Bersuarakyat.id, LABUHANBATU – Madrasah tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri tahun 2026, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuhanbatu justru menunjukkan taringnya. Sebanyak 98 siswa berhasil menembus kampus negeri favorit melalui jalur seleksi prestasi, angka yang menegaskan posisi madrasah di barisan depan pendidikan nasional.
Capaian ini terukur dan jelas. Sebanyak 30 siswa diterima di perguruan tinggi negeri (PTN), 15 siswa lolos ke Poltekkes Medan, dan 53 siswa lainnya masuk melalui jalur SPAN-PTKIN yang tersebar di berbagai perguruan tinggi keagamaan negeri.
Tak hanya soal jumlah, kualitas capaian ini juga menonjol. Sejumlah siswa berhasil menembus program studi dengan tingkat persaingan tertinggi seperti Kedokteran, Pendidikan Dokter, Teknik Informatika, hingga Agroteknologi. Kampus tujuan pun merupakan institusi papan atas, di antaranya Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Andalas (UNAND), hingga Universitas Negeri Malang.
Dominasi juga terlihat di jalur vokasi kesehatan. Belasan siswa diterima di Poltekkes Medan pada program strategis seperti Keperawatan, Farmasi, Kebidanan, dan Teknologi Laboratorium Medis—bidang dengan tingkat seleksi ketat.
Di sisi lain, jalur SPAN-PTKIN menegaskan kekuatan akademik berbasis keagamaan. Sebanyak 53 siswa diterima di kampus seperti UIN Sumatera Utara, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, hingga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan pilihan program unggulan seperti Ekonomi Syariah, Hukum Islam, Pendidikan, dan Perbankan Syariah.

Kepala MAN Labuhanbatu, Munir Nasution, S.Ag., M.Pd, menegaskan capaian ini adalah hasil dari sistem pembinaan yang terukur dan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar kelulusan. Ini bukti nyata bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan menang di jalur paling kompetitif. Mereka masuk di jurusan bergengsi dan kampus terbaik,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (25/4/2026).
Munir menambahkan, keberhasilan ini tidak datang secara instan. Madrasah menerapkan pendampingan akademik yang fokus pada pemetaan potensi siswa sejak awal.
“Kami tidak mengejar angka semata. Kami pastikan setiap siswa masuk ke kampus dan jurusan yang tepat sesuai kemampuannya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, orang tua, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam proses pendidikan di MAN Labuhanbatu.
Capaian ini sekaligus mempertegas posisi MAN Labuhanbatu sebagai salah satu madrasah unggulan di Sumatera Utara. Di tengah persaingan nasional yang semakin ketat, hasil ini menjadi penegasan: madrasah bukan lagi alternatif, melainkan pilihan utama yang terbukti mampu mencetak lulusan kompetitif.(Red)