Bersuarakyat.online
Tapanuli Selata Proyek Pembangunan Rehabilitasi Jalan Usaha Tani di Desa Sialogo Kecamatan Angkola Barat,kabupaten Tapanuli Selatan,menjadi sorotan publik proyek yang bersumber dari anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) Kabupaten Tapanuli Selatan tahun anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp 200.000.000 itu diduga spesial teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak dan rencana anggaran biaya (RAB).
Berdasarkan hasil pantauan dilokasi,kondisi fisik jalan yang baru selesai dikerjakan memperhatikan sejumlah dugaan kekurangan.Warga menilai pembangunan jalan usaha tani ini baru saja selesai sekitar 4 bulan yang lalu, kondisinya sudah begini terlihat pasir dan batu kerikil nya sudah berserangan dipermukaan beton.
Mengacu pada Informasi proyek,pekerjaan tersebut merupakan kegiatan pembangunan Rehabilitasi Jalan Usaha Tani di Desa Sialogo.Sejumlah warga mengaku kecewa melihat hasil pekerjaan yang dinilai belum mencerminkan kualitas konstruksi yang semestinya.Mereka khawatir Kondisi tersebut akan menyebabkan jalan cepat mengalami kerusakan aktivitas para petani dalam mengangkut hasil panen.
Salah satu seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan proses pekerjaan dilapangan diduga tidak mengikuti tahapan teknis sebagaimana mestinya .
Warga juga menyoroti dengan kondisi pembangunan rehabilitasi jalan usaha tani yang baru saja selesai,sudah memengaruhi kenyamanan maupun ketahanan konstruksi apabila terus dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian,kata salah satu warga.
Menurutnya warga, jalan usaha tani merupakan salah satu infrastruktur strategis yang dibangun pemerintah untuk meningkatkan akses petani menuju lahan pertanian sekaligus memperlancar distribusi hasil panen.Karena itu,warga berharap setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran negara dilaksanakan sesuai standar mutu,baik dari sisi material, metode pelaksanaan,maupun pengawasan.
Warga kecewa,proyek dengan nilai Rp 200.000.000 tersebut seharusnya menghasilkan kualitas konstruksi yang baik dan memiliki umur Layana yang panjang.Apabila dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi terbukti benar,mereka menilai hal tersebut berpotensi merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah apabila jalan harus diperbaiki dalam waktu singkat.
Warga pun meminta kepada Bpk Bupati Tapanuli Selatan,Gus Irawan Pasaribu,segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan.Pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara visual,tetapi juga melalui pengujian teknis terhadap ketebalan pondasi,mutu beton, dimensi konstruksi serta kesesuaian volume pekerjaan dengan dokumen kontrak.
Selain itu,desakan dari warga untuk Dinas pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, memperkuat fungsi pengawasan terhadap seluruh proyek infrastruktur yang dibiayai dari Anggaran APBD.Ia menilai pengawas yang ketat sejak awal pelaksanaan akan mampu mencegah terjadinya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.
Apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan dilapangan dengan kontrak,warga Meminta pelaksana diwajibkan memperbaiki pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.Pemerintah juga diharapkan memberikan sanksi administratif kepada pihak tersebut.
Hingga berita ini ditulis,Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, maupun pihak pelaksana CV Ibrar Pratama belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.kami masih berupaya menghubungi untuk memperoleh klarifikasi dan tanggapan.
Kami meminta dan berharap kepada Bpk Bupati Tapanuli Selatan,Gus Irawan Pasaribu, segera melakukan penyelidikan mendalam dan mengambil tindakan tegas jika ditemukan unsur pelanggaran, dikerenakan dapat memastikan setiap rupiah anggaran yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur benar-benar menghasilkan pekerjaan yang berkualitas, bermanfaat bagi petani serta sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Harahap Kuro-Kuro.