Sertipikat Tanah Ulayat Jadi Benteng Nagari dalam Menjaga Kepemilikan Adat

Bersuarakyat.online Medan – Sertipikat tanah ulayat menjadi pegangan penting bagi masyarakat adat di Sumatera Barat dalam menjaga aset nagari agar tetap terlindungi dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Bagi masyarakat Nagari Sitapa di Kabupaten Lima Puluh Kota, kepastian hukum atas tanah ulayat sangatlah memperkuat posisi ninik mamak dalam melindungi tanah adat dari berbagai potensi permasalahan, Kamis (14/5/2026). Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sitapa, Kabupaten Lima Puluh Kota, Datuk Paduko Mogek Yosef Purnama menceritakan pengalaman yang menjadi pelajaran besar bagi masyarakat adat tentang pentingnya perlindungan hukum atas tanah ulayat. Pada masa pandemi Covid-19, hutan di wilayah nagarinya banyak ditebangi kaumnya. Kondisi ekonomi yang sulit kala itu membuat masyarakat memanfaatkan hutan pinus secara tak terkendali. Situasi tersebut menjadi pukulan berat bagi masyarakat adat yang selama ini menjaga tanah ulayat sebagai warisan bersama nagari. “Kami sudah mencoba berbagai cara, mulai dari sosialisasi, pendekatan secara adat, sampai membujuk anak kemenakan supaya tidak memanfaatkan aset nagari secara berlebihan. Tapi, waktu itu situasinya memang sulit karena banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan penghasilan,” ujar Yosef Purnama. Di balik posisinya sebagai pemimpin adat, Yosef Purnama mengaku keputusan yang diambil saat itu bukan perkara mudah. Para ninik mamak bahkan harus menempuh langkah hukum demi melindungi tanah ulayat mereka sendiri. “Kami menangis semua. Sebagai anak nagari tentu rasanya ini kerugian besar bagi kami. Tetapi tanah ulayat harus tetap dijaga karena itu milik bersama anak kemenakan, bukan untuk habis hari ini saja,” tuturnya. Pengalaman tersebut menjadi titik balik bagi masyarakat adat Nagari Sitapa untuk memperkuat perlindungan tanah ulayat melalui kepastian hukum. Yosef Purnama menuturkan, saat proses penanganan berlangsung, masyarakat adat sempat menghadapi kendala karena belum kuatnya pembuktian subjek hak atas tanah ulayat yang mereka kelola secara turun-temurun. Kini, sertipikat tanah ulayat menjadi pegangan baru bagi masyarakat adat Nagari Sitapa dalam menjaga aset nagari. “Dengan adanya sertipikat tanah ulayat ini, sekarang niniak mamak bisa melindungi tanah ulayat karena telah memiliki kepastian hukum bahwa tanah ini memang tanah ulayat kami,” kata Yosef Putnama. Bagi masyarakat Nagari Sitapa, sertipikat tanah ulayat bukan sekadar dokumen administrasi pertanahan. Lebih dari itu, sertipikat menjadi simbol pengakuan negara terhadap keberadaan masyarakat adat sekaligus benteng bagi nagari untuk menjaga warisan leluhur agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya. #Red

Read More

Sentuh Tanahku Permudah Masyarakat Cek Progres Berkas Pertanahan

Bersuarakyat.online Medan – Proses pengecekan berkas pertanahan kini dapat dilakukan masyarakat melalui aplikasi Sentuh Tanahku. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa memantau status permohonan tanpa perlu datang langsung ke Kantor Pertanahan hanya untuk memastikan tahapan berkas yang sedang diproses. Endria (37), warga asal Kabupaten Semarang mengaku terbantu dengan fitur pemantauan berkas yang tersedia di aplikasi Sentuh Tanahku. Proses pengecekan jadi lebih praktis dan transparan karena informasi perkembangan layanan dapat diakses langsung melalui telepon genggamnya. “Pemantauan perkembangan berkas atau sertipikat sekarang lebih mudah karena bisa dicek langsung lewat aplikasi Sentuh Tanahku. Jadi, saya bisa tahu posisi berkas sudah sampai mana,” ujar Endria usai mengambil Sertipikat Elektronik di Kantah Kabupaten Semarang. Waktu pengurusan sertipikat jadi terasa lebih efisien dengan fitur yang tersedia dalam Sentuh Tanahku. Masyarakat tidak perlu berulang kali datang ke Kantah untuk menanyakan perkembangan permohonan. Bagi Endria, hal itu bukan hanya sangat bermanfaat, namun juga menghemat biaya dan tenaganya. “Kemarin begitu saya cek di aplikasi, statusnya sudah di loket penyerahan. Baru setelah lihat info itu, hari ini saya langsung datang ke kantor untuk mengambil hasilnya,” ungkap Endria. Setelah merasakan sendiri kegunaan Sentuh Tanahku, Endria pun mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan pertanahan digital yang telah disediakan Kementerian ATR/BPN. “Sekarang semuanya lebih simple dan mudah dipantau. Jadi masyarakat tidak perlu ragu menggunakan aplikasi Sentuh Tanahku maupun layanan pertanahan elektronik lainnya,” pungkasnya

Read More

Warga Aek Siranda lakukan pemanggilan Petugas PLN dalam pemasangan lampu Jalan Aek Siranda agar terlihat terang dan indah

Bersuarakyat.online Warga Lingkungan Aek Siranda Kelurahan Siringo – ringo melakukan pemanggilan Petugas PLN dalam pemasangan Lampu jalan yang selama ini mati agar hidup kembali di jalan lingkungan Aek Siranda nampak terang dan indah jikala malam hari. Ketika awak medi Bersuara Rakyat Onlaein melintas di jalan Lingkunhan Aek Siranda pada hari minggu tanggal 10.May 2026 pukul 19.00wib jalan lingkungan aek siranda terlihat terang benderang begitu juga warga yang melintas terhindarkan dari kejahatan (Begal). Media Bersuara Rakyat Onlaein melakukan konfirmasi terhadap salah satu warga aek Siranda yang tidak mau Namanya di sebutkan ke permukaan media mengatakan , bahwa kami warga lingkungan aek siranda Kelurahan Siringo – Ringo Kecamatan Rantau Utara kabupaten Labuhantu Provinsi Sumatra Utara melakukan patung – patungan untuk membeli Bola lampu jalan yang pada putus semua. Setelah kami membeli Bola lampu ,kami memanggil Petugas PLN Rantau prapat agar Melakukan penggantikan Bola lampu yang putus Ungkapnya terhadap wartawan. Begitu juga Jurnalis Melakukan Konfirmasi terhadapmu Kepala Lingkungan Aek Siranda Sukirman dalam penggantian bola lampu yang di lakukan petugas PLN , angkat bicara kami di lingkungan aek Siranda ini bekerjasama (Gorong royong) untuk menganti bola lampu jalan yang putus dengan cara patung – patungan, karena selama ini Bola lampu sepanjang jalan Aek Siranda pada putus semuanya Pungkasnya . Di tambahkannya lagi warga Aek Siranda mengucapkan berterima kasih terhadap petugas PLN yang telah melakukan pemasangan bola lapu jalan yang pada putus semua. Semogaa di dalam pemasangan bola lampu jalan kami ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang melintas di jalan aek siranda.mengakhiri perkataan nya terhadap Awak media Bersuara Rakyat Onlaein.   Penulis : ***Sukirman /DR.Rangkuti) ***

Read More

Perkuat Sinergi Data, BPS Rantau Prapat Gelar Sosialisasi di BRI BO Rantau Prapat

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Badan Pusat Statistik (BPS) Rantau Prapat menggelar kegiatan sosialisasi kepada karyawan BRI Branch Office Rantau Prapat pada Kamis (7/5/2026) di Kantor BRI BO Rantau Prapat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara BPS dengan sektor perbankan dalam mendukung penyediaan data statistik yang akurat dan terpercaya guna menunjang pembangunan daerah. Dalam sosialisasi tersebut, tim BPS Rantau Prapat menyampaikan pentingnya keterlibatan perusahaan dalam pelaporan data statistik, prosedur pengisian survei, serta pemanfaatan data untuk mendukung kebijakan ekonomi. Berdasarkan rilis yang diterima media pada Jumat (8/5/2026), Kepala BPS Rantau Prapat mengatakan lembaga perbankan memiliki peran strategis dalam mendukung penyediaan data ekonomi masyarakat. “Sinergi yang terjalin antara BPS dan BRI diharapkan dapat meningkatkan kualitas data statistik yang nantinya menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan daerah,” ujarnya. Sementara itu, pihak Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BO Rantau Prapat menyambut baik kegiatan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah melalui penyediaan data yang dibutuhkan BPS. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kerja sama antara BPS Rantau Prapat dan BRI BO Rantau Prapat semakin erat dalam mendukung transparansi data serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Labuhanbatu. #Red

Read More

Narkoba Mengancam Generasi Labuhanbatu, Polres Tegaskan Perang Tanpa Kompromi

Bersuarakyat.id, LABUHANBATU — Polres Labuhanbatu menegaskan komitmennya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang dinilai kian mengancam masa depan generasi muda di Kabupaten Labuhanbatu. Melalui sosialisasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), aparat kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat tidak lagi bersikap pasif menghadapi ancaman narkoba. Kegiatan berlangsung di Ruang Data dan Karya Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Jalan SM Raja, Kecamatan Rantau Selatan, Rantauprapat, Kamis (7/5/2026), dan dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda. Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Hasan Heri Rambe, yang hadir mewakili Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., menegaskan bahwa narkoba bukan lagi ancaman biasa, melainkan persoalan serius yang dapat menghancurkan masa depan daerah jika tidak dilawan bersama. Menurutnya, generasi muda kini menjadi sasaran paling rentan dalam peredaran narkotika. Karena itu, pemuda harus tampil sebagai benteng utama penyelamatan generasi. “Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan. Kesadaran tentang bahaya narkoba harus terus ditanamkan agar generasi kita tidak hancur oleh penyalahgunaan narkotika,” tegas Hasan Heri Rambe. Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Narkoba AKP Hardiyanto, S.H., M.H., menegaskan perang terhadap narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Ia menyebut, keberhasilan pemberantasan narkotika sangat ditentukan oleh keberanian masyarakat untuk melawan dan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. “Peredaran narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan anak-anak kita. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak diam. Laporkan jika mengetahui adanya aktivitas narkoba,” ujar AKP Hardiyanto. Ia juga memastikan Polres Labuhanbatu membuka akses pengaduan selama 24 jam melalui call center Polri 110 dan layanan WhatsApp di nomor 0813-6091-7798. Sosialisasi P4GN tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Polres Labuhanbatu untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya narkotika yang terus mengintai hingga ke lingkungan keluarga dan kalangan pelajar. Di tengah maraknya peredaran narkoba di berbagai daerah, Polres Labuhanbatu menegaskan bahwa perang melawan narkotika bukan sekadar slogan seremonial, melainkan perjuangan bersama demi menyelamatkan generasi dan menjaga masa depan Kabupaten Labuhanbatu tetap bersih dari narkoba.(Red)

Read More

MAN Labuhanbatu Butuh Perhatian Serius, Ribuan Pendaftar Berebut Masuk Namun Ruang Kelas Terbatas

Bersuarakyat.id, LABUHANBATU – Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuhanbatu menjadi bukti kuat besarnya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan madrasah tersebut. Namun di balik capaian prestasi yang terus meningkat, MAN Labuhanbatu kini menghadapi persoalan mendasar berupa keterbatasan ruang kelas yang menyebabkan ratusan calon siswa setiap tahun gagal diterima. Berdasarkan data pihak sekolah, jumlah pendaftar MAN Labuhanbatu setiap tahun mencapai sekitar 1.000 calon siswa. Sementara daya tampung yang tersedia hanya sekitar 280 siswa baru. Kondisi itu membuat sekitar 500 hingga 700 calon peserta didik terpaksa mencari sekolah lain karena keterbatasan fasilitas belajar. Situasi tersebut memunculkan harapan besar dari masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan perhatian serius terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut. “Sangat disayangkan banyak anak-anak Labuhanbatu tidak bisa masuk ke MAN bukan karena mereka tidak mampu bersaing, tetapi karena kapasitas sekolah yang terbatas,” ujar seorang warga Labuhanbatu, Kasiro, Rabu (7/5/2026). Ia berharap pemerintah dapat membantu pengadaan lahan tambahan untuk mendukung pembangunan ruang belajar baru. “Kalau ada aset tanah pemerintah di sekitar sekolah yang belum dimanfaatkan, sebaiknya dapat dihibahkan satu hektar guna pembangunan ruang kelas baru agar dapat menampung lebih banyak siswa. Ini demi masa depan generasi muda Labuhanbatu,” katanya. Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN Labuhanbatu, Tapa Simbolon, S.Ag., membenarkan tingginya jumlah pendaftar setiap tahun. Menurutnya, pihak sekolah terpaksa melakukan seleksi ketat akibat keterbatasan sarana pendidikan. “Daya tampung kami hanya sekitar 280 siswa, sekitar 500 hingga 700 calon siswa terpaksa mencari sekolah lain karena keterbatasan kuota, Guna mendukung pembangunan ruang kelas baru, pihak sekolah telah mengajukan proposal permohonan hibah lahan kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, jelas Tapa. Sementara itu, Kepala MAN Labuhanbatu, Munir Nasution, S.Ag., M.Pd., mengatakan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan penambahan fasilitas sekolah telah disampaikan kepada Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu maupun Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara. “Alhamdulillah, hasil komunikasi yang dilakukan mendapat respons positif. Kementerian Agama menyampaikan akan berupaya membantu pembangunan apabila lahan tersedia. Semoga harapan masyarakat Labuhanbatu ini dapat terwujud,” ujar Munir saat ditemui di ruang kerjanya. Dati berita yang dihimpun MAN Labuhanbatu selama ini dikenal sebagai salah satu madrasah berprestasi di Sumatera Utara. Selain menanamkan nilai keimanan dan pembinaan karakter, sekolah tersebut juga konsisten melahirkan lulusan berprestasi yang diterima di berbagai perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi keagamaan negeri ternama di Indonesia. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 98 siswa MAN Labuhanbatu berhasil lulus ke berbagai perguruan tinggi negeri. Sebelumnya, pada 2022, sebanyak 143 siswa juga diterima di PTN dan PTKIN melalui berbagai jalur seleksi nasional. Tak hanya unggul di bidang akademik, MAN Labuhanbatu juga pernah meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, predikat tertinggi sekolah berbudaya lingkungan tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Saat ini sekolah tersebut juga terus berupaya menuju penghargaan Adiwiyata tingkat ASEAN. Capaian tersebut memperkuat posisi MAN Labuhanbatu sebagai salah satu madrasah unggulan yang dinilai memiliki daya saing tinggi, baik dari sisi prestasi akademik, pembinaan karakter, maupun budaya lingkungan sekolah. Besarnya animo masyarakat menjadi sinyal bahwa kebutuhan penambahan fasilitas pendidikan di MAN Labuhanbatu bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan nyata yang mendesak. Masyarakat berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada apresiasi prestasi, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret berupa penambahan lahan dan pembangunan ruang kelas baru agar lebih banyak putra-putri Labuhanbatu dapat memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.(Red).

Read More

Ambang Luntur: HT Milwan & Dr. Faisal ‘Turun Gunung’ Selamatkan Generasi Labusel dari Krisis Identitas Bangsa”

Bersuarakyat.id, LABUSEL — Arus digital bergerak lebih cepat dari kemampuan generasi muda menyaringnya. Di balik kemajuan teknologi, ancaman senyap mengintai: lunturnya jati diri bangsa. Nilai-nilai Pancasila kian terdesak oleh banjir informasi tanpa batas, menjadikan generasi muda, Gen Z dan Alpha, rentan kehilangan arah. Ini bukan alarm kosong. Ini realitas. Di tengah situasi genting itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HT Milwan, memilih tidak tinggal diam. Bersama akademisi ilmu politik, Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si., ia turun langsung ke jantung pendidikan, sekolah dan pondok pesantren di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Selama 24 hingga 30 April 2026, keduanya menyusuri Sekolah dan Pesantren, berhadapan langsung dengan pelajar dan santri. Bukan untuk seremoni, melainkan untuk satu misi besar: menyelamatkan fondasi ideologi bangsa. “Teknologi adalah pisau bermata dua. Jika kita lengah, ia akan memotong identitas kita sendiri,” tegas HT Milwan dengan nada keras. Ia menolak keras jika kegiatan ini dianggap rutinitas tanpa makna. Baginya, ini adalah respons terhadap krisis nyata yang sedang berlangsung. “Kita sedang berhadapan dengan generasi yang dibanjiri informasi, tapi miskin filter nilai. Kalau Pancasila tidak ditanamkan secara serius, kita akan kehilangan arah sebagai bangsa,” ujarnya. Langkah Milwan tidak setengah-setengah. Ia menghadirkan Dr. Faisal Andri Mahrawa, dosen FISIP Universitas Sumatera Utara, yang dikenal vokal dalam isu kebangsaan. Dengan latar akademik dari Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, hingga Universitas Padjadjaran, Faisal tidak datang membawa retorika kosong. Di hadapan peserta, ia mengguncang cara berpikir. Pancasila tidak diajarkan sebagai hafalan mati, tetapi diuji dalam realitas hidup sehari-hari. Diskusi dibuka lebar, bahkan pada isu-isu sensitif yang kerap dihindari. “Kalau Pancasila hanya berhenti di teks, maka ia sudah mati. Yang kita butuhkan adalah praktik, keberanian, dan kesadaran,” tegas Faisal. Ia juga mengoyak sekat formalitas dengan kisah hidupnya sendiri, berangkat dari keterbatasan hingga meraih gelar doktor, sebuah pesan keras bahwa karakter dan pendidikan adalah kunci menaklukkan keadaan. Dampaknya terasa nyata. Pelajar dan santri tidak lagi pasif. Mereka bertanya, membantah, dan mengkritisi. Ruang kelas berubah menjadi arena dialektika yang hidup, sesuatu yang jarang terjadi dalam kegiatan seremonial biasa. Para kepala sekolah dan pimpinan pondok pesantren pun angkat suara. Mereka melihat program ini sebagai “intervensi penting” di tengah krisis moral yang kian terasa di lingkungan pendidikan. Apa yang dilakukan di Labusel bukan sekadar program. Ini adalah peringatan keras bahwa penguatan ideologi bangsa tidak bisa lagi ditunda atau dilakukan setengah hati. Jika tidak dimulai sekarang, generasi yang akan datang mungkin tumbuh tanpa pijakan, tanpa arah, tanpa identitas. Di Labusel, upaya itu telah dimulai. Dan pesannya jelas: bangsa ini tidak akan bertahan jika generasinya kehilangan jati diri.(Red).

Read More

Setelah 23 Tahun, Gereja di Palangka Raya Akhirnya Terima Sertipikat Tanah  

Bersuarakyat.online Medan – Kepastian hukum atas tanah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Dengan kejelasan yang dihadirkan program sertipikasi tanah, masyarakat jadi merasa lebih tenang karena hak atas tanah yang mereka tempati telah memiliki perlindungan hukum. Sertipikasi ini dinantikan oleh masyarakat, termasuk para pengelola lembaga keagamaan. “Sudah 23 tahun, Gereja GKE Bethesda Bumi Palangka ini berdiri dan pada hari ini bisa menerima sertipikatnya. Terima kasih BPN (Badan Pertanahan Nasional), kami senang sekali,” ujar Pendeta Ina Gantiani (45), di Aula Jaya Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah pada Kamis (23/04). Pendeta Ina Gantiani menjadi salah satu penerima sertipikat dalam kegiatan Kunjungan Kerja Reses Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Ia menerima selembar Sertipikat Elektronik yang bisa menjadi pelindung keamanan atas tanah tempat gerejanya berdiri. “Saya berharap semua rumah ibadat seluruh agama tersertipikasi ya, agar merasa tenang karena sudah bersertipikat. Proses mengurusnya mudah dan cepat di BPN, jika berkasnya lengkap,” tutur Pendeta Ina Gantiani. Kemudahan sertipikasi juga dirasakan Seniwati (63), yang mendaftarkan tanahnya lewat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Ia menceritakan, baru mulai mengikuti program PTSL ini pada Januari 2026 dan langsung menerima sertipikatnya pada kegiatan April ini. “Saya baru disertipikatkan tahun ini. Dapat informasi dari BPN (terkait PTSL), akhirnya saya coba lengkapi berkasnya. Gampang aja ternyata,” ungkap Seniwati. Seniwati berharap program yang dibuat Kementerian ATR/BPN ini bisa tetap dilanjutkan. “Harus terus dilanjutkan karena ini sangat membantu sekali bagi masyarakat seperti saya,” ujar pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) asal Kota Palangkaraya. Dalam penyerahan sertipikat kali ini, ada total tujuh sertipikat tanah yang diserahkan. Sertipikat itu terdiri atas 4 sertipikat Hak Pakai, 1 sertipikat tanah wakaf, 1 sertipikat untuk gereja, dan 1 sertipikat milik perorangan. Ikut menyerahkan sertipikat bersama Wamen ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan, yaitu Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda; Wakil Ketua Komisi II, Dede Yusuf; dan sejumlah Anggota Komisi II DPR RI.

Read More

Dorong Akuntabilitas, ATR/BPN Tingkatkan Layanan Pengaduan Publik Berbasis Digital

Bersuarakyat.online Medan – Pada era digital yang menuntut keterbukaan dan akuntabilitas, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus bebenah untuk meningkatkan kualitas layanan, salah satunya dengan memberikan kemudahan layanan pengaduan masyarakat. Berbagai kanal digital pengaduan disediakan sebagai jembatan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, aspirasi, atau dugaan pelanggaran dengan lebih cepat dan mudah. “Pengaduan dari masyarakat merupakan bentuk partisipasi publik yang sangat penting dalam mengawasi jalannya pelayanan, sekaligus menjadi masukan berharga bagi Kementerian ATR/BPN. Kami terus berupaya menjadi institusi yang lebih responsif, transparan, dan akuntabel,” jelas Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Shamy Ardian, dalam keterangannya pada Selasa (28/04/2026). Aduan yang disampaikan oleh masyarakat bisa menjadi bahan evaluasi dan dasar pertimbangan untuk memperbaiki kebijakan, standar operasional, atau cara kerja, termasuk di Kementerian ATR/BPN. Shamy Ardian meyakini, pengaduan masyarakat tidak sekadar menjadi sarana untuk mengawasi dan mengontrol kinerja pemerintah, tetapi juga akan menunjukkan sejauh mana mutu pelayanan publik. Saat ini, ada empat kanal resmi pengaduan yang disediakan Kementerian ATR/BPN, yaitu Hotline WhatsApp Pengaduan dengan nomor 0811-1068-0000; email resmi pengaduan melalui surat@atrbpn.go.id; loket persuratan untuk pengaduan tertulis dengan dokumen pendukung; dan SP4N-LAPOR! sebagai platform nasional pengelolaan pengaduan masyarakat. Melalui kanal digital tersebut, masyarakat kini dapat menyampaikan keluhan, aspirasi, maupun dugaan pelanggaran dengan lebih mudah, cepat, dan langsung ditangani oleh unit yang berwenang. Masing-masing kanal dilengkapi dengan tata cara yang jelas untuk memastikan pengaduan masyarakat dapat ditangani secara tepat dan transparan. Dengan sistem ini, Kementerian ATR/BPN berharap dapat memperkuat kepercayaan publik, mendorong perbaikan layanan, dan menciptakan lingkungan birokrasi yang bersih serta berorientasi pada kepuasan masyarakat. Adapun tata cara mengirim pengaduan melalui surat, masyarakat perlu menuliskan kronologis permasalahan secara lengkap dan jelas serta menyertakan detail yang relevan. Selain itu, pengadu wajib melampirkan bukti dokumen untuk mendukung laporan yang disampaikan. Surat dapat dikirimkan secara langsung ke Loket Persuratan pada hari kerja (Senin sampai Jumat, pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB) atau melalui alamat Kementerian ATR/BPN di Jalan Sisingamangaraja Nomor 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selain melalui surat cetak, masyarakat juga dapat mengirimkan pengaduan melalui surat elektronik dengan ketentuan yang telah ditetapkan. File yang diunggah harus berformat PDF dengan ukuran maksimal 20 MB. Penamaan file mengikuti nomor surat (jika ada) dengan garis miring diganti underscore atau menggunakan nama pengirim jika tanpa nomor surat. Apabila ukuran file melebihi batas, dokumen dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Isi surat elektronik harus mencantumkan perihal, nomor surat, tanggal, dan identitas pengirim, serta dikirimkan ke alamat email resmi pengaduan. Kanal lainnya yang dapat dimanfaatkan adalah SP4N-LAPOR! sebagai platform nasional pengelolaan pengaduan masyarakat. Untuk menggunakannya, masyarakat perlu masuk menggunakan akun yang telah terdaftar melalui website atau aplikasi mobile. Selanjutnya, pengguna dapat menuliskan aduan dengan kronologis yang jelas, mencantumkan waktu dan lokasi kejadian, serta menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pengguna juga dapat melampirkan bukti pendukung seperti foto atau dokumen. Setelah laporan dikirim, masyarakat dapat memantau proses verifikasi dan tindak lanjut melalui notifikasi pada akun masing-masing #Red

Read More

Ekspose Pengaduan Jadi Upaya Kantor Pertanahan Labuhanbatu Tingkatkan Kepastian Hukum

Bersuarakyat.online Labuhanbatu – Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan berbagai persoalan pertanahan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Ekspose Laporan Hasil Penelitian terkait pengaduan masalah pertanahan. Melalui kegiatan ini, setiap laporan pengaduan yang diterima diproses dan ditelaah secara mendalam dengan mengedepankan prinsip objektif, transparan, dan akuntabel. Ekspose ini juga menjadi sarana evaluasi bersama untuk memastikan bahwa setiap kasus yang ditangani dapat diselesaikan secara tepat dan adil. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu, Khalid Afdillah Handoyo, SH, menegaskan bahwa kegiatan ekspose memiliki peran penting dalam memperkuat langkah penyelesaian sengketa dan permasalahan pertanahan di tengah masyarakat. Ia menyebutkan, melalui forum ini, hasil penelitian atas setiap pengaduan dapat dibahas secara komprehensif sehingga menghasilkan solusi yang tidak hanya tepat, tetapi juga memberikan kepastian hukum yang berkeadilan. “Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap permasalahan pertanahan mendapatkan solusi yang tepat, serta menghadirkan kepastian hukum yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya. #Red

Read More