KDKMP di Labuhanbatu Terendam Banjir, Dandim 0209/LB Ungkap Penyebab dan Siapkan Perbaikan Tanggul

LABUHANBATU, BERSUARAKYAT.ONLINE – Bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berada di kawasan Aek Tapa, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik setelah tergenang banjir akibat tingginya curah hujan.

Menanggapi peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0209/Labuhanbatu memberikan penjelasan kepada sejumlah awak media, Minggu (25/10/2026).

Dalam keterangannya, Dandim menjelaskan bahwa banjir yang merendam kawasan bangunan KDKMP terjadi setelah tanggul penahan air di sekitar lokasi tidak mampu menahan tingginya debit air akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama.

Dandim mengungkapkan, pembangunan KDKMP di wilayah Labuhanbatu Raya saat ini telah mencapai 186 titik dari total 242 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran program.

“Dari berbagai titik yang sudah kita bangun, terus terang ada beberapa lokasi yang menjadi perhatian khusus kami. Salah satunya adalah KDKMP di kawasan Aek Tapa, Kelurahan Bakaran Batu,” ujar Dandim kepada wartawan.

Dandim menjelaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan KDKMP di Aek Tapa dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.

Menurut dia, lahan tersebut disediakan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian untuk mendukung pembangunan fasilitas Koperasi Merah Putih.

Namun, dalam perkembangannya, pihak Kodim menerima informasi bahwa kawasan tersebut merupakan daerah yang berpotensi mengalami banjir setiap tahun.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait memberikan arahan agar pembangunan KDKMP dilengkapi tanggul sebagai langkah antisipasi terhadap luapan air.

“Kami mendapatkan petunjuk dari Bupati, pemerintah kabupaten, dan Dinas PU bahwa salah satu persyaratan pembangunan KDKMP di lokasi tersebut adalah harus dibangun tanggul. Karena itu, sebelum pembangunan dilakukan, kami berkolaborasi membuat tanggul di bagian belakang dan samping bangunan,” jelasnya.

Meski langkah pencegahan telah dilakukan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan salah satu tanggul mengalami kerusakan sehingga air masuk dan menggenangi kawasan bangunan.

“Malang bagi kami, hujan yang berlangsung cukup lama dan lebat mengakibatkan tanggul tidak mampu menahan debit air yang besar hingga akhirnya jebol,” ungkapnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Dandim menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan akan bertanggung jawab melakukan perbaikan terhadap fasilitas penahan banjir di sekitar bangunan KDKMP.

Ia menyebutkan bahwa koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu telah dilakukan untuk menentukan langkah penanganan.

Salah satu upaya yang akan dilaksanakan adalah memperbaiki tanggul yang rusak sekaligus meningkatkan ketinggiannya dari semula sekitar satu meter menjadi dua meter.

“Kami akan bertanggung jawab memperbaiki lokasi yang terdampak banjir. Tanggul yang sebelumnya satu meter akan kami tinggikan. Kalau memungkinkan menjadi dua meter, termasuk tanggul di bagian belakang,” katanya.

Selain peninggian tanggul, pihaknya juga merencanakan pembangunan kolam penampungan air atau waduk kecil serta saluran drainase di sisi kanan dan kiri kawasan KDKMP.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengendalikan aliran air ketika hujan deras kembali terjadi.

Dandim menyampaikan bahwa pekerjaan perbaikan direncanakan dimulai pada Rabu mendatang dengan dukungan peralatan dari Dinas PU Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.

Lebih lanjut, Dandim memastikan bahwa genangan air di lokasi KDKMP telah surut setelah dilakukan penanganan oleh sejumlah pihak.

Dalam proses penanganan banjir, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu mengerahkan dua unit kendaraan pemadam kebakaran untuk membantu mengurangi genangan air.

Selain itu, unsur Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) turut memberikan dukungan dalam penanganan di lapangan.

“Kemarin sore sudah ada upaya untuk mengurangi genangan air menggunakan kendaraan pemadam kebakaran. Ada dua unit dari Pemkab dan juga bantuan dari Yon TP. Saat ini kondisinya sudah kering,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar fasilitas KDKMP yang telah dibangun dapat terlindungi dari potensi bencana serupa.

Dalam kesempatan yang sama, Dandim mengungkapkan bahwa bangunan KDKMP di Aek Tapa telah selesai dibangun sejak Juli 2026.

Meski demikian, fasilitas tersebut hingga kini belum beroperasi karena masih menunggu kelengkapan sarana dan prasarana pendukung.

Saat ditanya wartawan mengenai aktivitas gerai KDKMP, Dandim memastikan bahwa bangunan tersebut masih dalam keadaan kosong.

“Belum beroperasi, Bang. Kami masih menunggu sarana dan prasarana yang nantinya akan diterima, seperti kendaraan, perlengkapan gerai, meja, kursi, dan sebagainya. Jadi, kondisinya masih kosong,” ujarnya.

Menurut Dandim, pihaknya berharap seluruh kebutuhan operasional segera terpenuhi agar KDKMP dapat berfungsi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia juga menilai lokasi KDKMP di Aek Tapa memiliki nilai strategis karena berada tidak jauh dari kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, pusat pertokoan, dan aktivitas perekonomian masyarakat.

Menanggapi viralnya video dan informasi mengenai banjir yang menggenangi bangunan KDKMP, Dandim menyatakan bahwa perhatian masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap keberhasilan program pemerintah.

Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut melalui evaluasi dan perbaikan infrastruktur.

“Kami tidak main-main dengan program ini. Kami berharap masyarakat Labuhanbatu bersama-sama mengawasi agar program KDKMP ini dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Dandim juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan masukan demi kelancaran pembangunan serta pengoperasian Koperasi Merah Putih di wilayah Labuhanbatu Raya.

“Saya menganggap viralnya kejadian ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Labuhanbatu agar program KDKMP segera berhasil. Kami mohon doa restu dan dukungan dari seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Peristiwa banjir tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya kajian kondisi lahan, sistem drainase, dan pengendalian banjir dalam pembangunan fasilitas publik, khususnya di kawasan yang memiliki riwayat genangan air.

Dengan rencana peninggian tanggul dan pembangunan kolam penampungan air, diharapkan bangunan KDKMP Aek Tapa dapat terlindungi dari banjir serta segera difungsikan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

(SLH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *