan tersebut, dengan mengutamakan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

 

4.Meminta DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA segera turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan memastikan kelayakan dokumen lingkungan/AMDAL sesuai ketentuan yang berlaku.

 

5.Meminta dilakukan kajian ulang terhadap kondisi lingkungan dan tata air di wilayah Hulu Batang Pane, termasuk potensi dampaknya terhadap masyarakat di wilayah hilir.

 

Meminta pemerintah melakukan verifikasi terhadap status dan legalitas lahan, melibatkan seluruh kepala desa, memastikan keterbukaan informasi, meminta SATGAS PKH melakukan pengawasan, dan meminta APARAT PENEGAK HUKUM melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

 

Aksi ditutup dengan doa bersama di depan gerbang Pemkab Paluta, memohon agar Paluta dijauhkan dari banjir bandang dan longsor akibat keserakahan segelintir orang.

 

HIDUP MAHASISWA! HIDUP RAKYAT! SELAMATKAN ANAK CUCU KAMI!

> LAGI DAN LAGI MAHASISWA TURUN! đŸ˜­.

> Foto ekskavator merah yang lagi kuliti HULU BATANG PANE sudah terpampang di spanduk KESATUAN AKSI MAHASISWA PEMUDA SUMUT di depan Pemkab Paluta.

> Ancamannya nyata: PUSAT KOTA GUNUNG TUA, PORTIBI AKAN BANJIR BANDANG & LONGSOR!

> Kami tagih 3 Kabid:

> 1. Kabid Tata Lingkungan Hidup – Mana AMDALnya?

> 2. Kabid Perkebunan – Mana HGUnya?

3. Kabid Perizinan – Jangan kasih izin bencana!

Tolong Bupati Paluta H. Reski Basyah Harahap, selamatkan Gunung Tua.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *