Langgar Perda No 7 Tahun 2024, Warga Sei Tampang Paksa Truk CPO  Putar Arah 

  Bersuarakyat.online, LABUHANBATU warga Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu kembali melakukan aksi dengan memaksa truk tangki pengangkut CPO milik PT Hari Sawit Jaya (HSJ) yang tengah melintas di jalan desa mereka, untuk memutar balek arah, Selasa (6/5/2025).   Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap dampak serius dari aktivitas truk over tonase yang selama ini menimbulkan polusi udara yang mengganggu kesehatan dan retaknya dinding rumah.   “Getarannya kita rasakan setiap hari dan kerusakan jalan desa yang semakin parah,” kata Rimba Sianturi perwakilan massa.   Rimba menyesalkan sikap perusahaan PT HSJ yang tidak mengindahkan atau melanggar Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang pembatasan kendaraan angkutan barang dengan Gross Vehicle Weight (GVW) di atas 8.000 kg (8 ton) melintasi jalan daerah di Labuhanbatu.   “Selain dengan rambu jalan, himbauan pun sudah dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu lewat spanduk. Tapi gak diindahkan oleh perusahaan,” ujar Rimba.   tim

Read More

Kasat Binmas Dorong Pembentukan Satkamling di Desa Kacaribu.

Karo,BersuaRakyat.Online Dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Tanah Karo mendorong pembentukan kembali Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) di Desa Kacaribu, Kecamatan Kabanjahe. Upaya ini diwujudkan melalui rapat koordinasi yang digelar pada Senin(5/5/2025) malam pukul 20.00 hingga 23.15 WIB di Kantor Desa Kacaribu. Rapat dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Tanah Karo, IPTU Agustina Nainggolan, S.H., M.H., didampingi sejumlah personel, serta dihadiri oleh Kepala Desa Kacaribu Andreas Purba, tokoh agama Sadaperna Sinulingga, tokoh masyarakat Suhardi Tarigan, tokoh pemuda Taman Tarigan, Ketua BPD Nurlela beserta anggota, seluruh kepala dusun, dan perwakilan warga setempat. Dalam paparannya, IPTU Agustina Nainggolan menegaskan pentingnya pembentukan Satkamling sebagai upaya preventif mencegah tindak pidana dan gangguan keamanan lainnya di desa. “Dengan aktifnya Satkamling, masyarakat turut menjadi garda terdepan dalam menjaga kamtibmas, dan ini merupakan bentuk partisipasi nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” ungkapnya. Peserta rapat sepakat bahwa petugas Satkamling akan diambil dari masing masing dusun, dengan kriteria usia dewasa sesuai kesepakatan warga. Para petugas ini nantinya akan menjalankan tugas ronda malam secara terjadwal dan dibekali dengan pembinaan dari kepolisian. Kepala Desa Kacaribu Andreas Purba, menyambut baik inisiatif ini dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung dan berperan aktif. “Keamanan desa adalah tanggung jawab bersama. Dengan Satkamling, kita bisa memperkuat solidaritas dan kewaspadaan di lingkungan kita sendiri,” ujarnya. Diharapkan melalui sinergi antara masyarakat dan kepolisian, situasi kamtibmas di Desa Kacaribu semakin terjaga dan menjadi contoh bagi desa desa lainnya di wilayah Kabupaten Karo.

Read More

Satsamapta Polres Tanah Karo Laksanakan Patroli dalam Rangka Operasi Pekat Toba 2025

Karo,BersuaRakyat.Online Satuan Samapta Polres Tanah Karo melaksanakan kegiatan patroli dalam rangka Operasi Pekat Toba 2025, Selasa (6/5/2025).Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini menyasar beberapa lokasi strategis yang dianggap rawan tindak premanisme dan pungutan liar (pungli), seperti Terminal Kabanjahe, PDAM Tirtanadi Brastagi, Pajak Buah Brastagi, dan kawasan wisata Gundaling. Dalam kegiatan tersebut, personel yang tergabung dalam Satgas Preventif yang dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Tanah Karo, AKP Jonni H. Damanik, S.H., M.H., melakukan patroli ke titik-titik rawan, memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, serta mengajak masyarakat untuk segera melapor ke Call Center 110 jika menemukan tindak pidana. Sebanyak 10 personel dilibatkan dalam operasi ini, termasuk KBO Sat Samapta, Kanit Dalmas, Kanit Turjawali, serta beberapa anggota lainnya. Dari hasil kegiatan, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Karo terpantau aman dan kondusif. Kegiatan patroli berlangsung dengan lancar tanpa hambatan yang berarti. Dengan adanya patroli ini, diharapkan dapat mencegah dan menindak segala bentuk premanisme serta pungli demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Read More

Pangdam I/BB Terima Kunjungan Dirut PT Agrinas, Bahas Strategi Tata Kelola Lahan dan Perkebunan.

Medan –BersuaRakyat.Online Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto menerima kunjungan silaturahmi Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo di Ruang Officer Lounge Room Lt I Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Jumat (2/5/2025). Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat, membahas potensi besar sektor perkebunan sawit Indonesia dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional. PT. Agrinas Palma Nusantara dikenal sebagai embrio BUMN Perkebunan yang akan mengelola areal kelapa sawit terluas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat global. Dalam pertemuan tersebut, Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo menegaskan bahwa dengan tata kelola yang tepat dan praktik budidaya berwawasan lingkungan, PT. Agrinas mampu menjadi pemain utama dalam peningkatan produktivitas crude palm oil (CPO) nasional. “Jika Agrinas mampu mengelola perkebunan secara optimal dan berkelanjutan, dampaknya tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Agus Sutomo. Ia juga mengapresiasi peran Holding Perkebunan, khususnya PTPN IV PalmCo, yang telah memberikan pendampingan kepada PT. Agrinas dalam mengadopsi standar operasional terbaik di sektor perkebunan. Mayjen TNI Rio Firdianto menyambut baik semangat kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan para tokoh nasional dan purnawirawan TNI dalam pengembangan Agrinas menjadi bukti komitmen kuat untuk membangun sektor strategis bangsa. “Tujuan kita adalah menciptakan perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan membawa manfaat nyata bagi rakyat Indonesia,” tegas Pangdam I/BB. Pertemuan strategis ini turut dihadiri sejumlah pejabat Kodam I/BB, seperti Asintel Kasdam I/BB, Asops Kasdam I/BB, dan Aster Kasdam I/BB serta Kapendam I/BB. Sementara dari pihak PT. Agrinas, rombongan dipimpin langsung oleh Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo, didampingi Letjen TNI (Purn) Wisnu PB, Mayjen TNI (Purn) Cucu Somantri, Mayjen TNI (Purn) Rajaguguk, dan Wadirut PT. Agrinas, Bapak Kusdi. Melalui pertemuan ini, Pangdam I/BB menyampaikan harapannya agar sinergi antara institusi pertahanan dan sektor industri strategis seperti PT. Agrinas terus ditingkatkan. Sebuah langkah optimistis menuju masa depan perkebunan sawit nasional yang lebih hijau, produktif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.   Sumber : Pendam I/BB

Read More

MCI Rayakan Hari Jadi Ke 15 di Beach City International Stadium Ancol Jakarta

Jakarta -BersuaRakyat.Online Millionaire Club Indonesia (MCI) merayakan hari jadinya yang ke 15 bertempat di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Minggu, 4/5/2025. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa MCI adalah sebuah komunitas bisnis yang memberikan beragam privilege kepada seluruh anggota berupa layanan yang sangat mengesankan dan juga produk yang eksklusif. Tidak hanya itu, MCI juga memberikan kesempatan bagi para anggota untuk menjalin kerja sama bisnis dengan semua pihak. Tidak hanya berfokus di dalam negeri saja, MCI juga merambah ke luar negeri, seperti Hong Kong, Malaysia, Taiwan, dan beberapa negara lainnya. MCI memiliki banyak produk seperti kesehatan maupun kecantikan, Bio recovery new, Bio glass, Green tea, Magic stick new, Million time, Nano spray, Paket hot deal, Paket Pendant MCI, Vita balance, Socks, Supplement dan lainnya. Seluruh anggota MCI dari seluruh Indonesia dan tamu undangan turut hadir dalam peringatan hari jadi MCI kali ini dan terlihat wajah yang penuh dengan sukacita dan kebahagiaan dari setiap yang hadir. Tak lupa juga undian doorprise diberikan bagi yang beruntung. Awak media berkesempatan mewawancarai CEO PT Millionaire Club Indonesia yaitu Wilson Mandala Putra didampingi oleh Celyne Talabucon sebagai Chief Finance Officer dan mengatakan visi dan harapannya. “Tema hari jadi MCI kali ini adalah “Better Life With MCI”. Kita menciptakan bisnis ini agar semua bisa membantu banyak orang merasakan hidup yang lebih baik dengan MCI. MCI sekarang ini sedang mempersiapkan hal yang baru dari MCI satu bulan dari sekarang,” kata Direktur MCI Wilson Mandala Putera dengan ramah. Selama 15 tahun ini sudah banyak yang dicapai oleh MCI, sambungnya, termasuk rekor MURI. “Harapannya selama 15 tahun ini kita sudah banyak sekali membuat rekor termasuk rekor MURI dan TOP Brand di Indonesia. Ribuan sampai puluhan ribu orang banyak yang sudah berangkat Umroh. Kami berharap semakin banyak yang merasakan hidup lebih baik dengan MCI dan melihat keindahan dunia. Bagi yang belum mengetahui tentang MCI kami berharap bisnis ini mengubah dunia,” tuturnya. Senada dengan itu, Celyne Talabucon sebagai Chief Finance Officer mengatakan harapannya. “Kita ingin mengembangkan perekonomian di Indonesia karena MCI adalah karya anak bangsa, jadi saya berharap apa yang sudah dilakukan oleh MCI itu membanggakan Indonesia,” katanya dengan ramah. Kita berharap MCI terus maju dan bertambah besar serta bertambah banyak lagi membernya di seluruh Indonesia dan juga dunia.   (SPRYADI)

Read More

Miris, Pengadaan Mobiler 19 Sekolah di Rohil Tak Selesai Tapi Pengajuan Pencairan Diteken 100 Persen.

ROHIL,BersuaRakyat.Online Pengadaan mobiler atau mebel untuk 19 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masih belum tuntas dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rohil. Anggaran pengadaan mobiler ini cukup besar diangka Rp 2,6 Miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024. Saat dikonfirmasi melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan tersebut, Ramli mengatakan, bahwa didalam kontrak kegiatan itu dimulai pada Bulan Juli tahun 2024 oleh PT Banjar Agung Mediatama. Anehnya barang tersebut, seperti dikatakan Ramli, baru masuk di bulan Desember setelah di addendum. Kenapa bisa demikian, Ramli memberikan alasan, karena ada masalah interen mengenai kesepakatan dengan pihak penyedia sehingga barang tersebut terlambat. Kemudian Ramli juga menyampaikan alasan kenapa penyaluran baru dilaksanakan di bulan Desember, karena terhambat adanya banjir, karena hujan yang membuat jalan hancur, serta lokasi-lokasi sekolah yang jauh. Sementara teknis pihak penyedia saat penyalurannya secara rakit siap dan sudah di cat. “Dan pada saat sudah memasuki akhir tahun, pekerjaan tersebut belum juga memasuki 70 persen. Akhirnya kami berembuk dengan Kadis dan penyedianya langsung untuk mencari bagaimana jalan keluarnya,” tutur Ramli. Akhirnya dikatakan Ramli, dibuatlah perjanjian diatas materai bahwa pihak penyedia sanggup menyelesaikan sampai tanggal 10 Januari 2025, namun seiring berjalannya waktu sampai saat ini pengadaan tersebut juga tidak kunjung diselesaikan. “Karena hal tersebut, sebagian anggota saya yang ada dilapangan sudah berangsur kembali, jadinya pihak penyedia yang langsung mengendalikan ini. Sampai saat ini belum ada penambahan lagi setelah terakhir di bulan puasa menjelang lebaran,” ucapnya. Ramli juga berkilah, bahwa kontraktor penyedia pengadaan mobiler ini terkendala masalah dana hingga mencari pinjaman, namun sampai saat ini kontraktor pengadaan mebel itu tidak mengangkat telepon dan tidak menjawab whatsapp dari dirinya. “Jadi kontraktor ini sudah balik kampung ke Serang Banten, makanya sampai saat ini tidak bisa lagi dihubungi atau di WA apalagi mau bertemu,” ujarnya. Ramli mengakui, bahwa kegiatan tersebut belum ada dilakukan pencairan sepeserpun. “Makanya kami bingung karena tidak ada mendapatkan apa-apa apalagi sudah siang malam bersama pak Kadis memikirkan ini. Intinya setau kami kontraktor ini tidak ada dana karena dana dari kami belum ada,” bebernya. Ramli juga menyebutkan, untuk sekolah yang belum menerima mebel ini sama sekali ada di Kepenghuluan Pulau Halang Belakang karena terkendala transportasi. Ia juga menyampaikan, bahwa dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditemukan selisih Rp 800 Juta yang belum ada barang mobiler dari total anggaran Rp 2,6 Miliar. Kemudian nilai barang yang sudah direalisasikan ke sekolah-sekolah sudah Rp 1,7 Miliar. “Ada juga sekolah-sekolah yang belum masuk barangnya seperti di Kepenghuluan Kasang Bangsawan dua sekolah, di Palika serta di Kubu dan Kuba, karena barangnya belum dirakit hanya separuh jadi,” ujarnya. Sampai saat ini dikatakan Ramli, belum ada komitmen dari pihak PT untuk menyelesaikan pengadaan ini, hingga menjadi beban mental dan fisik bagi dirinya. “Dulu di bulan Desember sempat ada informasi pengadaan mobiler ini kemungkinan batal karena tahun akan berakhir, dan kabar dari pihak penyedia juga tidak ada. Namun awal Desember saya di telepon pak Kadis untuk memantau barang ini karena sudah ada yang masuk,” jelasnya. Sementara sekolah-sekolah yang sudah mendapatkan bangunan fisik baru namun belum menerima mobiler kemungkinan belum bisa difungsikan. Dari total 19 sekolah dipaparkan Ramli, ada 18 sekolah yang sudah masuk mobiler 50-100 persen, dan satu sekolah di Pulau Halang Belakang belum masuk mobiler sama sekali. Ramli juga mengakui, bahwa pengajuan pencairan untuk pengadaan mobiler tersebut diteken 100 persen, namun dananya belum cair. Ramli pun berkilah, hal itu dilakukan karena adanya kekhilafan di dinas tapi BPKAD belum mau mencairkan. “Jadi yang diteken 100 persen itu pas malam-malam kepepet pada malam akhir tahun karena jalan keluarnya dinas sudah kebingungan, akhirnya karena ini arahan pak Kadis makanya saya ikuti, namun pencairan belum ada dilakukan BPKAD,” katanya. Intinya pengajuan pencairan 100 persen itu ada di Kadis, dan sebagai PPTK, Ramli hanya mengikuti perintah atasan dan tidak bisa berbuat banyak. “Intinya jumpai lah pak Kadis yang lebih mengetahui ini, kami hanya bawahan yang tidak tau apa-apa, yang jelasnya pak Kadis mengatakan ini tunda bayar,” ungkapnya. Ramli menegaskan, bahwa pencairan 100 persen itu kebijakan dari kepala dinas sehingga dirinya tidak bisa mengelak untuk menandatangani. “Saya tidak setuju sebenarnya, ini karena pak Kadis dengan pihak penyedia sudah ada persetujuan, maka ini untuk mengantisipasi hal ini tadi lah, karena kalau ini tidak ditandatangani 100 persen maka tidak berlanjut, tapi pak Kadis mengatakan ini tunda bayar, tapi kalau pak Kadis berbohong itu urusan dia lah,” ucapnya. Yang jelasnya dikatakan Ramli, yang ditandatangani itu tidak jadi dibayarkan karena tunda bayar. Kalau pun nanti dibayarkan 100 persen itu urusan belakang nantilah. “Aku bukan ada niat mau mencari kekayaan, tapi ini hanya tanggung jawab saja, karena di dinas saya yang ditugaskan maka saya tidak bisa mengelak, maka saya usahakanlah. Saya sebenarnya ingin jalan normal sesuai aturan, tapi kalau ada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan untuk memanfaatkan saya, maka tak dapat lah saya lagi,” tutur Ramli pasrah. Terus terang, sebut Ramli, sebagai PPTK dirinya belum ada mendapatkan apa-apa dari memegang kegiatan pengadaan mobiler tersebut. Paling tidak sebutnya, hanya dia terima duit jalan untuk turun ke lapangan. “Kalau pun ada pimpinan saya yang dapat tak taulah, atau ada Bupati terdahulu, karena ini masih dibawah Bupati lama. Bisa jadi juga Kadis dengan pihak penyedia ada masukan, ini bisa jadi karena ini bukan hal yang mustahil,” terang Ramli. “Kalau kalian di posisi saya mungkin sama juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena ini perintah atasan, kalau tidak dilakukan bagaimana nanti konsekuensinya,” ucap Ramli merendah. Sementara Kadis dikonfirmasi melalui whatsapp mengatakan, Disdikbud lagi dicek BPK RI. Diharapkan kepada APH melakukan pemeriksaan mendalam terkait pengadaan mobiler 19 SD yang dilaksanakan Disdikbud Rohil agar kegunaan uang negara tidak disalahgunakan. (TIM).

Read More

Bupati Labusel Fery Sahputra Simatupang,SH hadiri (Musrenbang),(RPJMD)PROV Sumut 2025-2029 dan (RKPD) tahun 2026.

MEDAN-BersuaRakyat.Online Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang,SH menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, pada Senin (5/5/2025). Dalam Pembukaan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 di hadiri para Bupati dan Walikota se-sumut Gubernur Sumatera Utara(SUMUT) Bobby Nasution menargetkan nilai investasi yang masuk ke Sumut sebesar Rp.100 triliun per tahun. Dengan banyak nya investasi yang masuk,maka indikator makro pembangunan seluruhnya juga meningkat. Hal itu di sampaikan Bobby Nasution saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 Sumut di Aula Raja Inal Siregar,Kantor Gubernur,jalan Diponegoro 3,Medan. Di kutip dari halaman website info sumut pemprov sumatera utara “Ketika investasi masuk, investasi berjalan baik, maka semua indikator (makro) akan menarik indikator lainnya, kalau ada investasi masuk, perusahaan buka, pabrik buka, pasti nilai pengangguran terbuka berkurang, PDRB perkapita meningkat dan lain-lainnya,” kata Bobby. Investasi adalah salah satu yang hal yang menjadi sorotan Bobby Nasution pada Musrenbang RPJMD 2025-2029 dan RKPD 2026 Sumut. Selain investasi, Ia juga menyoroti tentang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan inovasi yang tidak hanya bergantung dengan APBD. Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemkab/Pemko bisa berkolaborasi dengan membuat BUMD bersama di beberapa sektor yang terkait dengan potensi unggulan yang ada di wilayah tersebut. Misalnya di Langkat, dengan migas atau di Mandailingnatal, dengan tambang emas. “Kita buat BUMD nya (bersama) kita kelola, otomatis dapat profit, membuka lapangan kerja, masyarakat sejahtera, bisa bagi dividen, PAD pun naik,” kata Bobby, mengajak para Bupati dan Walikota yang hadir. Tidak hanya itu, Ia juga mengusulkan ide tentang penggabungan BUMD provinsi dengan kabupaten/kota. Salah satu BUMD yang bisa digabungkan adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Dengan penggabungan PDAM, permasalahan kekurangan air di beberapa daerah bisa cepat diselesaikan. “Kita punya PDAM, kabupaten juga punya, kalau boleh saran BUMD ini disatukan asetnya, sehingga (aset) punya valuasi yang besar dan bisa mendapat pembiayaan yang besar, jadi bisa kita intervensi langsung seperti di beberapa daerah yang kekurangan air bisa langsung dieksekusi dengan cepat,” kata Bobby. Pada pembukaan Musrenbang tersebut, Bobby Nasution juga menyampaikan target sasaran utama yang sekaligus menjadi indikator makro pembangunan tahun 2025 – 2029. Antara lain pertumbuhan ekonomi dari sebesar 5,03 % menjadi 7,6 %, PDRB perkapita dari sebesar Rp 73,57 juta menjadi Rp 115,3 juta, kontribusi PDRB provinsi 5,21% menjadi 5,30 %, penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 5,60 % menjadi 5,20 sampai dengan 4,74%. Selanjutnya penurunan kemiskinan dari 7,19% menjadi 3,82 – 2,82 %, peningkatan indeks modal manusia dari 0,53 menjadi 0,59 poin, penurunan indeks gini dari 0,306 menjadi 0,287 sampai dengan 0,291 poin, peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup dari 73,96 poin menjadi 77,87 poin, serta penurunan intensitas emisi gas rumah kaca dari sebesar 1 % menjadi 18,52 %. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pemprov Sumut bersama Badan Pusat Statistik tentang sinergi penyelenggaraan Satu Data Indonesia dan penyelenggaraan statistik sektoral Sumut, penandatanganan MoU oleh Pemprov Sumut dengan Administrator KEK Sei Mangkei, PT Kawasan Industri Nusantara, dan BPJS Ketenagakerjaan tentang pengelolaan tenaga kerja di KEK Sei Mangkei 2025-2026, dan Penandatanganan MoU antara Pemprov Sumut dengan Kemenkumham tentang penanganan permasalahan hukum berdasarkan keadilan restoratif di Sumut. Turut hadir pada kesempatan tersebut Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, para bupati dan walikota se-Sumut

Read More

Di Forum KPK, Al- Farlaky Soroti Regulasi PMK 212, Hingga Dukungan Optimalisasi PI & CSR Migas PT. Medco

Jakarta –BersuaRakyat.Online Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menyampaikan dua persoalan penting dalam pertemuan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin 5 Mei 2025. Dihadapan lembaga antirasuah itu, Bupati menyoroti kebijakan pemerintah pusat terkait kewajiban pemerintah daerah untuk mengalokasikan 10 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) ke Dana Desa, sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 212 Tahun 2022. Menurutnya, kebijakan tersebut cukup membebani keuangan daerah, terutama di tengah kondisi yang sedang dilakukan efisiensi oleh pemerintah pusat. “Kami diwajibkan melakukan sharing 10 persen ke Dana Desa, sementara kami sendiri sedang melaksanakan efisiensi. Tahun ini saja, anggaran kami berkurang hingga Rp101 miliar,” ujar Bupati. Ia berharap KPK dapat memberikan arahan sekaligus menyampaikan masukan kepada pemerintah pusat agar mekanisme sharing tersebut dapat dikaji kembali dan diambil dari sektor lain, sehingga tidak mengganggu pembiayaan sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan umum. Selain itu, Bupati Al- Farlaky juga menyampaikan harapannya kepada KPK terkait belum optimalnya penyaluran Participating Interest (PI) dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan migas PT Medco E&P Malaka yang beroperasi di Kecamatan Indra Makmur Kabupaten Aceh Timur. Al- Farlaky mengakui pihaknya telah menjalin komunikasi dan pertemuan dengan perusahaan tersebut untuk membahas pengelolaan dana PI dan CSR, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas. ” Dana CSR idealnya dapat dikelola langsung oleh pemerintah daerah karena lebih memahami kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kecamatan,” papar Al- Farlaky. Begitu pula dengan dana PI, jika dapat diturunkan dalam angka 10 persen, akan sangat membantu pembangunan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Timur. Dalam kesempatan itu, Bupati juga mempertanyakan transparansi hasil lifting migas dari perusahaan eksploitasi migas yang beroperasi di wilayahnya. Ia mengaku bahwa hingga kini belum ada data real yang diterima daerah terkait jumlah produksi migas, sementara alokasi dana dari pusat dan provinsi untuk Aceh Timur relatif rendah dibandingkan daerah penghasil migas lainnya di Indonesia. “Kami mohon dorongan dan dukungan KPK agar hal ini bisa menjadi perhatian. Kami ingin perencanaan pembangunan Aceh Timur lima tahun ke depan berjalan maksimal dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya. Sementara itu Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan korupsi dengan berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Sinergi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemerintah Daerah yang berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (5/5/2025). Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, hadir langsung dalam kegiatan yang digagas oleh Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK tersebut. Hadir juga bersamanya, Ketua DPRK Kabupaten Aceh Timur dan Kepala Perangkat Daerah terkait dalam jajarannya. (Hsb MK 212, Hingga Dukungan Optimalisasi PI & CSR Migas PT. Medco Jakarta – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menyampaikan dua persoalan penting dalam pertemuan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin 5 Mei 2025. Dihadapan lembaga antirasuah itu, Bupati menyoroti kebijakan pemerintah pusat terkait kewajiban pemerintah daerah untuk mengalokasikan 10 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) ke Dana Desa, sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 212 Tahun 2022. Menurutnya, kebijakan tersebut cukup membebani keuangan daerah, terutama di tengah kondisi yang sedang dilakukan efisiensi oleh pemerintah pusat. “Kami diwajibkan melakukan sharing 10 persen ke Dana Desa, sementara kami sendiri sedang melaksanakan efisiensi. Tahun ini saja, anggaran kami berkurang hingga Rp101 miliar,” ujar Bupati. Ia berharap KPK dapat memberikan arahan sekaligus menyampaikan masukan kepada pemerintah pusat agar mekanisme sharing tersebut dapat dikaji kembali dan diambil dari sektor lain, sehingga tidak mengganggu pembiayaan sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan umum. Selain itu, Bupati Al- Farlaky juga menyampaikan harapannya kepada KPK terkait belum optimalnya penyaluran Participating Interest (PI) dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan migas PT Medco E&P Malaka yang beroperasi di Kecamatan Indra Makmur Kabupaten Aceh Timur. Al- Farlaky mengakui pihaknya telah menjalin komunikasi dan pertemuan dengan perusahaan tersebut untuk membahas pengelolaan dana PI dan CSR, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas. ” Dana CSR idealnya dapat dikelola langsung oleh pemerintah daerah karena lebih memahami kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kecamatan,” papar Al- Farlaky. Begitu pula dengan dana PI, jika dapat diturunkan dalam angka 10 persen, akan sangat membantu pembangunan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Timur. Dalam kesempatan itu, Bupati juga mempertanyakan transparansi hasil lifting migas dari perusahaan eksploitasi migas yang beroperasi di wilayahnya. Ia mengaku bahwa hingga kini belum ada data real yang diterima daerah terkait jumlah produksi migas, sementara alokasi dana dari pusat dan provinsi untuk Aceh Timur relatif rendah dibandingkan daerah penghasil migas lainnya di Indonesia. “Kami mohon dorongan dan dukungan KPK agar hal ini bisa menjadi perhatian. Kami ingin perencanaan pembangunan Aceh Timur lima tahun ke depan berjalan maksimal dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya. Sementara itu Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan korupsi dengan berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Sinergi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemerintah Daerah yang berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (5/5/2025). Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, hadir langsung dalam kegiatan yang digagas oleh Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK tersebut. Hadir juga bersamanya, Ketua DPRK Kabupaten Aceh Timur dan Kepala Perangkat Daerah terkait dalam jajarannya. (Hsb).

Read More

ASN Tak Masuk Kerja 2 Tahun, Diduga Dilindungi Oknum Pejabat Dinas Pendidikan Aceh Timur.

Aceh Timur,BersuaRakyat.Online 5 Mei 2025 Seorang ASN Dinas Pendidikan Aceh Timur bernama Maulizar alias Dore, yang diketahui tidak masuk kerja selama dua tahun, menjadi sorotan publik. Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pelanggaran ini seharusnya berujung pada pemecatan. Namun hingga kini, Maulizar masih tercatat sebagai ASN aktif. Seorang ASN yang enggan disebutkan namanya secara lengkap, Musawer, mengungkapkan bahwa selama ini Maulizar diduga “dipelihara” oleh oknum pejabat, yakni Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur. “Selama ini dia dilindungi oleh oknum Plt Kepala Dinas, sehingga tidak ada tindakan tegas meskipun sudah dua tahun tidak aktif,” ujarnya. Musawer juga menyampaikan bahwa ketidakhadiran Maulizar telah tercatat secara resmi dalam temuan BPK, namun belum ada sanksi sebagaimana mestinya. “Itu seharusnya sudah sangsi pecat. Tapi malah dibiarkan,” tegasnya. Maulizar, yang terlihat terakhir kali mengenakan baju merah dalam dokumentasi internal ASN, kini menjadi simbol lemahnya penegakan disiplin di lingkungan pemerintahan daerah. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Aceh Timur belum memberikan klarifikasi resmi. Tim redaksi masih berupaya menghubungi pejabat terkait untuk mendapatkan penjelasan. Kadis Bksdsm Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Timur, Teuku Didi Farisha saat di minta tanggapan konfirmasi malalui pesan rilisnya ,hanya menjawab Bos….. musawer nya so hahahahahah dengan singkat Saat di temui plt kadis pendidikan aceh timur di kantor tak ada di ruangannya di jawab ajudan nya lagi moneb siswa di sekolah ,sampai berta ini tayang

Read More

Nourman Desak Pembinaan Militer bagi Tiktoker ‘Mentel’

Banda Aceh –BersuaRakyat.Online 4 mei 2025 Pengacara senior Aceh, Nourman Hidayat, menyuarakan peringatan keras soal maraknya perilaku “mentel” dan konten banci di kalangan tiktoker muda Aceh. Ia menyebut fenomena ini sebagai ancaman serius terhadap moral generasi muda dan langsung mendesak Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar alias Mualem, untuk tidak tinggal diam. “Kalau Mualem masih merasa pemimpin bangsa pejuang, ini saatnya bertindak. Bukan cuma seremoni, tapi realisasi. Bangun barak pendidikan karakter. Bentuk ulang anak-anak muda kita sebelum Aceh kehilangan jati dirinya,” tegas Nourman. Menurutnya, fenomena remaja laki-laki yang bergaya perempuan demi konten adalah “penyakit sosial” yang dibiarkan tumbuh subur karena lemahnya kontrol negara dan ambruknya wibawa orang tua. “Ini bukan soal gaya, ini soal masa depan. Aceh sedang diracuni oleh arus globalisasi tanpa filter. Pemerintah terlalu lunak, sementara Mualem diam. Di mana tanggung jawab sebagai simbol kehormatan Aceh?” katanya tajam. Ia mencontohkan langkah Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer sebagai pendekatan efektif. Nourman menyebut, Aceh bahkan lebih layak karena punya sejarah perjuangan dan pemimpin eks kombatan. “Kalau Aceh hari ini hanya melahirkan generasi yang sibuk lipsync dan berdandan demi likes, maka kita sedang menggali kubur peradaban sendiri,” katanya. Desakan ini memantik debat publik. Apakah Mualem akan turun tangan menyelamatkan arah generasi Aceh, atau terus membiarkan simbol Wali Nanggroe kehilangan taji?

Read More